Sunday, July 1, 2018

√ 35 Pantun Nasehat Orang Tua

35 Pantun Nasehat Orang Tua – Pantun adalah salah satu dari bentuk puisi usang yang mempunyai rima silang (a-b a-b), tersusun atas beberapa baris dan mmemiliki makna kata yang indah. Berdasarkan fungsinya, pantun sanggup menjadi sarana penghibur sekaligus kritik sosial terhadap gosip tertentu. Terdapat aneka macam macam jenis pantun menurut siklus usia dan juga isinya. Di bawah ini beberapa teladan pantun Nasehat Orang Tua, sebagai berikut :


Pantun Nasihat Orang Tua 12 Bait


Tanpa garam kuliner tiada rasa

Jikalau hambar maka tak nikmatlah dimakan

Kasih Ibu sepanjang masa

Kasih ayah sepanjang jalan


Barang hilang hendak dicari kemana

Asalkan saja bukan emas permata

Sepanjang malam ibu berdoa

Demi anak-anaknya yang tercinta


Sudahlah senja hari cepatlah pulang

Melewati sawah ladang dan juga telaga

Setiap hari ayah bekerja membanting tulang

Demi menunaikan kewajiban menafkahi keluarga


Seorang gadis tersenyum malu-malu

Tersenyum tipis hendak bertanya

Patuhilah perintah ibumu selalu

Jangan sesekali engkau membantahnya


Persiapkanlah sebaik-baiknya dirimu

Agar dirimu tak kebingunan di sana

Tuturutilah kemauan ibumu

Selagi tak bertentangan dengan agama


Pandainya tukang obat dalam meramu

Meramu jamu untuk kesehatan

Ikutilah nesihat ayahandamu

Selagi hikmah itu menunju ke arah kebenaran


Sangatlah nikmat menyeruput kopi sambil makan camilan bagus putu

Eloklah kalau ditambah pisang gorengnya

Taatilah ayahmu setiap waktu

Janganlah engkau membantah dan menentangnya


Menjelang lebaran menciptakan camilan bagus legit

Disajikan di hari raya idul fitri ketika tiba banyak tamu

Kejarlah mimpi-mimpimu setinggi langit

Dan bahagiakanlah orangtuamu


Membawa banyak kitab siapakah gerangan kiranya

Tak disangka tuan guru yang sedang bertamu

Sejahterakan hidupmu sebaik-baiknya

Agar kelak engkau bisa merawat ibu dan ayahmu


Janganlah lupa menggunakan dasi barumu

Dasi kupu-kupu yang dikaitkan dengan peniti

Ingatlah jasa kedua ayah dan ibumu

Agar engkau menjadi anak yang berbakti


Mengambil air wudhu di telaga

Bersih bening dan segar airnya

Berbuat oke pada mereka sekuat tenaga

Walaupun dirimu tak akan bisa membalas kebaikannya


Si cerdik melucu berbicara dengan gagap

Sengaja kanda pertunjukkan untuk adinda

Pagi-pagi cuek menyergap

Seduhkan teh hangat untuk ayahanda


Pantun Nasihat Orang Tua 8 Bait


Membuat tanda penunjuk jalan menggunakan palang

Ketika lelah istirahatlah di beranda

Malam hari dinginnya menusuk tulang

Buatkan susu panas untuk ibunda


Mencari mujair dengan menggunakan bubu

Tak sengaja mendapat cumi bertinta

Badan kaku pegal begitu terasa di bahu ibu

Pijatlah dia dengan rasa cinta


Mengais rezeki alangkah payah

Namun dilalui dengan semangat juang

Badan kaku dan pegal juga dirasakan ayah

Pijatlah dia dengan rasa sayang


Waktu berlalu tak terasa sekarang sudah petang

Langit indah merona berwarna merah

Ingatlah ayahmu yang bekerja keras membanting tulang

Semua demi dirimu semoga tetap sanggup tetap bersekolah


Menjadi guru haruslah pandai

Pandai mengajar dan juga mengaji

Berikanlah sesuatu yang orangtuamu sukai

Syukur kalau engkau memberangkatkan haji


Dilihat dari jauh tampaknya tiba seorang tamu

Tamu agung dengan sejumlah oleh-oleh darinya

Jagalah selalu perasaan ayah ibumu

Jangan hingga engkau menyakiti hatinya


Ke kebun hewan melihat panda

Alangkah lucu tingkah polahnya nan menawan

Mintalah doa restu pada ibunda

Karena doanya tak terhalang hingga ke Tuhan


Dari tanjung priok hingga ke marunda

Jalan-jalan santai sambil makan ketan

Janganlah sesekali membentak ibunda

Kutuknya pun akan jadi kenyataan




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


Pantun Nasihat Orang Tua 6 Bait


Menulis karangan terlebih dulu buat kerangka

Tulisan yang dibentuk hanyalah untukmu

Sekali-kali berilah apa yang ibumu suka

Agar muncul rasa bahagianya kepadamu


Mengantri tiket menunggu giliran

Tiket menonton pagelaran bersama dengan mertua

Indahnya hari berlebaran

Sembah sungkem kepada orang tua


Hidup sejahtera dikatakan mapan

Bukan berarti ingin mempunyai semua

Semua orang bermaaf-maafan

Tak terkecuali kepada orang tua


Tangga nada lagu disebut oktaf

Tak tahu hendak memainkan lagu yang mana

Kepada sanak saudara saja saling meminta maaf

Jangan hingga kepada orang renta tidak terlaksana


Pergi ke kebun hewan melihat abang tua

Dilihat baik-baik malah malu-malu

Jika ada hal yang bisa dilakukan orang tua

Pastilah semuanya untuk dirimu


Memukul paku dengan palu

Hati-hatilah menggunakannya

Doakanlah ibu dan ayahmu selalu

Agar Tuhan meridhoi keduanya


Pantun Nasihat Orang Tua 4 Bait


Mendaki bukit himalaya

Bawalah bekal ala kadarnya

Ditengah malam ibumu menangis berdoa

Agar buah hatinya mendapat lindungan Nya


Lemah lembut ramah nan bersahaja

Melihat seorang Raja dan kuda yang ditungganginya

Panas dan terik tak kenal waktu ayahmu bekerja

Demi dirimu putera tercintanya


Tak dikenal siapa yang tiba dengan bertanya

Membawa oleh-oleh begitu banyaknya

Lelah dan letih tak dirasanya

Hanya terbayang wajah mu yang dicintainya


Tamu tengah malam siapakah rupanya

Tak disangka tak dinyana ternyata kerabat lama

Guratan kerut sekarang telah banyak menghiasi wajahnya

Menggambarkan usaha yang telah usang dilakukannya


Pantun Nasihat Orang Tua 5 Bait


Tanaman subur selalu disirami

Terjadang juga harus dengan air mata

Tetes peluh dan air mata telah membanjiri bumi

Semua dilakukannya demi putera puteri tercinta


Alangkah lucunya yang gres lahir anak panda

Kerumunan berebut memberinya makan

Pipi merona mata berair menangis menanti ananda

Yang jarang ada kabar jangankan meberi perhatian


Membeli buah durian untuk siapa kiranya

Beli di toko buah Bu Rika

Bunda menangis mengingat anak-anaknya

Menanti kabar dan sapa dari mereka


Terbang menjulang tinggi si burung elang

Membidik kelinci sebagai sasaran

Ayahanda kecewa puteranya tak pulang

di hari nan fitri hari raya lebaran


senangnya hati tak tertahan

berburu si raja elang

sepertinya ayah bunda kenal dari kejauhan

tak disangka tak dinyana ananda pulang


Baca Juga:



  1. 35 Pantun Lucu Bikin Ngakak Terbaru

  2. 37 Pantun Selamat Pagi Lucu Terbaru

  3. 5 Contoh Paragraf Sebab-Akibat, Ciri, & Definisinya



Sumber https://ruangseni.com