Showing posts with label Kurikulum 2013. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum 2013. Show all posts

Thursday, June 21, 2018

√ Mapel Tik Kembali Hadir Di Kurikulum 2013 Dalam Konsep Baru


Mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sempat dihilangkan dalam Kurikulum 2013 dan diganti namanya menjadi Bimbingan TIK alasannya ialah aneka macam pertimbangan mulai dari pertimbangan akomodasi yang tidak merata diseluruh Indonesia, dan juga dianggapnya mapel TIK tidak perlu diajarkan di Sekolah, mencar ilmu TIK bisa sendiri di rumah, sehingga menimbulkan kegelisahan yang terus menerus dirasakan Guru TIK, mulai dari kegelisahan akan nasib penerima didik yang akan sangat minim dalam mendapat bahan TIK, juga kegelisahan para Guru TIK yang banyak beralih fungsi mulai dari Guru menjadi Tenaga Administrasi alasannya ialah tidak mendapat jam mengajar, ada juga yang mendapat jatah mengajar yang tidak semestinya diajar guru TIK ibarat harus mengajar mata pelajaran Prakarya yang isinya banyak menciptakan kerajinan dan masak-memasak, Penjas Orkes, atau mata pelajaran lain yang bertambah jumlah jamnya dalam kurikulum 2013.

Menurut Kepala Balitbang Kemdikbud Ir. Totok Suprayitno, Ph.D bahwa mata pelajaran TIK akan berganti nama menjadi mata pelajaran “INFORMATIKA”, isi dari Mapel Informatika sebagai wujud mapel TIK masa sekarang ialah Computational Thinking dengan bahan STEM Computer Science / Coding / Computer Programming.

Wow keren ya....?


Meskipun mapel Informatika ini bukan mapel wajib dan hanya menjadi pilihan bagi sekolah-sekolah yang siap dengan computational thinking, mapel Informatika akan jadi lebih keren buat siswa, dan dibutuhkan bisa lebih baik kedepannya dalam mengimbangi laju teknologi yang sangat cepat berkembang ini, "KHUSUSNYA" siswa yang memang sudah mempunyai dasar wacana dunia komputer, atau siswa yang memang di rumahnya sudah mempunyai komputer sendiri.

Bagaimana dengan siswa yang berasal dari sekolah pelosok, siswa dari keluarga yang kurang mampu? jangankan mempunyai komputer sendiri, melihat dan mengenal komputer juga gres dirasakan pada jenjang pendidikan menengah pertama (SMP)?

Untuk menjawab pertanyaan wacana nasib siswa yang sama sekali gres mengenal komputer di jenjang SMP, tentu Sekolah melalui Guru TIK-nya harus bisa menyesuaikan situasi dan kondisi di lingkungan sekolah masing-masing, bila memang penerima didik gres mengenal komputer, ya gampang saja kenalkan dulu saja dari dasar, ibarat bagaimana cara menyalakan dan mematikan komputer  yang benar, bagaimana cara memegang mouse yang benar, kenalkan juga program-program office, gres sesudah itu mulailah mengenalkan dunia pemrograman dari yang sederhana. Tidak perlu repot dan serius-serius menanggapi duduk masalah ini, yang terperinci Guru TIK harus bisa bersyukur alasannya ialah status sebagai Guru TIK akan kembali jelas.
Sumber http://www.mrmung.com

Tuesday, June 19, 2018

√ Ternyata Yang Paling Berjasa Dalam Kembalinya Mapel Tik Yaitu Dia

Mata Pelajaran TIK sudah dikabarkan diberbagai situs isu online akan kembali ke dalam kurikulum 2013 walaupun tidak sebagai mata pelajaran wajib, melainkan mata pelajaran pilihan dengan konsep gres yang lebih keren dan diberi nama INFORMATIKA.

Di Blog ini juga sudah saya posting bahwa berdasarkan Kepala Balitbang Kemdikbud Ir. Totok Suprayitno, Ph.D bahwa mata pelajaran TIK akan berganti nama menjadi mata pelajaran “INFORMATIKA”, isi dari Mapel Informatika sebagai wujud mapel TIK kurun sekarang adalah Computational Thinking dengan bahan STEM Computer Science / Coding / Computer Programming.

Berita lahirnya kembali mapel TIK dengan konsep gres ini sontak menciptakan orang-orang diseluruh penjuru dunia IT khususnya Guru se-Indonesia kegirangan dan bahkan sudah ada isu akan mengadakan tasyakuran bersama sebagai rasa syukur lahirnya kembali mapel TIK kedalam dunia Pendidikan di Indonesia.

Sisi lain dengan beredarnya isu akan lahirnya kembali mapel TIK dalam kurikulum 2013 muncul perdebatan siapa yang berjasa dalam pengembalian mapel TIK kedalam  kurikulum ini...? antar organisasi Gurupun saling mengklaim bahwa dirinyalah yang berjasa dalam pengembalian mapel TIK kedalam kurikulum, padahal.... permendikbudnya saja belum digedok, alias belum ditanda tangani, jangan-jangan malah nanti gara-gara diantara guru podo geger persoalan siapa yang berjasa malah gak jadi dikembalikan mapel TIKnya, nah bila terjadi ibarat ini malah tambah ruwet alias kasusss.....

Terus bekerjsama siapa si yang paling berjasa dalam kembalinya mapel TIK dalam kurikulum 2013 ini? tiada lain tiada bukan ialah Dia sang Maha Pembolak-balikan hati manusia. Allah SWT. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, siapapun yang "ikut" berjuang dalam kembalinya mapel TIK dalam kurikulum 2013 saya secara langsung tetap sampaikan terimakasih sedalam-dalamnya, biar amal perbuatannya diterima oleh Allah SWT. aamiin...
Sumber http://www.mrmung.com

Friday, June 15, 2018

√ Klarifikasi Lima Pengalaman Berguru Pokok, Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi, Dan Mengkomunikasikan

Kurikulum 2013 menyebarkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran eksklusif adalah proses pendidikan di mana penerima didik menyebarkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi eksklusif dengan sumber mencar ilmu yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran eksklusif tersebut penerima didik melaksanakan kegiatan mencar ilmu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis. Proses pembelajaran eksklusif menghasilkan pengetahuan dan keterampilan eksklusif atau yang disebut dengan instructional effect.

Pembelajaran tidak eksklusif adalah proses pendidikan yang terjadi selama proses pembelajaran eksklusif tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Pembelajaran tidak eksklusif berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Berbeda dengan pengetahuan perihal nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran eksklusif oleh mata pelajaran tertentu, pengembangan sikap sebagai proses pengembangan budpekerti dan sikap dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat. Oleh alasannya itu, dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013, semua kegiatan yang terjadi selama mencar ilmu di sekolah dan di luar dalam kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler terjadi proses pembelajaran untuk menyebarkan budpekerti dan sikap yang terkait dengan sikap.

Baik pembelajaran eksklusif maupun pembelajaran tidak eksklusif terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran eksklusif berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-3 dan KI-4. Keduanya, dikembangkan secara bersamaan dalam suatu proses pembelajaran dan menjadi wahana untuk menyebarkan KD pada KI-1 dan KI-2. Pembelajaran tidak eksklusif berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-1 dan KI-2.

Perlu diingat, bahwa KD-KD diorganisasikan ke dalam empat KI. 
  • KI-1 berkaitan dengan sikap diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 
  • KI-2 berkaitan dengan abjad diri dan sikap sosial. 
  • KI-3 berisi KD perihal pengetahuan terhadap bahan ajar, sedangkan 
  • KI-4 berisi KD perihal penyajian pengetahuan. 

KI-1, KI-2, dan KI-4 harus dikembangkan dan ditumbuhkan melalui proses pembelajaran setiap bahan pokok yang tercantum dalam KI-3, untuk semua matapelajaran. KI-1 dan KI-2 tidak diajarkan langsung, tetapi indirect teaching pada setiap kegiatan pembelajaran.

Proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman mencar ilmu pokok yaitu:
a. mengamati;
b. menanya;
c. mengumpulkan informasi;
d. mengasosiasi; dan
e. mengkomunikasikan.

Kelima pembelajaran pokok tersebut sanggup dirinci dalam banyak sekali kegiatan mencar ilmu sebagai berikut:

A. Mengamati

Kegiatan Belajar: 
Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat)

Kompetensi yang dikembangkan:
Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

B. Menanya

Kegiatan Belajar:
Mengajukan pertanyaan perihal isu yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapat isu komplemen perihal apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual hingga ke pertanyaan yang bersifat hipotetik).

Kompetensi yang dikembangkan: 
Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan mencar ilmu sepanjang hayat

C. Mengumpulkan informasi/ eksperimen

Kegiatan Belajar:
  • melakukan eksperimen
  • membaca sumber lain selain buku teks
  • mengamati objek/ kejadian/
  • aktivitas
  • wawancara dengan nara sumber

Kompetensi yang dikembangkan:
Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan isu melalui banyak sekali cara yang dipelajari, menyebarkan kebiasaan mencar ilmu dan mencar ilmu sepanjang hayat.

D. Mengasosiasi

Kegiatan Belajar:
  • Mengolah isu yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.
  • Pengolahan isu yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman hingga kepada pengolahan isu yang bersifat mencari solusi dari banyak sekali sumber yang mempunyai pendapat yang berbeda hingga kepada yang bertentangan


Kompetensi yang dikembangkan:
Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan mekanisme dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

E. Mengkomunikasikan

Kegiatan Belajar: 
Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan menurut hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.

Kompetensi yang dikembangkan: 
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan menyebarkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Demikian Penjelasan Lima Pengalaman Belajar Pokok, Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan, agar bermanfaat.

Sumber:
LAMPIRAN IV
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 81A TAHUN 2013
TENTANG
IMPLEMENTASI KURIKULUM
PEDOMAN UMUM PEMBELAJARAN
Sumber http://www.mrmung.com

Thursday, April 19, 2018

√ Teladan Tes Awal Training Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 Jenjang Sd/Mi

Berikut Contoh Tes Awal Pelatihan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 Jenjang SD/MI, file soal dalam format DOC dapat anda d0wnl0ad di bawah postingan ini,

1. Diantara pernyataan berikut, yang merupakan pola penyempurnaan pola pikir perumusan Kurikulum 2013 yaitu . . . .
A. Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
B. Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan
C. Adanya pemisahan antara matapelajaran pembentuk sikap, pengetahuan dan pengetahuan
D. Stansar Isi dirumuskan menurut tujuan matapelajaran yang dirinci menjadi Kompetensi Dasar

2. Aspek penerima didik yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan Kurikulum  2013 di tingkat satuan pendidikan terkait kecukupan dan kesesuaian materi pelajaran untuk pencapaian KD dan SKL adalah….
A. karakteristik penerima didik, perkembangan dan kebutuhan penerima didik, peningkatan keterampilan sosial   dan  akademik   dalam pencapaian KD dan SKL
B. karakteristik penerima didik, perkembangan dan kebutuhan penerima didik, peningkatan keterampilan pribadi   dan  keterampilan berpikir dalam pencapaian KD dan SKL 
C. karakteristik penerima didik, perkembangan dan kebutuhan penerima didik, serta   keseimbangan sikap, pengetahuan dan keterampilan  dalam pencapaian KD dan SKL
D. karakteristik penerima didik, perkembangan dan kebutuhan penerima didik, mengutamakan peningkatan keterampilan  keterampilan akademik dalam pencapaian KD dan SKL

3. Karakteristik kompetensi lulusan pada jenjang SD,SMP, Sekolah Menengan Atas dan Sekolah Menengah kejuruan pada elemen perubahan  Standar Kompetensi Lulusan Kurikulum 2013 yaitu adanya peningkatan dan keseimbangan ….
A. pada soft skills dan hard skills yang mencakup aspek kompetensi perilaku dan pengetahuan
B. hanya pada aspek soft skills yang mencakup aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan
C. pada soft skills dan hard skills yang mencakup kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan
D. pada soft skills dan hard skills yang mencakup kompetensi perilaku dan  keterampilan

4. Perhatikan penggalan   buku  siswa tema “Selalu Berhemat Energi” berikut ini

Berdasarkan ilustrasi teks pada pecahan buku tersebut, pernyataan berikut mengambarkan bahwa buku sudah memenuhi kriteria buku Kurikulum 2013, kecuali….
A.  isi buku telah menerapkan pendekatan scientific 
B.  isi buku mengajak siswa berpikir tingkat tinggi
C. isi buku menyajikan evaluasi autentik
D. isi buku melatih siswa berguru individual



Sumber http://www.mrmung.com

Wednesday, April 18, 2018

√ Pola Tes Awal Training Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 Jenjang Smp/Mts Matematika

Berikut Contoh Tes Awal Pelatihan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs Matematika:

1. Diantara pernyataan berikut yang merupakan pola penyempurnaan pola pikir dalam perumusan Kurikulum 2013 adalah….
A. Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
B. Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan
C. Adanya pemisahan antara matapelajaran pembentuk sikap, pengetahuan dan pengetahuan
D. Stansar Isi dirumuskan menurut tujuan matapelajaran yang dirinci menjadi Kompetensi Dasar

2. Aspek penerima didik yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan Kurikulum 2013 di tingkat satuan pendidikan terkait kecukupan dan kesesuaian materi pelajaran untuk pencapaian KD dan SKL adalah….
A. karakteristik penerima didik, perkembangan dan kebutuhan penerima didik, peningkatan keterampilan
sosial dan akademik dalam pencapaian KD dan SKL
B. karakteristik penerima didik, perkembangan dan kebutuhan penerima didik, peningkatan keterampilan
pribadi dan keterampilan berpikir dalam pencapaian KD dan SKL
C. karakteristik penerima didik, perkembangan dan kebutuhan penerima didik, serta keseimbangan sikap,
pengetahuan dan keterampilan dalam pencapaian KD dan SKL
D. karakteristik penerima didik, perkembangan dan kebutuhan penerima didik, mengutamakan peningkatan keterampilan keterampilan akademik dalam pencapaian KD dan SKL

3. Karakteristik kompetensi lulusan pada jenjang SD,SMP, Sekolah Menengan Atas dan Sekolah Menengah kejuruan pada elemen perubahan Standar Kompetensi Lulusan Kurikulum 2013 yakni adanya peningkatan dan keseimbangan pada….
A. soft skills dan hard skills yang mencakup aspek kompetensi perilaku dan pengetahuan
B. hanya pada aspek soft skills yang mencakup aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan
C. soft skills dan hard skills yang mencakup kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan
D. soft skills dan hard skills yang mencakup kompetensi perilaku dan keterampilan

4. Penalaran yakni proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh selesai berupa pengetahuan. Cara menalar dengan menarik simpulan dari fenomena atau atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum adalah penalaran…
A. induktif
B. deduktif
C. inquiri
D. analIsis

5. Seorang Guru Matematika mengajukan pertanyaan kepada siswanya sebagai berikut : “ Berapa ukuran taman yang berbentuk persegI panjang sanggup dipagari dengan kawat yang panjangnya 20 meter?. Pertanyaan tersebut….
A. bersifat probing atau divergen.
B. bersifat penguatan
C. menginspirasi jawaban
D. singkat dan jelas

6. Dalam rangka menerapkan pendekatansaintifik atau pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran yang bekerjasama dengan mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar, acara pembelajaran diawali dengan ….
A. guru menjelaskan pengertian variabel, konstanta, dan bentuk aljabar
B. guru pribadi mengenalkan pola dan bukan pola bentuk aljabar
C. guru meminta siswa biar mencermati kejadian sehari-hari yang terkait dengan pengertian variabel aljabar
D. guru meminta siswa biar mengidentifikasi variabel, konstanta, dan koefisiendan dari suatu bentuk aljabar

Lebih lengkap anda sanggup d0wnl0ad file soal tes awal ini dengan format DOC di bawah ini:

Sumber http://www.mrmung.com

√ Pola Tes Awal Training Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 Jenjang Smp/Mts Bahasa Inggris

Berikut Contoh Tes Awal Pelatihan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs Mata Pelajaran Bahasa Inggris:

1. Bacalah Kompetensi Dasar berikut:
“3.6 Memahami fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks label nama (label) dan daftar barang (list), sesuai dengan konteks penggunaannya”.

Salah satu indikator yang baik yang sanggup dikembangkan sesuai dengan Kompetensi Dasar di atas adalah…
A. Merinci fungsi social dari teks label nama
B. Menjelaskan struktur teks label nama (label) dan daftar barang (list)
C. Menulis unsur-unsur kebahasaan dari teks label nama (label) dan daftar barang (list)
D. Menulis teks label nama (label) dan daftar barang (list) dengan struktur teks yang benar

2. Bacalah Kompetensi Dasar berikut:
“4.11 Menyusun teks arahan (instruction), tanda atau rambu (short notice), tanda peringatan (warning/caution), mulut dan tulis, sangat pendek dan sederhana, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks”

Salah satu rumusan tujuan pembelajaran yang baik yang sanggup dikembangkan menurut Kompetensi Dasar di atas adalah…
A. Dengan mengamati gambar siswa bisa menyusun kalimat menjadi teks arahan yang baik di lingkungan sekolah
B. Dengan bekerja kelompok siswa bisa menciptakan tanda atau rambu (short notice) yang baik di lingkungan sekolah
C. Dengan membaca beberapa kalimat peringatan siswa bisa mendesain gejala yang sesuai dengan indah
D. Dengan membaca sebuah kisah siswa bisa menyebutkan teks arahan yang terdapat dalam bacaan

3. Bacalah Kompetensi Dasar berikut:
“3.7 Menerapkan struktur teks dan unsur kebahasaan untuk melakukan fungsi sosial menyatakan dan menanyakan tindakan/kejadian yang sedang dilakukan/berlangsung ketika ini, sesuai dengan konteks penggunaannya”.

Penggunaan sumber/media pembelajaran yang sesuai dengan Kompetensi Dasar di atas adalah:
A. Gambar
B. Alam sekitar
C. Video
D. Semua benar

4. Contoh kegiatan mencar ilmu yang menunjukkan pengalaman anak untuk mencoba di bawah ini adalah…
A. Menyusun teks deskriptif sederhana menurut gambar-gambar
B. Melingkari nama-nama barang yang terdapat dalam gambar sebuah ruang tamu
C. Mengelompokkan ungkapan-ungkapan sejenis dalam sebuah percakapan yang diamati
D. Menuliskan balasan pertanyaan-pertanyaan menurut teks recount yang dibaca

5. Peserta didik merekonstruksi pemikiran dan acara yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajarnya. Hal tersebut merupakan fase terakhir dari kegiatan pembelajaran dengan metode ….
A. Discovery learning
B. Inquiry learning
C. Problem based learning
D. Project based learning

6. Peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola isu untuk memecahkan permasalahan. Hal tersebut merupakan karakteristik pembelajaran dengan metode ….
A. Discovery learning
B. Inquiry learning
C. Problem based learning
D. Project based learning

Untuk lebih lengkapnya anda bisa d0wnl0ad di bawah ini:


Sumber http://www.mrmung.com

Tuesday, April 17, 2018

√ Download Buku Evaluasi Berorientasi Higher Order Thinking Skill (Hots)

Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan aktivitas yang dikembangkan sebagai upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 2018 telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Penyempurnaan kurikulum 2013 antara lain pada standar isi diperkaya dengan kebutuhan penerima didik untuk berpikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional, sedangkan pada standar evaluasi memberi ruang pada pengembangan instrumen evaluasi yang mengukur berpikir tingkat tinggi. Penilaian hasil mencar ilmu diperlukan sanggup membantu penerima didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills /HOTS), sebab berpikir tingkat tinggi sanggup mendorong penerima didik untuk berpikir secara luas dan mendalam wacana bahan pelajaran.

Penilaian berorientasi HOTS bukanlah sebuah bentuk evaluasi yang gres bagi guru dalam melaksanakan penilaian. Tetapi evaluasi berorientasi HOTS ini memaksimalkan keterampilan guru dalam melaksanakan penilaian. Guru dalam evaluasi ini harus menekankan pada evaluasi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang bisa meningkatkan keterampilan penerima didik dalam proses pembelajaran berorientasi HOTS.

Buku Penilaian berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS), aktivitas peningkatan kompetensi pembelajaran berbasis zonasi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal guru dan tenaga kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018 bisa anda d0wnl0ad di bawah ini:

Download Buku HOTS
Sumber http://www.mrmung.com