Showing posts with label Belajar. Show all posts
Showing posts with label Belajar. Show all posts

Friday, April 13, 2018

√ Apa Itu Belajar?

Tentu kita semua tau maksud berguru secara umumnya “apa itu belajar?”. Belajar ialah kata kerja turunan dari kata dasar bimbing yang ditambahkan imbuhan (awalan) be-. Jika digabungkan mengandung makna kegiatan/proses untuk mendapat ilmu pengetahuan, wawasan dan pengalaman dalam bidang tertentu. Karena ini ialah proses – bukan hasil – maka berguru memerlukan minat - keinginan, waktu, tenaga dan pengorbanan untuk melalui jalan/proses tersebut sehingga kita mendapat hasil/tujuan dari berguru tersebut.

1. Minat - Keinginan

Minat atau keinginan ialah faktor penting dalam belajar. Seseorang yang berguru berarti beliau mempunyai motivasi dari dalam dirinya untuk berkeinginan menyebarkan diri dan potensi faktual yang ada pada dirinya. Kebanyakan orang yang rendah tingkat pendidikannya – baik banyak dari pedesaan maupun perkotaan – tidak mempunyai motivasi untuk berkeinginan belajar, motivasi diri tidak tumbuh, motivasi tidak kuat.

Belajar mirip halnya makan, apabila dalam dirinya mempunyai keinginan maka tentunya akan berusaha sebisa ia lakukan. Minat, keinginan dan motivasi dapat saja berasal dari pikiran faktual seseorang untuk mendapat sesuatu harapan (cita-cita). Dengan bayangan faktual tersebut, sesorang akan mempertahankan perasaan dan pikirannya untuk menjaga “minat” tersebut tetap tumbuh di dalam dirinya.

2. Waktu

Waktu ialah faktor yang juga besar lengan berkuasa dalam belajar. Kadang kala, sebagian orang berpikir bahwa waktu berguru ialah masa muda atau masa disekolah. Hal ini perlu kita cermati bersama kalau waktu berguru ialah masa muda, apakah saat usia bau tanah sudah mendapat ilmu yang benar, pas, cukup? atau waktu berguru hanya dimasa sekolah, apakah final sekolah kita sudah mendapat apa tujuan berguru kita? Tentu kita semua tahu balasan yang bijaksana ialah waktu berguru kita ialah selama masih hidup. Sehingga bukanlah kata yang sempurna bila usia menjadialasan untuk berhenti belajar. Dalam sebuah fatwa islam (al-hadist) diterangkan dan dianjurkan mengenai waktu berguru bahwa menuntut ilmu (belajar) dari buaian (dekapan sang ibu) hingga liang lahat (mati). Ini sangat terperinci sekali bahwa berguru itu tidak membatasi usia kecuali hingga meninggal dunia.

Disamping itu pula, seseorang yang melewati proses berguru tentunya memakai waktu untuk mencapai tujuan dari ia berguru tersebut. Pencapaian tujuan berguru adakala tidak dapat kita pastikan mendapat apa yang diinginkan. Oleh alasannya ialah itu “belajar” ialah proses yang panjang dan selalu bertambah. Saat seseorang berguru dapat kita ibaratkan mirip minum air laut. Semakin banyak meminum (menuntut ilmu), terasa semakin haus. Bisa juga berguru mirip orang menyulam dengan benang, satu warna, kemudian tambah warna lain, tambah variasi hingga ia cukup merasa puas dengan hasil yang dimilikinya dan terciptalah hasil karya yang lebih bagus.

3. Tenaga

Proses dapat berarti jalan. Untuk melangkah kita memerlukan tenaga. Jika kita berusaha keras layaknya berlari. Kita surut motivasi, kita lelah dan tertatih. selama seseorang tetap melangkah maju (belajar) ia akan mendekati dan atau hingga hingga tujuan.

Seperti itu dapat kita perumpamakan seseorang yang belajar. Ia harus menyadari bahwa berguru memerlukan tenaga. Tenaga dapat berasal dari keinginan / motivasi yang tumbuh. Tanpa keinginan / motivasi ia tidak akan memakai tenaganya untuk menentukan jalan belajar. Sehingga tenaga menjadi faktor yang mempengaruhi berguru seseorang.

4. Pengorbanan

Kata “pengorbanan” adakala mirip hal yang mengharuhkan, meninggalkan sesuatu demi sesuatu yang lain. Pengorbanan terlepas dari – apakah itu benar atau salah, penting atau lebih penting, rugi atau untung – yang dipahami oleh orang yang mengorbankan bahwa apa dilakukannya ialah menentukan jalan satu tanpa dapat menentukan jalan yang lain.

Dalam proses melewati jalan “belajar”, seseorang dapat banyak mengorbankan hal-hal yang sangat disayangkan untuk dilewati. Akan tetapi dengan menentukan dan meyakini jalan yang ia pilih, ia tidak akan menyesalinya. Sebagai pola “seseorang yang menentukan jalan berguru dalam dunia bisnis, ia akan menyakini jalan tersebut sesuai keinginannya. Walaupun ia mempunyai jalan untuk berguru bidang ilmu pengetahuan lain yang dapat saja beliau punya keinginan sama kuat dengan jalan berguru bisnis.
Sumber http://menofschool.blogspot.com

Friday, April 6, 2018

√ Sumber Belajar

Belajar sanggup berarti proses sesorang menemukan kebenaran. Kebenaran tidak dipungkiri dari tempat, waktu, sesuatu, seseorang atau kondisi yang tidak diduga. Kebenaran sanggup tiba dari pengalaman akan kesalahan. Kebenaran sanggup berasal dari yang lebih muda atau kebenaran tiba dari daerah dimana seseorang menganggapnya tidak masuk akal. Dari inovasi kebenaran, sanggup kita anggap bahwa beliau telah melaksanakan proses pembelajaran.

Dengan kata lain, ia telah menemukan kebenaran melalui proses mencar ilmu dari suatu sumber yang kita sebut dengan sumber belajar. Sumber mencar ilmu didalam pembahasan ini akan dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu diantaranya ialah dari :

Pengalaman Orang lain

Seorang Ahli (Guru)

Sumber mencar ilmu yang berasal dari orang lain yaitu seseorang yang andal dibidangnya ialah sumber mencar ilmu yang sudah mendapat percobaan dan sebagian besar berhasil atas apa yang dilakukan.

Seorang Teman

Sumber mencar ilmu dari orang lain yang selanjutnya ialah sumber mencar ilmu dari seorang sobat atau kawan. Menjadi penting untuk kita sanggup menentukan mitra yang baik dalam kehidupan kita. Namun tidak semua pelajaran sanggup kita temukan dari orang yang baik. Pembelajaran terbaik sanggup saja kita temukan dari mitra kita yang mempunyai kekurangan. Sehingga mitra yang terbaik bukan selalu orang yang baik namun mitra yang mau sama-sama mencar ilmu untuk menemukan kebaikan dan memperbaiki kesalahan.

Buku

Buku ialah salah satu sumber mencar ilmu yang sudah yang sudah dibentuk dalam bentuk bacaan atau hasil cetak. Buku ialah rangkuman dari kejadian, permasalah, pemecahan dilema yang ditemukan oleh sang penulis.

Pengalaman Sendiri

Lingkungan dan Alam

Belajar sendiri ialah cara mencar ilmu yang lebih tinggi dan sulit. Ini alasannya ialah kita mesti melaksanakan dan menemukannya sendiri dari sebuah dilema atau pertanyaan yang muncul dari pikiran kita. Namun hasil dari pemikiran itu akan lebih bermakna bagi kehidupan kita sehari-hari. Proses yang dilalui untuk mencar ilmu sendiri menjadi pengalaman yang sangat berharga. Mungkin saja permasalahan yang ditemukan hampir menyerupai dengan yang terjadi pada orang lain, akan tetapi kondisi dan perilaku kita yang berbeda menciptakan proses yang menempel dalam pikiran kita, alasannya ialah kita sendiri yang melalui atau merasakannya.

Ketika kita mencar ilmu dengan pengalaman secara tidak pribadi kita memakai lingkungan dan alam sebagai sumber belajar kita. Kita melihat dari cerita-cerita yang abnormal di lingkungan kita, kita mencoba memahami bertahap kemudian kita mencoba menciptakan kesimpulan dengan cara pandangan atau pemikiran kita.

Mungkin menyerupai itulah sebuah proses saat kita mencar ilmu sendiri. Alam dan lingkungan tidak menyediakan secara pribadi balasan apa yang kita inginkan dari permasalahan kita, akan tetapi alam dan lingkungan sebetulnya menyediakan jalan untuk kita memahamai masalah.
Sumber http://menofschool.blogspot.com

√ Mengenal Kejiwaan Tipe Siswa Introvert Dan Ekstrovert

Salah satu pendekatan berguru siswa yakni dengan mengenal tipe kejiwaan siswa apakah ia termasuk ke dalam tipe Introvert ataukah termasuk Ekstrovert. Dengan mengenal jiwa siswa secara individu tersebut, guru akan menjadi lebih bisa menemukan strategi, cara, metode atau teknik yang sempurna bagi pembelajaran mereka. Strategi, cara, metode atau teknik berguru yang sesuai dengan kejiwaannya menciptakan mereka akan lebih bisa menyesuaikan dengan pembelajaran.

Ada yang harus di pahami oleh orang-orang bahwa setiap insan mempunyai tipe-tipe kepribadian yang berbeda-beda dan unik-unik. Ketidaksamaan tersebut merupakan ciri khas dari setiap individu yang ditampakkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam cara pengambilan keputusan, prilaku verbal dan non verbal, menangani masalah, interaksi sosial, metode belajar, dan lain sebagainya. Hal itu sanggup dianalisa dalam kontekstualnya dengan memahami di setiap perbedaan. Sehingga Eysenk mencetuskan bahwa tipe umum kepribadian terbagi menjadi dua bab yaitu Ekstrovert dan Interovert yang kedua macam tersebut mempunyai pandangan yang berbeda-beda dalam menanggapi lingkungan dan sosial juga dalam hal psikososialnya.
Salah satu pendekatan berguru siswa yakni dengan mengenal tipe kejiwaan siswa apakah ia t √ Mengenal Kejiwaan Tipe Siswa Introvert dan Ekstrovert
Introvert dan Ekstrovert
Tipe umum kepribadian introvert berdasarkan Jung ialah seseorang yang mempunyai pandangan yang subjektif dan terindividualisasi dalam melihat hal-hal di dunia. Sedangkan ekstrovert ialah seseorang yang mempunyai pandangan yang objektif dan tidak dipersonalisasikan mengani dunia. Namun berbeda dengan Eysenk, bahwa seseorang yang mempunyai tipe ekstrovert ialah mempunyai karakteristik yang lebih terbuka dan kemampuan bersosialisasi yang impulsif, sementara introvert berkebalikan dari introvert yang cenderung tertutup dan kurang bisa bersosialisasi.

Dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert tersebut mana yang anda sukai? Sebuah pertanyaan pilihan akan memiliih sesuai dengan tipe kepribadiannya sendiri namun hal itu jarang ditemui untuk menentukan dua-duanya ataupun diantaranya alasannya kita terkadang membutuhkan dan menginginkan sesesorang di situasi-situasi yang berbeda-beda atau di satu situasi namun dengan membutuhkan sifat yang berbeda sehingga ketidaksamaan akan melengkapi satu sama lainnya.

Orang-orang yang suka ekstrovert seperti bahagia bercanda, penuh gairah, cepat dalam berpikir, optimis, serta sifat lain yang mengindikasikan orang-orang yang menghargai korelasi mereka dengan orang lain. Dari contoh-contoh tersebut merupakan langsung yang menciptakan orang lain berceria dan suasana menjadi ramai alasannya seseorang yang suka bercanda akan selalu menciptakan orang lain tertawa lepas dengan guyonan dan kelucuannya yang ceplas-ceplos. Tidak hanya itu tipe ekstrovert akan menciptakan orang lain ikut semangat juga alasannya mereka selalu optimis dalam melaksanakan hal, kemudian peka terhadap lingkungan dengan menghargai teman-teman maupun keluarga tanpa keegoisan dirinya.

Selanjutnya orang yang mempunyai tipe langsung introvert yaitu pendiam, pasif, tidak terlalu bersosialisasi, hati-hati, tertutup, penuh perhatian, pesimistis, damai, tenang, dan terkontrol. Seseorang yang mempunyai langsung introvert akan susah untuk mempunyai sobat yang gres alasannya sosialisasinya terhambat dan komunikasinya kurang sehingga terkadang menciptakan orang lain optimis dan selalu serius terhadap lingkungan namun satu hal yang diunggulkan dalam langsung introvert ini yaitu ia penuh perhatian terhadap sosialnya dan menjadikannya tenang dan hening tidak suka keadaan yang rame. Yang mengakibatkan dasar perbedaan langsung introvert dan ekstrovert ialah sifat dasar biologis dan genetiknya bukan terletak pada prilakunya.

Untuk membedakan orang ekstrovert dan introvert ialah kalau introvert menghindari aktivitas-aktivitas yang menegangkan dan menantang menyerupai memimpin, olahraga kompetitif, menuruni bukit, dan lain-lain alasannya orang introvert mempunyai ambang sensoris yang rendah namun tingkat rangsangan kortikal yang tinggi. Sementara ekstrovert kebalikan dari introvert yaitu lebih suka beragam-ragam aktivitas-aktivitas dengan sifat yang menantang menyerupai mendaki gunung, mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, minum-minuman alkohol, dan lain-lain alasannya langsung ekstrovertmemiliki ambang sensoris yang tinggi namun rangsangan kortikal yang rendah.

Introvert dan ekstrovert, mana yang lebih baik? Tidak ada kepribadian yang paling baik alasannya keduanya saling melengkapi. Keduanya sebagai penyeimbang bagi satu sama lain. Apa akhirnya kalau dunia ini hanya diisi oleh kaum ekstrovert begitu pun sebaliknya. Bukan kah sungguh monoton jadinya?
Sumber http://menofschool.blogspot.com

Thursday, April 5, 2018

√ Karakteristik Orang Introvert Dan Nilai Aktual

Dunia selalu menyayangi orang ekstrovert, dan seorang introvert sering dipandang sebagai suatu ketidakcocokan. Apakah itu benar? Atau apakah ada laba menjadi seorang introvert? Mari kita cari tahu.

“Sendirian, bukan berarti saya kesepian. Dalam kesendirian, saya gunakan semua imajinasiku dan kreativitasku.”- Bram Ardianto

Ada beberapa orang diluar sana yang selalu dianggap aneh, yang tidak bisa dibaca, dimengerti, dan susah ditebak, sering menciptakan orang lain tidak nyaman, dan mereka yaitu orang-orang introvert. Sementara ekstrovert di luar sana, sepertinya begitu nyaman dengan sekelompok orang, merencanakan mau pergi kemana simpulan minggu, orang introvert mungkin hanya duduk di pinggiran suatu daerah sendirian, menghirup minuman sesekali menghisap rokoknya sambil bermain dengan pikirannya sendiri … mencari kebenaran jalan kehidupan, atau dengan senyum sopan di wajahnya … mengamati orang berlalu-lalang.
 dan seorang introvert sering dipandang sebagai suatu ketidakcocokan √ Karakteristik Orang Introvert dan Nilai Positif
Introvert Personality
Sudah merupakan hal umum bagi introvert mendapatkan cap sebagai orang sombong, mempunyai kecemasan sosial atau fobia sosial. Tapi itu semua tidak benar. Introvert hanya lebih terfokus pada dunia batin mereka sendiri, tidak ibarat orang ekstrovert yang secara alami berorientasi pada dunia luar. Introvert tidak membenci orang, dan mereka niscaya tidak perlu untuk diselamatkan dari dunia mereka, alasannya sepertinya ada kesalahpahaman populer. Yang tentu saja muncul alasannya orang ekstrovert sering dianggap lebih baik daripada introvert, dan dunia sepertinya lebih mendapatkan fakta ini.

Ya, introvert tenang, kalem, lebih sulit untuk dibaca daripada ekstrovert yang khas, tapi itu tidak selalu hal yang buruk, ibarat yang sering diduga banyak orang. Hanya saja seorang introvert kurang dalam pengaturan sosial, ataupun tidak tahu caranya bersikap (dan saya memakai istilah yang sangat longgar), ia menciptakan itu di bidang lainnya. Jadi, apa bersama-sama sisi faktual dari seorang introvert?

Sisi Positif dan Karakteristik Orang Introvert

1. Lebih menyenangkan berada di manapun dengan siapapun

Introvert menjaga diri mereka sendiri, mungkin belum tentu berbicara kecuali diajak berbicara, dan akan menghindari konflik sebagai hukum praktis. Mereka tidak garang dan kurang ajar, dan mereka niscaya tidak menghina orang. Semua hal, mereka sangat menyenangkan berada di sekitar dengan siapapun meskipun tetap lebih menentukan untuk tak banyak bicara.

2. Unik pada banyak hal

Introvert berpikir banyak. Dan berpikir begitu banyak memungkinkan mereka untuk memahami dan menganalisis hal-hal, bukan hanya pada tingkat dangkal, tetapi pada tingkat yang lebih dalam, dan sebagai hasilnya, mereka mengembangkan sepenuhnya mengambil pelajaran unik. Mereka, oleh alasannya itu, menciptakan pemecah dilema yang baik dan merupakan aset di daerah kerja. Bahkan, mereka sering terbukti menjadi individu yang sangat kreatif alasannya ini sifat yang sangat bisa berpikir di luar nuansa hal yang jelas.

3. Mereka yaitu ‘sahabat berkualitas’

Orang mungkin beranggapan bahwa mereka bukan sobat yang bisa untuk diajak bermain, tetapi pendapat itu segera hilang sesudah seseorang berinteraksi dengan mereka. Hanya saja mereka perlu tahu seseorang untuk merasa nyaman di sekitar mereka. Setelah selesai, mereka hanya mungkin bahagia mengejutkan Anda dengan jenis hal yang mereka tak pernah segan harus berbagi. Ekstrovert mungkin menyukai semua kebisingan, tapi seorang introvert mungkin mempunyai cerita yang sangat unik untuk diberitahukan … ia harus ingin memberitahu mereka, itu saja.

4. Nyaman berada sendirian

Ekstrovert sulit untuk menyendiri, dan selalu ingin ditemani orang untuk alasan yang sama. Introvert cukup nyaman ditinggal sendirian dengan pikirannya dan yang mungkin, di sisi lain, mencari kesunyian dari waktu ke waktu. Itu tidak berarti bahwa mereka lebih suka menyendiri pada ‘semua waktu’, mereka bisa saja juga pergi ke pesta dan melaksanakan semua yang meriah, tapi sesudah selesai, mereka mungkin hanya ingin pulang dan bersantai daripada pergi nongkrong dengan yang lain.

5. Lebih menentukan kualitas daripada kuantitas

Introvert mempunyai beberapa sobat bersahabat dan lebih menentukan mengatur hal ini untuk mengumpulkan kenalan. Mereka mengambil waktu untuk mengenal orang, dan menjadikan sobat tertentu hanya sesudah benar-benar mengenalnya dengan baik saja. Pada gilirannya, mereka tetap bisa dijadikan sahabat yang sangat baik juga.

6. Tidak melaksanakan banyak kejanggalan sosial

Introvert tidak selalu bereaksi keras dan segera dalam mengatasi situasi. Mereka mengambil waktu untuk memahami kejadian, berfikir, dan memahami segala sesuatu sebelum berkata apa-apa. Itulah mengapa mereka cenderung menderita kejanggalan sosial.

7. Adalah pendengar yang sangat baik

Dalam dunia di mana semua orang ingin didengar, seorang introvert lebih suka mendengarkan saja, dimana itu yaitu suatu kebajikan. Introvert suka mengamati orang-orang dan mempelajari sifat mereka, dan saat seseorang berbicara kepada seorang introvert, mereka mendapatkan kepuasan yang telah didengar, alasannya seorang introvert bisa memberikan dari apa yang sudah dipelajarinya. Introvert tidak menghakimi, berkomentar, atau memberi saran perihal apa yang tidak perlu seseorang harus dan tidak harus dilakukan dalam hidupnya sendiri. Mereka menyediakan pertolongan tanpa menghakimi.

8. Praktis untuk berada di sekitarnya

Introvert sangat rendah dan sederhana. Mereka, oleh alasannya itu, tidak menjadikan bahaya bagi siapa pun. Mereka tidak selalu berada di mana saja, menginginkan satu bentuk acara atau yang lain, mereka tidak menuntut menginginkan sesuatu dilakukan dengan cara mereka, ataupun murka kalau tidak dilaksanakan, dan mereka niscaya tidak mengambil alih dan bertanggung jawab, atau memaksa orang lain untuk mengikuti. Mereka tidak mendominasi, dan mereka tidak suka orang lain mendominasi kehidupan mereka sendiri dalam semua hal, mereka sangat gampang untuk berada di sekitar dengan siapapun.

9. Mereka lebih santai

Introvert lebih suka santai, gaya hidup tetap yang tidak penuh acara dan konstan dalam hal menargetkan sesuatu. Mereka lebih menentukan untuk menjaga bisnis mereka sendiri, dan sobat sekamar atau tetangga yang sempurna.

10. Mereka memancarkan aura misteri

Introvert tidak terbuka terlalu sering, mereka tidak sanggup dengan gampang dibaca, tidak ada yang tahu apa yang mereka pikirkan, dan kadang-kadang, orang mungkin menemukan mereka tersenyum untuk diri mereka sendir i-semua ini hanya menambah misteri perihal kehidupan mereka. Mereka tidak ibarat buku terbuka, jadi kalau seseorang benar-benar meluangkan waktu untuk mengenal mereka, mereka niscaya akan terkejut melihat banyak sisi menarik dan unik dari kepribadian mereka.

Banyak orang introvert merasa sulit untuk menjadi diri mereka sendiri dalam banyak sekali situasi, alasannya kebanyakan orang merasa lebih gampang dan nyaman untuk berada di sekitar orang ekstrovert. Mereka menemukan hal lebih gampang dilakukan daripada harus menjelaskan mereka sisi yang lebih rumit dari dunia. Setelah kita ketahui, alasannya begitu banyak sisi faktual menjadi seorang introvert, mengapa orang tidak meluangkan waktu untuk mencoba mengenal mereka, ibarat apa mereka dan untuk siapa mereka?

Refrensi dan Sumber http://bramardianto.com/sisi-positif-dan-karakter-orang-introvert.html

Sumber http://menofschool.blogspot.com

Monday, April 2, 2018

√ Teknik Pembelajaran Teknologi Warta Dan Komunikasi

 para siswa tidak hanya dibutuhkan bisa mempergunakan alat √ Teknik Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi

Di dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, para siswa tidak hanya dibutuhkan bisa mempergunakan alat-alat dari teknologi tersebut namun juga mereka diperkenalkan mengenai sejarah, etika, teknik pengembangannya.

Di sekolah kita sudah tersedia teknologi informasi dan komunikasi tersebut – baik yang dimiliki secara kolektif oleh sekolah ataupun dimiliki secara pribadi oleh guru. Dalam pengenalan, penggunaan atau pun mengembangan TIK, guru mesti menyeimbangkan antara pembelajaran teoritis dan praktek. Materi yang bersifat teori dilarang ditinggalkan untuk memperbanyak praktek mencar ilmu ataupun sebaliknya. Kedua bahan (teori dan praktek) mestinya tetap seimbang.

Jika pembelajaran TIK lebih banyak praktek, siswa menjadi kurang mengenai wawasan mengenai apa dan bagaimana TIK itu sendiri. Sebaliknya, apabila lebih banyak praktek, siswa mungkin bisa mempergunakan dan mengoperasikan teknologi tersebut namun tidak mempunyai wawasan yang cukup wacana apa dan bagaimana dasar mempergunakan TIK.
Beberapa teknik yang bisa kita lakukan dalam pembelajaran TIK yaitu sebagai berikut :

1. Memperkenalkan Secara Umum

Pertama kali guru mesti memperkenalkan TIK itu secara umum, walaupun sebagian siswa sudah mengetahuinya. Ini dimaksudkan semoga siswa yang belum tahu bisa mendapat wawasan dan bagi siswa yang sudah tahu, mereka menjadi lebih ingat.

Memperkenalkan secara umum bisa berarti mengenalkan wawasan mengenai apa (pengertian) dan untuk apa (maksud dan tujuan) mencar ilmu TIK. Dengan itu, para siswa bisa menyadari pentingnya mengetahui secara umum apa yang akan dibahas dan dipelajari kemudiannya. Para siswa akan membayangkan dan menjadi ingin tau (rasa ingin tahu) terhadap pembelajaran TIK. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengekspose potensi yang ada di setiap anak didik kita.

2. Memperkenalkan Secara Khusus dengan Contoh

Setelah diperkenalkan wawasan secara umum, selanjutnya guru memperkenalkan jauh lebih dalam mengenai bagian, jenis, macam dengan menghadirkan contoh-contoh di kehidupan nyata. Misalnya guru memperkenalkan teknologi komputer, minimal guru tersebut bisa memberi pola dari gambar komputer. Kalau perlu guru menunjukkan bendanya.

Dengan adanya pola yang disodorkan kepada siswa, mereka menjadi lebih mengenal dan bisa mengidentifikasi bentuknya. Apabila hanya disebutkan dan siswa membayangkannya, mereka yang belum pernah tahu dan melihat bendanya akan merasa resah serta kesulitan untuk mencitrakannya dalam pikiran. Sehingga daya serap siswa akan menjadi lambat.

3. Mencontohkan Penggunaan

Tahapan selanjutnya yaitu mencontohkan dari penggunaan TIK itu sendiri. Apabila memungkinkan, guru hendaknya memberi pola bagaimana mempergunakan TIK itu sendiri. Misalnya memberi pola memakai alat komunikasi handphone. Guru tentu mesti menampilkan pola penggunaannya. Entah itu secara langsung (oleh guru bersangkutan) atau bisa pula dengan contoh video atau gambar. Pencontohan dengan cara eksklusif merupakan cara yang lebih anggun dibandingkan dengan pola dari video atau bahkan hanya dari gambar saja.

4. Memberi Kesempatan Mempergunakan

Kesempatan merupakan hal penting untuk mengajarkan bagaimana cara mempergunakan dengan baik dan benar. Para siswa bisa mendapat pengalaman yang sangat berharga dan berkesan karena mereka melakukannya sendiri.

Guru mesti memberi kesempatan bagi para siswanya, sehingga guru bisa menilai kemampuan mereka dalam pemahaman penggunaan TIK. Guru cukup mengarahkan dan membimbing siswanya semoga mereka mengerti bagaimana cara yang sempurna dan benar.

5. Memberi Kesempatan Menemukan

Pada bagi final yang juga penting yaitu guru memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan kemampuan penggunaan TIK dengan menemukan cara mencar ilmu sendiri, cara menambahkan kreatifitas ke dalam penggunaan TIK. Ini dimaksudkan semoga siswa bisa mengkombinasikan wawasan dan kemampuan yang dimiliki oleh mereka untuk mengembangan hasil.

Sebagai contoh, sesudah siswa di ajarkan apa dan bagaimana mempergunakan Microsoft Office Word, siswa bisa menciptakan hasil karya sendiri dengan wawasan teori dan kemampuan praktek yang sudah dipelajarinya. Yang akhirnya para siswa bisa menciptakan dokumen-dokumen yang beraneka ragam disetiap siswa. Mungkin ada yang menciptakan brosur, poster, puisi, cerita, artikel dan lain-lainnya.
Sumber http://menofschool.blogspot.com

Saturday, March 31, 2018

√ Teknik Kreatif Pembelajaran Bahasa

Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap orang. Tanpa bahasa akan menciptakan kesulitan seseorang untuk sanggup menjalin hubungan dengan orang lain. Tanpa bahasa pula, seseorang menjadi lebih sulit untuk memahami pembelajaran. Kemampuan berbahasa yakni kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Dengan kata lain, kemampuan berbahasa dipakai bila ada lawan atau pihak lain. Terbentuknya komunikasi yang baik terjadi apabila seseorang dan yang lain bisa mengerti satu sama lain (komunikatif). Kemampuan berbahasa diharapkan tidak hanya didalam proses pembelajaran saja, namun pula diharapkan untuk kehidupan sehari-hari.
Kreatif dalam Bahasa
Belajar bahasa tidak hanya untuk pemahaman berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, namun pula diharapkan untuk penyerapan dan penyampaian materi pelajaran dalam pembelajaran. Apabila kemampuan berbahasa berkembang dengan baik, akan sejalan dengan berkembangnya kemampuan penerimaan siswa pada materi pembelajaran lainnya.

Agar bisa memakai bahasa dengan baik, tentu memerlukan waktu dan proses. Selain itu juga perlu adanya latihan-latihan yang efektif dan efisien sehingga sanggup mencapai hasil yang diharapkan. Untuk lebih mendalam pembahasan mengenai pembelajaran bahasa, mari kita bagi kemampuan berbahasa itu menjadi 4 kemampuan.

Secara umum kemampuan berbahasa mencakup :

1. Kemampuan Mendengar (Listening)

Kemampuan mendengar merupakan kemampuan yang memusatkan pada peningkatan indra pendengaran yaitu telinga. Ketika kita masih belum dewasa yang gres dilahirkan, bab yang sering dipergunakan untuk menyebarkan kemampuan berbahasa yakni telinga. Sebelum kita bisa berbicara, kemampuan berbahasa kita dipengaruhi oleh suara-suara yang didengar melalui pendengaran kita. Sehingga jikalau kita berada dilingkungan yang banyak mempergunakan (menimbulkan) bahasa daerah, maka bahasa tersebut menjadi bahasa pertama kita sebelum kita berguru bahasa lain.

Untuk menyebarkan kemampuan mendengarkan, berikut ini merupakan latihan kreatif yang sanggup membantu memaksimalkan kemampuan mendengarkan :
  • Mendengarkan Perbedaan Abjad
  • Mendengarkan Orang Berbicara
  • Mendengarkan Musik dan Lagu
  • Menonton Film

2. Kemampuan Berbicara (Speaking)

Kemampuan berbahasa kedua yang terjadi secara alami yakni berbicara. Berbicara berarti mengeluarkan bunyi yang mempunyai makna. Di dalam berbicara seseorang memberikan maksud, pemikiran, keinginan dan impian kepada orang lain. Berbicara berbeda dengan mendengarkan, alasannya yakni merupakan kemampuan aktif. Maksudnya seseorang mencari, menyusun dan mengungkapkannya lewat suara yang mempunyai makna.

Untuk menyebarkan kemampuan berbicara, berikut ini merupakan latihan kreatif yang sanggup membantu memaksimalkan kemampuan berbicara :
  • Mengucapkan Perbedaan Vocal, Konsonan dan Diptong
  • Mengucapkan Perbedaan Kemiripan Kata
  • Meniru / Mengulang Pengucapan
  • Menanggapi Pembicaraan 
  • Berkomentar

3. Kemampuan Membaca (Reading)

Kemampuan berbahasa selanjutnya yakni membaca. Seseorang akan mendapat pengalaman membaca dari proses pendidikan. Membaca dalam pembahasan ini yakni mengucapkan kata atau kalimat dari sebuah sumber bacaan tertulis. Meindentifikasi simbol, karakter, karakter dan melafazkannya dengan bunyi sampai mempunyai makna merupakan kemampuan yang biasanya di sanggup dibangku pendidikan sekolah. Kemampuan membaca yakni pemaksimalan fungsi mata (penglihatan) dan verbal (pengucapan).

Untuk menyebarkan kemampuan membaca, berikut ini merupakan latihan kreatif yang sanggup membantu memaksimalkan kemampuan membaca :
  • Membaca Nyaring
  • Membaca Cepat
  • Membaca Makna

4. Kemampuan Menulis (Writing)

Setelah seseorang bisa menguasai sedikitnya kemampuan mendengarkan, berbicara dan membaca, maka gres lah kemampuan berbahasa berikutnya sanggup dikembangkan dengan baik yaitu kemampuan menulis. Menulis merupakan kemampuan yang berkaitan dengan membaca. Dengan bisa membaca (mengenal tanda, simbol, huruf), ia akan bisa menyebarkan kemampuan menulisnya.

Untuk menyebarkan kemampuan menulis, berikut ini merupakan latihan kreatif menulis yang sanggup membantu memaksimalkan kemampuan menulis :
  • Menghubungkan titik menjadi karakter / simbol
  • Mencontoh Tulisan / Plagiat
  • Menulis Indah
  • Menulis Cepat
Selain 4 kemampuan umum berbahasa diatas, kemampuan khusus lainnya berkaitan dengan :

1. Penggunaan Tata Bahasa (Grammar)

Ada kemampuan khusus dalam berbahasa yaitu kemampuan memakai tata bahasa. Setiap bahasa yang ada di seluruh dunia mempunyai tata bahasa. Tata bahasa berarti hukum dalam penggunaan bahasa, baik itu dalam kemampuan aktif berbicara maupun kemampuan aktif menulis. Berbagai jenis bahasa mempunyai hukum masing-masing yang mungkin saja ada yang seolah-olah ada pula yang berbeda.

Kebanyakan kemampuan bahasa kita terbentur dengan keterbatasan pengetahuan mengenai tata bahasa. Sebagian menganggap tata bahasa yakni urusan yang lebih sukar dalam berbahasa. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari pada praktek berbahasa kita, kadang-kadang terbelit dengan tekanan dari keharusan penggunaan tata bahasa.

Untuk mempermudah kita menyebarkan kemampuan tata bahasa, ada beberapa latihan
  • Mengenal kategori kata dalam tata bahasa
  • Mengenal sifat dan ciri dalam tata bahasa

2. Penggunaan dan Pemilihan Kosa Kata (Vocabulary)

Kata merupakan bab terkecil yang mempunyai makna dalam bahasa. Bahasa terbentuk dari karakter - kata - kalimat - paragraf. Dalam penggunaan bahasa, seseorang memerlukan namanya kosa kata. Kosa kata merupakan perpustakaan / gudang kata yang dimiliki oleh seseorang yang dipergunakan ketika ia berkomunikasi dengan orang lain.

Untuk menyebarkan dan memperbanyak kosakata, kita perlu menyerap kata-kata baru. Namun untuk menghindari terpendamnya kosa kata lama, maka perlu adanya latihan-latihan efektif.
  • Memperhatikan tulisan-tulisan menarik pada kehidupan sehari-hari
  • Menghubungkan kata-kata gres dengan kata-kata lama
  • Mencari sumber materi rujukan dan perbandingan

Terima kasih sudah membaca, supaya bermanfaat.
Sumber http://menofschool.blogspot.com

√ Latihan Kreatif Kemampuan Menulis

Menulis merupakan salah satu kemampuan dalam berbahasa. Menulis menitik beratkan pada pengolahan kemampuan motorik halus. Sebelum siswa diajarkan menulis, guru mesti memperhatikan dan memilih bahwa kemampuan motoiriknya sudah berjalan dengan baik. Kemampuan motorik meliputi pada bagaimana ia memfungsikan bab tangan yaitu jari dan lengan. Guru bisa menilai siswanya apakah ia memang mempunyai kemampuan motorik normal atau mempunyai cacat fisik bab tangan.
Mari Menulis Dengan Kreatif
Selain kemampuan motorik itu pula, guru perlu memperhatikan apakah kemampuan koordinasinya berjalan dengan baik atau belum. Kemampuan koordinasi tersebut meliputi bagaimana gerakan mata dan tangan sanggup sejalan. Ini bisa dilihat dari cara siswa menulis huruf-huruf atau dengan melaksanakan tes kemampuan motorik dan koordinasi.

Jika belum, maka yang perlu dilakukan oleh guru yaitu melatih kemampuan motorik halusnya terlebih dahulu. Jangan buru-buru mengajarinya menuliskan karakter atau angka, tetapi ajarkan siswa untuk terbiasa memegang alat tulis terlebih dulu. Atau ajarkan ia untuk terampil memakai otot-otot halusnya. Hal itu juga mempunyai kegunaan untuk melatih kemampuan motorik tangannya ketika memegang alat tulis.

Ada banyak cara untuk melatih kemampuan motorik halusnya, misalkan dengan :
  • Menggunting gambar-gambar yang ada di majalah bekas.
  • Melengkapi atau menggunting mengikuti outline dari sebuah gambar yang sederhana dengan ukuran yang agak besar. Misalkan bentuk segitiga, kotak, atau lingkaran.
  • Memisahkan butiran kacang hijau atau kacang kedelai dan memasukkan ke daerah yang sudah disiapkan.
  • Sebelum mengajarinya menuliskan karakter dan angka. Ajari terlebih dahulu bentuk-bentuk dasar geometris. Seperti garis lurus, garis vertikal, horizontal, garis lengkung, lingkaran, dsb. Cara sederhana, buatlah dua buah titik dengan jarak yang agak berjauhan kemudian mintalah untuk menghubungkannya. Saat siswa menghubungkan kedua buah titik tersebut, guru bisa sambil bercerita bila titik yang pertama yaitu sebuah stasiun kereta dan titik yang lain yaitu suatu tempat, X misalnya. Dan si kecil diminta menjalankan kereta dari 'stasiun' ke 'tempat X' tadi.
  • Setelah bisa menghubungkan titik secara horizontal, ajak dan ajarkan untuk menghubungkan kedua titik secara vertikal, kemudian diagonal.
  • Gunakan alat tulis yang gampang digunakan. Pensil berbentuk segitiga dengan permukaan yang bernafsu ibarat pada gambar juga bisa menjadi pilihan untuk memudahkannya berguru memakai pensil.
  • Siapkan pensil warna, crayon, spidol, dan mainan lainnya ketika berguru bersama dengan siswa. Biarkan ia bereksplorasi dengan aneka warna dan bentuk. Biarkan ia mencoret-coret di atas kertas sesuka hatinya.
  • Selalu lihat dan hargai proses belajarnya. Yang terpenting bukanlah hasil, tetapi membangun ketertarikan anak didik ketika berhadapan dengan alat tulis dan hasil karyanya sendiri. Berikan perhatian dan kebanggaan ketika anak berhasil melaksanakan apa yang kita ajarkan, atau bahkan yang berhasil dibuatnya sendiri tanpa seruan atau suruhan orangtuanya.
Setelah siswa kita mempunyai kemampuan motorik dan koordinasi yang baik, selanjutnya barulah latihan menulis.

A. Menulis Huruf dan Tanda Baca

Latihan yang pertama dalam menulis yaitu siswa bisa mengidentifikasi huruf, tanda baca dan simbol bacaan dan menuliskannya dengan benar. Siswa perlu diajarkan bagaimana menulis karakter dan membedakannya antara satu dengan yang lain dan antara karakter kapital dan karakter kecil.
Ajaklah siswa kita untuk menulis huruf, tanda baca dan simbol secara teratur dan pertama-tama menulisnya dengan terpisah. Guru sanggup mengajarkan menulis sering salah satu karakter secara teratur kemudian barulah berganti ke karakter yang lain.

B. Menulis Kata

Setelah siswa dianggap andal dalam menulis huruf, tanda baca dan simbol. Barulah berpindah kelatihan menghubungkan karakter dan membuatnya menjadi kata. Pertama ajarkan menulis kata tunggal karakter terpisah, kemudian kata tunggal dengan penggunaan kombinasi karakter kapital dan kecil. Setelah itu ajaklah latihan menulis berkait / bersambung. Ketika siswa sudah lancar dalam latihan di atas, kemudian dilanjutkan latihan menulis frase.

C. Menulis Kalimat

Apabila siswa bisa menulis kata, latihan berikunya yaitu mencontoh goresan pena dari kalimat-kalimat pendek dilanjutkan menulis kalimat yang agak panjang sampai yang panjang. Setelah mereka pandai mencontoh, kemudian beralih ke latihan menciptakan sendiri kalimat.

D. Menulis Paragraf

Latihan terakhir dari bab ini yaitu menulis paragraf. Latihan menulis paragraf bisa bermacam-macam. Kadang latihan menulis paragraf yang bisa kita temui dalam pembelajaran yaitu menciptakan cerita, puisi, artikel, resume dan lain-lainnya.

Terima kasih sudah membaca, agar bermanfaat.
Sumber http://menofschool.blogspot.com