Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts

Sunday, March 18, 2018

√ Berguru Cepat Bahasa Baru

Banyak dari kita ingin sekali menguasai bahasa asing dengan cepat, namun hanya sebagian orang saja yang mempunyai teknik, cara, seni administrasi dan contoh pikir yang sesuai dengan cara belajarnya masing-masing. Banyak pula lembaga, tempat, wahana, pembinaan guna meningkatkan dan mempercepat mencar ilmu bahasa. Namun tidak semuanya bisa menjadi efektif sesuai dengan kemampuan dan daya setiap orang sampai tidak begitu menimbulkan hasil yang memuaskan.

Berikut beberapa hal yang saya dapatkan dari sebuah sumber guna meningkatkan kecepatan pemahaman dan pengembangan bahasa asing.

Jangan Menjadi Orang Tertinggal

Mulailah dengan mendengarkan kepada pembicara yang mempunyai latar belakang bahasa sama dengan kita. Dengan cara itu kata-kata akan berbeda, tetapi tidak begitu berbeda. Walupun begitu, otak kita akan memproses bunyi-bunyi yang menyerupai lebih gampang membiarkan kita terfokus.

Jangan Tertekan

Ketika kita memulai bekerja pada aksen, jangan khawatir terlalu banyak di bab pendahuluan mengenai perputaran rrrrrrr atau terpaku pengucapan dari Eyjafjallajökull. Jika kita merupakan orang yang lebih bau tanah dari seorang remaja, indera pendengaran kita tidak sanggup menangkap semua terjemahan.

Perlahan

Setelah kita merasa nyaman dengan aksen tersebut dan sanggup mendengar perbedaan antara pengucapan-pengucapan, mulailah menggabungkan bunyi-bunyi yang tepat. Jangan panik mengenai karakter yang asing dan semua kosa katanya.

Lebih Baik Terdengar Lucu daripada Menjadi Bodoh

Banyak orang seringkali menyerupai berdiam di daerah nyamannya mereka, saat hal itu tiba untuk berbicara sebuah bahasa baru. mungkin beberapa dari kita seberapa takutnya ditertawakan, dengan aksen kita yang lucu. Tetapi kalau kita benar-benar mencobanya dengan sungguh-sungguh, hanya orang-orang terbelakang yang tidak bisa menghargai jerih payah usaha. Simpan saja dipikiran bahwa yang mentertawakan kepada kita mungkin saja hanya bisa berbicara dalam satu bahasa kurang dari kita.

Dalami, Pelajari Budaya yang Datang dengan Bahasa

Kata-kata dan ungkapan-ungkapan sering berkaitan kepada kenyataan lokal, kebiasaan dan budaya-budaya. Jika kita mencoba untuk menghubungkan kata-kata dengan maksud tersebut "dalam kehidupan nyata", kita akan tidak hanya menjadi bisa untuk mengingat hal-hal tersebut dengan mudah, kita akan mampu untuk menggunakannya di dalam atau di luar dari konteksnya, dan bahkan lebih baik. Kita akan lebih baik menjadi bisa untuk untuk mengetahui kata-kata lain yang tidak dimengerti, seputar kata-kata yang kau lakukan. Semua bahasa merupakan jendela-jendela yang terbuka kepada bab budaya dan mereka yaitu kesempatan yang luar biasa untuk mencar ilmu cara gres dalam pandangan hidup dan idea-ide baru.

Jangan Makara Orang Tertinggal, Tetapi Perhatikan dan Dengarkanlah!

Mulailah menonton siaran televisi atau film-film dalam bahasa yang ingin kita pelajari, dengan terjemahannya. Dengan cara tersebut kita dengan cara bertahap sanggup menyesuaikan indera pendengaran dan pendengaran kita bagaimana  pembicara orisinil dalam situasi sesungguhnya. Akhirnya kita akan sanggup mulai mengenali contoh kalimat dan kata-kata individu.

Referensi :

  1. Learn a New Language Fast

Catatan :

  • Artikel orisinil dikirim oleh Katharine Gammon pada Wired.
  • Atikel telah dimodifikasi pada tanggal 3 Augustus 2010 oleh cpx. Berdasarkan karya louis, jflamy dan howto_admin.
  • Diterjamahkan oleh Bang Yoes Borneo pada .

Sumber http://menofschool.blogspot.com

Wednesday, March 7, 2018

√ Jenis Kata Dalam Bahasa Indonesia

Kata merupakan suatu unit dari bahasa yang memiliki makna (arti) dan terdiri dari satu atau lebih morfem. Umumnya kata terdiri dari satu akar kata tanpa atau dengan beberapa afiks. Gabungan kata-kata sanggup membentuk frasa, klausa, atau kalimat.
Jenis Kata
Sumber Ilutrasi : aciknadzirah.blogspot.com/search?q=22/creating-words-and-redefining-words-hidden-power-of-words-series-5/
Dalam keseharian berbahasa Indonesia mulut maupun tulisan, kita biasa memakai berbagai jenis / macam kata. Akan tetapi, adakala kita kurang mengerti posisi dari kata tersebut masuk ke dalam jenis apa dan bagaimana seharusnya dipergunakan secara baik dan benar (baku). Untuk menghindari atau mengurangi kesalahan kita berbahasa Indonesia yang benar itulah disini saya akan menyebarkan isu mengenai jenis kata dalam Bahasa Indonesia.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia terkhusus dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia, jenis kata dibagi menjadi 7 jenis, antara lain yaitu :
  1. Nomina (Kata Benda).
    Kata yang memperlihatkan kepada nama orang, tempat, semua benda atau segala yang dibendakan.
  2. Verba (Kata Kerja).
    Kata yang menyatakan suatu tindakan atau pengertian dinamis, contohnya minum, beri.
    1. Verba Transitif.
      Kata kerja yang membutuhkan objek (O). Kata kerja transitif sanggup diubah menjadi bentuk pasif. (membunuh),
    2. Verba Kerja Intransitif.
      Kata kerja yang tidak membutuhkan objek (O). Sehingga kalimat yang mengandung kata kerja intransitif tidak sanggup dipasifkan. (meninggal),
  3. Adjektiva (Kata Sifat).
    Kata yang menjelaskan kata benda
    Contoh :
    Manis, Baik, Buruk, Halus, Bagus
  4. Adverbia (Kata Keterangan).
    Kata yang menawarkan keterangan pada kata yang bukan kata benda.
    Contoh :
    sangat, agak
  5. Pronomina (Kata Ganti).
    Kata pengganti kata benda.
    1. Orang Pertama
      Contoh :
      Aku, Saya, Kita, Kami
    2. Orang Kedua
      Contoh :
      Kamu, Anda, Kalian
    3. Orang Ketiga
      Contoh :
      Dia, Mereka
    4. Kata Ganti Kepunyaan
      Contoh :
      -nya, -mu, -ku
    5. Kata Ganti Penunjuk
      Contoh :
      ini, itu
  6. Numeralia (kata bilangan).
    Kata yang menyatakan jumlah benda atau hal atau memperlihatkan urutannya dalam suatu deretan.
    1. Angka kardinal
      Contoh :
      duabelas
    2. Angka ordinal
      Contoh :
      keduabelas
  7. Kata Tugas
    yakni jenis kata di luar kata-kata di atas yang menurut peranannya sanggup dibagi menjadi lima subkelompok:
    1. Preposisi (kata depan)
      Contoh :
      dari
    2. Konjungsi (kata sambung)
      1. Konjungsi berkoordinasi
        Contoh :
        dan
      2. Konjungsi subordinat
      3. Contoh :
        karena
  8. Artikula (kata sandang)
    Contoh:
    sang, si

  9. Interjeksi (kata seru)
    Contoh:
    wow, wah

  10. Partikel

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kata
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 1997
  • http://kbbi.web.id/

Terima kasih sudah membaca, biar bermanfaat
Sumber http://menofschool.blogspot.com

√ Mengenal Kata Ganti (Pronomina) Dalam Bahasa Indonesia

Kata ganti yang merupakan jenis kata yang dipergunakan sebagai sapaan pengganti kepada orang atau benda. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kata ganti disebut juga dengan istilah Pronomina yang dipergunakan pada bahasa tulis maupun bahasa lisan. Kata ganti ini digunakan untuk mengacu ke kata benda (nomina) lain atau untuk menggantikan kata benda (nomina) lain. Misalnya, nomina guru dapat diacu dengan pronomina dia atau ia.

Kata Ganti
Sumber Ilustrasi : http://www.etcpb.com/love-happy-valentines-day-2015-hd-wallpapers/

Ciri-Ciri Kata Ganti

  1. Pronomina menduduki posisi fungsi subjek dan objek. Bahkan kadang pada kalimat tertentu menduduki fungsi predikat
  2. Acuannya sanggup berpindah-pindah bergantung pada siapa yang menjadi pembicara, siapa yang menjadi pembaca, atau siapa yang dibicarakan.

Jenis Penggolongan Kata Ganti

Berikut yakni salah satu cara penggolongan pronomina.
  1. Kata ganti orang (pronomina persona). Kata ganti orang terbagi menjadi tiga dan ada yang besifat bersifat tunggal (single) maupun jamak (plural). Kata ganti orang ini hanya digunakan untuk mengganti nama orang atau hal-hal lain yang dipersonifikasikan. Perkecualian yakni "ia", yang dalam kalangan terbatas sering digunakan untuk menggantikan nomina tak bernyawa. Pronomina juga sanggup dibedakan dari sapaan, menyerupai Saudara, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya, Yang Mulia, dan sebagainya. Sebagian dari mereka termasuk nomina.
  2. Kata ganti pemilik. Kata ganti pemilik yaitu kata ganti yang digunakan untuk menunjukan kepada kepemilikan. kata ganti ini merupakan kata ganti selain nomina orang. Misalnya -ku, -mu, -nya.
  3. Kata ganti penanya. Kata ganti yang berfungsi menanyakan benda, waktu, tempat, keadaan, atau jumlah,dsb. Misalnya apa, kapan, mengapa, siapa, bagaimana, berapa, di mana, ke mana.
  4. Kata ganti petunjuk. Kata ganti penunjuk merupakan kata ganti yang mengatakan kepada sesuatu hal. Contoh kata gantinya yakni ini dan itu.
  5. Kata ganti penghubung. Misalnya yang.
  6. Kata ganti tak tentu. Misalnya barang siapa.
Pembagian pronomina dalam bahasa Indonesia didasarkan dari hubungannya dengan nomina dan jelas tidaknya referennya.

Dilihat dari kekerabatan dengan nomina :

1. Pronomina intratekstual 

Pronomina intratekstual adalah menggantikan nomina yang terdapat dalam wacana.

Contoh :

  • Bang Tigor sopir keluarga kami. Daerah asalnya Medan 
  • Mang Miing penjaga kebun ayah. Rumahnya tidak jauh dari kebun itu 
  • Dengan gayanya yang lemah lembut, Sutari membujuk anak itu. 
  • Dengan tutur katanya yang sopan, Kak Sita menyambut tamu yang datang.

2. Pronomina ekstratekstual 

Pronomina ekstratekstual adalah menggantikan nomina yang terdapat di luar wacana.

Contoh :

  • Itu yang kubaca. 
  • Kamu yang memetiknya. 
  • Engkau jangan tidur.

Dilihat dari terang tidaknya referennya :

  1. Pronomina Takrif yakni pronomina yang menggantikan nomina yang referennya jelas.
  2. Pronomina Tak Takrif yakni pronomina yang tidak menunjuk pada orang atau benda tertentu.
Yang termasuk pronomina takrif yakni pronomina persona. Pronomina persona yakni pronomina yang digunakan untuk mengacu ke orang.

Pronomina persona terdiri atas:

  • Persona Pertama Yang termasuk dalam persona pertama adalah, saya. aku, dan daku. 
  • Persona Kedua memiliki bentuk tunggal dan jamak. Yang termasuk kedalam persona kedua tunggal yakni engkau, kamu, anda, dikau, kau-, dan -mu. Yang termasuk persona kedua jamak adalah kalian dan persona kedua ditambah sekalian. 
  • Persona Ketiga ada dua macam, yaitu persona ketiga tunggal dan persona ketiga jamak. Yang termasuk persona ketiga tunggal yakni ia, dia, -nya, beliau. Yang termasuk persona ketiga jamak yakni mereka. persona mereka hanya digunakan untuk insan saja. 
Untuk lebih jelasnya kita sanggup melihat tabel Kata ganti berikut ini :

Tabel Kata Ganti
Intratekstual Ekstratekstual
Anaforis Kataforis Takrif Tak Takrif
Ia / Dia
-nya
-nya 1 2 3 Sesuatu, Seseorang,
Barangsiapa, Siapa,
Apa, Apa-apa,
Anu, Masing-Masing,
Sendiri, Swa-
Tunggal Jamak Tunggal Jamak Tunggal Jamak
Saya
Aku
Kami (eksklusif)
Kita (inklusif)
Kamu
Kau / Engkau
Anda
Kamu
Kalian
Kamu / Anda Semua
Kamu / Anda Sekalian
Ia / Dia
Dia
Mereka
Mereka Semua

Penerapan Kata Ganti pada Kalimat

Kata Ganti "Aku" dan "Saya"

Kata Ganti "Aku" dipergunakan pada orang pertama dalam bahasa ekspresi ataupun bahasa tulisan. Begitu juga dengan kata ganti "Saya". Kedua bentuk kata ganti tersebut menerangkan kepada sisi tokoh utama orang yang berbicara (dalam goresan pena atau lisan). Perbedaan penggunaanya yakni kata "Aku" biasa dipergunakan dalam bahasa non formal (kehidupan sosial keseharianan, pertemanan, dan lain-lain) sedangkan kata "Saya" biasa dipergunakan dalam bahasa formal (sambutan, surat lamaran, surat perkantoran, dan  lain-lain).

Contoh :

  1. Aku seorang pelajar. (sebagai subjek kalimat)
  2. Bapak guru meminta ku ke ruangan kantor. (sebagai objek kalimat)
  3. Saya seorang pelajar. (sebagai subjek kalimat)
  4. Ada yang menunggu saya setelah program ini selesai. (sebagai objek kalimat)
  5. Aku akan berangkat ke sekolah sekarang. (sebagai subjek kalimat)
  6. Saya akan berangkat ke sekolah sekarang. (sebagai subjek kalimat)

Kata Ganti "Kamu", "Engkau" dan "Anda"

Kata ganti "Kamu", "Engkau" begitu juga "Anda" merupakan kata ganti untuk orang kedua tunggal yang dipergunakan sebagai pengganti kepada satu tokoh lawan bicara (dalam goresan pena atau lisan).Terkhusus kata "engkau" lebih umumnya dipergunakan dalam bahasa sastra.

Contoh :

  1. Kamu punya buku pelajaran baru. (sebagai subjek kalimat)
  2. Dewi meminjamkan kepada kamu kunci kamarnya. (sebagai objek kalimat)
  3. Engkau yang memberiku wangsit hidup. (sebagai subjek kalimat)
  4. Anda adalah pimpinan yang baik. (sebagai subjek kalimat)
  5. Jabatan kepala sekolah akan diserahkan secara resmi kepada anda besok. (sebagai objek kalimat)

Kata Ganti "Kalian", "kamu sekalian" dan "Anda Sekalian"

Kata ganti "Kalian", "Kamu Sekalian" begitu juga "Anda Sekalian" merupakan kata ganti kepada orang kedua jamak atau banyak yang dipergunakan sebagai pengganti kepada lebih dari satu tokoh lawan bicara (dalam goresan pena atau lisan).

Contoh :

  1. Kalian adalah siswa-siwi yang cerdas.
  2. Kamu Sekalian merupakan bab yang penting dalam kemajuan sekolah.
  3. Anda Sekalian sedang dinantikan di ruangan kepala sekolah.

Kata Ganti "Kami" dan "Kita"

Kata ganti "Kami" dan "Kita" merupakan kata ganti untuk orang pertama jamak yang dipergunakan sebagai pengganti kepada orang yang sedang berbicara (dalam goresan pena atau lisan). Kata "Kami" melibatkan beberapa orang selain tokoh lawan bicara (eksklusif), sedangkan kata "Kita" melibatkan beberapa orang termasuk lawan bicara (insklusif).

Contoh :

  1. Kami akan memajukan pendidikan di sekolah ini dengan kerja keras.
  2. Sebelum kita bertindak, perlu dipikirkan lebih matang untung ruginya.

Kata Ganti "Dia" dan "Beliau"

Kata ganti "Dia" begitu juga "Beliau" merupakan kata ganti yang dipergunakan untuk orang ketiga tunggal dan dipergunakan sebagai pengganti kepada tokoh di luar pembicaraan (dalam goresan pena atau lisan). Penggunaan kata "Dia" lebih umum digunakan dalam kehidupan non formal, antar sesama usia atau kepada yang lebih muda. Sedangkan kata ganti "Beliau" umumnya dipergunakan untuk menggantikan pihak yang lebih dihormati, renta atau pada kondisi formal atau resmi.

Contoh :

  1. Dia suka mencar ilmu sendirian di kelas.
  2. Beliau yakni sedang mengadakan rapat dengan para guru.

Kata Ganti "Mereka"

Kata ganti "Mereka" merupakan kata ganti untuk orang ketiga jamak dan dipergunakan sebagai pengganti kepada satu tokoh diluar pembicaraan (dalam goresan pena atau lisan).

Contoh :

  1. Mereka akan tiba sore ini di bandara. (sebagai subjek kalimat)
Kata ganti sanggup dipergunakan untuk orang menyerupai teladan diatas atau kepada selain insan yaitu sesuatu yang dibendakan.

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Pronomina 
  • aciknadzirah.blogspot.com/search?q=jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia

Sumber http://menofschool.blogspot.com

Monday, March 5, 2018

√ Mengenal Kata Benda Dalam Bahasa Indonesia

Kata Benda disebut juga dengan istilah Nomina dalam ilmu kebahasaan. Kata Benda merupakan jenis kata yang dipergunakan untuk menujukkan kepada nama orang, nama benda atau sesuatu yang dibendakan baik yang bersifat nyata ataupun abstrak. Sebagian besar kosa kata dalam bahasa-bahasa didominasi jumlahnya oleh kata benda selain itu kata kerja, kata sifat, kata ganti, kata keterangan, kata sambung dan lain-lain.


Dalam sebuah kalimat, kata benda sanggup menduduki posisi sebagai subjek dan sanggup pula menduduki posisi objek. Jika kata benda berlaku sebagai sesuatu yang diterangkan maka posisinya sebagai objek kalimat. Sebaliknya apabila kata benda menjadi yang menandakan akan sesuatu maka posisinya berada sebagai subjek kalimat.

Jenis dan Penggunaan Kata Benda

Jenis kata ini sanggup dikelompokkan menjadi :
  1. Nomina Abstrak. Yaitu kata benda yang tidak sanggup digambarkan atau dideskripsikan dengan pancaindera. Contohnya, kemerdekaan, kebebasan, kebahagiaan, tindakan, dan lain-lain.
  2. Nomina Konkret.Yaitu kata benda yang benda dan bentuknya dapat digambarkan atau dideskripsikan dengan pancaindera. Contohnya buku, pensil, sekolah dan lain-lain.
  3. Nomina Kolektif. Yaitu kata benda yang mengandung arti kumpulan, koleksi, atau jumlah yang majemuk. Contohnya sekelompok manusia, hadirin, majelis, semua, dan lain-lain
  4. Nomina Khusus. Yaitu kata benda yang mengenai nama tertentu atau yang mewakili suatu entitas tertentu Ciri dari kata benda ini ialah diawali dengan abjad kapital, ibarat nama orang (Budi, Dewi, Rudi, Desi, dll), nama negara (Indonesia, Malaysia, Rusia, Belanda, dll), nama tempat (Borobudur, Lok Baintan, Barabai, Batu Mandi, dll), nama perusahaan (Garuda, Metro TV, Uniliver, Adobe, Google) dan sebagainya. Kata benda khusus disebut juga kata benda Nama Diri (Proper Noun).
  5. Nomina Umum. Yaitu kata benda yang sangat umum, ibarat sepak bola, pelajar, murid, desa, dan lain-lain. Kata benda umum disebut juga dengan kata benda Nama Jenis (common noun) merupakan menjelaskan suatu kelas entitas (misalnya kota atau orang).
    • Nama Orang
    • Nama Tempat
    • Nama Barang
    • Nama Makhluk Hidup (Binatang atau Tumbuhan)
  6. Nomina Penjumlahan. nomina ini terbagi menjadi dua bagian, nomina terhitung (buku, sepeda, kamus, lemari dan lain-lain ) dan nomina tak terhitung (tepung, pasir, gula, garam dan lain-lain)
Dari segi strukturnya dan cara terbentuknya morfologi, kata benda sanggup dibagi menjadi :
  • Nomina Akar. Nomina akar terdiri dari satu morfem akar, yang bersuku satu,dua, atau banyak.
  • Nomina Sederhana
  • Nomina Bukan Turunan
  • Nomina Turunan Berimbuhan. Sedangkan nomina turunan berimbuhan yang terdiri dari morfm akar dan afiks derivatif. Contohnya nomina orang yang melaksanakan pekerjaan atau tindakan dan alat untuk melaksanakan pekerjaan, morfem sanggup dibuat sebgai berikut : pe- + kerja = pekerja (pekerjaan), pem- + pukul = pemukul (melakukan pekerjaan).
  • Nomina Turunan Berulang
  • Nomina Majemuk dan Gabungan. Nomina pada tingkat paling atas ialah nomina beragam bermakna benda dan nomina bermaknakan benda. Contohnya : ibu + kota = ibu kota, dan tukang + jahit = tukang jahit.

Sumber http://menofschool.blogspot.com

√ Indonesia Raya

 atau penaikan bendera kebangsaan Republik Indonesia √ Indonesia Raya

Lirik Lagu Indonesia Raya

Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah saya berdiri,
Kaprikornus pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku,
Hiduplah negeriku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,

Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.

Indonesia Raya, merdeka, merdeka,
Tanahku, negeriku yang kucinta.

Indonesia Raya, merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

Cipta : Wage Rudolf Soepratman

Penggunaan Lagu Indonesia Raya

Indonesia Raya dimainkan dan dinyanyikan pada setiap upacara bendera atau penaikan bendera kebangsaan Republik Indonesia. Di sekolah kita di Indonesia lagu Indonesia Raya dinyanyikan pada setiap upacara rutin senin pagi dari tingkatan sekolah dasar hingga lanjutan. Lagu tersebut dikumandangkan ketika Bendera Indonesia yaitu Bendera Merah Putih dinaikkan. Pada ketika tersebut dikondisikan dengan khidmat dan gerakan yang diatur sedemikian semoga bendera mencapai puncak tiang bendera ketika lagu berakhir.

Upacara bendera dan penyanyian lagu Indonesia Raya juga diadakan setiap tahun pada hari kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal 17 Agustus. Ketika lagu Indonesia raya dikumandangkan dan bendera merah putih dinaikan di tiang bendera, setiap warga negara bangun tegak dan memberi hormat kalau mereka menggunakan baju resmi, pakai satuan atau pakaian kedinasan.

Sejarah Lagu Indonesia Raya

Pada tahun 1928 tepatnya tanggal 28 Oktober 1928, Lagu Indonesia Raya pertama kali diperkenalkan oleh seorang perjaka yang merupakan komponisnya, Wage Rudolf Soepratman. Saat di Kongres Pemoeda II di Batavia (Jakarta sekarang).

Supratman, putra Sersan KNIL Djoermeno Senen Sastrosoehardjo, di ketika itu memang sudah dikenal sebagai komponis, serta wartawan dan penulis muda berbakat. Berkat pergaulannya cukup luas di kalangan kaum muda, hatinya tergerak untuk membuat ode itu, walau lalu oleh beberapa pengamat, dikatakan lagu Indonesia Raya itu terpengaruh La Marseille – ciptaan Rouget de L’isle (1922).
 atau penaikan bendera kebangsaan Republik Indonesia √ Indonesia Raya
Terbitan Asli Lagu Indonesia Raya
Sumber Gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya
Pada tahun yang sama, pertama kali teks lagu Indonesia Raya dipublikasikan dan disebarluaskan oleh koran Sin Po edisi bulan November 1928. Sin Po (Pīnyīn: Xīn bào) yaitu nama sebuah surat kabar Tionghoa berbahasa Melayu yang terbit di Hindia Belanda semenjak tahun 1910 hingga kala sehabis kemerdekaan Indonesia tahun 1965. Pertama kali diterbitkan di Jakarta sebagai mingguan pada Oktober 1910. Sin Po bermetamorfosis surat kabar harian dua tahun kemudian.

Tahun 1930. Saat jaman Belanda tersebut lagu Indonesia Raja dihentikan dinyanyikan umum, lantaran dianggap mengganggu ketertiban dan keamanan. Supratman diinterogasi dan ditanya mengapa menggunakan kata “merdeka, merdeka”. Dia menjawab kata-kata itu diubah perjaka lainnya, alasannya yaitu lirik aslinya “moelia, moelia”. Protes pun berdatangan, hingga volksraad turun tangan. Akhirnya lagu Indonesia Raya minus lirik “merdeka, merdeka” boleh dinyanyiakn, asal dalam ruangan tertutup.

Menjelang ujung umurnya, sehabis membuat lagu Dari Barat Sampai ke Timur, Bendera Kita, Ibu Kita Kartini dan lainnya, Supratman pada 7 Agustus 1938 ditangkap Belanda di Surabaya, gara-gara lagunya Matahari Terbit yang dianggap mengandung “simpati” terhadap Kekaisaran Jepang. Lagu itu pun dihentikan diperdengarkan di muka umum. Tak usang kemudian, W.R. Supratman wafat.

Jepang menduduk Indonesia tahun 1942. Lagu Indonesia Raya segera dihentikan dikumandangkan, walau sebelumnya Jepang sempat mengudarakan lagu ini lewat Radio Jepang – untuk mengambil hati “saudara mudanya”. Tapi sehabis merasa kedudukannya goyah, Jepang membentuk Panitia Lagu Kebangsaan pada tahun 1944.

Naskah orisinil Supratman tahun 1928, lalu diubah beberapa kata-katanya. Namun, perubahan cukup besar terjadi pada refrain lagu 1928 : Indones’, Indones’ Moelia, Moelia Tanahkoe, negrikoe yang Koetjinta Indones’, Indones’ Moelia Moelia, Hidoeplah Indonesia Raja, menjadi: “Indonesia Raya, Merdeka Merdeka, Tanahku, Negriku yang Kucinta, Indonesia Raya, Merdeka Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya” (dalam versi 1944).

Tahun 1948 sehabis Jepang angkat kaki dari Indonesia, namun hingga Agustus 1948 belum ada keseragaman, hingga dibentuklah Panitia Indonesia Raya pada 16 November 1948.

Tahun 1950, Indonesia Raya dimainkan secara musikal oleh orang Belanda (atau Belgia) berjulukan Jos Cleber (pada waktu itu ia berusia 34 tahun). Setelah mendapatkan seruan Kepala Studio RRI Jakarta yaitu Jusuf Ronodipuro semenjak pada tahun 1950, Jos Cleber pun menyusun aransemen baru, yang penyempurnaannya ia lakukan sehabis juga mendapatkan masukan dari Presiden Soekarno.

Baru tahun 1958 yaitu pada 26 Juni 1958, keluar peraturan pemerintah wacana lagu Indonesia Raya dalam enam pecahan khusus yang mengatur tata tertib, hingga keseragaman nada, irama, kata, dan gubahan lagu.
Teks Lagu Indonesia Raya
Sumber Gambar : https://toucheffect.wordpress.com/2014/03/20/biografi-w-r-soepratman

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya
  • https://toucheffect.wordpress.com/2014/03/20/biografi-w-r-soepratman
  • http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/08/sejarah-lagu-indonesia-raya

Sumber http://menofschool.blogspot.com

Sunday, March 4, 2018

√ Satu Nusa Satu Bangsa

 √ Satu Nusa Satu Bangsa
Musik Indonesia

Satu nusa
Satu bangsa
Satu bahasa kita

Tanah air
Pasti jaya
Untuk Selama-lamanya

Indonesia pusaka
Indonesia tercinta
Nusa bangsa
Dan Bahasa
Kita bela bersama

Cipta : Liberty Manik
Sumber http://menofschool.blogspot.com

√ Tanah Air Ku

 √ Tanah Air Ku
Musik Indonesia
Tanah Air Ku Tidak Kulupakan
Kan Terkenang Selama Hidupku
Biarpun Saya Pergi Jauh
Tidakkan Hilang Dari Kalbu
Tanah Ku Yang Kucintai
Engkau Kuhargai

Walaupun Banyak Negeri Kujalani
Yang Mahsyur Permai Di Kata Orang
Tetapi Kampung Dan Rumahku
Disanalah Ku Rasa Senang
Tanah Ku Tak Kulupakan
Engkau Kubanggakan

Tanah Air Ku Tidak Kulupakan
Kan Terkenang Selama Hidupku
Biarpun Saya Pergi Jauh
Tidakkan Hilang Dari Kalbu
Tanah Ku Yang Kucintai
Engkau Kuhargai

Cipta : Ibu Sud
Sumber http://menofschool.blogspot.com