Thursday, February 8, 2018

√ Makalah Osi (Open System Interconnection) Atau Osi 7 Layer

OSI ialah singkatan dari Open System Interconnection atau dalam bahasa Indonesianya berar √ Makalah OSI (Open System Interconnection) Atau OSI 7 Layer


A. Sejarah OSI

            OSI ialah singkatan dari Open System Interconnection atau dalam bahasa Indonesianya berarti model acuan jaringan terbuka. OSI mulai dikembangkan di daratan Eropa Pada tahun 1977 oleh International Organization for Standardization hingga kesudahannya OSI juga dikenal dengan OSI seven layer model. OSI ialah sebuah penemuan didalam bidang jaringan computer atau Computer Networking, dimana sebelum adanya OSI sebuah Networking sangat tergantung kepada pemasok atau penyedia komponen jaringan. Inovasi OSI senantiasa berupaya supaya hambatan yang ada dalam suatu Networking sanggup teratasi, salah satunya dengan cara menciptakan suatu standar umum yang akan dipakai dalam suatu Networking. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya pemasok komponen yang ada yang produk atau protokolnya niscaya dipakai dalam suatu Networking. Perbedaan protocol Vendor yang dipakai dalam suatu jaringan computer yang besar sanggup menjadikan antar perangkat tidak sanggup saling berkomunikasi dengan baik bahkan tidak sanggup beroperasi sama sekali.

            Dalam perkembangannya Model OSI ternyata memiliki tentangan berat dari riset yang dilakukan oleh DARPA (Defense Advance Research Project Agency) yang notabene ialah institusi yang berada di bawah pengawasan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Setelah adanya riset DARPA model OSI sedikit ditinggalkan, namun beruntung pada kesudahannya pemerintah Amerika Serikat menawarkan apresiasi kepada OSI berupa peluang untuk menggunakan model OSI dalam proyek Government Open System Interconection Profile.

            Darisanalah titik balik OSI, sebagai langkah awal osi mengeluarkan beberapa gebrakan yang eksklusif menciptakan protocol menyerupai TCPTCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokolnya (protocol stack) ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun dipakai sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol sanggup berfungsi dan berinteraksi dengan baik.



B. Definisi OSI

            Seperti telah disebutkan diatas, bahwa OSI ialah abreviasi dari Open System Interconnection yang menangani bidang Protocol Networking. Secara singkat sanggup dikatakan bahwa OSI ialah penstandarisasian kompabilitas jaringan yang sanggup menghidarkan crash atau benturan antara aneka macam produk di dalam suatu jaringan yang tentunya sanggup menjadikan sebuah jaringan tidak sanggup beroperasi. Dan lebih lanjut lagi, OSI telah dipakai sebagai dasar dari TCP / IP yang kita pakai ketika ini.



C. 7 Layer OSI

1). Application Layer,adalah layer yang mendefinisikan pelayanan komunikasi jaringan dalam bentuk aplikasi yang berfunsi sebagai pemroses antarmuka antara aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi sanggup mengakses jaringan, dan kemudian menciptakan pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini ialah HTTP, FTP, SMTP, NFS, Telnet, dan SSH.

2). Presentation Layer, ialah layer yang mendefinisikan atau merubah format data menyerupai ASCII, HTML, JPG dan lainnya yang dikirimkan ke jaringan, yang sanggup dimanipulasi sehingga sanggup di mengerti oleh peserta / user.
Contohnya apabila anda mendapatkan E-mail tapi E-mail tersebut tidak sanggup tertampil secara sempurna, hal itu dikarena ada format dalam E-mail yang tidak dikenali. Hal ini merupakan kegagalan dari layer presentasi.
Protokol yang berada dalam level ini ialah perangkat lunak redirektor (redirector software), menyerupai layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).

3). Session Layer, ialah layer yang mendefinisikan bagaimana memulai mengontrol dan menghentikan sebuah conversation/komunikasi antar PC atau dengan kata lain session layer berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi sanggup dibuat, dipelihara, atau dihapus. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Sebagai misalnya apabila kita mengambil uang di mesin ATM dari memasukan pin hingga dengan pengambilan uang yang sebelumnya, terlebih dahulu mesin berkomunikasi dengan server perihal saldo rekening anda dan jumlah yang anda minta. Dalam Session kita sanggup menjumpai SQL, NFS, RPC dan lain-lainnya.

4). Transport Layer, ialah layer yang mendefinisikan managemen dari virtual circuit antar host dalam jaringan yang mengandung rangkain protocol dan permasalahan transprotasi data atau dengan kata lain untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta menawarkan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga sanggup disusun kembali pada sisi tujuan sehabis diterima. Selain itu.
Pada level ini juga menciptakan sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan, selain itu di layer ini juga diatur arus koneksi dan pengendalian error dalam proses pengiriman paket data menyerupai TCP, UDP dan SPX.

5). Network Layer, ialah layer yang mendefinisikan selesai pengiriman paket data dimana computer mengidentifikasi logical address sepert IP Adreses, bagaimana menuruskan / routing (oleh router), dan untuk siapa pengiriman paket data tersebut.Layer ini juga mendefinisikan fragmentasi dari sebuah paket dengan ukuran unit yang lebih kecil.
Contoh Network Layer : Router.

6). Data Link Layer, ialah layer yang menspesifikan pada bagaimana paket manakah data akan didistribusikan / ditransfer melalui media particular. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan menyerupai hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
Contoh Data Link Layer : Ethernet, Hub, dan switch

7). Physical Layer, ialah Layer terendah yang mendefinisikan media fisik dari transmisi paket data dimana protocol dipakai menyerupai Ethernet pinout, Kabel UTP (RJ45, RJ48 dll. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) sanggup berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Contoh Physical Layer : Kabel dan konektor.




D. Implementasi Penggunaan OSI

            Tanpa kita sadari bahwa seringkali kita menggunakan OSI pada ketika kita menggunakan akomodasi Networking setiap harinya. Sebagai contoh, pada ketika kita menggunakan akomodasi E-mail ternyata kikta sedang menggunakan akomodasi yang disediakan oleh OSI. Untuk lebih lanjutnya mengenai pengimplementasian OSI 7 layer secara singkat pada akomodasi E- mail, maka keterangannya sanggup dilihat menyerupai keterangan di bawah ini :

  1. Proses pada Layer 7 : Anda harus menggunakan software atau search engine yang memiliki fungsi SMTP dan POP3 untuk mengirimkan E-mail, misalnya Microsof Outlook dan Yahoo.
  2. Proses pada Layer 6 : Pada ketika anda mengirim E-mail, isi email anda dirubah atau diformat ke dalam format isyarat ASCII ataupun isyarat HTML.
  3. Proses pada Layer 5 : Dibutuhkan juga Operating System aatu system operasi untuk membuka E-mail yang telah diterima.
  4. Proses pada Layer 4 : Operating System akan membuka SMTP dengan sebuah TCP socket yang kemudian akan menciptakan protocol terbuka yang menciptakan PC sanggup mendapatkan data dari server E-mail.
  5. Proses pada Layer 3 : Komputer akan mencari IP addres dari SMTP Server dengan melihat routing table yang diberikan OS Router. Jika tidak ditemukan makan computer akan menawarkan pesan error .
  6. Proses pada Layer 2 : Paket Data yang dikirim melalui IP addres akan dikirimkan oleh Ethernet menuju user.
  7. Proses pada Layer 1 : Paket data diubah menjadi signal elektrik yang bertujuan supaya paket data tersebut sanggup ditransformasikan pada kebel UTP Cat5, sehingga paket data sanggup dikirim.

OSI merupakan suatu pola penemuan dari masa lalu, tetapi jikalau kita melihat perkembangan dunia IT belakangan ini yang semakin pesat dan sangat menjanjikan kemajuan, bukan mustahil jikalau di kemudian hari akan ada penemuan yang lebih efisien daripada OSI.

Sumber http://farihinmuhamad.blogspot.com