Sebelumnya kita telah mempelajari ihwal silogisme negatif dan beberapa contoh silogisme negatif. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas secara singkat ihwal silogisme kasatmata dan beberapa referensi silogisme positif.
Silogisme kasatmata yakni silogisme yang kedua premisnya yakni premis mayor dan premis minor bersifat kasatmata dan selesai yang dihasilkan pun bersifat positif. Adapun referensi silogisme kasatmata di antaranya yakni :
- Contoh a :
- Premis mayor : Semua mamalia bernafas memakai paru-paru.
- Premis minor : Paus yakni mamalia.
- Kesimpulan : Paus bernafas memakai paru-paru.
- Contoh b :
- Premis mayor : Semua unggas bertelur.
- Premis minor : Ayam yakni unggas.
- Kesimpulan : Ayam bertelur.
- Contoh c :
- Premis mayor : Semua anggota TNI/Polri harus bersikap netral dalam Pemilu.
- Premis minor : Ayah yakni anggota TNI/Polri.
- Kesimpulan : Ayah harus bersikap netral dalam Pemilu.
- Contoh d :
- Premis mayor : Semua siswa harus bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
- Premis minor : Galih yakni seorang siswa.
- Kesimpulan : Galih harus bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
- Contoh e :
- Premis mayor : Semua ibu niscaya mengasihi anaknya.
- Premis minor : Rani yakni seorang ibu.
- Kesimpulan : Rani niscaya mengasihi anaknya.
- Contoh f :
- Premis mayor : Semua buku karya Dewi Lestari habis terjual.
- Premis minor : Supernova yakni buku karya Dewi Lestari.
- Kesimpulan : Supernova habis terjual.
- Contoh g :
- Premis mayor : Semua rumah di kampung Petobo lenyap ditelan bumi.
- Premis minor : Rumah Bu Haji berada di kampung Petobo.
- Kesimpulan : Rumah Bu Haji lenyap di telan bumi.
- Contoh h :
- Premis mayor : Semua unsur negara dikerahkan untuk melaksanakan agresi tanggap darurat di Sulawesi Tengah.
- Premis minor : Tentara Nasional Indonesia yakni unsur negara.
- Kesimpulan : Tentara Nasional Indonesia dikerahkan untuk melaksanakan agresi tanggap darurat di Sulawesi Tengah.
Demikianlah ulasan singkat ihwal referensi silogisme kasatmata dalam bahasa Indonesia. Artikel lain yang sanggup dibaca dan berkaitan dengan paragraf dan kebijaksanaan sehat di antaranya adalah contoh paragraf silogisme, contoh paragraf silogisme kategorial, contoh paragraf silogisme hipotektik, contoh paragraf silogisme alternatif, contoh paragraf silogisme entimen, referensi entimem, paragraf deduktif, induktif dan campuran, perbedaan paragraf deduktif, induktif dan campuran, contoh paragraf induktif dan deduktif, dan pengertian paragraf silogisme. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Sumber https://dosenbahasa.com