Showing posts with label Kimia. Show all posts
Showing posts with label Kimia. Show all posts

Thursday, February 6, 2020

√ 4 Sifat Stainless Steel Yang Mempunyai Kegunaan Dalam Kehidupan

Beberapa materi yang erat kita kenal menyerupai stainless steel sangat mempunyai kegunaan dalam kehidupan sehari-hari. Stainless steel bisa terdapat dalam kita mobil, komputer, ponsel, sekolah, kantor, pesawat, kereta api, kapal dan di hampir setiap peralatan yang sering digunakan. Dapur Anda mungkin termasuk peralatan stainless steel, serta pisau, sendok, garpu dan peralatan lainnya.


Nama bahan, stainless steel, merupakan penghargaan untuk salah satu fitur utamanya – kemampuan untuk menahan korosi. Tapi stainless steel mempunyai beberapa sifat pelengkap yang menjadikannya salah satu materi yang paling mempunyai kegunaan di masyarakat modern dan pilihan favorit desainer, arsitek dan insinyur.


Tahan karat


Stainless steel populer lantaran ketahanan terhadap karat, tapi materi ini juga menolak banyak sekali bentuk lain dari korosi. Nilai yang berbeda dari stainless steel cocok untuk aplikasi tertentu, menyerupai melawan efek korosif dari air garam atau eksposur kimia.


Khusus baja tahan karat juga sanggup menahan korosi galvanik yang disebabkan oleh logam yang berbeda menghasilkan arus listrik impulsif yang sanggup menurunkan logam. Komposisi kimia dari stainless steel mengatakan lapisan oksida kompleks yang bervariasi dengan nilai yang berbeda dan menanamkan ketahanan korosi material.


Kekuatan super


Stainless steel mempertahankan banyak kekuatan keseluruhan baja biasa dan sanggup diproduksi dengan banyak sekali sifat kekuatan dan kekerasan. Hal ini dipakai dalam banyak sekali aplikasi konstruksi di mana kekuatan dan ketahanan korosi diperlukan. Stainless steel untuk rangka atau tulang bangunan, umumnya dikenal sebagai rebar, sering dipakai untuk mengatakan derma struktural untuk beton di jembatan, di mana kontak dengan air garam akan menurunkan kualitas baja biasa.


Susunan kimia sanggup dikustomisasi


Stainless steel yaitu paduan dari beberapa unsur. Besi yaitu konstituen utama. Kombinasi zat besi dan karbon menghasilkan baja. Menambahkan unsur ketiga, kromium, menghasilkan stainless steel. Insinyur materi sanggup mengatur jumlah setiap elemen secara bervariasi, dan sanggup menambahkan unsur pelengkap menyerupai mangan atau fosfor untuk menciptakan banyak sekali jenis stainless steel dengan sifat yang cocok untuk kiprah tertentu. Secara keseluruhan, ada lebih dari 100 nilai dari stainless steel tersedia untuk desainer industri.


Gambar Sempurna


Stainless steel banyak dipakai dalam arsitektur dan aplikasi rumah dengan penampilan dan daya tahan yang menarik. Pilih metode pengolahan sanggup memproduksi stainless steel dengan tampilan yang mengkilap atau bertekstur.


Stainless steel juga bisa dibentuk magnetik atau non-magnetik, memperlihatkan desainer bahkan lebih banyak kesempatan untuk kustomisasi. Banyak peralatan rumah, termasuk kulkas, kompor dan perabot lainnya, biasanya dibentuk dari stainless steel.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Monday, January 27, 2020

√ Pola Senyawa Logam Alkali Tanah

Logam Alkali Tanah yaitu unsur-unsur kimia yang diletakan pada Golongan 2 dalam tabel periodik unsur. Logam alkali tanah ini terdiri dari berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Radium kadang tidak dianggap sebagai alkali tanah lantaran sifat radioaktif yang dimilikinya.


Oksida dan hidroksida logam alkali tanah


Semua oksida logam alkali tanah dalam air akan membentuk hidroksida yang bersifat basa, kecuali BeO yang bersifat amfoter.


CaO(s) + CH2O(l)  Ca(OH)2(aq)


Reaksi oksida logam alkali tanah dengan air merupakan reaksi eksoterm, dan semakin ke bawah, semakin besar energi yang dihasilkan. MgO bereaksi lambat, sedangkan CaO (kapur tohor) bereaksi besar lengan berkuasa dan menghasilkan panas yang tinggi. Sementara itu BaO yang direaksikan dengan air akan kelihatan membara. Kelarutan hidrosida alkali tanah dari Mg ke Ba semakin besar. Hal ini disebabkan oleh jari-jari ion M2+ yang semakin besar, menjadikan turunnya energi hidrasi sehingga kelarutannya semakin besar. Urutan kelarutan hidroksida alkali tanah yaitu sebagai berikut:


Mg(OH)2 < Ca (OH)2 < Sr(OH)2 < Ba(OH)2


Meskipun Mg(OH)2 sukar larut, tetapi lantaran Mg(OH)2 dalam larutan mengalami ionisasi sempurna, maka Mg(OH)2 dikelompokan ke dalam basa yang kekuatannya sedang atau kuat; sedangkan Ca(OH)2, Sr(OH)2, dan Ba(OH)2 dikelompokan sebagai basa kuat.


Senyawa Be(OH)2 sanggup larut dalam basa besar lengan berkuasa membentuk ion berilat [Be(OH)4]2ˉ. Hal ini mengambarkan sifat amfoter dari berilium. Larutan garam berilium dalam air bersifat asam lantaran adanya hidrolisis.


Senyawa MgO dikenal sebagai bata tahan api lantaran tidak terurai pada suhu tinggi, sedangkan CaO dikenal sebagai kapur dan dipakai sebagai materi bangunan lantaran kemampuannya melaksanakan hidrasi (menyerap air). Ba(OH)2 dikenal dengan air barit yang sanggup dipakai untuk identifikasi adanya gas CO2 (dapat dipakai untuk membuktikan adanya gas CO2) .


Ba(OH)2(aq) + CO2(g)  BaCO3(s) + H2O(l)


Adanya endapan (keruh) mengambarkan bahwa gas yang mengenai air barit mengndung CO2.


Halida alkali tanah


Senyawa BeX2 merupakan senyawa halida yang berikatan kovalen dan sanggup membentuk polimer (molekul gabungan) yang sangat besar. Senyawa halida logam alkali tanah yang lain merupakan senyawa ion yang memiliki kemampuan untuk menarik air (higroskopis). CaCl2 digunakan untuk memurnikan alkohol lantaran sanggup menarik seluruh air yang terlalut di dalam alkohol. Semua garam halida dari alkali tanah gampang larut dalam air.


c) Kelarutan senyawa alkali tanah


Beberapa senyawa logam alkali tanah sukar larut di dalam air. Senyawa-senyawa tersebut yaitu senyawa hidroksida, sulfat, karbonat, oksalat, dan kromat. Jika kation alkali tanah yang terlaut di dalam air ditetesi dengan larutan yang mengandung anion hidroksida, sulfat, karbonat, kromat, atau oksalat; akan terjadi pengendapan (kekeruhan) kalau hasil kali konsentrasi ion-ion di dalam larutan tersebut sudah melebihi nilai Ksp-nya.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Saturday, January 25, 2020

√ Sifat Fisis Dan Kimia Unsur Oksigen

Oksigen yaitu gas. Ini yaitu unsur yang tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, gas yang merupakan penyusun dari 21% atmosfer dan ditemukan dalam air, di sebagian besar batuan dan mineral, dan banyak senyawa organik, yang bisa bergabung dengan semua unsur kecuali gas inert, yaitu aktif dalam proses fisiologis, dan yang terlibat terutama dalam proses pembakaran.


Oksigen yaitu unsur penting dalam proses pernapasan dari sebagian besar sel-sel hidup. Nomor Atom unsur ini yaitu 8 dan Simbol oksigen yaitu O.


Apa itu Oksigen? – Asal / Arti dari nama Oksigen


Nama oksigen berasal dari bahasa Yunani ‘Oxys’ yang artinya “tajam, asam”, sebab oksigen diyakini konstituen kunci dalam pembentukan asam, dan Yunani ‘gen atau genes’ artinya “pembentuk”. Ahli kimia Perancis Antoine-Laurent Lavoisier awalnya berpikir bahwa oksigen yaitu produser asam sebab dengan aben fosfor dan belerang dan melarutkan dalam air, ia bisa menghasilkan asam.


Tabel Periodik dan Klasifikasi Unsur Oksigen


Unsur sanggup diklasifikasikan menurut keadaan fisik mereka misal gas, padat atau cair. Unsur oksigen ini yaitu gas. Oksigen diklasifikasikan sebagai unsur dalam kepingan ‘non-logam’ yang sanggup ditemukan pada golongan VIA atau kalkogen dari tabel periodik.


Sifat fisis


Pada suhu kamar, oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau, serta memiliki titik didih -182,95oC dan titik leleh -218,79oC. Oksigen cair memiliki warna biru langit. Oksigen sanggup larut dalam air dengan kelarutan 5% volume pada 0oC. Semakin besar tekanan, kelarutan oksigen dalam air semakin besar.


Sifat kimia


Oksigen merupakan unsur yang reaktif. Dalam keadaan bebas, unsur ini terdapat dalam dua bentuk molekul, yaitu molekul oksigen diatomik (O2) dan bentuk alotropinya, yaitu molekul triatomik yang dikenal dengan ozon (O3).


Oksigen sanggup bersenyawa dengan aneka macam unsur. Oksigen yang bersenyawa dengan unsur lain dikenal dengan nama oksida. Oksigen merupakan gas yang memiliki tugas dalam proses pembakaran (unsur pembakar), yang pertama kali dikenali oleh Carl Wilhelm Scheele pada dikala memanaskan raksa(II) oksida. Penelitian ini lalu dilanjutkan oleh Joseph Priestley, yang sekarang dikenal sebagai penemu oksigen.


HgO(s) Hg(s) + ½ O2(g)



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Wednesday, January 15, 2020

√ Pengertian Kemiluminesensi

Kemiluminesensi ialah emisi cahaya atau pedaran yang terjadi pada suhu rendah dan tidak menyerupai lampu pijar pada suhu tinggi, sebagai hasil dari reaksi kimia. Kemiluminesensi juga dikenal sebagai pembentukan radiasi elektromagnetik menyerupai cahaya oleh pelepasan energi dari reaksi kimia. Sementara cahaya pada prinsipnya sanggup dipancarkan dalam wilayah sinar ultraviolet, cahaya nampak atau, infra merah, yang memancarkan cahaya tampak ialah yang paling umum. Mereka juga paling menarik dan lebih bermanfaat.


Contoh terbaik dari Kemiluminesensi ini mungkin reaksi kimia yang dipakai untuk menciptakan cahaya dari tongkat yang menyala, yang merupakan hasil dari retakan botol kecil dari satu kimia menjadi materi kimia yang berekasi dengan itu. Kemiluminesensi juga ditemukan di beberapa jamur dan cacing tanah.


Kemiluminesensi paling umum terjadi di lautan, di mana banyak organisme dari ikan hingga cacing yang hidup pada kedalaman yang jauh, mempunyai organ bercahaya. Ahli kimia telah mengeksploitasi reaksi-reaksi pemancar cahaya sebagai penanda dalam sejumlah laboratorium besar dan klinis tes.


Apa saja jenis luminesens?


Ada 3 jenis reaksi yang menghasilkan pendaran atau luminesensi yaitu sebagai berikut.



  • Reaksi Kemiluminesensi: Reaksi kimia yang memakai senyawa sintetik dan biasanya melibatkan zat yang sangat teroksidasi menyerupai peroksida biasanya disebut reaksi kimia-luminesensi-. Misalnya, Luminol, materi kimia yang secara luas dipakai dalam komunitas forensik, bereaksi dengan besi untuk menghasilkan reaksi kimia-luminesensi. Ketika tim forensik ingin memilih apakah ada atau tidak jejak darah di TKP, mereka sanggup menyemprot lokasi dengan luminol untuk menghasilkan reaksi.

  • Reaksi bio-luminesensi: reaksi pedaran cahaya yang timbul dari organisme hidup, menyerupai kunang-kunang atau ubur-ubur, umumnya dikenal sebagai reaksi bio-luminesensi.

  • Reaksi elektro- luminesensi: pancaran cahaya dari reaksi yang berlangsung dengan memakai arus listrik ditetapkan sebagai reaksi elektro-luminesensi.


Apa yang menjadikan luminesensi?


luminesensi lantaran emisi cahaya oleh suatu zat yang biasanya disebabkan saat sebuah elektron kembali dari keadaan energi yang lebih tinggi ke keadaan yang lebih rendah atau keadaan dasar sambil kehilangan kelebihan energi yang membentuk pedaran. Dan kimia- luminesensi terjadi saat eksitasi elektronik lantaran reaksi kimia yang menghasilkan keadaan elektron yang lebih tinggi dan elektron kehilangan energi ekstra dalam bentuk cahaya (luminiscence) untuk kembali ke keadaan dasar yang lebih stabil.Kemiluminesensi ialah emisi cahaya atau pedaran yang terjadi pada suhu rendah dan tidak s √ Pengertian Kemiluminesensi


Apa aplikasi dari Kemiluminesensi?



  • Luminol dipakai pada perangkat komersial portable disebut Luminox yang dipakai untuk mengukur bpm konsentrasi kecil polutan (bagian per miliar), konsentrasi nitrogen dioksida di udara

  • Dalam analisis spesies organik – Kemiluminesensi berkhasiat dengan enzim, di mana substrat tidak terlibat secara eksklusif dalam reaksi Kemiluminesensi tapi dengan produk ini.

  • cahaya tongkat yang dipakai sebagai tongkat navigasi khusus oleh angkatan laut. Para penyelam membawa tongkat ini untuk menavigasi di perairan berlumpur.

  • Kemiluminesensi telah menjadi dasar dari banyak teknik bio-analitis atau tes yang dipakai untuk mengukur senyawa tertentu dalam sampel



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ Pengertian Heksana

Heksana yakni senyawa organik (hidrokarbon) yang terbuat dari unsur karbon dan hidrogen. Heksana yakni isomer bercabang (n-heksana). Senyawa yang ada dalam bentuk yang mempunyai susunan yang berbeda dari atom tapi berat molekul yang sama dikenal sebagai isomer. Heksana yakni penyusun yang signifikan dari bensin. Heksana secara luas dipakai sebagai pelarut non-polar yang murah, relatif aman, sebagian besar tidak aktif, dan gampang menguap.


Bensin yakni adonan cairan yang berasal dari minyak bumi yang terutama dipakai sebagai materi bakar dalam mesin pembakaran internal. Pelarut cair tanpa muatan parsial yang signifikan pada atom apapun, ibarat dalam hidrokarbon, atau di mana ikatan polar diatur sedemikian rupa sehingga dampak dari muatan parsial mereka saling menghilangkan dikenal sebagai pelarut non-polar.


Apa saja sifat dari Heksana?


Sifat fisik heksana yakni sebagai berikut.



  1.  Rumus molekul heksana yakni C6H14.

  2. Heksana sebagian besar cairan yang tidak berwarna.

  3.  Heksana mempunyai titik leleh sekitar -139,54 ° F (-95,3 ° C) dan

  4. Titik didih Heksana yakni 154,04 ° F (67,8 ° C).

  5. Heksana mempunyai massa molar 86,18 gram per mol (g / mol).

  6. Heksana juga merupakan molekul non-polar, yang berarti bahwa tidak larut dalam air.


Bagaimana struktur heksana?


Heksana yakni “alkana” dengan enam atom karbon. Alkana (juga dikenal sebagai parafin atau hidrokarbon jenuh) yakni senyawa kimia yang hanya terdiri dari unsur-unsur karbon (C) dan hidrogen (H) (yaitu, hidrokarbon), dimana atom-atom ini dihubungkan bersama secara langsung oleh ikatan tunggal. Heksana yakni molekul cukup sederhana.


Dengan awalan “heks” memperlihatkan bahwa ia mempunyai enam atom karbon. Atom karbon ini disertai oleh 14 atom hidrogen, menawarkan rumus molekul C6H14. Karbon disusun berantai berturut-turut, satu menyusul berikutnya. Setiap karbon mempunyai setidaknya dua atom hidrogen yang menempel padanya, kecuali untuk karbon pertama dan terakhir yang mempunyai tiga.


Bagaimana Heksana diproduksi?


Heksana terutama didapatkan penyulingan minyak mentah (cairan alami, yang gampang terbakar terdiri dari adonan kompleks hidrokarbon). Komposisi yang sempurna dari fraksi tergantung pada sumber minyak (crude atau direformasi) dan dari penyulingan. Produk industri (biasanya sekitar 50% berat dari rantai lurus isomer) yakni fraksi yang mendidih pada suhu 65-70 ° C. yang terbuat dari unsur karbon dan hidrogen √ Pengertian Heksana


Apa penggunaan Heksana?



  • Penggunaan yang paling baik dari heksana yakni fungsinya sebagai pelarut.

  • Banyak jenis tanaman dan sayuran memerlukan heksana untuk mengekstrak minyak dan protein mereka untuk dipakai dalam produk lainnyaseperti pada tanaman kedelai, kacang tanah, dan jagung.

  • Heksana juga dipakai sebagai pelarut pembersih rumah tangga dan sebagai pembersih industri.


Apa Kelemahan dari heksana?


Kelemahan dari heksana alasannya kiprahnya dalam ekstraksi minyak dan protein telah dikaitkan dengan debat. Banyak produk memanfaatkan minyak dan protein diekstraksi melalui penggunaan heksana. Produk ini termasuk susu bayi, masakan alternatif vegetarian, dan protein shake. Beberapa produk ini bahkan menyatakan menjadi alternatif alami atau sehat. kelompok kesehatan mempunyai sampel yang diuji dari produk industri yang memakai ekstrasi heksan, dan telah menemukan bahwa beberapa residu pada (ppm) tingkat bagian-per-juta tetap. Meskipun, beberapa orang menganggap hal ini menjadi tingkat yang aman, beberapa orang tidak nyaman.


Heksana sanggup masuk ke badan kita melalui paru-paru bila berada dalam udara yang kita hirup. Heksana juga sanggup masuk ke dalam badan melalui lambung dan usus bila berada dalam air minum atau makanan. Setelah heksana dihirup itu masuk ke pemikiran darah dan dibawa ke seluruh organ dalam badan Anda. Enzim dalam hati Anda memecah heksana. Jika Anda terkena konsentrasi tinggi heksana dalam jangka panjang, sanggup menyebabkan kerusakan pada sistem saraf Anda.


Dalam sekelompok pekerja di Jepang, diperkirakan bahwa pekerja yang sakit telah menghirup udara yang mengandung 500-2,500 bab per juta heksana di udara (500-2,500 ppm) untuk 8-14 jam sehari selama 6 bulan hingga beberapa tahun . Gejala pertama yang dialami pekerja yang terkena yakni perasaan mati rasa di kaki dan tangan mereka. Hal ini diikuti oleh kelemahan otot di kaki dan kaki bab bawah. Jika paparan terus berlanjut, tanda-tanda semakin memburuk. Mengendus produk yang mengandung heksana telah menyebabkan kelumpuhan pada lengan dan kaki pada sampaumur di Amerika Serikat dan Eropa.


Bagaimana mengurangi risiko paparan heksana?


Beberapa produk yang dipakai di rumah mungkin berisi heksana, misalnya, beberapa lem cepat kering dan semen yang dipakai sebagai hobi. Produk-produk ini harus dijauhkan dari jangkauan bawah umur dan hanya dipakai dengan ventilasi yang tepat.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Sunday, January 12, 2020

√ Soal Dan Pembahasan Materi Kimia Dalam Kehidupan Untuk Smp

Berikut ini yaitu materi pengawet alami yang biasa digunakan, kecuali .....

  1. Gula

  2. Garam

  3. Cuka

  4. Garam sorbat

Pembahasan:

Pengawet alami yang biasa dipakai yaitu garam, cuka, dan gula.

Jawaban: d

Unsur hara berikut yang terdapat dalam pupuk Za, kecuali …..



  1. Nitrogen

  2. Kalium

  3. Belerang

  4. (NH4)2SO4


Pembahasan:


Kandungan yang terdapat dalam pupuk Za yaitu nitrogen, belerang, (NH4)2SO4.


Jawaban: b


Dari materi kimia berikut, yang kondusif dipakai untuk masakan yaitu …..



  1. Rhodamin-B

  2. Asam Benzoat

  3. Tartazine

  4. Daun suji


Pembahasan:


Bahan kimia yang termasuk ke dalam pewarna alami yaitu daun suji.


Jawaban: d


Senyawa yang terdapat pada pemutih yaitu …..



  1. NH3

  2. H2SO4

  3. NaCIO

  4. NaOH


Pembahasan:


Pemutih mengandung materi hipoklorit (CaCIO3) dan natrium hipoklorit (NaCIO).


Jawaban: c


Manakah yang termasuk komponen utama dalam pasta gigi?



  1. NH3

  2. FCF

  3. (NH4)2SO4

  4. HNO3


Pembahasan:


Komponen utama pasta gigi yaitu amonia (NH3) yang berfungsi membersihkan plak gigi.


Jawaban: a


Berikut ini yang merupakan efek dari materi adiktif dan psikotropika yaitu ……



  1. Nikotin pada rokok menjadikan tekanan darah naik

  2. Alkohol pada minimum keras menjadikan iritasi pernapasan

  3. Amfetamin pada psikotropika menjadikan gangguan pencernaan

  4. Putau menjadikan badab mengalami peningkatan berat badan


Jawaban: a


Pencegahan sekunder sanggup dilakukan dengan cara …..



  1. Melakukan sosialisasi

  2. Melakukan initial intake

  3. Melakukan stabilisasi

  4. Melakukan pendidikan


Jawaban: b


Bahan pada pasta gigi berupa senyawa …..



  1. Deterjen dan gliserol

  2. Kalsium karbonat dan natrium

  3. Abrasif dan deterjen

  4. Amonia dan hipoklorit


Jawaban: c


Unsur hara yang terdapat pada pupuk urea yaitu …..



  1. Nitrogen, kalsium, phospor

  2. Kalsium, hidrogen, karbon

  3. Kalium, klorida, zink

  4. Karbon, hidrogen, nitrogen


Jawaban: d


Bahan pengawet berbahaya berupa …..



  1. Natamysin

  2. Natrium metasulfat

  3. Asam sorbat

  4. Kalium nitrit


Jawaban: a


Zat yang terdapat pada asap rokok yaitu …..



  1. Nikotin

  2. Karbon dioksida

  3. Amfetamin

  4. Fenebarbital


Jawaban: a


Manakah yang bukan ancaman dari insektida pada insan yaitu …..



  1. Terjadi kerusakan pada lambung

  2. Terjadi gangguan sistem saraf

  3. Terjadi problem pada imunitas

  4. Terjadi problem pada reproduksi


Jawaban: a


Berikut ini yang bukan sebagai kegunaan zat narkotika pada bidang kesehatan yaitu …..



  1. Sebagai zat insektan

  2. Sebagai zat depressan

  3. Sebagai zat desinfektan

  4. Sebagai zat analgesik


Jawaban: a


Bagian dari sabun yang bersifat polar yaitu …..



  1. Bagian hidrofilik

  2. Bagian hidrofobik

  3. Bagian gliserol

  4. Bagian kalsium hidrogen karbonat


Jawaban: a


Bahan pewarna yang menjadikan warna kuning dan merah yaitu …..



  1. Amarant dan tartrazine

  2. Erythrosine dan fast green

  3. Briliant blue dan sunset yellow

  4. Tartrazine dan erythrosine


Jawaban: d



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ Soal Dan Pembahasan Sistem Koloid Essay

Koloid yaitu substansi yang tersebar di seluruh zat lain dengan sangat merata, ke titik pemerataan di tingkat mikroskopis. Dalam rangka untuk didistribusikan dengan cara ini, adonan koloid harus dipecah menjadi partikel-partikel yang sangat kecil, yang disebut partikel koloid, yang terlalu kecil untuk pribadi dilihat oleh mikroskop konvensional. Pemahaman anda wacana koloid akan bertambah dengan menyimak soal-soal berikut.


1. Sebutkan perbandingan antara koloid dan suspensi!

Pembahasan :













KoloidSuspensi
1.      Bentuk adonan tampak homogen, tetapi jikalau diamati dengan mikroskop ultra menjadi tampak heterogen


2.      Stabil


3.      Dua fase


4.      Ukuran partikel terdispersi antara 1 nm – 100 nm


5.      Tidak sanggup disaring kecuali dengan penyaring


6.      Padatan halus


7.      Sistem dispersinya halus

1.      Bentuk adonan heterogen


2.      Stabil


3.      Dua fase


4.      Ukuran partikel terdispersi > 100 nm


5.      Dapat disaring


6.      Sistem dispersinya padatan


7.      kasar


2. jelaskan sifat-sifat koloid berikut!

a. Adorpsi

b. Efek Tyndall

Pembahasan :

a. Adsorpsi : sifat koloid yang sanggup menyerap molekul atau ion lain.

b. Efek Tyndall : sifat koloid yang sanggup menghamburkan cahaya sehingga berkas cahaya sanggup diamati.


3. Jelaskan alasan mengapa di dalam gedung bioskop dihentikan merokok!

Pembahasan :

Asap rokok merupakan koloid yang sanggup mengaburkan (memburamkan) gambar di layar. (karena adanya efek Tyndall).


4. Bagaiman proses sabun atau detergen dalam membersihkan kotoran?

Pembahasan :

Molekul sabun (detergen) memiliki gugus kepala yang bersifat polar dan hidrofil dan gugus ekor yang bersifat nonpolar dan hidrofob. Bila sabun dilarutkan dalam air. Bagian kepala akan menghadap air dan bab ekor akan menghadap ke dalam mengelilingi dan mengikat pengotor.


5. Sebutkan cara pembuatan koloid dengan cara:

a. Kondensasi

b. Dispersi

Pembahasan :

a. Cara kondensasi, melalui:

1. Reaksi redoks

2. Reaksi hidrolisis

3. Dekomposisi rangkap

4. Penjenuhan (penggantian) pelarut

b. Cara dispersi, melalui:

1. Cara mekanik

2. Peptisasi

3. Cara busur bredig



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Saturday, January 11, 2020

√ Soal Dan Pembahasan Hasil Kali Kelarutan Dan Ksp

Diketahui tetapan hasil kali kelarutan beberapa garam karbonat sebagai berikut:

  • Ksp BaCO3 = 5,1 x 10-9

  • CaCO3 = 2,8 x 10-9

  • CuCO3 = 1,4 x 10-10

  • PbCO3 = 7,4 x 10-14

  • SrCO3 = 1,1 x 10-10

Bila ke dalam larutan yang mengandung ion Pb2+, Ba2+, Sr2+, Cu2+, dan Ca2+ yang berkonsentrasi sama diteteskan Na2CO3 0,1 M, maka selidiki urutan pengendapan garam sulfat tersebut!

Pembahasan :

(Na2CO3) = 0,1 M

Na2CO3   →   2Na+  +  CO32-

0,1                                     0,1

BaCO3   →   Ba2+  +  Co32-

0,1         0,1

Qc = (0,1)(0,1) = 0,01 = 10-2

Qc  > Ksp (BaCO3 mengendap)

Perhitungan sama untuk CaCO3,  CuCO3, PbCO3, dan SrCO3, semua Qc = 10-2 > Ksp sehingga semua mengendap.


Urutan pengendapan sanggup ditentukan dari nilai Ksp. Semakin kecil nilai Ksp, maka garam sulfat semakin gampang mengendap. Jadi, urutannya pengendapannya:



  • PbCO3

  • SrCO3

  • CuCO3

  • CaCO3

  • BaCO3



  1. Tentukan Ksp Ag2CrO4, jikalau pada keadaan jenuh konsentrasi ion Ag+ = 10-4!


Pembahasan :


Ag2CO4      2Ag+  +  CrO42-


                     10-4               0,5×10-4


 Ksp = [Ag+]2[CrO42-]


      = (10-4)2(0,5 x 10-4)


      = 0,5×10-12 = 5×10-13


Selidiki terbentuknya endapan PbCl2 bila larutan NaCl 0,01 M sebanyak 200 mL dicampur dengan 200 mL larutan Pb(NO3) 0,1 M! (Ksp PbCl2 = 1,7 x 10-5)


Pembahasan :


Mol NaCl              = 0,01 x 200 mL = 2 mmol


Mol Pb(NO3)        = 0,1 x 200 mL = 20 mmol


2Na   +   Pb(NO3)2   à            AgCl   +  NaNO3


Mula-mula             2 mmol            20 mmol          –                       –


Bereaksi                2 mmol            1 mmol            1 mmol            –


Sisa                        –                       19 mmol          1 mmol            –


 


[PbCl2] = 1mmol/400mL = 0,0025 = 2,5 x 10-3M


 


PbCl2    →   Pb2+  +   2Cl


2,5×10-3       2,5×10-3  5×10-3


 Qc  = [Pb2+][Cl]2


      = (2,5×10-3)(5×10-3)


      = 62,5 x 10-9 = 6,25 x 10-10


Qc  <  Ksp sehingga PbCl2 tidak mengendap


 Kelarutan Mg(OH)2 dalam air = 10-4 Tentukan kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan dengan pH = 12+log 5 pada suhu yang sama!


Pembahasan :


Mg(OH)2   →   Mg2+   +   2OH


10-4                  10-4            2×10-4


Ksp = [Mg2+][OH]2


      = (10-4)(2×10-4)2 = 4×10-12


 pH = 12 + log5


pOH = 14 – (12 + log5) = 2 –log5


[OH] = 5 x 10-2


Ksp = [Mg2+][OH]2


4×10-12 = [Mg2+](5×10-2)2


[Mg2+] = (4×10-12)/(25×10-4) = 0,16 x 10-8


             = 1,6 x 10-9 M


Jadi, kelarutan Mg(OH)2 pada larutan dengan pH 12 + log5 = 1,6 x 10-9 M.


 Selidiki terbentuknya pengendapan, jikalau sebanyak 5×10-2 mol AgNO3 dan 10-3 NaCl dilarutkan hingga volume 300 mL! (Ksp AgCl = 10-5)


Pembahasan :


AgNO3    +      NaCl            AgCl   +   NaNO3


Mula-mula             0,05 mol          0,001 mol        –                       –


Bereaksi                0,001 mol        0,001 mol        0,001 mol        0,001 mol


Sisa                        0,049               –                       0,001 mol        0,001 mol


 


AgCl     →     Ag+      +      Cl


3,3×10-3     3,3×10-3              3,3×10-3


 Qc  = [Ag+][Cl]


      = (3,3×10-3)(3,3×10-3)


      = 10,89 x 10-6


Qc  <  Ksp  (tidak terjadi pengendapan)



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ Soal Dan Pembahasan Hidrolisis Asam Basa

1. Tentukan apakah garam-garam berikut mengalami hidrolisis parsial, hidrolisis total atau tidak mengalami hidrolisis!

  1. HCOONH4

  2. NaCN

  3. (NH4)2CO3


Pembahasan :

  1. HCOONH4 mengalami hidrolisis total alasannya yakni berasal dari asam lemah HCOOH dan basa lemah NH3.

  2. NaCN mengalami hidrolisis parsial alasannya yakni berasal dari asam lemah HCN dan basa besar lengan berkuasa NaOH.

  3. (NH4)2CO3 mengalami hidrolisis total alasannya yakni berasal dari asam lemah H2CO3 dan basa lemah NH3.

2. Sebanyak 50 mL larutan garam NaF mempunyai konsentrasi 0,04 M. Bila Ka HF = 1 x 10-4. Hitung nilai pH larutan garam tersebut!


Pembahasan:


NaF      Na+  +   F


0,04M                    0,04M


 [OH] = [(Kw/Ka)xMF]  = [(10-14/1×10-4)x0,04] 


= 2 x 10-6


 pOH = -log[OH] = -log(2 x 10-6) = 6 –log 2


pH = 14 – (6 –log 2) = 8 +log 2


3. Larutan NH4Cl 500 mL mempunyai pH = 5,5. Bila Kb NH3 = 2 x 10-5, berapa massa NH4Cl yang dilarutkan? (Mr = 53,5)


NH4Cl      NH4  +  Cl


 pH = 5,5 Þ [H+] = 10-5,5


[H+] = [(Kw/Kb)xMNH4+]


[H+] = (Kw/Kb)xMNH4+


(10-5,5) = (10-14/(2×10-5)) x M


M = ((2×10-5)x10-11)/10-14 = 2 x 10-2 = 0,02 M


 Mol NH4Cl            = 0,02 M x 500 mL


                              = 10 mmol = 0,01 mol


Massa NH4Cl        = 0,01 mol x 53,5 g/mol = 0,535 gram


4. Sebanyak 100 mL CH3COOH 0,1 M dan 100 mL NaOH 0,1 M dicampurkan. Bila Ka CH3COOH = 10-3, tentutkan:



  1. pH larutan CH3COOH sebelum dicampurkan

  2. pH larutan garam yang terjadi kalau 5 = 2,2


Pembahasan:


CH3COOH 0,1 M


[H+] = (Ka x M)  = (10-5 x 0,1) =  10-3


pH = -log[H+] = -log(10-3) = 3


 


Mol CH3COOH = 0,1 M x 100 mL = 10 mmol


Mol NaOH          = 0,1 M x 100 mL = 10 mmol


 


CH3COOH  +  NaOH  → CH3COONa  +  H2O


10                      10                  10


[CH3COONa] = (10mmol/200mL) = 0,05 M


 CH3COONa     CH3COO  +  Na+


 [OH] = √[(Kw/Ka) x MCH3COO]  = [(10-14/10-5) x 0,05] = 2,2 x 10-5,5


pOH = -log[OH] = -log(2,2×10-5,5) = 5,5 –log2,2


pH = 14 – (5,5 –log2,2) = 8,5 + log2,2


 5. Larutan garam CaF2 mempunyai konsentrasi 0,2 M dan volume 100 mL. Bila pH larutan tersebut 9, tentukan nilai Ka HF!


Pembahasan :


CaF2    Ca2+  +   2F


0,2                           0,4


pH = 9 Þ pOH = 14 – 9 = 5


 [OH] = 10-5 dan [OH] = Ö[(Kw/Ka) x MF]


10-5 = [(10-14/Ka) x 0,4]


Ka = [(10-14x0,4)/10-10] = 4 x 10-5



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Friday, January 10, 2020

√ Soal Dan Pembahasan Materi Kimia Dalam Makanan Dan Psikotropika

1. Tujuan materi pengawet pada masakan antara lain ada di bawah ini, kecuali ...

  1. Untuk mencegah proses pembusukkan

  2. Membunuh kuman pembusukkan

  3. Mencegah perubahan warna, bau, dan rasa

  4. Membuat masakan lebih sedap


Pembahasan:
Tujuan materi pengawet pada makanan, antara lain:

  • Untuk mencegah proses pembusukkan

  • Membunuh kuman pembusuk

  • Mencegah perubahan warna, bau, dan rasa

  • Mencegah perubahan struktur kimia.
    Jawaban: D

2. Bahan-bahan di bawah ini yang termasuk pengawet sintesis pada masakan ialah …

a. Asam benzoat

b. Gula sukrosa

c. Gula aren

d. Asam askorbat


Pembahasan:

Yang termasuk pengawet sintesis pada masakan ialah asam benzoat, natrium benzoat, asam propionate, sendawa Chili (Natrium nitrit).

Jawaban: A


3. Bahan pengawet di bawah ini yang sanggup menjadikan efek negatif bagi konsumen ialah …

a. Pembuatan manisan buah

b. Penambahan formalin pada ikan

c. Penambahan asam cuka pada empek-empek

d. Pembuatan acar pada mentimun


Pembahasan:

Bahan pengawet yang sanggup menjadikan efek negatif bagi konsumen antara lain:

– Penambahan formalin pada ikan

– Penambahan natrium nitrit pada ikan

– Penambahan boraks pada bakso

Jawaban: B


4. Contoh zat adiktif yang biasa ditambahkan pada masakan ada di bawah ini, kecuali …

a. Bahan pengembang

b. Bahan pemantap

c. Bahan pewarna

d. Bahan penyegar


Pembahasan:

Zat adiktif yang biasa ditambahkan pada makanan:

• Bahan pengembang

• Bahan pemantap

• Bahan pewarna

• Bahan pengawet

Jawaban: D


5. Komponen kimia di bawah ini yang tidak termasuk aksesori buatan, kecuali …

a. Glukosa

b. Sukrosa dari gula tebu

c. Gula pada madu lebah

d. Siklamat


Pembahasan:

Komponen kimia yang termasuk aksesori alami adalah:

• Glukosa

• Sukrosa dari gula tebu

• Gula pada madu lebah

Sedangkan siklamat, manitol, maltitol, sakarin, sorbitol (pemanis buatan).

Jawaban: D


6. Dalam kehidupan sehari-hari soda masakan ringan bagus natrium bikarbonat dipakai sebagai …

a. Bahan pengembang

b. Bahan pemanis

c. Bahan pengempal

d. Bahan pengawet


Pembahasan:

Dalam kehidupan sehari-hari soda masakan ringan bagus (Natrium bikarbonat) dan ragi sanggup dimanfaatkan sebagai materi pengembang masakan kuliner ringan bagus atau roti.

Jawaban: A



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Thursday, January 9, 2020

√ Soal Essay Laju Reaksi Kimia Kelas Xi Dan Pembahasan

1. Perhatikan reaksi berikut!

CaCO(s) CaO(s) ⇔ CO2(g) ΔH = 178 kJ



Berdasarkan reaksi tersebut, jelaskan empat cara memperbanyak jumlah produk!



Pembahasan:

Untuk memperbanyak jumlah produk, pada reaksi tersebut sanggup dengan cara sebagai berikut.

  1. Memperbesar tekanan

  2. Manambah konsentrasi CaCO3

  3. Menaikkan suhu reaksi

  4. Memperkecil volume ruang

2. Tentukan persamaan tekanan kesetimbangan reaksi (Kc) untuk reaksi-reaksi berikut:



  1. CO2(g) + H2(g) ⇔ CO(g) + H2O(l)

  2. SnO2(s) + 2CO(g) ⇔ Sn(s) + 2CO2(g)

  3. 2NO(g) + Cl2(g) ⇔ 2NOCl(g)


Pembahasan :



  1. Kc = [CO]/[CO2][H2]

  2. Kc = [CO]2/[CO]2

  3. Kc = [NOCl]2/[NO]2[Cl]


3. Untuk reaksi dalam wadah 2 L


N2O4(g) ⇔ 2NO2(g)


Dalam kesetimbangan terdapat jumlah NO2 = 0,3 mol.



  1. Tentukan derajat disosiasi N2O4 jikalau jumlah N2O4 mula-mula 0,4!

  2. Tentukan nilai tetapan kesetimbangan (Kc)!


Pembahasan :


Reaksi     N2O4 ⇔ 2NO2


Mula-mula    0,4          –


Bereaksi       0,15       0,3


Sisa               0,25         0,3


αN2O4 = 0,15/0,4 = 0,375


Kc = [NO2]2/[N2O4] = (0,3/2)2/(0,25/2) = 0,0225/0,125 = 0,18


4. Dalam wadah 1 L terdapat


NH3(g) ½ ⇔ N2(g) + 3/2 H2(g)


Saat kesetimbangan tercapai perbandingan mol NH3 : mol H2 = 4 : 1 pada suhu 270C.



  1. Tentukan derajat disosiasi NH3 dan tetapan kesetimbangan reaksi (Kc)!

  2. Tentukan nilai tetapan kesetimbangan parsial (Kp) reaksi (R = 0,082)!


Pembahasan :


Reaksi           NH3(g) ⇔ ½ N2(g) + 3/2 H2(g)


Mula-mula    14                    –


Bereaksi           2             1                   3


Sisa                   12           1                    3


αNH3 = 1/7


Kc = [N2]1/2[H2]3/2 /[NH3] = (1)1/2(3)2/3/12 = (1 x 27)/12 = (33)/12 =( ¼)3



  1. Kp = Kc (RT)n


= (¼3) x (0,0882 x 300)(3/2+1/2)-1


= (¼3) x (0,0882 x 300)2-1 = 6,153


5. Harga Kp untuk reaksi kesetimbangan


2X(g) ⇔ 3Y(g)


Pada suhu 227oC ialah 1/8. Pada ketika kesetimbangan, tekanan total ialah 8 atm.



  1. Tentukan tekanan parsial X dan Y!

  2. Tentukan nilai Kc (R = 0,082)!


Pembahasan :



  1. PX = 2/5 x 8 atm = 3,2 atm


PY = 3/5 x 8 atm = 4,8 atm



  1. Kp = Kc x (RT)n


1/8 = Kc x (0,082 x 500)3-2


Kc = (1/8)/(0,082×500) = 0,003 = 3 x 10-3



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Monday, January 6, 2020

√ Soal Dan Pembahasan Laju Reaksi Kimia Pilihan Ganda

Kesetimbangan suatu reaksi akan tercapati apabila dalam reaksi ....

  1. Telah dihasilkan produk

  2. Secara makroskopis jumlah mol pereaksi sama dengan jumlah mol hasil

  3. Konsentrasi zat pereaksi sama dengan konsentrasi produk

  4. Laju reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri

  5. Volume dan tekanan pereaksi sama dengan produk


Pembahasan :

Setelah setimbang, kedua laju reaksi (ke kanan dan ke kiri) sama.

Jawaban : d


Tetapan kesetimbangan dari reaksi SnO2 + 2H2(g) ⇔ Sn(s) + 2H2O(l) ialah ….



  1. Kc = [H2O]2/[H2]2

  2. Kc = [Sn][H2O]2/[Sn][H2]2

  3. Kc = [Sn]/[SnO2]

  4. Kc = [2H2O]/[2H2]

  5. Kc = [H2O]2/[SnO2] [H2]2


Pembahasan:


Reaksi kesetimbangan tersebut ialah reaksi kesetimbangan heterogen. Dalam reaksi tersebut terdapat fase padat dan gas, yang memilih tetapan kesetimbangan ialah fase gas.


Jadi, Kc = [H2O]2/[H2]2


Jawaban : a


Suatu reaksi Ag2CrO2(s) ⇔ 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)


Maka tetapan kesetimbangan dinyatakan sebagai ….



  1. Kc = [Ag+]2[CrO42-]/[ Ag2+ CrO42-]

  2. Kc = [CrO42-]/[ Ag+]2

  3. Kc = [Ag+]2/[ Ag2 CrO4]

  4. Kc = [Ag2CrO4]/[ Ag+]2[CrO42-]

  5. Kc = [Ag+]2[CrO42-]


Pembahasan:


Nilai tetapan kesetimbangan reaksi tidak dipengaruhi oleh fase padat (s) dan fase cair (l). Jadi, dari reaksi tersebut diperoleh, Kc = [Ag+]2[CrO42-].


Jawaban : e



  1. Konsentrasi

  2. Tekanan dan volume

  3. Suhu

  4. Katalis


Faktor-faktor yang sanggup mempengaruhi pergeseran kesetimbangan reaksi ditunjukkan oleh ….



  1. Semua benar

  2. 2, 3, dan 4

  3. 1, 2, dan 4

  4. 1, 3, dan 4

  5. 1, 2, dan 3


Pembahasan :


Katalis sanggup mempercepat tercapainya kesetimbangan reaksi, tetapi tidak sanggup menggeser kesetimbangan reaksi.


Jawaban : e


Reaksi kesetimbangan berikut yang tidak mengalami pergeseran kesetimbangan jikalau volume diperbesar ialah ….



  1. S(s) + O2(g) SO2(g)

  2. CaCO3(s) CaCO2(s) + CO(g)

  3. N2O4(g) 2NO2(g)

  4. 2NO(g) + O2 + H2O(g) CO2(g) + H2(g)

  5. CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g)


Pembahasan:


Reaksi di atas yang tidak mengalami pergeseran ialah yang jumlah koefisien kanan dan kirinya sama. Jadi, yang tidak mengalami pergeseran kesetimbangan ialah reaksi


CO(g) + H2O(g) ⇔ CO2(g) + H2(g).


Jawaban : e


Perhatikan pernyataan berikut!



  1. Suhu diturunkan

  2. Konsentrasi CO diperbesar

  3. Volume diperbesar

  4. Tekanan diperbesar


Pernyataan yang sesuai biar reaksi


Fe2O3(s) + 3(CO(g) ⇔ 2Fe(s) + 3CO2(g) H = -90 kJ


Menjadi lebih tepat berjalan ke arah produksi ialah ….



  1. 1, 2, 3

  2. 1 dan 4

  3. 2 dan 4

  4. 4 saja

  5. Semua benar


Pembahasan:


Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar), kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih besar. Jika konsentrasi pereaksi diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke kanan (produk).


Jawaban: a


Berikut ini ialah reaksi kesetimbangan.


2SO2(g) + O2 ⇔ 2SO3(g) H = -17,8 kJ


Gambar partikel pada keadaan kesetimbangan mula-mula ialah sebagai berikut.


.


Jika tekanan diperbesar, maka gambar partikel pereaksi kesetimbangan sesaat yang gres ialah ….



Pembahasan :


Bila tekanan diperbesar, maka kesetimbangan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih kecil (produk).


Jawaban : b


Data percobaan reaksi kesetimbangan 2SO2(g) + O2 ⇔ 2SO3(g)















VolumeKonsentrasi pada kesetimbangan
SO2


O2


SO3

1L


1L


1L

0,4 mol L-1


0,7 mol L-1


0,6 mol L-1


Besarnya tetapan kesetimbangan (Kc) pada 25oC (mol L-1) ialah ….



  1. (0,4)2/((0,6)(0,7))

  2. (0,6)2/((0,4)(0,7))

  3. (0,6)/((0,4)(0,7))

  4. (0,7)2/((0,6)2(0,7))

  5. (0,7)2/((0,6)(0,4))


Pembahasan :


Tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi:


(Kc) = (So2)2/((SO2)2(O2)) = (0,6)2/((0,4)2(0,7))


Jadi, (Kc) = (0,6)2/((0,4)2(0,7))


Jawaban : b


Dalam wadah 1 L, dicampurkan sebanyak 4 mol gas NO dan 0,9 mol gas CO2 dan terjadi kesetimbangan


NO(g) + CO2(g) NO2(g) + CO(g)


Jika pada dikala kesetimbangan terdapat 0,1 mol gas CO2, maka nilai Kc reaksi tersebut ialah ….



  1. 1

  2. 2

  3. 3

  4. 4

  5. 8


Pembahasan :


Reaksi         NO + CO2 ⇔ NO2 + CO


Mula-mula  4        0,9         –       –


Bereaksi      0,8     0,8      0,8   0,8


Sisa                3,2    0,1      0,8   0,8


Kc = ([NO2][CO])/([NO][CO2]) = [(0,8mol/1L)( 0,8mol/1L)]/[(3,2mol/1L)(0,1mol/1L)]


= 0,64/0,32 = 2


Jadi, nilai Kc = 2


Jawaban : b


Dalam wadah 1 L terdapat kesetimbangan antara gas N2, H2, dan NH3 sesuai persamaan reaksi


2NH3(g) 2SO2(g) + O2(g)


Pada kesetimbangan tersebut terdapat 0,01 mL N2, 0,01 mol H2 dan 0,05 mol NH3. Nilai tetapan kesetimbangan reaksi ialah ….



  1. 2 x 10-8

  2. 4 x 10-6

  3. 5 x 10-10

  4. 2 x 10-8

  5. 2 x 10-10


Pembahasan :


Kc = [N2][H2]3/[NH3]2


Jadi, Kc = 4 x 10-6


Jawaban : b


Reaksi penguaraian


2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)


Memiliki kesetimbangan K = 0,025 mol L-1 pada suhu tertentu untuk sanggup membatasi penguraian 2 mol L-1SO3 hingga 20% saja, pada suhu tersebut perlu ditambah gas O2 sebanyak ….



  1. 0,8 mol L-1

  2. 0,4 mol L-1

  3. 0,2 mol L-1

  4. 0,1mol L-1

  5. 0,0625 mol L-1


Pembahasan:


Konsentrasi SO3 yang terurai = (20/100) x 2 M = 0,4 M


Reaksi          2SO2 ⇔ 2SO2 + O2


Mula-mula     2             –         –


Bereaksi         0,4          0,4   0,4


Sisa                  1,6           0,4   0,2


Jadi, gas O2 yang perlu ditambahkan ialah sebesar 0,2 N atau 0,2 mol L-1


Jawaban : c


Diketahui reaksi kesetimbangan


2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)


pada suhu 27oC mempunyai nilai Kp = 2,46 atm. Harga Kc reaksi tersebut ialah ….



  1. 2,46 x (0,082 x 300)1

  2. 2,46 x (0,082 x 300)3

  3. 2,46 x (0,082 x 300)2

  4. 2,46 x (0,082 x 300)

  5. (0,082 x 300)2/2,46


Pembahasan:


Kp = Kc x (R x T)koefisien koefisien R


2,46 = Kc x (0,082 x 300)(1+3)-2


2,46 = Kc x (0,082 x 300)2


Kc = 2,46/(0,082 x 300)2


Jadi, Kc = 2,46/(0,082 x 300)2


Jawaban : c


Pemanasan natrium bikarbonat akan menghasilkan CO2 berdasarkan reaksi


2NaHCO3(s) ⇔ Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(l)


Jika pada 125oC nilai Kp untuk reaksi tersebut ialah 0,25, maka tekanan parsial (atm) karbondioksida dan uap air pada sistem kesetimbangan ialah ….



  1. 0,25

  2. 0,50

  3. 1,00

  4. 2,00

  5. 4,00


Pembahasan:


Karena koefisien CO2 dan H2O sama, maka tekanan parsialnya juga sama.


Tekananan parsial CO2 dan H2O = 0,50 atm.


Kp = pCO2 x pH2O


0,25 = a x a


a2 = -,25


a = (0,25) = 0,5


Jawaban : b


Pada reaksi 2A2(g) + B2 ⇔ 2A2B(g), diketahui tekanan parsial A2 = 5 atm.


Tetapan kesetimbangan parsial (Kp) reaksi tersebut ialah ….



  1. 0,016

  2. 0,16

  3. 1,6

  4. 16

  5. 160


Pembahasan :


Kp = (pA2B)2/((pA2)2(pB2) = (20)2/((5)2(10)) = 400/250 = 1,6


Jadi, Kp = 1,6


Jawaban : c



  1. Dalam reaksi kesetimbangan


2SO2(g) + O2(g) ⇔ 2SO3(g)


Memiliki nilai Kp = 10 x 10-9 pada 1.0300C.


Jika mula-mula mol oksigen = mol welirang oksida, maka yang menyatakan benar di dikala kesetimbangan pada volume tetap dan suhu 1.0300C ialah ….



  1. Tetapan adonan naik

  2. Harga Kp > Kc

  3. Jumlah mol SO3 pada kesetimbangan ialah 2 kali jumlah mol oksigen mula-mula

  4. Jumlah mol SO3 pada kesetimbangan tergantung pada volume wadah reaksi.


Pembahasan :


Misal mol O2 = mol SO2 = 1 mol


Reaksi 2SO2(g) + O2(g) ⇔ 2SO3(g)


Mula-mula 1 mol 1 mol –


Reaksi 1 mol 0,5 mol 1 mol


Kp = 10 x 10-9


Hal itu menjadikan tekanan adonan turun.


Kp = Kc (RT)n


Kp = Kc (RT)2-3


Kp = Kc (RT)-1


Kp = Kc/(RT)


Sehingga Kp < Kc



  • Saat setimbang, jumlah mol SO3 = 1 mol

  • Sedangkan mol O2 mula-mula = 1 mol


M =n/v = jumlah mol/volume wadah


n = M x V


sehingga jumlah mol tergantung pada volume wadah.


Jawaban : d


Reaksi


PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g)


memiliki Kp 1,25 pada suhu 1500C. Pada suhu tersebut, tekanan parsial dari gas PCl3 dan gas PCl2 pada keadaan setimbang ialah 0,90 atm dan 0,75 atm. Tekanan parsial gas Cl2(dalam atom) ialah ….



  1. 0,15

  2. 0,75

  3. 0,90

  4. 1,50

  5. 1,65


Pembahasan:


Kp = PPCl x PCl2 / PCl5


1,25 =( 0,75 x a)/0,90 = (1,25×0,90)/0,75 = 1,5


Jadi, tekanan parsial gas Cl2 = 1,50 atm.


Jawaban : d


Pada suhu dan volume tertentu HI(g) terurai menjadi H2(g) dan I2(g) dengan nilai derajat disosiasi sebesar 0,4. Jika tekanan total gas sesudah kesetimbangan tercapai ialah 1 atm, maka tetapan kesetimbangan parsial (Kp) ialah ….



  1. 1/3

  2. 1/6

  3. 1/9

  4. 1/12

  5. 1/18


Pembahasan :


Misal mol HI mula-mula = 1 mol


Reaksi


                      2HI(g) ⇔ H2(g) + I2(g)


Mula-mula     1            0,2      0,2


Bereaksi             0,4     0,2      0,2


Sisa                      0,6      0,2    0,2


P =( mol sisa/mol total) x tekanan total


PHI = [0,6/(0,6+0,2+0,2)] x 1 atm = 0,6 atm


PH2 = [0,2/(0,6+0,2+0,2)] x 1 atm = 0,2 atm


PH2 = PI2 = 0,2 atm


Kp = [(P(H2)xP(I2))/(P(HI))2] = (0,2×0,2)/(0,6)2 = 0,04/0,36 = 0,01/0,09 = 1/9


Jawaban : c


Pada suhu dan volume tetap, 1 mol PCl5(g) terurai menjadi PCl3(g) dan Cl2(g). Jika tetapan kesetimbangan (Kp) ialah 4/15 dan sesudah kesetimbangan tercapai tekanan total menjadi 1,4 atm, maka derajat PCl3 ialah ….



  1. 20%

  2. 30%

  3. 40%

  4. 50%

  5. 60%


Pembahasan :


Misal, mol PCl5 mula-mula = 1 mol


Reaksi:


                      PCl5(g) ⇔  PCl3(g) + Cl2(g)


Mula-mula  1                  0,2          0,2


Bereaksi        x                  x             x


Sisa                 1 x                x           x


P =( mol sisa/mol total) x tekanan total


PPCl5 = [1x/(1x+x+x)]x 1,4 atm = [(1,4(1x))/ 1+x] atm


PPCl5 = [x/(1+x)]x 1,4 atm = [(1,4x)/ 1+x] atm


Kp = (PPCl3 x PPCl2)/ PPCl5



4(1x2) = 15(1,4x2)


4 – 4x2 = 21x2


0 = 25x2 – 4


25x2 – 4 = 0 (5x – 2)(5x +2)


5x = 2 x = 0,4


Jadi, derajat disosiasi PCl3 = (0,4/1) x 100% = 40%


Jawaban : c


Pada suhu T setimbang suatu ruangan terjadi reaksi sanggup balik sebagai berikut.


N2(g) + 2H2(g) ⇔  2NH3(g)


Jika pada keadaan setimbang terdapat 1 mol N2, 2 mol H2, dan 1 mol NH3, serta tekanan total gas ialah 10 atm, maka nilai Kp rekasi tersebut ialah ….



  1. ½

  2. 1/5

  3. 1/9

  4. 1/20

  5. 1/50


Pembahasan:


P N2 =( 1/(1+2+1)) x 10 atm = 2,5 atm


P H2 = (2/4)x10 atm = 5 atm


P NH3 = (1/4)x10 atm = 2,5 atm


Kp = [(P(NH3))2/(P(N2)(P(H2)3)) = (2,5)2/((2,5)(5)3) = (6,25)/(312,5) = 1/50


Jadi, Kp = 1/50


Dalam reaksi kesetimbangan


PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g)


Jika reaksi molekul PCl5 yang terdisosiasi untuk mencapai kesetimbangan ialah α dan tekanan gas total pada kesetimbangan ialah , maka nilai Kp ….



  1. α/1-α

  2. α2/1-α

  3. α2/1-α

  4. α/1-α2

  5. α2/1-α2


Pembahasan :


Misal, mol PCl5 mula-mula = 1 mol


Reaksi                  PCl5(g) ⇔  PCl3(g) + Cl2(g)


Mula-mula                 1                –           –


Bereaksi                     α                α          α


Sisa                          1 – α            α            α


PPCl5 = 1 – α/(1 – α+α+α)


PPCl5 = (α/1+α)x = α/1+α


PPCl5 =( α/1+α)x = α/1+α



Jadi, Kp = α2/1-α2


perhatikan beberapa reaksi berikut!



  1. PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g)

  2. 4HBr(g) + O2(g) 2H2O(l) + 2Br2(g)

  3. 2Cl2(g) + 2H2O(l) 4HCl(g) + O2(g)

  4. N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)


Dari beberapa reaksi kesetimbangan tersebut yang menghasilkan produk lebih sedikit jikalau tekanan diperbesar ditunjukkan oleh nomor ….



  1. 1, 2, dan 3

  2. 1 dan 3

  3. 2 dan 4

  4. 4 saja

  5. Semua benar


Pembahasan :


Bila tekanan diperbesar, maka tetapan akan bergeser ke yang jumlah koefisiennya lebih kecil. Jika reaksi yang menghasilkan produk lebih sedikit, maka kesetimbangan reaksi bergeser ke arah pereaksi. Jika tekanan diperbesar, maka reaksi yang bergeser ke arah kiri (pereaksi) ialah nomor 1 dan 3.


Jawaban : b


Sebanyak 160 gram SO3 (Mr = 80) dipanaskan dalam wadah 1 L


2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)


Pada dikala setimbang, mol SO3 = mol O2 = 2 : 3, maka jumlah SO3 yang terurai sebanyak ….



  1. 25%

  2. 30%

  3. 50%

  4. 75%

  5. 80%


Pembahasan :


Pada dikala setimbang, mol SO3 = mol O2 = 2 : 3.


Misalkan mol SO3 = 2 mol dan mol O2 = 3 mol.


Reaksi              2SO3(g) ⇔ 2SO2(g) + O2(g)


Mula-mula         8                  –              –


Bereaksi             6                  6            3


Sisa                      2                 6           3


Jadi, SO3 yang terurai = 6 mol = (6 mol/8 mol) x 100% = 75%


Jawaban : d


Bila suatu reaksi


2HI(g) ⇔  H2(g) + I2(g)


Sebanyak 2 mol gas HI dipanaskan dalam wadah 1 L. Pada dikala setimbang, sebanyak 0,5 mol gas H2 dihasilkan, maka tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi besarnya ….



  1. 0,25

  2. 1,0

  3. 0,15

  4. 1,5

  5. 0,5


Pembahasan:


Reaksi              2HI(g) ⇔ H2(g) + I2(g)


Mula-mula         2              –        –


Bereaksi             1             0,5       0,5


Sisa                    1               0,5       0,5


Pada kesetimbangan:


(HI) = 1 mol/1 L = 1 M


(H2) = 0,5 mol/1 L = 0,5 M


(I2) = (H2)(I2)/(HI)2 = (0,5)(0,5)/(1)2 = 0,25/1 = 0,25


Jadi, Kc = 0,25


Jawaban : a



  1. Perhatikan reaksi kesetimbangan berikut!


Ag+(aq) + Fe2+(aq) ⇔ Ag(s) + Fe3+(aq)


H = -65,7 kJ


Langkah-langkah di bawah yang tidak menjadikan jumlah produk bertambah banyak ialah ….



  1. Tekanan diperbesar

  2. Menurunkan suhu

  3. Menambahkan konsentrasi Fe2+

  4. Menambah konsentrasi Ag+

  5. Menambah konsentrasi Fe2+ dan Ag+


Pembahasan :


Reaksi kesetimbangan tersebut mempunyai jumlah yang sama anatara ruas kiri dan kanan, sehingga bila tekanan diperbesar, kesetimbangan reaksi tidak akan bergeser.


Jawaban : a


Menurut reaksi


2So2(g) + O2 ⇔ 2SO3(g)


Bila mula-mula terdapat 10 mL O2 dan 20 mL SO2 dan volume simpulan sistem ialah 25 mL, maka volume SO3 yang terbentuk sebanyak ….



  1. 30 mL

  2. 20 mL

  3. 15 mL

  4. 10 mL

  5. 5 mL


Pembahasan :


Reaksi                 2SO2(g) + O2(g) ⇔ 2SO3(g)


Mula-mula          20             10              –


Bereaksi                 2a             a          2a


Sisa                         20-2a         10-a        2a


Pada dikala setimbang:


Volume sistem = 20–2a + 10–a + 2a


25 mL = 30 – a


a = (30 – 25) mL


= 5 mL


Volume SO3 yang dihasilkan = 2a = 2 x 5 mL = 10 mL


Jawaban : d



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ Pengertian Dan Manfaat Klorin

Kebanyakan orang pastinya lebih familiar pada kaporit ketimbang dengan yang disebut klorin, sementara sebutan untuk keduanya tersebut yaitu untuk materi yang tak berbeda. Kaporit penyebutan mudah kebanyakan orang bagi Kalsium hipoklorit. Pada postingan kali ini akan mengulas perihal klorin berkaitan dengan pengertian dan keuntungannya dalam kehidupan. Langsung saja simak ulasannya supaya bermanfaat!


Klorin yaitu sebuah materi kimia yang digunakan secara umum untuk pemutih serta desinfektan. Dalam suhu ruang, klorin berwujud gas yang mempunyai warna kuning agak hijau serta mempunyai aroma tajam dan sanggup menciptakan iritasi. Klorin (C12) sanggup berbentuk cair, gas dan padat. Klorin bersifat reaktif dan paling umum ditemukan dalam gabungan senyawa lain. Klorin juga salah satu yang paling umum dari elemen. Garam dan senyawa lain dalam air bahari merupakan sumber besar klorin.


Klorin (C12) sanggup berwujud padat, gas serta cair. Klorin berkarakter cenderung bereaksi dan sangat umum dijumpai pada gabungan senyawa lain. klorin pula merupakan satu diantara yang sangat umum pada elemen. Sebagian besar klorin berasal dari garam dan senyawa lain pada air laut. Unsur kimia dengan nomor atom 17 ini merupakan salah satu dari sepuluh materi kimia yang mempunyai tingkat produksi paling tinggi di AS. Klorin diproduksi secara komersial oleh elektrolisis natrium klorida air garam. Bahan kimia yang bernomor atom17 tersebut yaitu cuilan dalam sepuluh senyawa kimia yang mempunyai level produksi sangat tinggi di Amerika Serikat.


Klorin dan Kaporit yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut zat yang sama. Kaporit yaitu bahasa awam dari Kalsium hipoklorit yaitu senyawa klorin (Cl2) yang banyak digunakan sebagai pemutih dan desinfektan. Klorin yaitu unsur halogen yang paling banyak terdapat dialam namun jarang ditemui dalam bentuk bebas.


Pada umumnya klorin di temukan dalam bentuk garam halida dan ion klorida (Lihat: sifat-sifat unsur Halogen). Sumber utama klorin yaitu air laut. Dalam air bahari klorin berbentuk ion klorida. Pada proses pembuatan garam, ion klorida akan berikatan dengan unsur Natrium membentuk garam Natrium klorida atau garam dapur.


Klorin pada suhu kamar berbentuk gas. Pada suhu dibawah -34’C berbentuk cair dan pada suhu dibawah -103’C berbentuk kristal berwarna kekuningan. Untuk mendapat gas klorin sanggup dilakukan dengan melaksanakan reaksi elektrolisis garam dapur atau dengan cara menambahkan larutan asam klorida (HCl) pada lempeng mangan oksida(MnO2). Dari beberapa hasil penelitian di ketahui bahwa elektrolisa garam merupakan cara paling efektif dalam memperoleh gas klorin. Berikut ini yaitu pola reaksi yang menghasilkan gas klorin


Dalam kehidupan manusia, klorin memegang peranan penting yaitu banyak benda-benda yang kita gunakan sehari-hari mengandung klorin menyerupai peralatan rumah tangga, alat-alat kesehatan, kertas, obat dan produk farmasi, pendingin, semprotan, pembersih, pelarut, dan aneka macam produk lainnya (Hasan, 2006; Retnowati, 2008).  Pada industri tekstil dan kertas, senyawa klorin baik dalam bentuk klorin dioksida (ClO2) atau sodium hipoklorid (NaOCl). Pemutihan dengan memakai klorin, proses oksidasinya selalu melibatkan atom Cl. Jika sebuah oksidator melepaskan elektron, maka akan terjadi proses oksidasi dan struktur kimia dari molekul tersebut berubah dan warnanya juga berubah (Retnowati, 2008). Penggunaan senyawa klorin sebagai pemutih memungkinkan terjadinya produk samping atau limbah yang berbahaya bagi lingkungan (Jayanudin et al., 2010).


Manfaat klorin



  1. Desinfektan. Klorin digunakan untuk desinfeksi air termasuk air untuk mandi, kolam renang dan juga air minum. Klorin digunakan sebagai desinfektan air minum sebab mempunyai imbas sanggup mem-bu-nuh basil E. sdfdf serta Giardia dan harganya murah. Penambahan klorin pada air minum dimulai semenjak tahun 1800. Sejak tahun 1904, penambahan klorin pada air minum menjadi standar yang harus dipenuhi penyedia layanan air minum sampai sekarang.1 Termasuk pada air PDAM kita lho. Cairan klorin juga sanggup digunakan sebagai cairan pembersih alat-alat rumah tangga.2 Di bidang kesehatan, larutan klorin 0,5% telah semenjak usang digunakan untuk dekontaminasi alat-alat bedah menyerupai jahit set dan partus set.Kebanyakan orang pastinya lebih familiar pada kaporit ketimbang dengan yang disebut klorin √ Pengertian dan manfaat Klorin

  2. Pemutih. Pada proses produksi kertas dan pakaian, klorin digunakan sebagai cairan pemutih (bleaching). Di pasaran, klorin dikemas sebagai agent pemutih pakaian dengan aneka macam merk. Bahan dasarnya dibentuk dari natrium hidroksida dan gas klor (gas klorin dialirkan ke dalam larutan natrium hidroksida sehingga membentuk natrium hipoklorit (NaOCL) yang disebut zat pemutih).

  3. Senjata kimia. Karena efeknya yang sangat iritatif, gas klorin telah digunakan sebagai senjata kimia pada perang dunia ke II



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Saturday, January 4, 2020

√ Perbedaan Alkana Dan Alkena

Alkana dan Alkena merupakan dua jenis kelompok hidrokarbon yang mengandung karbon dan hidrogen dalam struktur molekul mereka. Perbedaan utama antara Alkana dan Alkena yakni struktur kimianya; alkana yakni hidrokarbon jenuh dengan rumus molekul umum CnH2n + 2 dan alkena dikatakan kelompok hidrokarbon tak jenuh sebab mengandung ikatan ganda antara dua atom karbon. Mereka mempunyai rumus molekul umum CnH2n.


Apa itu Alkana?


Alkana hanya berisi ikatan tunggal antara karbon dan atom hidrogen (ikatan C-C dan ikatan C-H). Oleh sebab itu, mereka disebut “hidrokarbon jenuh”. Menurut model hibridisasi orbital, semua atom karbon dalam Alkena mempunyai hibridisasi SP3. Mereka membentuk ikatan sigma dengan atom Hidrogen, dan molekul yang dihasilkan mempunyai geometri tetrahedron. Alkana sanggup dibagi menjadi dua kelompok sesuai dengan pengaturan molekul mereka; alkana asiklik (CnH2n. + 2) dan alkana siklik (CnH2n).


Apa itu Alkena?


Alkena yakni hidrokarbon, mengandung ikatan ganda karbon-karbon (C = C). “Olefin” yakni nama usang yang dipakai untuk merujuk kepada kelompok alkena. Anggota terkecil dari keluarga ini yakni etana (C2H4); itu disebut gas olefiant (Dalam bahasa Latin: ‘oleum’ berarti ‘minyak’ + ‘facere’ berarti ‘untuk membuat’) pada saman dulu. Hal ini sebab reaksi antara C2H4 dan Chlorine membentuk minyak C2H2Cl2.


Perbedaan Struktur kimia dari Alkana dan Alkena


Alkana: alkana mempunyai rumus molekul umum CnH2n + 2. Metana (CH4) yakni alkana terkecil.

Alkena: alkena mempunyai rumus kimia umum CnH2n. Alkena dianggap hidrokarbon tak jenuh sebab mereka tidak mengandung jumlah maksimum atom Hidrogen yang sanggup dimiliki oleh molekul hidrokarbon.


Sifat Kimia dari Alkana dan Alkena


alkana:


reaktivitas:


Alkana inert banyak dipakai sebagai reagen kimia. Hal ini sebab ikatan Carbon-Carbon (C-C) dan Carbon – Hidrogen (C-H) yang cukup besar lengan berkuasa sebab Karbon dan atom Hidrogen mempunyai hampir nilai elektronegativitas yang sama. Oleh sebab itu, sangat sulit untuk tetapkan ikatan mereka, kecuali mereka dipanaskan hingga suhu yang cukup tinggi.


Pembakaran:


Alkana sanggup gampang terbakar di udara. Reaksi antara alkana dengan kelebihan oksigen disebut rekasi “pembakaran”. Dalam reaksi ini, alkana dikonversi ke Karbon dioksida (CO2) dan air.


CnH2n + (n + n / 2) O2 → n CO2 + nH2O


C4H10 +   13/2 O2   →    4 CO2      +    5H2O


Butana     Oksigen Karbon Dioksida   Air


Reaksi pembakaran yakni reaksi eksotermis (mereka mengeluarkan panas). Akibatnya, alkana dipakai sebagai sumber energi.


alkena:


reaktivitas:


Alkena bereaksi dengan hidrogen dengan adanya katalis logam halus terpisah untuk membentuk alkana yang sesuai. Laju reaksi yang sangat rendah tanpa katalis.


Hidrogenasi katalitik dipakai dalam industri makanan untuk mengkonversi minyak nabati cair menjadi lemak semi-padat dalam menciptakan margarin dan lemak padat masakan.


Sifat fisik dari Alkana dan Alkena


Bentuk


Alkana: alkana ada sebagai gas, cairan dan padatan. Metana, etana, propana dan butana merupakan gas pada suhu kamar. Struktur tidak bercabang dari heksana, pentana dan heptana yakni cairan. Alkana yang mempunyai berat molekul yang lebih tinggi pada padatan.



  • CH4 untuk C4H10 yakni gas

  • C5H12 ke C17H36 yakni cairan, dan

  • Alkana dengan berat molekul tinggi yang padat lembut


Alkena: alkena mengatakan sifat fisik serupa yang sesuai dengan Alkane. Alkena yang mempunyai berat molekul rendah (C2H4 hingga C4H8) yakni gas pada suhu kamar dan tekanan atmosfer. Alkena yang mempunyai berat molekul yang lebih tinggi berwujud padatan.


Kelarutan:


Alkana: alkana tidak larut dalam air. Mereka dilarutkan dalam pelarut organik non-polar atau polaritas lemah.


Alkena: alkena yakni molekul yang relatif polar sebab ikatan C = C; Oleh sebab itu, mereka larut dalam pelarut non-polar atau pelarut dengan polaritas rendah. Air yakni molekul polar dan alkena yang sedikit larut dalam air.


Massa jenis:


Alkana: kepadatan alkana lebih rendah dari densitas air. Nilai densitas mereka hampir 0,7 g mL-1, mengingat kepadatan air sebagai 1,0 g mL-1.


Alkena: kepadatan alkena lebih rendah dari densitas air.


Titik didih:


Alkana: Titik didih alkana meningkat sesuai dengan jumlah atom karbon dan juga berat molekulnya meningkat. Secara umum, alkana bercabang mempunyai titik didih lebih rendah dibandingkan dengan alkana bercabang yang mempunyai jumlah atom karbon yang sama.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Thursday, December 26, 2019

√ Pengujian Untuk Paparan Benzena

Benzena, C6H6, hidrokarbon aromatik yang paling populer dan yang pertama dimana struktur yang benar ditentukan, terdiri dari enam segmen -CH- yang terhubungdengan dua ujungnya terikat bersama-sama, membuat cincin heksagonal sederhana. Sifat senyawa aromatik sangat berbeda dari struktur non-aromatik.


Benzena dianggap sebagai zat berbahaya alasannya yaitu toksisitas kimia dan alasannya yaitu dianggap karsinogenik (belum terbukti bahwa benzena bersifat teratogenik, yang berarti mengakibatkan cacat lahir). Batas yang legal sangat minim: 5 belahan per miliar!


Penggunaan Benzena


Salah satu dari 20 materi kimia industri terkemuka, benzena dipakai untuk pembuatan plastik, resin, serat, pestisida, dan deterjen. Hal ini ditemukan dalam produk minyak bumi, dan pada satu waktu itu dipakai untuk meningkatkan tingkat oktan bensin.


Sumber Eksposur Umum


Industri yang memproduksi atau memakai benzena sanggup menjadikan risiko eksposur tertinggi. Udara yang ditemukan di pompa bensin mungkin mempunyai tingkat benzena yang tinggi. Menurut American Cancer Society, satu batang rokok melepaskan antara 50 hingga 150 mikrogram benzena, membuat merokok menjadi salah satu sumber utama paparan karsinogen.


Salah satu sumber paparan benzena yang mengejutkan yaitu soda. Reaksi antara asam askorbat (vitamin C) dan natrium benzoat (pengawet yang mem-bu-nuh bakteri, ragi, dan jamur) dianggap sebagai sumber benzena.


Pengujian untuk Paparan Benzena


Paparan insan terhadap benzena gampang diuji dengan satu dari tiga metode: pengujian darah, tes urine, atau tes nafas.


Tes darah


Hitungan semua komponen darah memungkinkan dokter untuk memilih paparan benzena dan tingkat kerusakan yang dilakukan; Namun, benzena hilang dengan cepat dari darah. Jika perlu, dokter mungkin memasukan penilaian sumsum tulang.


Tes urin


Meskipun satu metabolit benzena yaitu fenol, pengukuran fenol dalam urin bukanlah indikator benzena yang akurat, alasannya yaitu zat lain juga menghasilkan fenol. Pengukuran asam muconic atau S-phenylmercapturic acid jauh lebih hebat dan sensitif terhadap pemaparan benzena.


Uji Nafas


Tes nafas, meski sederhana, sangat sensitif terhadap waktu. Kerusakan spesifik yang dilakukan mungkin lebih baik dievaluasi dengan memakai tes darah.


Gejala Paparan Benzena


Jika ada kecurigaan adanya paparn berlebih dari benzena, penting untuk segera menerima perawatan medis. Paparan kronis pada benzena sangat merusak darah, alasannya yaitu benzena menyerang sumsum tulang, mengurangi sel darah merah, yang mengakibatkan anemia. Pendarahan yang berlebihan juga sanggup menjadi gejala. Benzena mengambil jalan pada sistem kekebalan tubuh, mengakibatkan badan mengalami kesulitan melawan infeksi. Paparan akut menghasilkan kantuk, pusing, sakit kepala, kebingungan, takikardia, tremor, dan bahkan kematian.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Sunday, December 22, 2019

√ Pengertian Manometer

Manometer mungkin merupakan perangkat untuk mengukur tekanan. Namun, kecuali jikalau memenuhi syarat, istilah “manometer” paling sering secara khusus mengacu pada tabung berbentuk U yang diisi dengan cairan. Manometer jenis ini sanggup dengan gampang dibentuk sebagai bab dari percobaan laboratorium untuk menunjukkan dampak tekanan pada kolom cairan.


Konstruksi


Manometer sederhana sanggup dibentuk dengan mengisi sebagian tabung plastik bening dengan cairan berwarna semoga tinggi cairan gampang diamati. Tabung ini lalu ditekuk menjadi bentuk U dan tetap dalam posisi tegak lurus. Tingkat cairan di dua kolom vertikal harus sama pada titik ini, alasannya yakni ketika ini terkena tekanan yang sama. Tingkat ini ditandai dan diidentifikasi sebagai titik nol manometer.


Pengukuran


Manometer ditempatkan pada skala terukur untuk memungkinkan melihat perbedaan ketinggian dua kolom. Perbedaan tinggi ini sanggup dipakai secara eksklusif untuk menciptakan perbandingan relatif antara tekanan uji yang berbeda. Manometer jenis ini juga sanggup dipakai untuk menghitung tekanan sewenang-wenang ketika massa jenis cairan di manometer diketahui.


Penggunaan


Salah satu ujung tabung dihubungkan dengan segel gas-ketat ke sumber tekanan uji. Ujung lain dari tabung dibiarkan terbuka ke atmosfir dan oleh alasannya yakni itu akan terkena tekanan sekitar 1 atmosfer (atm). Jika tekanan uji lebih besar dari pada tekanan tumpuan 1 atm, cairan di kolom uji dipaksa turun kolom. Hal ini menjadikan fluida di kolom tumpuan naik dengan jumlah yang sama.


Perhitungan


Tekanan yang diberikan oleh kolom cairan sanggup diberikan dengan persamaan P = hgd. Dalam persamaan ini, P yakni tekanan yang dihitung, h yakni tinggi cairan, g yakni gaya gravitasi dan d yakni massa jenis cairan. Karena manometer mengukur perbedaan tekanan danbukan tekanan absolut, kita memakai substitusi P = Pa – P0. Dalam substitusi ini, Pa yakni tekanan uji dan P0 yakni tekanan referensi.


Contoh


Asumsikan bahwa cairan dalam manometer yakni merkuri dan tinggi cairan di kolom tumpuan yakni 0,02 meter lebih tinggi dari tinggi cairan di kolom uji. Asumsikan lebih lanjut bahwa massa jenis merkuri yakni 13.534 kilogram per meter kubik (kg / m ^ 3) dan bahwa percepatan gravitasi yakni 9,8 meter per sekon kuadrat (m / s ^ 2). Perbedaan tekanan antara dua kolom sanggup dihitung sebagai hgp = 0,02 x 9,8 x 13,534 = sekitar 2,653 kg • m-1 • s-2. Satuan tekanan ini juga dikenal sebagai pascal, dan ada sekitar 101.325 pascal dalam 1 atm tekanan. Perbedaan tekanan pada manometer yakni Pa – P0 = 2,653 / 101,325 = 0,026 atm. Dengan demikian, tekanan pada kolom uji (Pa) sama dengan P0 + 0,026 atm = 1 + 0,026 atm = 1,026 atm.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Thursday, December 19, 2019

√ Kegunaan Asam Sitrat

Asam sitrat yaitu Makanan yang umum, produk aditif farmasi dan pembersih, asam organik yang lemah dan gampang larut dalam air yang ditemukan secara alami pada banyak buah sitrus, ibarat lemon dan limau. Ini pertama kali ditemukan oleh hebat kimia Arab kurun ke 8 Abu Musa Jabir ibn Hayyan (juga dikenal sebagai Geben), namun tidak dimurnikan hingga ketika itu hingga kurun ke-18.


Produksi makanan


Bubuk asam sitrat biasanya ditambahkan ke minuman ringan berkarbonasi dan tidak berkarbonasi sebagai zat penyedap rasa, menambahkan rasa asam ke minuman, dan sebagai pengawet sebab sifat anti-mikroba. Hal ini ditambahkan ke permen untuk menambahkan rasa asam, tetapi juga untuk menstabilkan gula dan meningkatkan tekstur (asam sitrat membantu memberi permen konsistensi ibarat gel). Asam sitrat dipakai dalam produksi selai dan jeli untuk membantu mengendalikan tingkat pH makanan, membantu konsistensi dan umur simpannya. Asam sitrat juga sanggup ditemukan dalam keju olahan untuk menstabilkan dan mengemulsi kadar minyak dan air keju dan menjaganya biar tidak berpisah.


Kegunaan dalam farmasi


Serbuk asam sitrat sanggup menambah rasa pada olahan obat, menutupi rasa dari komponen kimia. Asam sitrat juga ditambahkan sebagai pengemulsi, menjaga materi dalam persiapan cairan dari pemisahan. Penggunaan serbuk asam sitrat yang paling umum yaitu pada kombinasi dengan bikarbonat untuk membuat imbas pengosongan yang berbusa.


Penggunaan Rumah Tangga dan Industri


Bubuk asam sitrat ditambahkan ke banyak produk deterjen, ibarat sabun basuh dan sampo, serta produk kekuatan industri, untuk menjaga pH basa, yang membantu pembuat surfaktan – pembersih – bekerja lebih efektif. Bubuk asam sitrat gampang dibersihkan dengan pembersih, sebab sanggup larut dalam air dan gampang terurai secara hayati.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Friday, December 13, 2019

√ Pola Atom, Unsur Dan Isotop

Atom yaitu partikel penyusun materi dan bertanggung jawab atas semua struktur yang terlihat yang sanggup diamati di alam semesta. Atom sanggup berbeda dalam beberapa cara, termasuk berapa banyak proton dan neutron yang berada di inti atom.


Jumlah proton mendefinisikan jenis unsur, sedangkan jumlah neutron mendefinisikan isotop unsur tersebut. Beberapa isotop mempunyai inti yang tidak stabil, menimbulkan radioaktivitas.


Atom


Sebuah atom terdiri dari inti bermuatan faktual yang dikelilingi oleh awan elektron bermuatan negatif. Inti mengandung partikel bermuatan faktual yang disebut proton dan partikel netral elektrik yang disebut neutron.


Unsur


Jumlah proton di dalam inti atom dikenal sebagai nomor atom. Unsur kimia yaitu atom dengan nomor atom tertentu. Tabel periodik mencantumkan unsur-unsur yang diketahui sesuai urutan nomor atom. Contoh unsur mencakup hidrogen, helium dan natrium. Unsur diwakili oleh simbol kimia. Simbol kimia untuk hidrogen, helium dan natrium masing-masing yaitu H, He, dan Na.


Isotop


Unsur dengan nomor atom yang sama namun jumlah neutron yang berbeda disebut isotop. Hidrogen standar terdiri dari proton tunggal dan satu elektron tunggal. Namun, dua isotop hidrogen yang diketahui ada dan ini disebut deuterium dan tritium. Deuterium mempunyai satu neutron tunggal dimana tritium mempunyai dua neutron.


Isotop radioaktif


Isotop radioaktif yaitu unsur dengan inti atom yang tidak stabil. Inti dari bahan-bahan ini meluruh dengan memancarkan partikel alfa (inti helium), partikel beta (elektron) atau gelombang gamma elektromagnetik. Contoh isotop radioaktif mencakup karbon-14, fluorin-18 dan uranium-238.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Monday, December 9, 2019

√ Pola Buffer Dalam Biologi

Dalam sel dan organisme hidup, cairan yang mengelilingi dan di dalam sel dijaga pada pH konstan. PH dalam sistem ini sering kali penting untuk reaksi biokimia yang terjadi di dalam organisme. Untuk mempelajari proses biologis di laboratorium, ilmuwan memakai buffer untuk mempertahankan pH yang benar selama percobaan berlangsung.


Banyak buffer biologis awalnya digambarkan oleh Good dan rekannya pada tahun 1966 dan masih dipakai di laboratorium ketika ini.


Cara kerja Buffer


Penyangga atau buffer hanyalah larutan yang mengandung asam lemah dan basa konjugasinya. Bila suatu asam ditambahkan ke dalam buffer, ia bereaksi dengan basa konjugat yang menghasilkan asam lemah dan hampir tidak menghipnotis pH larutan.


Persyaratan Buffer


Sejumlah karakteristik akan menciptakan penyangga biologis efektif. Mereka harus larut dalam air, tapi tidak larut atau minimal larut dalam pelarut organik. Penyangga seharusnya tidak sanggup melewati membran sel, alasannya hal ini sanggup menghipnotis sikap sel. Buffer harus tidak beracun, sebaiknya tidak menyerap radiasi UV dan harus tetap inert dan stabil sepanjang proses percobaan. Komposisi suhu dan ion sebaiknya tidak mengubah pH atau kapasitas penyangga.


Memilih Buffer yang sesuai


Penyangga yang dipilih harus mempunyai pKa dalam kisaran optimum untuk proses yang diteliti. Penyangga dengan pKa lebih tinggi sesuai kalau ada kemungkinan terjadi kenaikan pH selama percobaan, dan sebaliknya kalau pH diperkirakan akan turun. Konsentrasi penyangga harus dioptimalkan, alasannya konsentrasi yang lebih tinggi dari 25mM mungkin mempunyai kapasitas penyangga yang lebih baik namun sanggup menghambat kegiatan seluler menyerupai enzim. Metode ini juga memilih buffer mana yang akan digunakan; misalnya, dalam elektroforesis, penyangga dengan kekuatan ion rendah sesuai untuk mencegah semoga matriks gel tidak memanas.


Bagaimana Mengubah pH Buffer


Karena pH sanggup berubah dengan perubahan suhu, ilmuwan harus menguji pH buffer pada suhu di mana mereka akan melaksanakan percobaan. Tris yaitu penyangga yang sangat rentan terhadap perubahan pH dengan suhu. Semua meter pH harus dikalibrasi pada suhu kerja. Aditif juga sanggup mengubah pH, ​​membuat pengujian ulang perlu dilakukan. Untuk mengubah pH suatu asam, biasanya asam klorida, atau basa, biasanya natrium atau kalium hidroksida, ditambahkan; Hal ini harus dilakukan secara perlahan untuk mencegah inaktivasi atau perubahan kimia dalam buffer.


Contoh Buffer Biologis


Penyangga TE, yaitu 10 mM Tris · HCl dan 1 mM EDTA, sesuai pada sejumlah nilai pH untuk penyimpanan asam nukleat. Elektroforesis yaitu metode umum untuk mempelajari protein atau asam nukleat; Proses ini memakai sejumlah buffer, termasuk buffer Tris-acetate-EDTA, Tris-glycine dan Tris-borate-EDTA. Penyangga ini mencegah pemanasan matriks gel dan sanggup mengandung zat aditif menyerupai urea dan SDS, tergantung pada penyelidikan.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Saturday, December 7, 2019

√ Sebutkan Sifat Kimia Baking Soda?

Jawaban singkat: Kering, abu putih, larut dalam air untuk membentuk larutan sedikit basa.

Penjelasan:


“Baking soda” ialah nama umum untuk sodium bikarbonat, NaHCO3. Baking soda ialah bentuk parsial dari Na2CO3, yang biasa dikenal dengan “Baking Powder”. Keduanya dipakai dalam memasak sebagai distributor pengembang. Dalam larutan, NaHCO3 dan Na2CO3 membentuk larutan penyangga.


Baking soda tidak gampang terbakar, dia bereaksi dengan asam untuk membentuk karbon dioksida, air, dan garam natrium terkait dalam larutan. Baking soda larut dalam air, terdisosiasi menjadi ion Na + dan HCO-3. Hal ini menciptakan larutan sedikit basa, atau basa. Baking soda menciptakan larutan penyangga jikalau dikombinasikan dengan Na2CO3, sehingga pH larutan tetap relatif konstan.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com