Showing posts with label Entrepreneurship. Show all posts
Showing posts with label Entrepreneurship. Show all posts

Sunday, February 26, 2017

√ Aplikasi Reimbursement Jojonomic Lahir Dari Pengalaman Pribadi


Teknologi memudahkan setiap orang dalam menjalani acara sehari √ Aplikasi Reimbursement Jojonomic Lahir dari Pengalaman Pribadi




Liputan6.com, Jakarta – Teknologi memudahkan setiap orang dalam menjalani acara sehari-hari. Mekanisme reimbursement misalnya, kalau sebelumnya dilakukan secara manual, kini dengan teknologi kegiatan manajemen itu dapat lebih gampang dilakukan lewat ponsel pintar.





Lewat aplikasi Jojonomic, segala keribetan manual reimbursement kini dipermudah. Karyawan hanya perlu memfoto bukti transaksi, menentukan kategori reimbursement lalu melaporkannya ke bab keuangan secara real-time lewat ponsel pintarnya.





CEO Jojonomic, Indrasto Budisantoso, menyampaikan Jojonomic merupakan aplikasi reimbursement via ponsel pertama di Indonesia dan juga Asia Tenggara. Ide pembuatan aplikasi ini tiba dari pengalaman pribadinya.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Monday, January 23, 2017

√ General Affair Berdasarkan Kiprah Dan Fungsinya Di Dalam Perusahaan

Segala urusan yang menyangkut kepentingan perusahan harus selalu ada kejelasan baik dari tujuan maupun prospek ke depannya. Kejelasan tersebut harus sanggup dibuktikan dengan dokumen maupun kenyataan, dalam hal ini tentu saja perusahaan juga mempunyai divisi khusus yang mengurus urusan operasional kantor baik yang rutin maupun yang tidak terduga. Nah, divisi yang mengurusi urusan operasional kantor ialah General Affair. Namun, tahukah kamu, apa yang menjadi kiprah dan tanggungjawab serta fungsi dari divisi tersebut? Untuk menjawabnya, simak lebih lengkapnya di dalam artikel ini ya!


Segala urusan yang menyangkut kepentingan perusahan harus selalu ada kejelasan baik dari t √ General Affair Menurut Tugas dan Fungsinya di Dalam Perusahaan


Tugas dan Tanggung Jawab General Affair


Divisi atau bab dalam perusahaan yang mengurus segala hal perihal keperluan rutin dan mendadak dalam perusahaan ialah General Affair (GA). General Affair sebenarnya lebih berfokus untuk menunjukkan pelayanan kepada seluruh bab perusahaan demi kelancaran kerja perusahaan secara menyeluruh melalui supporting unit.  Biasanya, GA mempunyai beberapa fokus pelayanan yaitu aset dan pembelian yang dimana keduanya meliputi maintenance serta pemesanan melalui vendor terpercaya. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai kiprah dan tanggung jawab General Affair di dalam perusahaan.


General Affair Melakukan Pemesanan


Barang atau aset yang ada dalam perusahaan tidak semuanya bersifat awet, ibarat contohnya printer atau Personal Computer (PC). Hal ini menjadi tanggung jawab GA dalam melaksanakan pembelian. Tentunya tidak dilakukan asal beli alasannya seorang GA juga harus sanggup melaksanakan perbandingan harga sebelum melaksanakan pembelian. Tujuannya tentu saja supaya perusahaan sanggup menekan biaya pengeluaran aset. Semakin rendah nilai pengeluaran perusahaan dalam pembelian aset maka sanggup dipastikan kinerja divisi GA di perusahaan tersebut juga baik.


General Affair Melakukan Pembelian Rutin


Selain membeli aset perusahaan yang bersifat semi permanen ibarat printer, PC, ataupun barang aset lainnya yang mendukung operasional perusahaan, General Affair juga bertugas melaksanakan pembelian rutin. Pembelian rutin ini meliputi kebutuhan bulanan ibarat air minum, Alat Tulis Kantor (ATK), kertas, tinta printer dan beberapa barang terpola lainnya.


General Affair Melakukan Pembayaran Rutin


Pembayaran rutin dalam perusahaan meliputi pembayaran listrik, air, telepon, jaringan internet (wifi), dan beberapa pembayaran rutin lainnya. Untuk poin ketiga ini, seorang GA biasanya melaksanakan estimasi dana yang sudah terhitung dengan sempurna alasannya pembayaran rutin perusahaan biasanya tidak berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Biasanya, untuk perusahaan besar, pembayaran rutin ini juga dilakukan secara otomatis melalui sebuah sistem alasannya pembayarannya sudah terprediksi dan terintegrasi dengan sistem perusahaan.


Pembayaran Tenaga Kerja Harian


Tidak ibarat karyawan yang menerima honor tetap setiap bulan, pekerja harian lepas menjadi tanggung jawab GA. Divisi General Affair mempunyai wewenang untuk memilih besaran upah pekerja lepas harian diluar honor karyawan. Hal ini menjadi tanggung jawab general affair alasannya honor karyawan lepas ikut termasuk dalam keperluan bulanan kantor dalam pembukuannya.


Pemeliharaan Aset (Maintenance Assets)


Selain melaksanakan pembelian barang, divisi GA juga bertanggung jawab dalam memelihara aset yang telah mereka beli. Hal ini dikarenakan biar para user atau pemakai aset perusahaan juga tidak secara sembarangaan menggunakannya alasannya mentang-mentang tidak ikut membeli. Oleh alasannya itu dalam perusahaan yang paling galak dikala menemui karyawan tidak menjaga aset perusahaan ialah divisi General Affair alasannya mereka lah yang bertanggung jawab dikala terjadi kerusakan aset perusahaan.


Renovasi dan Pembukaan Kantor Cabang


Divisi General Affair dalam perusahaan selalu sensitif dan rinci dikala memilih biaya, begitupun dikala kantor atau perusahaan akan melaksanakan renovasi ataupun pembukaan kantor cabang baru. Karena renovasi kantor tidak sanggup dilakukan secara asal-asalan atau instan. Perlu pertimbangan mulai dari faktor kelayakan maupun estimasi dana yang sesuai. Bahkan dikala estimasi dana sudah disetujui oleh pihak GA, pelaporan hasil renovasi dan pembelian material juga harus sanggup dibuktikan dengan nota atau faktur.


Segala urusan yang menyangkut kepentingan perusahan harus selalu ada kejelasan baik dari t √ General Affair Menurut Tugas dan Fungsinya di Dalam Perusahaan


Segala urusan yang menyangkut kepentingan perusahan harus selalu ada kejelasan baik dari t √ General Affair Menurut Tugas dan Fungsinya di Dalam Perusahaan


Fungsi General Affair


Setelah membahas mengenai kiprah dan tanggungjawab yang dimiliki oleh divisi general affair, selanjutnya kita bahas perihal fungsinya yuk! Kira-kira apa saja sih fungsi departemen GA di dalam sebuah perusahaan? Untuk menjawab pertanyaanmu, eksklusif aja yuk kita bahas bersama!


Fungsi Pemeliharaan


Fungsi pertama yang dimiliki oleh General Affair ialah mengadakan evaluasi kondisi dan akomodasi yang dibutuhkan dan membuat prioritas sebelum mengajukan anggaran. Sebagai contoh, apakah kebutuhan perbaikan akomodasi toilet lebih penting daripada pembaharuan ruang meeting, training atau lobby penerimaan tamu perusahaan? Apakah keberadaan kantin diperlukan, dan siapa yang mengelolanya? Sebaiknya GA memprioritaskan pada hal-hal yang akan meningkatkan produktivitas karyawan terlebih dahulu. Akan tetapi, tetap bergantung pada banyak faktor, contohnya untuk perusahaan yang sering mendapatkan kunjungan pelanggan, tentunya lebih baik mempunyai lobby, ruang tunggu atau pertemuan yang lebih representatif.


Fungsi Perawatan


Ternyata, sebuah departemen GA juga mempunyai fungsi perawatan lho! Sebagai informasi, perawatan yang menjadi tanggung jawab GA ini meliputi beberapa aspek dan kau harus tahu banget nih! Aspek yang tercakup meliputi gedung kantor (kebersihan, tampilan luar), lingkungan kantor (lahan parkir yang aman, halaman kantor dan/atau gudang yang memadai), kebersihan lingkungan kerja bagi karyawan (ruang kerja, ruang meeting, lobby dan semua area perusahaan),  dan perawatan instalasi listrik (mechanical dan electrical). Wah, ternyata banyak juga ya fungsinya!


Segala urusan yang menyangkut kepentingan perusahan harus selalu ada kejelasan baik dari t √ General Affair Menurut Tugas dan Fungsinya di Dalam Perusahaan


Membina Hubungan Baik


Aspek penting lain dari kiprah seorang General Affair ialah membina relasi baik dengan para suplier barang atau jasa. Termasuk di dalamnya membuat kontrak kerja, memastikan pembayaran sempurna waktu, dan melaksanakan komplain mewakili perusahaan kalau diperlukan. Hubungan ini secara tidak eksklusif berdampak pada kinerja dan produktivitas karyawan. Selain itu, akan berdampak juga pada gambaran perusahaan di mata klien, hal tersebut tentunya akan menghipnotis profit yang akan diterima.


General Affair Menciptakan SOP


Selanjutnya, GA juga berfungsi dalam menciptakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem kerja atau mekanisme pengadaan dan perawatan akomodasi yang ada. Misalnya, membuat checklist dan jadwal kebersihan toilet, membuat ringkasan cara pemeliharaan genset, mobil, sepeda motor dan peralatan berharga lainnya. Pekerjaan standar biasanya membuat mekanisme seruan pengadaan ulang kebutuhan kantor yang sering terpakai, ibarat pulpen, kertas, stapler, dan perlengkapan ATK lainnya.


Menyelenggarakan Survey Kepuasan


Sebagai departemen yang aktif melayani internal perusahaan, GA juga mengadakan survei kepuasan pelayanan yang ditujukan kepada seluruh karyawan atau unit kerja. Survei ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas produk atau jasa, ketepatan dan kecepatan pelayanan yang diberikan.


Menyiapkan Laporan Berkala


Fungsi penting lainnya ialah mempersiapkan laporan terpola untuk keperluan rapat anggaran. Laporan keuangan ini harus terdiri atas aset dan beban biaya kantor sehingga perusahaan sanggup menilai efektivitas investasi internal di dalam perusahaan.


Membantu Perizinan


Divisi GA pada sebuah perusahaan juga sanggup membantu dalam pengurusan segala bentuk perizinan yang dibutuhkan. Dapat juga berfungsi untuk menjalin relasi dengan pihak eksternal, ibarat pemda, kepolisian, ormas, wartawan, kelurahan, kecamatan, dan sebagainya.


Segala urusan yang menyangkut kepentingan perusahan harus selalu ada kejelasan baik dari t √ General Affair Menurut Tugas dan Fungsinya di Dalam Perusahaan


Nah, sehabis dibahas perihal kiprah dan tanggungjawab serta fungsi dari GA, kau bisa banget pakai aplikasi JojoExpense untuk memudahkan kerja sebagai General Affair. JojoExpense berkhasiat untuk sistem reimburse dan cash advance yang lebih canggih. Dengan JojoExpense kita sanggup meminta approval reimburse dengan cepat alasannya atasan kita melihat seruan secara real time.  Bagian finance juga sanggup eksklusif melaksanakan pencairan keuangan. Jadi, tidak perlu menunggu usang untuk melaksanakan reimburse dana ke perusahaan. Begitu juga dengan proses cash advance di mana kita sanggup meminta dana di awal dengan proses pencairan yang lebih cepat. Bagaimana nih? Apakah kini kau sudah paham tentang general affair di sebuah perusahaan? Nah, untuk mempermudahmu dalam mengerjakan kiprah dan tanggungjawabnya, jangan lupa gunakan aplikasi dari Jojonomic ini ya! Selamat mencoba!



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Sunday, January 22, 2017

√ Job Description: Definisi, Manfaat, Cara Membuat, Dan Contoh

Siapa yang tidak pernah mendengar istilah jobdesc? Baik seorang pekerja, pemilik perusahaan, hingga orang awam pun niscaya pernah mendengarnya. Jobdesc merupakan kependekan dari job description yang mempunyai arti sebuah bab atau catatan yang menjelaskan dan menawarkan citra umum perihal sebuah pekerjaan yang akan dilakukan. Dengan kata lain job description berfungsi untuk menjelaskan tugas, tanggung jawab serta wewenang yang akan dipegang pada sebuah jabatan secara garis besar.


Job description juga menjelaskan bagaimana citra sederhana mengenai pekerjaan yang akan dilakukan oleh sebuah departemen atau divisi. Namun, tidak menjelaskan bagaimana kiprah yang harus dilakukan oleh karyawan secara rinci. Karena, rincian perihal pekerjaan yang harus dilakukan pegawai akan dijelaskan lebih rinci di dalam Standar Operasional Prosedur (SOP).


Siapa yang tidak pernah mendengar istilah  √ Job Description: Definisi, Manfaat, Cara Membuat, dan Contoh

Siapa yang tidak pernah mendengar istilah  √ Job Description: Definisi, Manfaat, Cara Membuat, dan Contoh


Manfaat Pembuatan Job Description


Merujuk pada klarifikasi umum terkait jobdesc ini, maka manfaat yang akan diperoleh dengan dibuatnya deskripsi pekerjaan ini. Adapun manfaat yang akan didapat terbagi atas beberapa bab yang dirunut menurut jabatan di sebuah perusahaan, yakni:


Atasan (CEO) Sebuah Perusahaan


Untuk seorang CEO, jobdesc akan bermanfaat untuk mengoptimalkan kiprah dan tanggungjawab bawahan


Pimpinan Organisasi (Manajer)


Selanjutnya manfaat yang akan diperoleh seorang manajer. Untuk seorang manajer, jobdesc dibuat semoga mereka sanggup memimpin dan menawarkan motivasi kepada pemegang jabatan untuk meningkatkan kinerjanya.


Pemegang Jabatan


Kemudian, untuk pemegang jabatan selain manajer akan bermanfaat sebagai panduan dan aliran kerja. Selain itu, juga untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dan diharapkan dari organisasi


Perekrut (recruiter)


Manfaat selanjutnya ditujukan untuk recruiter perusahaan yang akan bermanfaat untuk mengetahui kandidat yang sempurna dan paling cocok sesuai kebutuhan jabatan


Trainer


Lalu untuk pekerja dengan jabatan trainer akan bermanfaat untuk mengetahui kebutuhan training bagi pemegang jabatan


Assessor


Sedagkan bagi assessor akan bermanfaat untuk melaksanakan analisa terhadap pemegang jabatan. Misalnya untuk melihat competency mengadakan tes assessment, dan in-depth interview, serta lain sebagainya.


Perencana Karir (Succession Planner)


Perencana karir di sebuah perusahaan juga akan ikut mencicipi manfaat dari adanya jobdesc ini. Misalnya untuk menempatkan individu sesuai dengan peran, tanggung jawab dan kebutuhan organisasi.


Perencanaan dan Pengembangan Organisasi (Organization Development & Planner)


Manfaat selanjutya ialah untuk menciptakan perencanaan pengembangan organisasi. Di mana, merekalah yang membutuhkan pemahaman perihal jabatan dan jenis kiprah dan tanggung jawab yang diperlukan


Job Evaluator


Terakhir, untuk job evaluator, jobdesc akan bermanfaat guna membobot jabatan dan membandingkan jabatan lain di dalam organisasi.


Siapa yang tidak pernah mendengar istilah  √ Job Description: Definisi, Manfaat, Cara Membuat, dan ContohSiapa yang tidak pernah mendengar istilah  √ Job Description: Definisi, Manfaat, Cara Membuat, dan Contoh


Cara Membuat Job Description yang Baik


Jabatan dan pekerjaan mempunyai garis lurus, yang menjembatani pemberi kerja (perusahaan) dengan individu yang bekerja di dalamnya. Pada intinya, jabatan/pekerjaan ialah sekumpulan tanggung jawab yang mesti dilaksanakan guna menghasilkan produk tertentu. Apabila dilihat dalam kerangka yang lebih luas, proses penyusunan job description akan selalu melibatkan lima elemen penting, yakni spesifikasi pekerjaan, akuntabilitas, kiprah dan tanggung jawab pekerjaan, ringkasan atau maksud pekerjaan, serta identifikasi pekerjaan.


Kelimanya berada dalam satu garis linear, sehingga orang yang berniat menyusun job description harus memahami kelimanya terlebih dahulu. Agar kau lebih paham perihal bagaimana cara menciptakan job description yang baik, kami akan menawarkan penjelasannya secara rinci, pada paragraf di bawah ini:


Spesifikasi Pekerjaan


Step pertama ialah dengan mengetahui apa saja spesifikasi pekerjaan yang harus dimiliki oleh sebuah posisi/jabatan. Karena, di dalam setiap pekerjaan selalu ada istilah persyaratan pekerjaan, yang menjadi basis/dasar untuk menilai kualitasnya. Selain itu, evaluasi terhadap kualitas pekerjaan melibatkan hal lain yang disebut compensable factor yang membawa serta empat elemen lainnya. Elemen tersebut ialah kondisi pekerjaan, tanggung jawab, usaha, dan keterampilan. Keempat elemen tersebut wajib dijabarkan secara spesifik, contohnya pada soal keterampilan yang meliputi kecerdasan, inisiatif, pengalaman, dan pendidikan.


Akuntabilitas


Cara berikutnya ini akan erat kaitannya dengan konsep etika, yang pada dasarnya bersahabat dengan konsep administrasi. Akuntabilitas atau accountability ini mewakili sejumlah pengetahuan dan tanggung jawab dan berkaitan dengan kebijakan perusahaan, keputusan, produk, dan setiap tindakan yang diambil. Maka dari itu, sebuah job description yang baik, harus mempunyai akuntabilitas semoga si pemegang jabatan/posisi sanggup menjalankan kiprah dan wewenangnya masing-masing. Makara pada dasarnya, setiap pekerja/karyawan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang sudah dihasilkan dan mempunyai kewajiban untuk melaporkannya, apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau belum


Tugas dan Tanggungjawab


Kewajiban dan tanggungjawab sudah mempunyai defisini yang cukup jelas, maka para karyawan ataupun pemegang jabatan harus bertanggung jawab kepada atasannya. Tanggung jawabnya meliputi kegagalan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan pekerjaan tertentu. Di titik ini, ada standar tertentu yang digunakan untuk mengukur kinerja, yang pada gilirannya digunakan untuk menggambarkan hasil tamat sudah dicapai. Oleh alasannya ialah itu, elemen ini merupakan salah satu yang digunakan dalam setiap deskripsi pekerjaan. Perancang job description biasanya merinci pekerjaan beserta tanggung jawab dan kewajiban yang harus diemban dan bekerjasama dengan pekerjaan.


Rincian harus diungkapkan dalam kalimat pribadi dan singkat, dimulai dengan kata kerja tindakan, dan menghindari pemakaian kata kerja yang justru membingungkan penanggung jawab kerja. Dengan begitu, kiprah dan tanggung jawab akan tersampaikan dengan tepat; dan pekerjaan sanggup segera diselesaikan dengan adanya job description yang dibentuk secara sebaik mungkin.


Ringkasan Pekerjaan


Elemen ini biasanya berbentuk dongeng ringkas yang menawarkan citra pekerjaan yang harus dikerjakan oleh penanggung jawab, serta karakteristik pekerjaannya secara umum. Di sini, isu harus diberikan dalam jumlah cukup dan seringkas mungkin. Karena pada gilirannya akan mempunyai kegunaan untuk membedakan acara utama dan fungsi kerja spesifik dengan jenis kerja lainnya. Obyektivitas dan ketepatan pekerjaan ialah dua hal yang harus diperkenalkan dengan cara seringkas dan semudah mungkin.


Identifikasi Pekerjaan


Untuk elemen ini biasanya bekerjasama dengan beberapa tingkatan posisi di dalam perusahaan, termasuk supervisor, divisi, institusi, aba-aba pekerjaan, dan jabatan. Proses identifikasi pekerjaan biasanya dinyatakan secara singkat dalam satu atau dua kalimat yang memberi isu mengenai isi pekerjaan, jabatan, serta jenjang dan tingkat keterampilan.


Setelah mengetahui kelima elemen penting dalam penyusunan job description, maka seorang yang bertanggung jawab di bidang pengelolaan sumber daya mesti melaksanakan analisis yang disebut analisis jabatan. Analisis semacam ini pada dasarnya ialah pengumpulan segala macam isu yang berkenaan dengan jabatan dan dalam periode tertentu. Pada kondisi ini, dokumentasi, kategori, dan pengumpulan data menjadi sangat penting, alasannya ialah balasannya akan digunakan untuk menspesifikkan uraian jabatan atau pekerjaan tertentu yang dituliskan melalui mekanisme job description.


Contoh Job Description di Sebuah Perusahaan


Setelah mengetahui bagaimana cara menciptakan jobdesc yang baik, adakah yang masih kurang kau pahami? Nah, untuk membuatmu semakin mengerti, berikut ini akan kami berikan pola penerapan deskripsi pekerjaan di sebuah perusahaan:


Siapa yang tidak pernah mendengar istilah  √ Job Description: Definisi, Manfaat, Cara Membuat, dan ContohSiapa yang tidak pernah mendengar istilah  √ Job Description: Definisi, Manfaat, Cara Membuat, dan Contoh


Berdasarkan pola di atas, terlihat bahwa, job description di tujukan untuk seorang Kepala Departemen Administrasi yang mempunyai atasan seorang Direktur Keuangan dan Administrasi serta beberapa kepala seci sebagai bawahannya. Job description di atas juga merupakan salah satu pola deskripsi pekerjaan yang baik. Tahukah kau apa alasannya? Karena, di dalamnya sudah tercantum spesifikasi pekerjaan, serta kiprah dan tanggungjawab dari pemegang jabatan. Selain itu, deskripsi pekerjaan sudah tersusun secara akuntabel, dan sudah tertulis ringkasan pekerjaannya serta identifikasi (ruang lingkup) dari pekerjaan yang hendak dilakukan. Dengan deskripsi pekerjaan yang menyerupai itu, akan sangat mempermudah karyawan untuk melaksanakan kiprah dan tanggungjawabnya semoga sesuai dengan apa yang diminta oleh perusahaan.


Siapa yang tidak pernah mendengar istilah  √ Job Description: Definisi, Manfaat, Cara Membuat, dan Contoh


Terakhir, yang menjadi dasar dari setiap organisasi dan perusahaan ialah rincian tanggung jawab dan kerja yang harus diemban oleh oleh masing-masing individu yang terlibat dan bekerja di dalamnya. Tanpa rincian yang baik, sebuah perusahaan tidak akan sanggup mengerjakan tugas-tugas yang harus diembannya dan pastinya tidak akan sanggup menggapai tujuan yang telah digariskan. Job description kemudian menjadi sangat penting untuk dibentuk untuk mempermudah proses kerja di dalam sebuah perusahaan.


Kamu juga sanggup memakai aplikasi JojoTimes untuk ikut membantumu mengatur jalannya perusahaan, khususnya dalam mengontrol dan memantau kehadiran karyawanmu dengan mudah. Selain itu, melalui aplikasi ini, kau sanggup dengan gampang melihat apa yang sedang karyawanmu lakukan. Apakah ia sudah menjalankan pekerjaan sesuai dengan jobdesc yang berlaku atau belum. Dengan begitu, produktivitas dan efisiensi kinerja di perusahaanmu akan meningkat, deh! Yuk, beralih ke management HR digital yang akan membantu merealisasikan jobdesc yang telah dibuat!



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Sunday, January 15, 2017

√ Perencanaan Sdm: Pengertian, Manfaat, Dan Tahapan Proses

Oke, kali ini kita akan membahas Human Resource Planning  (HRP) atau artinya yakni Perencanaan Sumber Daya Manusia (Perencanaan SDM). Apa sih perencanaan SDM itu? Bagaimana perusaahaan mengelola perencanaan SDM? Dan apa keuntungannya bagi perusahaan? Penasaran ,’kan? Sebenarnya secara singkat, perencanaan SDM yakni sebuah proses perencanaan strategis untuk mengoptimalkan sumber daya insan yang ada di perusahaan. Lebih lengkapnya simak yuk artikel dibawah ini!


Pengertian dan Manfaat Perencanaan SDM


Perencanaan SDM merupakan proses perencanaan sistematis untuk memaksimalkan sumber daya insan sebagai aset utama perusahaan. Tujuan dari perencanaan SDM ini yakni untuk memastikan kesesuaian antara tenaga kerja dan pekerjaan, baik dari segi jumlah maupun kualitas yang dibutuhkan. Proses ini didasari oleh supply dan demand dalam konteks SDM perusahaan.


Perencanaan SDM bermanfaat bagi perusahaan dalam banyak sekali hal, yaitu:


– Membantu HR mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja dengan banyak sekali kualifikasi di kemudian hari.


– HR bisa bekerja secara proaktif dalam menemukan kandidat yang sesuai.


– Sesuai dengan tujuan masing-masing perusahaan, perencanaan SDM memungkinkan HR untuk mengidentifikasi, memilih, dan membuatkan kompetensi atau tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.


 kali ini kita akan membahas Human Resource Planning √ Perencanaan SDM: Pengertian, Manfaat, dan Tahapan Proses


Proses Perencanaan SDM


Secara garis besar, proses perencanaan SDM dibagi menjadi 4 langkah yang meliputi:


Persediaan Tenaga Kerja Saat Ini


Langkah paling awal yang bisa dilakukan dalam memulai perencanaan SDM yaitu menilai ketersediaan sumber daya insan yang ada di perusahaan. Penilaian ini termasuk studi komprehensif dari banyak sekali aspek SDM, menyerupai jumlah, skill, kompetensi, kualifikasi, pengalaman, usia, jabatan, kinerja, kompensasi, dan lain sebagainya.


Dalam tahap ini, HR juga bisa melaksanakan wawancara dengan manager tim untuk memahami tantangan dari sisi SDM yang sedang dihadapi, serta kualifikasi yang dirasa penting untuk dimiliki oleh karyawan tim tersebut.


Kebutuhan SDM di Masa Mendatang


Langkah selanjutnya dari perencanaan SDM yaitu menganalisa kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang. Dalam langkah ini, banyak sekali variabel HR menyerupai pengurangan SDM, lowongan yang akan dibuka, promosi jabatan, mutasi karyawan, dan lain sebagainya perlu dimasukkan ke dalam pertimbangan. Selain itu, variabel tidak terduga menyerupai pengunduran diri serta pemecatan juga perlu dijadikan materi pertimbangan dalam analisa.


Perkiraan Permintaan SDM


Kemudian, HR bisa mencocokkan tenaga kerja yang ada ketika ini dengan asumsi kebutuhan tenaga kerja di kemudian hari dan membuat demand forecast (perkiraan permintaan). Dalam langkah ini, penting juga untuk mengetahui seni administrasi dan objektif bisnis jangka panjang, supaya asumsi seruan bisa sesuai untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.


Strategi dan Implementasi Pencarian SDM


Setelah mengetahui kekurangan yang dibutuhkan dari penilaian supply dan demand SDM, HR bisa membuatkan seni administrasi menurut asumsi seruan SDM yang sudah dibuat. Strategi yang dibentuk tentunya harus bisa memperlihatkan solusi bagi kekurangan duduk perkara SDM di perusahaan. HR bisa melaksanakan relokasi, rekrutmen, outsourcing, pelatihan, administrasi SDM, sampai melaksanakan perubahan kebijakan terkait SDM. Perusahaan juga bisa memakai jasa konsultan untuk meminimalisir reaksi negatif, terutama mengenai duduk perkara aturan dan legal.


 kali ini kita akan membahas Human Resource Planning √ Perencanaan SDM: Pengertian, Manfaat, dan Tahapan Proses


Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Perencanaan SDM


Pertumbuhan (Growth)


Beda perusahaan, beda juga tingkat pertumbuhannya. Dalam melaksanakan perencanaan SDM, penting juga bagi para HR untuk mempertimbangkan faktor pertumbuhan finansial dan kebutuhan perusahaan. Apakah perusahaan mempunyai budget? Apakah perusahaan akan melaksanakan perluasan dan membutuhkan banyak SDM?


Perubahan (Change)


Perubahan bisa terjadi kapan pun. Ketika perusahaan sedang mengalami perubahan, usahakan supaya HR mempunyai fleksibilitas supaya bisa memenuhi kebutuhan perusahaan dengan lebih baik.


Teknologi (Technology)


Di kurun yang didominasi oleh teknologi ini, penting bagi HR untuk memahami pentingnya fungsi dan tugas teknologi dalam operasional perusahaan. Jika diperlukan, HR juga bisa merencanakan training untuk karyawan mempelajari fitur ataupun perangkat yang dipakai dalam perusahaan.


 kali ini kita akan membahas Human Resource Planning √ Perencanaan SDM: Pengertian, Manfaat, dan Tahapan Proses


Tahapan Perencanaan SDM


Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Perencanaan SDM yakni sebuah proses atau acara yang membantu perusahaan untuk mendapat karyawan yang sempurna pada pekerjaan yang sempurna dalam waktu dan jumlah yang sempurna juga. Oleh alasannya yakni itu, diharapkan tahapan yang sistematis untuk mencapai tujuan tersebut. Berikut ini yakni tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh administrasi perusahaan (dalam hal ini yakni manajer SDM) pada proses Perencanaan Sumber Daya Manusia atau Human Resource Planning ini.


Menganalisis Tujuan Organisasi


Tahap Pertama dalam Perencanaan SDM yakni menganalisis tujuan yang ingin dicapai oleh organisasinya. Tujuan organisasi disini sanggup diurai menjadi tujuan yang lebih focus pada tujuan yang ingin dicapai oleh unit kerja atau bab tertentu menyerupai bab produksi, bab pemasaran ataupun bab keuangan. Tujuan-tujuan tersebut kemudian ditetapkan sebagai tujuan fungsional atau tujuan departemen. Pemisahan tujuan dan planning keseluruhan ini menyediakan penilaian kebutuhan sumber daya insan untuk setiap departemen dan kegiatan. Dengan mengetahuinya tujuan dan arah organisasi ini, akan memperlihatkan inspirasi ataupun citra wacana pekerjaan apa yang harus dilakukan dalam organisasi.


Apabila tujuan organisasi yakni pertumbuhan dan perluasan yang cepat, maka dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja di semua kegiatan fungsional dan departemen untuk memenuhi tantangan peningkatan pangsa pasar, keuangan, ukuran aset, pasar baru, inventaris dan riset produk baru. Strategi pertumbuhan gres organisasi membutuhkan sejumlah besar tenaga kerja terampil. Departemen Sumber Daya Manusia perlu melaksanakan rekrutmen dan training cepat untuk memenuhi kebutuhan sumber daya insan organisasi.


Melakukan Inventarisasi Sumber Daya Manusia Saat Ini


Setelah mengetahui Pekerjaan yang tersedia melalui analisis tujuan organisasi, tahap selanjutnya yakni mengetahui informasi-informasi wacana sumber daya insan yang tersedia ketika ini. Mulai dari jumlah tenaga kerja, kapasitas dan kemampuan, latar belakang pendidikan, kinerja sampai potensi-potensi mereka. Inventarisasi SDM ini tidak hanya pada SDM yang ada pada internal organisasi saja (sumber internal) tetapi juga harus mempertimbangkan SDM yang berasal dari sumber eksternal menyerupai kandidat-kandidat yang sanggup direkrut sebagai karyawan dan juga kandidat dari distributor penyedia tenaga kerja.


Perkiraan Permintaan dan Pasokan Sumber Daya Manusia


Setelah mempunyai inventaris sumber daya insan yang lengkap, tahap selanjutnya yakni memperkirakan tenaga kerja yang diharapkan untuk masa yang akan datang. Organisasi atau perusahaan akan mempertimbangkan apakah perlu adanya penambahan tenaga kerja, apakah perlu meningkatkan produktivitas dan kemampuan karyawan ketika ini melalui training dan pengembangan keterampilan gres dan apakah ada kandidat-kandidat yang berpotensi untuk direkrut menjadi karyawan untuk mengisi pekerjaan-pekerjaan tersebut.


Memperkirakan Kesenjangan Sumber Daya Manusia


Perbandingan antara Permintaan dan Pasokan Sumber Daya Manusia ini akan menghasilkan “kelebihan” atau “kekurangan” terhadap SDM yang diperlukan. Apabila terjadi kekurangan SDM, maka yang harus dilakukan yakni melaksanakan pengrekrutan karyawan gres atau melaksanakan peningkatan produktivitas dan kinerja dengan memakai karyawan yang tersedia pada ketika ini. Namun apabila terjadi kelebihan SDM, maka organisasi atau perusahaan harus melaksanakan pemutusan relasi kerja atau PHK terhadap karyawannya.


Merumuskan Rencana Tindakan Sumber Daya Manusia


Rencana tindakan SDM ini tergantung pada hasil asumsi kesenjangan SDM yaitu kelebihan ataupun kekurangan dalam organisasi. Apakah diharapkan perekrutan baru, pelatihan, mutasi atau transfer antar departemen atau bahkan pemutusan relasi kerja (PHK).


Pemantauan, Pengendalian dan Umpan Balik


Setelah menerapkan planning tindakan SDM, inventaris atau persediaan SDM harus diperbaharui selama periode tertentu. Rencana agresi ini harus dipantau dan mengidentifikasikan kelemahan-kelemahannya untuk diambil tindakan selanjutnya. Perbandingan antara Rencana SDM dengan penerapan konkret harus dilakukan untuk memastikan tindakannya sesuai dengan ketersediaan jumlah karyawan yang diharapkan untuk banyak sekali pekerjaan pada organisasi yang bersangkutan.


 kali ini kita akan membahas Human Resource Planning √ Perencanaan SDM: Pengertian, Manfaat, dan Tahapan Proses


Nah, sehabis mengetahui apa itu perencanaan SDM dan seluk beluknya. Bagaimana nih persiapan kau dalam membentuk perusahaan? Sebuah perusahaan membutuhkan perencanaan SDM loh. Agar optimal SDM yang diberdayakan di perusahaan. Selain itu, ada juga loh HRIS (Human Resources Information System) atau sebuah software HRD yang membantu meringankan pekerjaan HRD. Apa itu? Mau tahu? Kasih tahu nggak ya? Oke, yaitu aplikasi dari Jojonomic, kawan. Salah satunya yakni JojoTimes. Apa tuh JojoTimes? Yakni, aplikasi untuk absensi. Caranya penggunaannya gampang sekali. Kalau kita mau bolos tinggal foto diri kita. Lalu, sistem akan men-scan foto kita untuk dideteksi kemiripannya. Sistem bolos dengan scan foto juga tidak harus dilakukan di kantor loh, bahkan dengan jarak radius beberapa meter dari kantor kita sudah bisa bolos kok. Menarik bukan? Bagaimana teman-teman, tertarik untuk mencobakah aplikasi canggih ini?



Sumber aciknadzirah.blogspot.com