Sunday, May 20, 2018

√ Pengertian, Jenis, Dan Pola Diksi Dalam Kalimat

Pengertian, Jenis, dan Contoh Diksi dalam Kalimat – Diksi ialah pemilihan kata yang sempurna dan sesuai dengan penggunaannya dalam rangka memberikan wangsit atau gagasan pada suatu ihwal sehingga sempurna guna, efektif, dan efisien. Diksi menurut cakupannya sanggup dikelompokkan menjadi beberapa jenis, diantaranya ialah :


1. Sinonim


Sinonim ialah kata yang mempunyai persamaan makna dengan kata lainnya. Pemilihan kata bersinonim meskipun mempunyai makna kata yang sama, akan tetapi harus lebih memperhatikan ketepatan penggunaan kata pada konteks kalimat. Contoh :


Mati dan meninggal


– Kucing itu mati tertabrak mobil

– Lina gres mendengar kabar meninggalnya paman keesokan harinya.


Kata “mati” lebih sempurna bila disematkan kepada subyek atau obyek hewan. Tentu tidaklah pas bila “mati” diperuntukkan kepada manusia. Sebaliknya kata “meninggal” akan lebih santun bila disematkan pada subyek atau obyek manusia. Kedua kata tersebut meskipun mempunyai makna yang sama, akan tetapi bila memperhatikan diksi atau pemilihan kata yang sempurna maka harus memperhatikan ketepatan target penggunaan katanya.


Contoh lainnya :


– Ahli dan pakar

– Sombong dan arogan

– Seniman dan artis

– Harapan dan asa

– Perahu dan bahtera

– Bergaul dan berteman

– Dapat dan bisa

– Hobi dan gemar

– Harapan dan kendala


2. Antonim


Antonim ialah pemilihan kata yang berlawanan makna antara kata satu dengan lainnya. Contoh :


– Tua dan muda

– Besar dan kecil

– Hidup dan mati

– Senang dan susah

– Gagal dan berhasil

– Tawa dan tangis

– Hemat dan boros

– Baik dan jahat


3. Polisemi


Polisemi ialah frasa kata yang mempunyai lebih dari satu makna. contohnya saja pada kata “kepala” yang merupakan salah satu anggota bab tubuh. Kepala juga sanggup diartika sebagail bab pangkal dari suatu benda.


Contoh :


– Sejak tadi pagi kepalaku terasa sangat sakit. (bagian kepala manusia)

– Bagian kepala sepeda motorku kenapa sanggup retak begitu? (bagian kepala sepeda motor)


Contoh lainnya :


– Akar (akar tumbuhan dan akar permasalahan)


akar pada pohon beringin memang sangat unik, letaknya menggantung di sela-sela batang dan ranting pohon.


– Raja (raja dalam suatu bidang dan raja suatu kerajaan)


Budi dikenal sebagai raja badminton di sekolah kami.

Minggu depan raja Arab Saudi akan berkunjung ke Indonesia.


– Gugur (gugur yang dialami oleh tumbuhan dan gugur dalam artian meninggal)

– Sakit (sakit dalam artian bergotong-royong dan sakit dalam artian sedang bermasalah)

– Darah (hubungan dan darah dalam artian sesungguhnya)




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


4. Homograf


Homograf ialah bentuk kata atau goresan pena yang sama namun dalam konteks tertentu sanggup mempunyai makna yang berbeda. Contoh :


– Apel (berjaga dan buah)


Para tentara bergantian apel di markas pusat.

Paman gres saja memanen buah apel.


– Tahu (mengerti dan makanan)


Apa kau belum tahu akan hal ini?

Jangan lupa membeli tahu di warung ya!


– Mental (terpelanting dan moral)

– Serang (nama kota dan menyerang)


5. Homofon


Homofon ialah kata yang mempunyai suara kata yang sama namun makna serta ejaannya berbeda. Contoh :


– Sanksi dan Sangsi


Para pelanggar peraturan seharusnya dikenakan hukuman tegas.

Saya sangsi kau sanggup melaksanakan itu.


– Bang dan Bank


Ayolah bang, izinkan saya untuk pergi bersama teman-teman!

Aku akan menarik semua uangku di bank esok hari.


– Rok dan Rock

– Massa (berat) dan masa (waktu)


6. Homonim


Ialah kata yang mempunyai persamaan ejaan akan tetapi makna serta ejaannya berbeda.


Contoh :


– Rapat (berdesakan dan pertemuan)


Salah satu syarat kesempuranaan shalat yaitu barisan shaf yang rapat.

Pagi ini di kantorku sedang ada rapat penting para direksi.


– Bisa (dapat dan racun)


Meskipun berat dan penuh dengan resiko, saya harus bisa.

Tubuhku mendadak kaku dan hambar sehabis sanggup ular itu menjalar diantara sela-sela jemariku.


– Genting (mendesak dan atap rumah)


Di ketika keadaan genting begini, suaminya belum juga pulang.

Ayah lupa menambal genting yang bocor sehingga malam ini kita harus menyiapkan bejana untuk menampung air hujan.


– Hak (milik dan bab bawah sepatu)

– Buku (kitab dan ruas)


7. Hiponim (kata khusus)


Hiponim ialah bentuk kata yang maknanya tercakup oleh bentuk kata lainnya. Misalnya pada kata “paus” yang makna katanya tercakup ke dalam makna kata “ikan.” Contoh lain :


– Nasi, roti, kue, dan lapis legit tercakup ke dalam kata makanan.

– Tomat, kangkung, bayam, dan wortel tercakup ke dalam kata sayuran.

– Televisi, kulkas, radio, komputer, dan kipas angin tercakup ke dalam kata peralatan elektronik.

– Ayam, sapi, kambing, kerbau, dan unta termasuk ke dalam kata binatang ternak.


8. Hipernim (kata umum)


Hipernim yaitu kata yang yang meliputi makna kata lain. Misalnya pada kata “hebat” telah meliputi kata pintar, rajin beribadah, baik, sopan, dan lainnya.


Contoh lainnya :


– Bunga meliputi melati, mawar, anggrek, dan lainnya.

– Buah meliputi pisang, pepaya, durian, apel, dan lainnya.

– Kendaraan meliputi sepeda motor, mobil, sepeda, dan lainnya.


Sumber :

http://pengertiandefinisi.com/pengertian-diksi-fungsi-dan-macam-macam-diksi/


Baca Juga:


Pengertian dan Contoh Perubahan Makna Ameliorasi

Definisi, Ciri, Contoh Kalimat Baku & Tidak Baku

Definisi serta Daftar Kata Baku dan Tidak Baku



Sumber https://ruangseni.com