Showing posts with label Anekdot. Show all posts
Showing posts with label Anekdot. Show all posts

Sunday, May 13, 2018

√ 6 Teladan Anekdot Wacana Aturan Di Indonesia

Contoh Anekdot Tentang Hukum di Indonesia – Teks anekdot yakni sebuah kisah singkat yang di dalamnya menggambarkan insiden yang didasarkan pada realita yang ada. Anekdot bersifat menarik, lucu, unik, dan kental dengan muatan sentilan terhadap kritik sosial. Tujuannya adanya teks anekdot ini yakni sebagai media penyampaian aspirasi yang bersifat menghibur Teks anekdot dalam banyak sekali bentuk, contohnya pendidikan, sosial, lingkungan, politik, hukum, dan lain sebagainya. Berikut pola anekdot wacana aturan di Indonesia.


Contoh :


Tidak Seperti Pengacara


Dalam suatu sidang kasusu pembunuhan berencana di sebuah hotel bintang lima. Hakim bertanya kepada dua saksi yang ditunjuk untuk menawarkan keterangan dikala insiden berlangsung.


Saksi 1: “Ketika insiden aku mendengar sebuah pistol yang ditempakkan, kemudian diikuti bunyi jeritan”.


Hakim: “Lalu bagaimana dengan saksi 2?”.


Saksi 2: “Saya pikir…”


Hakim: “Saya meminta keterangan dari anda, bukan menyuruh anda untuk berpikir”.


Saksi 2: “Saya pikir…”


Hakim: ????????


Saksi 2: “Saya terbiasa berpikir dahulu sebelum menjawab pertanyaan, tidak mirip pengacara”


Koruptor Tidak Salah


Ketika sore hari Rini mendekati kakaknya yang sedang membaca koran di teras depan rumah. Rini bertanya kepada kakaknya mengenai info di televisi yang gres saja ia saksikan wacana cowok pencuri sandal menerima sanksi tiga tahun penjara.


Rini : “Kak kenapa aturan di Indonesia itu tidak adil ya? Pencuri sandal hukumannya tiga tahun penjara sedangkan koruptor juga tiga tahun penjara”.


Kakak: “Karena koruptor tidak merugikan”.


Rini : “Lho kok tidak merugikan sih? Kan jelas-jelas mencuri uang negara begitu banyak”.


Kakak: “Mereka mencuri banyak uang untuk bekal mereka menyewa hotel glamor di dalam tahanan. Dengan uang begitu banyak ia sanggup hidup yummy di dalam penjara. Pencuri sandal salah siapa hanya mencuri sandal yang harganya dibawah Rp. 50.000 kan dapatnya hotel tahanan kelas bawah. Makara koruptor tidak salah pilih mengambil uang negara”.


Baju Termahal


Melihat tayangan ajang pencarian putri Indonesia dalam program Miss Indonesia, menampilkan penampilan perempuan anggun dan seci. Yang menjadi salah satu sentra perhatian lainnya yakni pakaian glamor yang dikenakan. Lalu Emi bertanya kepada ibunya perihal pakaian yang dikenakan para putri Indonesia tersebut.


Emi : “Bu itu pakaiannya bagus-bagus ya niscaya pakaiannya mahal ya bu? Emi mau memakainya”.


Ibu: “Pasti mahal dong Mi”.


Emi: “Apakah itu pakaian paling mahal di dunia bu?”


Ibu: “Tidak Emi, meskipun pakaian putri Indonesia tergolong mahal. Tetapi masih banyak pakaian yang lebih mahal”.


Emi: “Pakaian apa itu bu?”.


Ibu: “Pakaiannya para koruptor yang sudah terbukti bersalah. Untuk medapatkan baju bertuliskan “TAHANAN” dengan mengambil uang negara yang begitu banyaknya, jadi itulah gres baju termahal”.




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


Hukum Ibarat Pisau


Dalam mata kuliah sistem aturan Indonesia, dosen menyampaikan aturan di Indonesia itu mirip pisau tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Artinya kasus aturan selalu tajam ke bawah yaitu rakyat dilapisan bawah, sedangkan aturan untuk orang lapisan atas tumpul bahkan tak terlihat. Maka terjadilah suatu perdebatan dalam kelas tersebut


Dosen: “Apakah kalian oke dengan pengibaratan aturan Indonesia yang tumpul ke atas dan tumpul ke bawah?”


Dedy: “Saya sangat oke pak, sebab dalam kenyataannya memang itulah yang terjadi”.


Edgar: “Benar sekali pak, bagi orang yang tak berduit akan mencicipi seberapa tajam pisau itu pak. Sedangkan bagi orang yang berduit sanggup saja menghentikan aturan dengan duit yang dimilikinya”.


Dosen: “Memang benar, namun lebih mending aturan Indonesia mirip pisau”.


Reni: “Maksudnya pak?”


Dosen: “Jika aturan mirip pisau masih mending yang salah dan berduit tetap dihukum, meskipun hukumnya ringan. Daripada aturan mirip Tuhan, niscaya yang di atas selalu benar dan tidak sanggup disalahkan”.


Bisa Ditanami Kembali


Baru saja masalah pemulung mencuri bejana demi sesuap nasi gres saja hingga ke meja hukum. Terdengar kabar bahwa sanksi untuk pengemis tersebut yakni satu tahun penjara. Namun rasanya tidak adil hanya mencuri bejana saja dieksekusi satu tahun penjara.


Pak Somat: “Gimana ini aturan Indonesia, pemulung nyuri bejana sudah tak terpakai saja dieksekusi penjara satu tahun”.


Pak Tomi: “Iya pak, betul. Padahal nyurinya sebab memang kepepet tidak punya duit buat makan. Lalu apa kabar dengan pencurian kayu dari hutan-hutan di Sumatera dan Kalimantan ya?”.


Pak RT: “Sudahlah bapak-bapak. Saya rasa itu sanksi yang tepat”


Pak Tomi: “Kok sanggup begitu pak RT?”


Pak RT: “Jika perusahaan besar mencuri kayu-kayu dari hutan kan tidak dieksekusi sebab nanti sanggup ditanam kembali. Lalu jika pencurian bejana kan ngolah ulangnya susah dan harus menggunakan mesin untuk mendaur ulang ember. Betul kan bapak-bapak?”


Tak Ada yang Dirugikan


Dalam sebuah perbincangan dalam jeruji besi antara napi usang dan napi gres seorang koruptor. Berawal dari penyelundupan uang anggaran pembangunan jembatan penyebrangan di tengah laut, yang uangnya berhasil masuk kantong.


Napi : “Gimana ceritanya sanggup masuk penjara?”


Koruptor : “Saya juga tidak tahu awal ceritanya aku masuk kesini”.


Napi: “Lho kok sanggup begitu? Apa masalah anda”.


Koruptor : “Saya rasa, aku tidak bersalah. Saya menyimpan duit anggaran dana pembangunan jembatan daripada nanti aku serahkan ke rakyat kan gundah membaginya. Mendingan aku simpan untuk aku dan keluarga”.


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Anekdot

http://republik-gondes.blogspot.co.id/2014/12/anekdot-singkat-gak-lucu-hukum-peradilan.html

http://www.eduspensa.com/2016/02/contoh-teks-anekdot-layanan-publik.html


Baca Juga:


Penggunaan Tanda Baca Titik Koma dan Contohnya

Contoh Surat Pembaca Tentang Kebersihan Lingkungan Sekolah

Contoh Surat Pembaca Tentang Kantin dan Perpustakaan Sekolah



Sumber https://ruangseni.com

Saturday, May 12, 2018

√ Pengertian Teks Anekdot, Ciri, Struktur, Kaidah, Contoh

Pengertian Teks Anekdot, Ciri, Struktur, Kaidah, & Contoh – Teks anekdot ialah sebuah kisah singkat yang secara umum berisi kritikan dan dikemas dengan cara unik, lucu, dan menarik. Bentuk kritikan yang terdapat pada teks ini secara umum yakni realita sosial yang seringkali terjadi dalam kehidpuan masyarakat. Akan tetapi terkadang teks anekdot juga berisikan kisah tidak konkret atau tidak benar-benar terjadi. Ciri-ciri yang terdapat pada teks anekdot yakni sebagai berikut :


– Bentuknya menyerupai dengan dongeng

– Isi ceritanya secara umum diperankan oleh insan dan hewan

– Bersifat unik, lucu, dan menarik

– Berisikan unsur kritikan, sindiran, atau bahkan ejekan.


A. Strukur Teks Anekdot


Struktur teks anekdot diantaranya yakni sebagai berikut :


1. Abstraksi


Abstraksi yakni suatu bab dari anekdot menampakkan awal paragraf yang secara umum berisikan pembahasan wacana isi teks


2. Orientasi


Orientasi yakni bab dari anekdot yang menawarkan latar belakang dari sebuah bencana atau bencana yang hendak dituliskan dalam teks.


3. Krisis


Krisis yakni bab anekdot yang menampilkan konflik yang terdapat dalam teks


4. Reaksi


Reaksi yakni bab anekdot yang menampilkan respon dan jawaban dari seorang tokoh terhadap konflik


5. Koda


Koda yakni bab anekdot yang berisikan kesimpulan dari teks


6. Kaidah


Kaidah teks merupakan contoh umum yang menyusun sebuah teks anekdot. Kaidah teks anekdot sanggup diturunkan kembali menjadi beberapa unsur diantaranya ialah :


– Kalimat perintah

– Kalimat seru

– Kata kerja

– Konjungsi (kata hubung)

– Peryataan retoris

– Penggunaan bahasa lampau


Perhatikan contoh teks anekdot berikut :


Contoh Anekdot 1 :


Berani Kotor Itu Baik


Suatu saat seorang anak kecil berpakaian putih bermain lumpur di selokan. Ia mengambil lumpur-lumpur tersebut dan dengan sengaja ia lumuri di pakaiannya yang berwarna putih. Kejadian itu dilihat oleh ibunya yang dengan sigap menarik tangan puteranya seraya berkata “kamu itu sudah mandi nak, jangan main kotor-kotoran begitu, lihat bajumu yang putih itu jadi kotor semua!” Sang anak pun berkata “enggak apa-apa bu, kata tante yang di TV itu, ‘berani kotor itu baik’.’”


Penjelasan :


Struktur teks anekdot iklan detergen


Abstrak : Suatu saat seorang anak kecil berpakaian putih bermain lumpur di selokan


Orientasi : Ia mengambil lumpur-lumpur tersebut dan dengan sengaja ia lumuri di pakaiannya yang berwarna putih.


Krisis : Kejadian itu dilihat oleh ibunya yang dengan sigap menarik tangan puteranya


Reaksi : “kamu itu sudah mandi nak, jangan main kotor-kotoran begitu, lihat bajumu yang putih itu jadi kotor semua!”


Koda : “enggak apa-apa bu, kata tante yang di TV itu, ‘berani kotor itu baik’.’”




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


Contoh 2 :


Sekuat Macan


Suatu saat ada seorang dukun dan asistennya dalam sebuah hutan pada program reality show TV. Mereka menuju ke sebuah daerah yang angker. Sang dukun berperan sebagai pemanggil arwah dan memasukkannya ke dalam badan asistennya untuk berkomunikasi dengan roh tersebut.


Roh dalam badan tangan kanan : “wuaaaaaa (berteriak), siapa yang berani memanggil embah?”


Dukun : “saya mbah, kalau boleh tau. Mbah ini siapa?”


Roh dalam badan tangan kanan : “saya ini macan putih penunggu hutan ini.” mau apa kau? Mengganggun kesenanganku saja.”


Dukun : “Apa mbah ini sangat sakti?”


Roh dalam badan tangan kanan : “tentu saja, saya ini sakti sekali.” Wuuuuaaauumm (mengaum).


Dukun : “kalau boleh tahu, apa yang menyebabkan mbah bisa sesakti kini ini? apa kami para insan juga bisa menyerupai mbah?”


Roh dalam badan tangan kanan : gampang, syaratnya mudah. Makan saja biskuat setiap hari. Semua bisa jadi macan.


Contoh 3 :


Berantas Kemiskinan


Calon Bupati : “saudara-saudaraku sekalian, saya berjani bila saya terpilih nanti, saya akan memberantas kemiskinan di kabupaten ini.”


Rakyat : “Hidup bapak Dusto, hidup bapak Dusto!”


Wartawan : “saya penasaran, bagaimana cara bapak memberantas kemiskinan di kabupaten ini? warga di sini hampir 78 % berada di bawah garis kemiskinan loh pak.”


Calon Bupati : “Caranya simpel saja. mau tahu?”


Rakyat : “Mauuu. Hidup bapak Dusto!”


Calon Bupati : “Cara memberantas kemiskinan sangatlah sederhana dan mudah.” Sayalah satu-satunya calon bupati yang mengetahui diam-diam cara memberantas kemiskinan yang ada di kabupaten ini.”


Wartawan : “singkat saja pak, apa diam-diam cara bapak yang bisa memberantas kemiskinan di kabupaten ini?”


Calon Bupati : “Gampang, basmi saja orang-orang miskin, Selesai dan habis perkara. Maka dengan begitu persentase kemiskinan di kabupaten ini akan menurun seketika.”


Contoh 4 :


Sipir dan Nara Pidana


Suatu saat dalam sebuah penjara, sang sipir berdialog dengan seorang tahanan yang masih muda belia. Terjadilah percakapan berikut :


Sipir : “hei nak, kesalahan apa yang kau perbuat sampai-sampai kau masuk penjara?”


Pemuda : “kesalahan saya sangat berat pak.”


Sipir : “Berapa vonis eksekusi yang kau terima nak?”


Pemuda : “lima tahun penjara pak.”


Sipir : “wah, tidak mengecewakan usang juga itu. Tadi saya bertanya, kesalahan apa yang kau lakukan?”


Pemuda : “saya menabrak seekor kucing sewaktu saya mengendarai kendaraan beroda empat pak.”


Sipir : “kamu hanya menabrak seekor kucing, tapi dipidanakan? Bahkan vonis eksekusi kau hingga lima tahun begitu? Memang kucing mahal jenis apa yang kau tabrak?”


Pemuda : “saya menabrak kucing biasa pak, masalahnya yakni saya juga menabrak kakek renta yang berjualan cilok di bersahabat kucing itu.”


Sumber :

http://www.webmateri.com/2016/08/pengertian-teks-anekdot-ciri-struktur-kaidah-contoh.html


Baca Juga:


6 Contoh Anekdot Tentang Hukum di Indonesia

Penggunaan Tanda Baca Titik Koma dan Contohnya

Contoh Surat Pembaca Tentang Kebersihan Lingkungan Sekolah



Sumber https://ruangseni.com

Friday, May 11, 2018

√ 5 Teladan Teks Anekdot Sindiran Lucu

5 Contoh Teks Anekdot Sindiran Lucu – Teks anekdot merupakan sebuah dongeng singkat yang di dalamnya mengandung unsur kritik sosial berupa perihal apa yang sedang terjadi di lingkungan masyarakat yang berkaitan dengan politik dan informasi sosial lainnya. Anekdot bersifat menarik, unik, lucu, sarkas, dan renyah untuk dinikmati sebagai sarana hiburan, edukasi, dan informasi. Berikut beberapa tumpuan anekdot lucu perihal sindiran terhadap informasi yang berkembang di masyarakat :


Sebuah Nasehat Orang Tua


Malam hari yakni waktu yang sempurna untuk berkumpul dengan keluarga inti, sekedar menonton televisi bersama atau mengobrol santai perihal pengalaman guru yakni guru terbaik. Malam itu ayah menawarkan nasehat kepada Rani dan Toni bahwa di dalam hidup mereka harus banyak berguru banyak hal serta rajin bergaul dengan siapapun baik di sekolah maupun di lingkungan masayarakat.


Toni : “Ayah kenapa kita harus banyak berguru dan memperluas wawasan kita?”

Ayah: “Karena kini berguru tak hanya dari guru di sekolah. Kita sanggup memperluas wawasan dari televisi, buku, internet dan sahabat di sekitar kita. Sekarang bukan zamannya guru menjadi sumber utama, kalian harus banyak memperluas pertemanan juga”.

Rani: “Lalu apa gunanya dari kita memperluas wawasan dan pertemanan itu yah?”

Ayah : “Karena memelalui banyak sekali hal tersebut, kita sanggup menambah pengalaman. Ada pepatah Pengalaman yakni guru yang paling baik, alasannya yakni tidak pernah menawarkan Pekerjaan Rumah (PR).


Wanita Murahan


Perbincangan beberapa gadis muda pada suatu sore yang sedikit mendung, mengenai cewek murahan yang lagi trend. Beberapa hari terakhir, kabar beredar mengenai anak tetangga gres yang berjulukan Bunga. Memang Bunga yakni cewek cantik, tinggi, seci tak heran banyak pemuda yang mengejarnya. Namun gosip yang beredar ia yakni cewek bandel yang mau dengan siapapun, asalkan ada duit.


Eni : “Maukah kalian jadi cewek murahan begitu demi duit?”

Wina: “Ogahh, amit-amit deh”.

Tita: “Tapi jangan salah sangka dulu, cewek murahan itu gak sembarangan lho. Biasanya mereka mempunyai semboyan hidup”.

Etika: “Hah? Emang gitu ya?”.

Emi : “Lalu apa semboyannya si Bunga?”.

Tita: “Biasanya sih semboyannya Mangkal Pangkal Kaya. Semakin sering mangkal semakin kaya”.


Obrolan Dewasa


Percakapan di tengah acara pekerjaan di sebuah perusahaan yang terletak di sentra perkotaan perihal cewek bagus dan seci. Dodi, Edo, Rino, dan Jonisedang sibuk membuka-buka situs remaja dengan tampilan cewek-cewek bagus dan seci. Mereka semua mempunyai cewek idaman yang sama yaitu cantik, putih, dan seci. Sebagian dari mereka sudah mempunyai pacar sesuai dengan idamannya. Sisanya sedang berusaha mendapat pacar serta calon istri menyerupai yang diidam-idamkan. Sedangkan Halim hanya membisu dan terus bekerja di depan laptopnya, sehingga teman-temannya mengusilinya.




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


Rino: “Lim istirahat dulu sini, lihat pemandangan cewek bagus dan seci”.

Halim : “Ogah….. Gue kagak suka”.

Edo : “Ahhh bohong, mana mungkin pemuda kini kagak doyan sama cewek bagus dan seci. Sudah akui saja Lim”.

Joni: “Pasti lu juga inginkan nanti punya pasangan yang bagus dan seci”.

Halim: “Kagak, gue gak suka dengan cewek bagus dan seci. Karena cewek yang bagus serta seci itu tidak baik untuk mata”.

Dodi : “Lho kok bisa?”

Halim : “Tidak baik untuk mata. Mata pencaharian, alasannya yakni biasanya cewek bagus dan seci itu biasanya matre”.

Dodi, Edo, Rino, Joni : (tersenyum kecut)


LGBT


Suatu ketika di sebuah kafe berkumpullah tiga orang rekan bisnis yang sedang berdiskusi perihal informasi yang sedang menghangat dikala ini yakni LGBT. Mereka semua telah menikah dah satu diantaranya berpoligami dengan tiga orang istri.


Jono : “Begini Jon, akhir-akhir ini saya perhatikan kau bertingkah sangat aneh. Kamu tidak menyerupai biasanya Jon.”

Joni : “aneh bagaimana? Aku sama menyerupai dulu. Sahabat kalian.”

Junu: “Begini Jon, selama ini kami semua memerhatikan gerak-gerik kau yang mencurigakan.”

Joni : “mencurigakan bagaimana maksudmu?”

Jono : “kamu sering sekali pulang kantor cepat-cepat dan kau selalau pindah-pindah daerah pulang ya.”

Joni : “aku memang dari dulu begitu kan?”

Junu : “justru itu masalahnya. Jangan-jangan kau ini LGBT ya?”

Joni :“Astaghfirullah, amit-amit. saya ini normal Jun. saya punya istri lebih banyak dari kalian. Itu tandanya saya normal kan?”

Jono : “justru itu, istri kau tiga makanya kau ini LGBT, Laki Ganteng Bini Tiga! Ha..ha..ha.”

Junu : “ha..ha. kena dia.”

Joni : “ampun dah.”


Meninggal Duluan


Suatu ketika di rumah sakit terjadi percakapan ringan antara perokok dan perawat. Obrolan ringan tersebut memuat perihal pasien rumah sakit yang sebagian besar bukan perokok. Mereka berdiskusi perihal siapa yang meninggal duluan? Perokok ataukah bukan perokok.


Perokok : “Kamu tahu tidak mengapa sebagian besar pasien di rumah sakit itu dirawat bukan alasannya yakni asbab mereka merokok?”

Perawat : “Loh, kenapa sanggup begitu? Bukankah perokok itu lebih berpotensi terkena banyak sekali macam penyakit? Hmm, jika saya perhatikan sih pasien di rumah sakit ini sebagian besar bukan perokok.”

Perokok : “nah, itu tandanya jika merokok ataupun tidak ya sama saja. jika sudah takdirnya sakit ya sakit saja.”

Perawat : “(diam dan berpikir sejenak)”

Perokok : “hei. Kamu ini di ajak diskusi kok membisu saja. jawab dong! Kenapa kebanyakan orang yang sakit itu bukan perokok? Justru perokok menyerupai saya ini masih sanggup beraktivitas apa saja.”

Perawat : “Saya tahu kenapa kebanyakan pasien di rumah sakit ini bukan perokok.”

Perokok : “kenapa coba?”

Perokok : “Para perokok tidak perlu di rawat ke rumah sakit, alasannya yakni ketika dalam perjalanan ke rumah sakit, mereka sudah meninggal duluan pak.”


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Anekdot

https://ikhwanorangganteng.wordpress.com/2012/11/12/humor-lucukata-kata-lucu/


Baca Juga:


Pengertian dan Contoh Perubahan Makna Sinestesia

Pengertian Prefiks, Jenis, & Contohnya

Pengertian Teks Anekdot, Ciri, Struktur, Kaidah, & Contoh



Sumber https://ruangseni.com

√ 4 Pola Teks Anekdot Korupsi Lucu

Contoh Teks Anekdot Korupsi Lucu – Teks anekdot yakni dongeng singkat yang di dalamnya memuat kritik sosial berupa sindiran dan sentilan yang dikemas dengan gaya yang jenaka dan menarik. Dalam anekdot juga mengandung pesan moral dan amanat yang tersirat. Anekdot berdasarkan muatannya terdiri atas aneka macam jenisnya diantaranya ialah anekdot wacana layanan publik, politik, hukum, sosial, lingkungan, pendidikan dan lain sebagainya. Berikut ini yakni teladan mengenai teks anekdot korupsi.


Semboyan Kartini dan Perjuangan Korupsi


Tepat pada tanggal 21 April yang ditandai dengan hari kartini, sekumpulan ibu-ibu membicarakan wacana usaha Kartini dan usaha masa kini. Raden Ajeng Kartini yakni salah satu pendekar dalam hal emansipasi wanitia yang mempunyai semboyan dalam bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Ibu Dewi menyampaikan bahwa semboyan Kartini tersebut masih diperjuangkan sampai sekarang. Ibu-ibu lain pada gundah dan berpikir.


Bu Wiwik: “Bu Dewi, kini kan perempuan mempunyai kesetaraan hak. Makara saya rasa semboyan itu cocok ketika Kartini masih hidup saja bu”.


Bu Dewi : “Jangan salah pikir bu, semboyan Kartini masih dipakai sampai zaman modern ketika ini lho”.


Bu Danik: “Lho apa misalnya bu?”.


Bu Dewi: “Begini ibu-ibu. Mari kita bandingkan korupsi pada masa orde baru, dimana korupsi yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau dalam istilah keadaan gelap. Lalu bandingkan dengan cara korupsi zaman sekarang, korupsi dilakukan dimana-mana dan secara terang-terangan dan tak punya malu. Sama persisi menyerupai semboyan ibu kita Kartini Habis Gelap Terbitlah Terang”.


Bu Wiwik: “Oh jadi, jikalau masa kemudian Kartini berjuang untuk wanita. Masa kini usaha untuk terang-terangan korupsi ya bu”.


Cerita Perampok Bertemu Koruptor


Pada suatu malam yang gelap dengan awan mendung disertai petir mengeleggar. Sebuah kendaraan beroda empat glamor melintasi jalanan setapak yang sepi serta jauh dari pemukiman warga. Nampaknya kendaraan beroda empat tersebut menuju proyek pembangunan pabrik di tengah desa. Mobil yang awalnya melaju kencang, tiba-tiba ngerem secara dadakan. Tiga orang perampok yang memakai epilog wajah, menantang orang-orang di dalam kendaraan beroda empat dengan menodongkan pistol.


Perampok 1: “Keluar dan serahkan semua harta benda yang kalian miliki”.


Pejabat: “Berani-beraninya kalian hendak merampok kami”.


Perampok 2: “Jangan banyak bicara. Cepat serahkan semua harta kalian atau nyawa kalian akan menjadi taruhannya”.


Pejabat: “Jangan main-main, saya ini anggota dewan. Itu teman saya dirjen pajak dan kedua orang di jok kendaraan beroda empat belakang yakni ajun menteri”.


Perampok 3: “Jadi rupanya kalian yakni perampok yang sesungguhnya”.


Perampok 2: “Kalau begitu kembalikan uang kami yang telah kalian rampok”


Kemudian ketiga perampok tersebut berhasil menggambil kembali uang-uang mereka dengan membawa pergi kendaraan beroda empat glamor tersebut berserta harta benda yang ada di dalamnya.




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


Mimpi untuk Kesejahteraan


Pagi itu pada halaman utama sebuah surat kabar nasional, terdapat sebuah gosip disertai foto wacana sikap pejabat negara yang tertidur ketika sidang berlangsung. Bukan problem pertama, jauh sebelumnya banyak sekali masalah yang ditayangkan di televisi wacana hal ini. Ayah yang merupakan seorang wiraswasta dengan mempunyai penghasilan secara sanggup berdiri diatas kaki sendiri pun menjadi geram dengan kabar tersebut.


Ayah : “Beginikah tingkah wakil rakyat tertidur pulas ketika sidang berlangsung?”.


Dedo: “Meskipun tidur dalam mimpinya tetap memikirkan kesejahteraan rakyat loh Yah”.


Ayah : “Mana mungkin mereka masih ingat rakyat? Kamu ini ngaco”.


Dedo: “Ishhhh ayah, kok gak percaya. Pejabat itu ada kalanya ketika tidur dan ketika semangat dalam sidang Yah”.


Ayah: “Lho memang begitu? Lalu kapan pejabat sanggup semangat dalam sidang”.


Dedo: “Nanti Yah, sidang di rahasia yang bahasannya menarik”.


Ayah : “Jadi berdasarkan mereka ini bahasan yang kurang menarik?”.


Dedo“ “Tentunya Yah. Nanti ketika bahasannya wacana proyek, honor pejabat, dan jabatan serta semua hal yang mensejahterakan dirinya sendiri niscaya mereka semangat dan tidak akan ngatuk bahkan tertidur ketika sidang berlangsung”.


Koruptor Produk Asli Indonesia


Beberapa perjaka mengadakan diskusi mengenai perkembangan zaman dan imbas yang diciptakan. Mereka oke bahwa perkembangan ilmu dan teknologi melalui globalisasi membawa Indonesia ke persaingan bisnis luar negeri. Orang-orang abnormal bersaing menanamkan sahamnya di Indonesia. Produk-produk untuk kebutuhan sehari-hari telah dikuasai dan dimiliki oleh perusahan orang asing. Mulai dari makanan, pakaian, kendaraan, benda elektronik, rumah sakit, bahkan sampai perbankan.


Qinta : “Jika semua produk yang kita gunakan setiap harinya berasal dari perusahaan milik orang abnormal berarti kita memperkaya orang abnormal dong”.


Roni: “Ya memang begitulah praktik kapitalisme di negara kita. Contohnya apa yang kalian minum merek Aqua milik perusahaan Danone Perancis, sabun LUX serta Pepsodent milik Unilever Inggris, kendaraan beroda empat asalnya dari Jepang, Cina, India, Eropa. Berbelanja pun ke perusahaan milik abnormal menyerupai Carefour mili Perancis, Giant milik Malaysia, Alfamart pun 75% saham milik Carefour. Hingga urusan kuangan, ambil uang di BCA, Danamon, BII, Bank Niaga, juga milik asing”.


Yasmine : “Jika semua milik asing, kemudian apa milik Indonesia?”


Edi: “Satu yang orisinil milik Indonesia. Cuma koruptor negeri ini yang orisinil punya orang Indonesia”.


Sumber :

http://www.yuksinau.com/2016/06/anekdot-lengkap-pengertian-struktur-contoh.html


Baca Juga:


5 Contoh Teks Anekdot Sindiran Lucu

Pengertian dan Contoh Perubahan Makna Sinestesia

Pengertian Prefiks, Jenis, & Contohnya



Sumber https://ruangseni.com

Wednesday, May 9, 2018

√ 4 Pola Teks Anekdot Pendidikan Lucu

4 Contoh Teks Anekdot Pendidikan Lucu – Teks anekdot yaitu sebuah dongeng pendek yang berisikan kritik sosial yang dikemas secara lucu, menarik, dan unik. anekdot dapat bertemakan perihal pendidikan, hukum, politik, dan lain sebagainya. dalam anekdot juga memuat perihal pesan dan amanat serta ungkapan yang secara umum mengandung kebenaran. berikut beberapa pola anekdot perihal pendidikan :


Belajar Kalimat


Pada suatu hari di sebuah SD yang terletak di pesisir pantai selatan. Seorang guru menawarkan bahan perihal jenis dan pola kalimat dengan menawarkan pola mengenai kalimat aktif dan kalimat pasif. Di final bahan yang disampaikan, guru menawarkan kesempatan kepada muridnya yang belum paham materinya untuk bertanya. Salah satu siswa yang populer berilmu mengangkat tangannya.


“Pak, mana yang benar dengan susunan kalimat berikut ini pak? “Anak yatim dimarahi ayahnya atau ayah memarahi anak yatim?”, tanya Andi.


“Kedua kalimat tersebut yaitu benar. Karena dalam kalimat kita dapat menggolongkan apakah itu kelimat aktif yaitu subjek yang melaksanakan pekerjaan ataukah kalimat pasif yaitu saat subjek dikenai pekerjaan. Makara dari pola kalimatmu tadi, tinggal pilih kita akan memakai yang mana, semuanya benar”, terang pak guru.


“Tetapi berdasarkan aku kedua kalimat tersebut salah pak”, lanjut Andi.


“Lalu, apa alasan kau menyalahkan kedua kalimat tersebut”, tanya pak guru.


“Karena berdasarkan saya, yang namanya anak yatim itu sudah tidak mempunyai ayah, pak”, jawab Andi.


Belajar Biologi Tentang Binatang


Pelajaran biologi yaitu pelajaran yang paling disukai oleh kebanyakan siswa-siswi di sekolah ini. Ketika suatu pertemuan pada pelajaran biologi hari itu, bahasannya yaitu mengenai mahluk hidup khususnya binatang. Pelajaran panjang perihal jenis hewan berdasarkan makanan, jenis hewan berdasarkan daerah tinggal dan jenis hewan berdasarkan tulang punggung. Di final pelajaran, guru memberikan sebuah pertanyaan untuk menguji seberapa dalam pemahaman muridnya perihal pelajaran hari ini.


“Anak-anak bapak punya sebuah pertanyaan untuk kalian. Coba sebutkan hewan apa saja yang mempunyai kelamin yang berada di atas punggung”, tanya pak guru.


“Waduh, nanti kalo pipis muncrat kemana-mana dong pak”, sahut Tatang.


“Mana ada hewan yang kelaminnya di atas punggung pak. Sepertinya tidak ada pak”, jawab Ani.


“Ada loh”, lanjut pak guru lagi.


Seisi kelas hening.


“Lalu apa pak hewan tersebut?”, tanya Tatang.


“Jawabannya yaitu kuda lumping yang sedang dimainkan orang”, terang pak guru.


Lalu seisi kelas damai dan siswa mulai memikirkan. Lalu beberapa detik lalu siswa-siswi dan pak guru tertawa bersama.


Menggambar Segitia Sama Kaki


Sebelum pulang pelajaran matematika berakhir, ibu guru tak lupa menawarkan sebuah soal yang harus siswa kerjakan di rumah. Ibu guru memerintah siswa untuk menggambar sebuah segitiga sama kaki.


Keesokan harinya, bu guru menagih Pekerjaan Rumah (PR) menggambar segitiga sama kaki kepada siswa-siswanya. Memeriksa satu persatu buku yang ada dihadapannya. Ibu guru menanyakan kepada salah sorang siswa yang bukunya masih kosong, tidak ada gambar segitiga sama kaki.


“Budi kau tidak mengerjakan PR ya?”, tanya bu guru.


“Iya bu. Saya tidak dapat mengerjakannya”, jawabnya lesu.


“Apa yang menjadi kesulitanmu Budi”, tanya bu guru.


“Saya tidak dapat menggambar segitiga sama kaki bu. Karena aku bisanya menggambar segitiga sama tangan bu, lebih mudah”, terang Budi.




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


Hasil ulangan


Sepulang sekolah Amri ditanya oleh Ibu mengenai hasil Ulangan Akhir Semester hari ini. Kebetulan hari ini mata pelajaran yaitu matematika yang menjadi mata pelajaran angker berdasarkan kebanyakan siswa di SD Maju Jaya.


“Amri bagaimana ulangan hari ini? Apakah semuanya lancar?”, tanya Ibu.


“Semalam Amri mencar ilmu keras untuk ulangan hari ini bu”, jawabnya.


“Lalu kau dapat mengerjakan semua soal yang ada?”, lanjut Ibu.


“Dari sepuluh soal, Amri hanya salah satu, Bu”, jawab Amri.


“Wah andal dong…, Pasti nanti hasil ulanganmu bagus”, sambut Ibu dengan sumringah.


“Tapi yang sembilan soal lainnya, Amri lupa kerjakan, Bu”, lanjut Amri.


Tanda Tangan Orang Tua


Satu ahad sudah siswa-siswi SD Maju Jaya melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Hari ini ibu guru membagikan hasil UAS yang sudah dikerjakan, hasil UAS dibawa pulang untuk dimintakan tanda tangan orang bau tanah siswa. Setelah ditanda tangani orang bau tanah siswa, kertas ulangan dikembalikan kepada ibu guru. Gunanya biar orang bau tanah tahu hasil UAS anaknya.


Keesokan harinya, ibu guru menagih kertas hasil UAS yang harus dimintakan tanda tangan orang bau tanah siswa. Satu persatu siswa-siswi kelas 4 SD Maju Jaya, menyerahkan kertas tersebut di meja bu guru. Setelah semua kertas terkumpul, bu guru mengecek satu persatu tanda tangan orang tua. Lalu bu guru memanggil Gita maju ke depan dan menanyakan perihal tanda tangan orang bau tanah pada kertas hasil UAS-nya.


“Gita…..Apakah kau belum meminta tanda tangan orang tuamu di kertas hasil UAS?”, tanya bu guru.


“Sudah bu, aku minta tanda tangan orang bau tanah lebih dari satu, bu”, jawab Gita.


“Tapi pada kertas hail UAS tanda tangan orang tuamu kok belum ada?”, tanya bu guru.


“Iya bu. Soalnya tanda tangan orang bau tanah aku enggak aku taruh di kertas hasil UAS”, jawabnya polos.


“Lalu tanda tangan orang tuamu dimana?”, tanya bu guru


Sambil membuka lengan bajunya dan memperlihatkan lengan tangannya penuh dengan tanda biru bekas cubitan. Tanda cubitan dari orang bau tanah Gita.


“Ini bu tanda tangan orang bau tanah Gita sesudah melihat hasil UAS. Lalu ayah aku memberi tanda tangan di lengan saya”, lanjutnya.


Sumber :

http://materi4belajar.blogspot.co.id/2016/02/teks-anekdot-pengertian-ciri-dan-struktur.html


Baca Juga:


Contoh Karangan Esai Tentang Kesehatan Masyarakat

Perbedaan Biografi dan Autobiografi Serta Contohnya

4 Contoh Teks Anekdot Korupsi Lucu



Sumber https://ruangseni.com

Monday, April 9, 2018

√ Kisah Lucu Sekolah 1

Ibu Metal : ” Selamat pagi , ada yang sudah pernah melihat sapi,…????”
Murid : ” Saya bu…!!!” (semua murid serentak menjawab)
Ibu Metal : ” ibu ada pertanyaan untuk kalian,..sapikakinya ada berapa coba,…???”
Murid : ” Empat bu,….!!!” (semua anak murid menjawab dengan cepat)
Ibu Metal : ” Sekarang coba kita cari jawabannya bersama sama,….”(sambil menunjuk pada gambar kuda yang ada di dinding)
Ibu Metal : ” Anak anak lihat ke gambar ya,…kaki depan kuda ada berapa .??”
Murid : ” Dua Bu,…”
Ibu Metal : ” Kaki Belakang,..???”
Murid : ” Dua bu,….”
Ibu Metal : ” Kaki kanannya ada berapa,..??”
Murid : ” Dua Bu,…”
Ibu Metal : ” Jumlah Kaki kirinya berapa,..???”
Murid : ” Dua,….”
Ibu Metal : ” Sekarang coba hitung jumlah kakinya ada berapa,…?”
Murid : ” Delapan,..”
Ibu Metal : ” Delapan apa empat,..???”
Murid : “@_@”

Sumber :  http://blogging.co.id/cerita-lucu-humor

Sumber http://menofschool.blogspot.com

Sunday, April 8, 2018

√ Dongeng Lucu Sekolah 2

Guru= “Halo muridku tercinta, besok kita akan berlibur ke pantai yah”
Murid= “horeeee..!!”
Guru= “Setiap siswa harus membayar 1  juta”
Murid= “Huuuuu…!!”
Guru= “itu kalo naik taksi, kalo naik bus bayar 30 ribu”
Murid= “horeeee..!!”
Guru= “tidak boleh ada yang berenang”
Murid= “Huuuuu…!!”
Guru= “maksudnya di dalam mobil”
Murid= “horeeee..!!”
Guru= “minuman yang tersedia ialah wedang jahe”
Murid= “Huuuuu…!!”
Guru= “itu untuk saya, dan soda untuk kalian”
Murid= “horeeee..!!”
Guru= “kepala sekolah akan hadir”
Murid= “Huuuuu…!!”
Guru= “pada final acara”
Murid= “horeeee..!!”
Guru= “kita akan pulang sekitar jam 12″
Murid= “Huuuuu…!!”
Guru= “tengah malam”
Murid= “horeeee..!!”


Sumber : http://blogging.co.id/cerita-lucu-humor

Sumber http://menofschool.blogspot.com