Showing posts with label Kata Kata. Show all posts
Showing posts with label Kata Kata. Show all posts

Tuesday, July 23, 2019

√ 30 Pola Kata Hiponim Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Dalam keseharian, tentu kita pernah mendengar kata-kata kuning, coklat, biru, merah atau ungu. Kita tahu bahwa kata-kata tersebut merupakan jenis warna. Dengan kata lain kata kuning, coklat, biru, merah atau ungu yakni anak kata atau kata turunan dari warna. Anak kata atau kata turunan dari sebuah kata ini disebut dengan istilah hiponim. Seperti halnya istilah homonim, homograf, dan homofon yang berasal dari bahasa Yunani. Istilah hiponim juga diambil dari bahasa Yunani, dimana hypo berarti ‘dibawah’ dan onoma berarti ‘nama’. Maka hiponim sanggup diartikan sebagai kata turunan atau anak kata dari kata utama atau induk kata.


Berikut ini beberapa pola kata hiponim dalam jenis-jenis kalimat yang sanggup kita pelajari :



  1. “Tugas kalian yaitu mengklasifikasikan harimau, komodo, angsa, sapi dan nyamuk ibarat contoh!”, begitu pak guru memerintahkan. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari binatang)

  2. Sinta menyukai wangi-wangian bunga ibarat melati, mawar, kenanga dan sedap malam. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari bunga)

  3. Marni telah mempraktekan banyak sekali jenis bolu mulai dari bolu caramel, bolu lapis malang, bolu pelangi dan bolu kukus. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari bolu)

  4. “Siapa yang sanggup menjelaskan pengertian dari otot lurik, otot polos dan otot jantung?”, tanya pak guru. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari otot)

  5. Toko kami menyediakan pula jenis pupuk fosforus, pupuk nitrogen dan pupuk kalium. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari pupuk)

  6. Di Lembaga kursus itu, kau sanggup menentukan kursus bahasa inggris, bahasa mandarin, bahasa arab dan bahasa jerman. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari bahasa)

  7. Selama ini Yasmin pernah memelihara kucing persia, russian blue, anggora dan savannah di rumahnya. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari kucing)

  8. Pada kejuaraan itu Arman akan bertanding dengan lawannya yang berasal dari Singapura, Malaysia, Cina dan Korea. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari negara)

  9. Lima gunung tertinggi di Indonesia yaitu puncak jaya, puncak mandala, puncak trikora, ngga pilimsit dan kerinci. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari gunung)

  10. Orang yang bahagia makan durian tentu tidak aneh dengan nama monthong, petruk, bokor, bawor atau candimulyo. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari durian)

  11. Bahwa kita masih mempunyai mata, telinga, hidung, lidah dan kulit yang sehat yakni hal yang perlu kita syukuri. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari panca indra)

  12. Jupiter, mars, venus yakni planet selain bumi yang ada di galaksi bimasakti. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari planet)

  13. Semenjak daerah jembatan ciminyak sering dikunjungi para pemburu ikan bakar, harga ikan mas, nila dan patin terus meroket seiring undangan pasar. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari ikan)

  14. Jenis-jenis kata keterangan yang perlu kita ketahui diantaranya kata keterangan modalitas, cara, jumlah, derajat, aposisi dan penyerta. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari kata keterangan).

  15. Frasa nomina, adjektiva, numerelia dan preposisi merupakan jenis-jenis frasa menurut kategori kata yang menjadi unsur pusatnya. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari frasa).

  16. Dari sekian banyak sepatu olahraga yang ku punya, sepatu yang paling sering saya gunakan yaitu nike, fila, adidas dan eagle. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari sepatu olahraga).

  17. Kakak menyemprot cairan pembasmi serangga di rumah sehingga banyak serangga yang mati ibarat kecoa, nyamuk, lalat dan semut. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari serangga).

  18. Dewasa ini kerikil jenis marmer, andesit, sabak, palimanan dan candi telah banyak dimanfaatkan untuk bangunan rumah. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari batu).

  19. Ada tiga macam varietas utama tanaman padi yaitu varietas padi hibrida, unggul dan lokal. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari padi).

  20. Air hujan, sumur, laut, sungai, telaga, salju dan embun sanggup kita gunakan untuk bersuci. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari air).

  21. Bu Ratna sering merasa pegal-pegal sesudah mengkonsumsi kangkung, kol, buncis dan kacang panjang. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari sayuran).

  22. Kemarin Ibu membelikan Ana kain katun, jersey, spandex dan satin untuk keperluan kursus menjahit ku. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari kain).

  23. Pak Arman berkata, “Jambu biji, petai, terong dan cabai yakni pola tanaman dikotil. dan kiprah kalian yakni menambahkan contohnya!”. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari tanaman dikotil).

  24. Meja dan dingklik sekolah ini terbuat dari kayu mahoni, sonokeling atau sengon. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari kayu).

  25. Petugas parkir sempat kebingungan menata mobil, motor dan sepeda alasannya yakni jumlahnya yang terlalu banyak. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari kendaraan).

  26. Ada beberapa jenis bunyi wanita, misalnya mezzo-soprano, soprano dan contralto. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari suara).

  27. Kita beresiko terkena panu, kurap, kudis dan bisul kalau tidak menjaga kebersihan badan. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari penyakit kulit).

  28. Heru sedang menyiapkan makanan ayam, bebek, angsa dan kalkum. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari unggas).

  29. Nadia menggoreng singkong dan ubi, sementara Ayu mengupas kentang untuk adonan sayur sop. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari umbi-umbian)

  30. Dalam ilmu pengetahuan alam yang ku sanggup disekolah, awan ibarat itu dinamakan awan cumulus dan saya akan mengambil gambar awan stratus dan sirrus kalau telah muncul. (kata yang bergaris miring merupakan hiponim dari awan).


Selain hiponim beberapa artikel serupa lainnya yakni contoh kalimat hiponim dan hipernim, contoh kalimat antonim, sinonim dan hiponim, contoh kalimat hipernim dan homonim, contoh kalimat homonim, homofon dan homograf, contoh kalimat polisemi.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, June 22, 2019

√ Jenis-Jenis Adverbia Menurut Bentuknya Dalam Bahasa Indonesia

Salah satu diantara jenis-jenis kata yang ada ialah kata keterangan atau adverbia. Menurut Wijono (2007:136), kata keterangan atau adverbia merupakan suatu kata yang memberi keterangan pada jenis-jenis kata kerja, jenis-jenis kata sifat, dan jenis-jenis kata benda yang digunakan sebagai predikat dalam suatu pola kalimat dasar beserta contohnya. Dalam jenis-jenis kalimat, kata ini biasanya digunakan sebagai keterangan yang merupakan unsur-unsur kalimat dalam bahasa Indonesia, di mana dikala kata ini digunakan sebagai unsur keterangan dalam kalimat, kata ini akan didampingi oleh kata sifat, jenis-jenis kata bilangan, dan jenis-jenis kata depan.


Adverbia terbagi dalam beberapa jenis menurut kriteria tertentu, baik itu menurut bentuknya, sintaksisnya, ataupun semantiknya. Khusus untuk artikel kali ini, kita akan mengetahui apa saja yang termasuk jenis-jenis adverbia menurut bentuknya. Adapun jenis-jenis tersebut ialah sebagai berikut:


1. Adverbia Bentuk Tunggal


Adverbia ini merupakan adverbia yang masih berbentuk suatu kata tunggal tanpa adanya komplemen imbuhan atau kata lain di dalamnya. Seperti fungsi adverbia pada umumnya, adverbia ini berfungsi sebagai kata keterangan yang memberi keterangan pada kata kerja, kata sifat, ataupun kata benda. Adapun contoh-contoh dari adverbia ini ialah sebagai berikut!



  • Pak Tua dikenal sebagai orang yang sangat bijaksana di kampungnya.

    • Kata sangat pada kalimat di atas merupakan adverbia bentuk tunggal yang didampingi oleh kata bijaksana yang merupakan kata sifat pada kalimat di atas.



  • Pagi ini, Ibu hanya membeli sayur-sayuran saja.

    • Kata hanya pada kalimat di atas merupakan adverbia bentuk tunggal yang didampingi oleh kata kerja membeli pada kalimat di atas.



  • Setiap pagi, Adi selalu berangkat ke sekolah dengan mengendarai angkutan kota.

    • Kata selalu pada kalimat di atas merupakan adverbia bentuk tunggal yang didampingin oleh kata kerja berangkat yang ada pada kalimat di atas.




2. Adverbia Bentuk Jamak


Adverbia ini merupakan adverbia yang tunggal yang telah mengalami sejumlah perubahan di dalamnya. Adapun perubahan tersebut antara lain dengan melaksanakan perulangan kata dwipurwa, penggabungan antar adverbia tunggal, ataupun penambahan kata negatif seperti belum, bukan, ataupun tidak. Secara fungsi, adverbia ini sama dengan adverbia tunggal atau adverbia-adverbia lainnya, yaitu sebagai pemberi keterangan pada kata kerja, kata sifa, atau kata benda, dan juga sebagai unsur keterangan pada suatu kalimat.



  • Para warga mengaku bahwa mereka tidak tidak kenal dengan orang renta itu.

    • Kata tidak kenal pada kalimat di atas ialah adverbia bentuk jamak yang didepannya telah dibubuhi kata negatif tidak.



  • Ibu mengaduk kuah ketupat tersebut dengan pelan-pelan.

    • Kata pelan-pelan pada kalimat di atas merupakan adverbia bentuk jamak yang terbentuk oleh proses pengulangan kata dwipurwa.



  • Di tiga tahun terakhir, tim sepakbola tersebut nyaris saja meraih gelar juara.

    • Nyaris saja pada kalimat di atas ialah adverbia bentuk jamak yang terbentuk dari proses penggabungan dua adverbia tunggal, di mana dua adverbia tunggal tersebut adalah nyaris dan saja.




Dari klarifikasi di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis adverbia menurut bentuknya terdiri atas dua jenis, yaitu adverbia bentuk tunggal dan adverbia bentuk jamak. Adverbia bentuk tunggal ialah adverbia yang masih berupa kata tunggal, sedangkan adverbia bentuk jamak merupakan adverbia tunggal yang telah mengalami sejumlah perubahan di dalamnya, menyerupai pengulangan kata dwipurwa, penggabungan dua adverbia tunggal, dan pembubuhan kata negatif tidak, bukan, ataupun belum.


Demikianlah pembahasan artikel kali ini. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 4 Jenis-Jenis Adverbia Menurut Sikap Sintaksisnya Dalam Bahasa Indonesia

Adverbia atau kata keterangan merupakan suatu kata yang berfungsi sebagai pemberi keterangan pada beberapa jenis-jenis kata dan juga berfungsi sebagai keterangan pada jenis-jenis kalimat tertentu. Kata ini sendiri terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kriteria tertentu, entah itu berdasarkan bentuknya, sintaksisnya, ataupun semantiknya. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui apa saja jenis-jenis kata keterangan atau adverbia yang digolongkan berdasarkan sikap sintaksisnya, di mana berdasarkan laman id.wiktionary.org, jenis-jenis adverbia berdasarkan sikap sintaksisnya tersebut terbagi atas empat jenis, yaitu:


1. Adverbia yang Mendahului Kata yang Hendak Diterangkan Olehnya


Adverbia ini merupakan adverbia yang posisinya ada sebelum kata yang hendak diterangkan oleh adverbia tersebut.  Misalnya:



  • Kamar mandi itu sangat jorok.

    • Kata sangat pada kalimat di atas merupakan adverbia yang mendahului kata jorok yang hendak diterangkan oleh kata tersebut.



  • Dia sangat ahli di bidang teknologi komunikasi.

    • Kata sangat pada kalimat di atas merupakan adverbia yang mendahului kata ahli yang hendak diterangkan oleh kata tersebut.



  • Orang itu begitu mudah ditipu oleh teman-temannya.

    • Kata begitu pada kalimat di atas merupakan adverbia yang mendahului kata mudah yang hendak diterangkan oleh kata tersebut.




2. Adverbia yang Mengikuti Kata yang Hendak Diterangkan Olehnya


Kebalikan dari adverbia sebelumnya, adverbia ini merupakan adverbia yang letaknya ada setelah kata yang hendak diterangkan oleh kata ini. Contohnya:



  • Wah, merdu sekali suaranya!

    • Kata sekali pada kalimat di atas merupakan adverbia yang mengikuti kata merdu yang hendak diterangkan oleh kata tersebut.



  • Aku hanya membeli minuman saja di warung itu.

    • Kata saja pada kalimat di atas merupakan adverbia yang mengikuti kata minuman yang hendak diterangkan oleh kata tersebut.



  • Rumah itu pun hangus seketika.

    • Kata seketika pada kalimat di atas merupakan adverbia yang mengkuti kata hangus yang hendak diterangkan oleh kata tersebut.




3. Adverbia yang Mendahului atau Mengikuti Kata yang Hendak Diterangkannya


Adverbia ini merupakan adverbia yang dapat ditempatkan sebelum atau setelah kata yang hendak diterangkan oleh kata ini. Contohnya:



  • Aku selalu mencintainya.

    • Pada kalimat di atas, adverbia selalu berada sebelum kata mencintainya yang hendak diterangkan oleh kata tersebut. Kata tersebut dapat juga ditempatkan setelah kata mencintainya, sehingga kalimat di atas akan menjadi: saya mencintainya selalu.



  • Aku mengaguminya diam-diam.

    • Adverbia diam-diam pada kalimat di atas diletakkan setelah kata mengagguminya yang hendak diterangkan oleh kata tersebut. Kata tersebut dapat ditempatkan sebelum kata mengaguminya, sehingga kalimat di atas akan menjadi: aku diam-diam mengaguminya.




4. Adverbia yang Mendahului dan Mengikuti Kata yang Hendak DIterangkannya


Adverbia ini merupakan adverbia yang ada sebelum dan setelah kata yang hendak diterangkannya, sehingga kata yang hendak diterangkan tersebut berada di antara adverbia ini. Misalnya:



  • Dia hanya termangu saja di taman itu.

    • Hanya dan saja adalah adverbia yang pertanda kata termangu yang berada di antara dua adverbia tersebut.



  • Aku yakin jika dia bukan warga sekitar yang tinggal di sekitar kampung ini.

    • Bukan dan sekitar adalah adverbia yang pertanda sekaligus mengapit kata yang hendak diterangkannya, yaitu warga.




Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis adverbia berdasarkan sikap sintaksisnya dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa jenis kata lainnya, maka pembaca dapat membuka artikel jenis-jenis kata kerja, jenis-jenis kata sifat, jenis-jenis kata depan, dan jenis-jenis kata tanya. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, June 21, 2019

√ 8 Jenis-Jenis Adverbia Menurut Sikap Semantik Dalam Bahasa Indonesia

Adverbia atau keterangan merupakan suatu kata yang mengambarkan beberapa jenis-jenis kata lain, menyerupai jenis-jenis kata kerja, jenis-jenis kata sifat, dan jenis-jenis kata benda yang dijadikan paragraf pada suatu pola kalimat dasar beserta contohnya. Pada kalimat, kata ini juga biasa difungsikan sebagai salah sau unsur-unsur kalimat dalam bahasa Indonesia, ialah keterangan.


Averbia sanggup dibagi menjadi beberapa jenis menurut kriteria tertentu, termasuk menurut sikap semantiknya. Menurut Alwi, Hasan dkk dalam Nusarini (2017:39-40), jenis-jenis kata keterangan atau adverbia menurut sikap semantik terbagi atas delapan jenis, yaitu:


1. Adverbia Kualitatif


Merupakan adverbia atau kata keterangan yang mengambarkan makna kulaitas suatu benda ataupun objek. Misalnya:



  • Andi merupakan anak paling rajin di sekolah ini.

  • Entah mengapa, maskaan Nisa kali ini kurang terasa lezat dibanding masakan-masakan sebelumnya.

  • Acara pentas seni angkatan tahun ini lebih ramai dibandingkan dengan tahun kemarin.


2. Adverbia Kuantitatif


Merupakan adverbia yang mengambarkan makna jumlah atau kuantitas suatu benda. Misalnya:



  • Acara seminar itu hanya diikuti sedikit peserta saja.

  • Tukang obat itu dikerumuni banyak orang.

  • Jarak yang ditempuh oleh musafir itu kira-kira ada sekitar 35 km.


3. Adverbia Limitatif


Merupakan adverbia yang mengambarkan adanya makna baaas pada suatu kata, misalnya:



  • Setiap harinya, kami hanya bekerja sampai jam lima sore.

  • Pagi ini, aku hanya memesan air minuman saja di kafe itu.

  • Acara seminar itu hanya diperuntukkan bagi 100 pendaftar pertama saja.


4. Adverbia Frekuentif


Merupakan adverbia yang mengambarkan tingkat keseringan suatu perbuatan. Contohnya:



  • Setiap ke taman kota, aku sering melihat anak kecil itu duduk sendiri di kursi taman.

  • Semenjak hari itu, saya sudah jarang melihat beliau di kursi taman.

  • Meskipun sudah lulu kuliah, kadang-kadang aku masih sempat mengunjungi kampus tempatku berkuliah.


5. Adverbia Kewaktuan


Merupakan adverbia yang mengambarkan keterangan waktu pada suatu insiden tertentu. Contohnya:



  • Pak Amir baru saja pulang dari Maluku.

  • Besok pagi, kami harus segera bergegas menuju Pangkal Pinang.


6. Adverbia Kecaraan


Merupakan adverbia yang mengambarkan adanya keterangan cara dalam melaksanakan suatu hal. Contohnya:



  • Dia kabur dari rumah secara diam-diam.

  • Dia terburu-buru datang ke sekolah.


7. Adverbia Kontrastrif


Merupakan adverbia yang mengambarkan adanya kontradiksi makna antara satu hal dengan hal yang lain. Misalnya:



  • Jangankan kami, bahkan keluarganya sekalipun tidak ada yang tahu jika Elvira terkena penyakit kanker darah.

  • Bermain dengan 10 pemain tidak menciptakan tim sepakbola itu gentar, justru mereka malah semakin bergairah menyerang lawan walau hanya dengan 10 pemain saja.


8. Adverbia Keniscayaan


Merupakan adverbia yang mengambarkan adanya kepastian akan terjadinya suatu insiden atau peristiwa. Misalnya:



  • Aku pasti akan tiba ke program pentas seni itu.

  • Mengendarai sepeda motor tanpa helm tentu akan sangat membahayakan.


Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa jenis-jenis adverbia menurut perlikau semantik dalam bahasa Indonesia terdiri atas delapan jenis, ialah adverbia kualitas, kuantitas, limitatif, frekuentif, kewaktuan, kecaraan, kontrastif, dan keniscayaan. Ke semua adjektiva itu memiliki perliaku semantiknya masing-masing yang khas. Ada yang mengambarkan kualitas suatu hal, kuantitas suatu hal, tingkat keseringan dan batas-batas dalam melaksanakan suatu hal, hingga keniscayaan akan berlangsungnya suatu hal.


Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis adjektiva menurut sikap semantik dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai adjektiva khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, June 18, 2019

√ 32 Teladan Adverbia Kualitatif Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Adverbia kualitatif merupakan salah satu diantara jenis-jenis adverbia menurut sikap semantik. Adverbia kualitatif merupakan suatu adverbia yang menandakan makna kualitas suatu benda ataupun objek. Untuk mengetahui menyerupai apa adverbia ini, di artikel ini akan ditampilkan beberapa tumpuan adverbia ini dalam bentuk kalimat. Adapun contoh-contoh tersebut yaitu sebagai berikut!



  1. Hanif merupakan siswa paling rajin di sekolah ini.

  2. Dia menciptakan desain itu dengan sangat detail.

  3. Penyelenggaraan ekspo kesenian tahun ini lebih meriah dibanding dengan tahun kemarin.

  4. Masakan ini terasa kurang nikmat jikalau tidak ditambahkan dengan saos sambal.

  5. Pak Broto merupakan karyawan paling rajin di perusahaan ini.

  6. Dimas berangkat ke sekolah dengan sangat terburu-buru.

  7. Harga pakaian di toko itu lebih murah dibanding di toko-toko lainnya.

  8. Dia mengerjakan kiprah itu dengan sangat serius.

  9. Taman tersebut kurang dirawat dengan baik, sehingga taman itu pun menjadi begitu kumuh.

  10. Jurusan ekonomi merupakan jurusan yang paling diminati di perguruan tinggi tinggi swasta ini.

  11. Hasil kerja Pak Budi sangatlah memuaskan.

  12. Rumah Andi sangatlah jauh dari daerah beliau bersekolah ketika ini.

  13. Taman itu menjadi sangat bersih sejak kembali diurus dengan baik.

  14. Rumah gres Pak Umar jauh lebih besar dibanding rumah yang sebelumnya.

  15. Pelayan di toko itu kurang ramah terhadap pelanggannya, sehingga toko tersebut pun kehilangan banyak pelanggan.

  16. Porsi masakan di restoran itu lebih besar dibanding dengan restoran lainnya.

  17. Penampilan musisi itu sangat memukau para penonton di konesrnya kali ini.

  18. Pertandingan sepakbola tersebut mesti dihentikan lebih awal alasannya yaitu hujan deras yang tak kunjung reda juga.

  19. Sayur asem merupakan menu yang paling banyak dipesan pelanggan di rumah makan tersebut.

  20. Pak direktur sangat terkesan dengan kinerja para karyawannya selama ini.

  21. Tubuh Ami sangat kelelahan, sehingga beliau pun pingsan ketika melaksanakan pekerjaannya.

  22. Dewasa ini, museum menjadi daerah yang amat kurang diminati sebagai daerah wisata bagi para anak muda.

  23. Kurangnya sarana dan prasarana di sekolah tersebut, menciptakan proses berguru mengajar di sekolah itu pun menjadi kurang maksimal.

  24. Sarapan sebelum melaksanakan acara merupakan kebiasaan yang sangat perlu dilakukan.

  25. Andri merupakan murid yang paling berprestasi di sekolah ini.

  26. Taman kota merupakan daerah yang paling sering di kunjungi oleh orang-orang yang menetap di kota ini.

  27. Para siswa sangat antusisas untuk mengikuti karya wisata tahun ini.

  28. Polisi sangat yakin bahwa laki-laki itu merupakan pengedar narkoba yang telah dicari-cari polisi selama ini.

  29. Kue lapis merupakan camilan elok yang paling sering dibeli di toko camilan elok ini.

  30. Imbauan untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang diindahkan oleh masyarakat.

  31. Selain museum, perpustakaan umum merupakan daerah lainnya yang kurang dikunjungi oleh masyarakat kita.

  32. Ibu guru sangat bersyukur mengetahui bahwa semua muridnya lulus Ujian Nasional


Demikianlah beberapa tumpuan adverbia kualitatif dalam kalimat bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa tumpuan dari jenis-jenis kata lainnya, maka pembaca bisa membuka artikel contoh kata benda aktual dalam bahasa Indonesia, contoh kata benda abnormal dalam bahasa Indonesia, contoh kata kerja transitif, contoh kata kerja intransitif, contoh kata kerja reflektif, dan contoh kata kerja resiprokal. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, May 25, 2019

√ 10 Pola Penggunaan Kata Serapan Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Dalam jenis-jenis kata yang kita gunakan sehari-hari, tidak semuanya murni merupakan bahasa Indonesia. Beberapa diantaranya merupakan jenis-jenis kata serapan, baik yang diserap dari bahasa tempat maupun bahasa asing. Dan lalu digunakan atau digunakan dalam bahasa verbal ataupun goresan pena dalam bahasa Indonesia yang telah diakui dan dibakukan. Kata serapan yaitu kata yang merupakan hasil integrasi dari bahasa lain (biasanya bahasa asing) ke dalam bahasa Indonesia. Berikut pola penggunaan kata serapan dalam kalimat bahasa Indonesia :


1. Adopsi


Yaitu memakai kata dari bahasa absurd secara utuh tanpa mengubah sedikitpun ejaan kata tersebut. Contoh :



  • Anak-anak muda dikala ini lebih menyukai hotdog daripada singkong goreng.

  • Plaza Senayan dan Plaza Indonesia merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.

  • Banyak ibu-ibu yang menentukan berbelanja kebutuhan dapur di supermarket daripada di pasar tradisional.


2. Pungutan/Terjemahan


Yaitu memakai kata absurd dengan menggantikannya dengan padanannya atau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Seperti : sparepart yang berasal dari kata spare part, tumpang tindih yang berasal dari kata overlap. Contoh :



  • Beberapa jenis kendaraan bermotor kini suku cadangnya susah di dapatkan.

  • Sekolah kami mengadakan uji coba untuk melihat kesiapan murid-murid dalam menghadapi ujian negara.

  • kata yang digunakan dalam kalimat itu tumpang tindih, sehingga menciptakan maknanya menjadi rancu.


3. Adaptasi


Yaitu penggunaan bahasa absurd yang diubahsuaikan dengan hukum bahasa Indonesia ejaan atau cara penulisannya. Seperti : organization menjadi organisasi, maximal menjadi maksimal, central menjadi sentral. Contoh :



  • Beberapa bulan terakhir ini harga emas berfluktuatif mengikuti undangan pasar.

  • Di desa kami, beberapa organisasi kepemudaan terbengkalai sebab kurangnya tenaga pengurus.

  • Walaupun sudah bekerja keras, namun hasil yang dicapai belum maksimal.

  • Listrik dan AC di perusahaan ini dinyalakan dan dimatikan secara sentral.


Semoga beberapa pola penggunaan kata serapan dalam kalimat bahasa Indonesia tersebut di atas bermanfaat. Artikel lainnya yang sanggup menjadi rekomendasi pembaca, makna imbuhan serapan man, wan, wati, jenis-jenis imbuhan serapan, imbuhan serapan dan misalnya dalam kalimat, berikan pola kalimat yang memakai kata serapan, makna imbuhan serapan isme, isasi, logi, or. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, May 17, 2019

√ 23 Referensi Kata Depan “Dalam” Pada Kalimat Bahasa Indonesia

Kata depan merupakan salah satu diantara jenis-jenis kata yang ada, selain jenis-jenis kata kerja, jenis-jenis kata benda, jenis-jenis kata sifat, jenis-jenis kata serapan, dan jenis-jenis kata tanya, Menurut laman id.wikibooks.org, kata depan atau preposisi diartikan sebagai kata yang biasanya digunakan di depan sebuah kata, terutama kata benda, kata keterangan, dan juga kata sifat. Kata ini sendiri memiliki beberapa jenis, di mana salah satu diantara jenis-jenis kata depan tersebut ialah kata “dalam”. 


Masih berdasarkan laman id.wikibooks.org, kata depan dalam mempunyai sejumlah fungsi di dalamnya, yaitu:



  • Untuk menyatakan keberadaan suatu tempat. Dalam penulisannya, kata depan dalam bisa ditambah kata di di depannya.

  • Untuk menyatakan bahwa seseorang atau kelompok tertentu sedang berada dalam situasi tertentu.

  • Untuk menyatakan jangka waktu suatu peristiwa.


Untuk mengetahui menyerupai apa bentuk kata depan ini, berikut ditampilkan beberapa pola kata depan dalam pada kalimat bahasa Indonesia yang ditampilkan di bawah ini!



  1. Buku itu mesti disimpan dalam rak buku yang telah disediakan.

  2. Sebelum meninggalkan kelas untuk mengikuti rapat antar guru, pak guru berpesan kepada kami untuk tidak ribut selama berada di dalam ruangan kelas.

  3. Dalam pidatonya tersebut, pak kepala sekolah mengajak kami selaku siswa untuk tetap menjunjung nilai kejujuran selama menjalani pekan Ujian Nasional.

  4. Sebagai seorang perantau, kita mesti cendekia menyesuaikan diri dan menjaga perilaku selama dalam masa perantauan.

  5. Selama dalam masa pelatihan, kami menerima banyak ilmu dan pelatihan-pelatihan khusus yang menciptakan pengetahuan dan kemampuan kami meningkat.

  6. Dalam peristiwa kebakaran tersebut, tercatat ada 16 rumah warga yang hangus terbakar oleh si ahli merah.

  7. Dalam perjalananku menuju pantai itu, saya sempat melihat banyak pepohonan hijau terbentang di sepanjang pinggiran jalan raya.

  8. Dia berjanji akan menuntaskan proyek itu dalam jangka waktu yang cepat.

  9. Dimas berhasil menuntaskan skripsinya dalam waktu kurang dari 4 bulan saja.

  10. Paman mengangsur motor tersebut dalam jangka waktu 2 tahun.

  11. Dalam kata sambutannya tersebut, Asep Suhandi selaku Rektor Universitas Harapan Bangsa berharap semoga para wisudawan bisa menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

  12. Para mahasiswa sedang berdiskusi di dalam ruang kelas yang kosong.

  13. Selama dalam proses penyembuhan, ayah dihentikan oleh dokter untuk menyantap masakan yang pedas dan mengandung santan kelapa,

  14. Perusahaan tekstil terbesar di kota kami tersebut sekarang tengah dalam masa-masa penuh kesulitan.

  15. Anni masih terbilang labil sebab beliau masih dalam masa pencarian jati dirinya.

  16. Aku sempat bertemu dan berbincang dengannya di dalam acara seminar tersebut.

  17. Polisi karenanya berhasil menangkap pelaku sesudah sebelumnya melaksanakan proses pencarian pelaku yang dilakukan dalam jangka waktu 2 minggu.

  18. Soal-soal ujian itu harus diselesaikan dalam jangka aktu 90 menit.

  19. Fadhilah berhasil menuntaskan soal-soal tersebut dalam waktu 50 menit saja.

  20. Dalam pertandingan tersebut, tim tuan rumah berhasil meraih kemenangan telak 51 atas tim tamu.

  21. Anita dinobatkan sebagai juara pertama dalam lomba pidato antar Sekolah Menengan Atas se-provinsi tersebut.

  22. Pada pertandingan tersebut, tim tamu berhasil mencetak 3 gol ke gawang tuang rumah dalam kurun waktu 15 menit saja.

  23. Pembangunan rumah itu telah berhasil diselesaikan dalam jangka waktu 3 bulan.


Demikianlah beberapa pola kata depan dalam pada kalimat bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata depan dalam maupun mengenai bahasa Indonesia. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Thursday, May 16, 2019

√ 29 Pola Kata Depan “Antara” Pada Kalimat Bahasa Indonesia

Beberapa teladan dari beberapa jenis-jenis kata sudah pernah ditampilkan di beberapa artikel sebelumnya. Adapun beberapa artikel tersebut antara lain teladan kata benda faktual dalam bahasa Indonesia, contoh kata benda ajaib dalam bahasa Indonesia, contoh kata kerja benefaktif, contoh kata kerja reflektif, dan contoh kata kerja transitif. Artikel kali ini pun juga akan menampilkan beberapa teladan dari sebuah jenis kata, di mana jenis kata tersebut ialah kata depan “antara”. Menurut laman id.wikibooks.org, kata depan antara merupakan salah satu diantara jenis-jenis kata depan yang berfungsi untuk menyatakan jarak antara dua hal, untuk menyatakan adanya kehadiran dua pihak, serta untuk menyatakan tempat, saat, dan keadaan suatu hal.


Untuk lebih memahami sepeti bentuk kata ini, berikut ditampilkan beberapa teladan kata depan antara pada kalimat bahasa Indonesia yang ditamilkan di bawah ini!



  1. Jarak antara rumahku dan rumah Andini kurang lebih sebesar 500 meter.

  2. Bunga itu bertumbuh di antara semak belukar taman itu.

  3. Perbedaan usia antara aku dan Febby terbilang cukup dekat.

  4. Jarak antara daerah perantauan dan kampung halamanku terbilang sangat jauh.

  5. Pertandingan antara kesebelasan tuan rumah dengan kesebelasan tamu berlangsung dengan sangat ketat.

  6. Lomba debat antara siswa Sekolah Menengan Atas Krida dengan SMAN 11 sedang berlangsung hari ini.

  7. Aku mendengar suara-suara yang ganjil di antara sadar dan tidurku.

  8. Kerjasama antara tim sepakbola itu dengan sebuah produk olahraga ternama resmi berakhir.

  9. Peristiwa langgar lari itu terjadi di sebuah jalan yang ada di antara jl Cempaka dengan Jl. Mengkudu.

  10. Perbedaan antara keduanya bagaikan langit dan juga bumi.

  11. Ekspedisi itu rencananya akan dilakukan antara tanggal 3 atau 4 April mendatang.

  12. Antara aku dengan dirinya tidak ada kecocokan sama sekali.

  13. Kami tiba di pantai ini antara pukul 1 atau 2 siang.

  14. Tidak adanya kesepakatan antara dua pihak menciptakan planning kerjasama antara dua pihak pun urung terlaksana.

  15. Kereta itu dijadwalkan akan datang antara puku 11 atau 12 siang.

  16. Antara sadar dan tidak, saya mendengar bunyi kucing yang ada di luar rumah.

  17. Pertandingan antara dua tim papan atas tersebut mesti ditunda alasannya ialah kericuhan yang dibentuk oleh sejumlah oknum suporter.

  18. Pembangunan gedung itu direncanakan akan selesai antara bulan Mei atau bulan Juni.

  19. Dia masih belum bisa menentukan satu di antara dua pilihan tersebut.

  20. Nita masih belum bisa memilih antara melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi atau memulai karirnya di dunia bisnis.

  21. Jarak antara rumah dan sekolahnya terbilang cukup jauh.

  22. Antara 1 hingga 10, akan saya beri 9 untuk hasil karya seni tersebut.

  23. Kakek penjual tahu gejrot itu biasanya sering berjualan di antara jalan Kenanga dan jalan Cempaka.

  24. Jarak antara Karawang dengan Bekasi ialah sekitar 51 km.

  25. Acara wisuda tersebut rencananya akan diadakan antara tanggal 17 Mei dan 18 Mei.

  26. Rumah Gerald berada di antara ruko Sindobakti dan rumah makan Suhartini.

  27. Antara pukul 8 dan 9 malam, saya melihat sebuah bintang jatuh melintas di gelapnya langit malam.

  28. Kania masih bingung antara menerima ajuan kerja tersebut atau malah menolaknya sama sekali.

  29. Orang itu berjalan menyerupai orang yang berada di antara sadar dan tidak sadar.


Demikianlah beberapa teladan kata depan antara pada kalimat bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata depan maupun bahasa Indonesia. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Sunday, May 12, 2019

√ 27 Teladan Kata Depan “Dengan” Pada Kalimat Bahasa Indonesia

Kata depan atau preposisi merupakan suatu jenis-jenis kata yang biasanya ditempatkan di depan jenis kata lainnya, terutama jenis-jenis kata benda, jenis-jenis kata sifat, dan jenis-jenis kata keterangan. Kata depan sendiri memiliki sejumlah jenis, di mana salah satu jenis-jenis kata depan tersebut ialah kata dengan. Menurut laman id.wikibooks.org, kata depan dengan dikatakan memiliki sejumlah fungsi, yaitu:



  • Untuk menyatakan keterangan alat pada kata benda yang menyatakan nama alat.

  • Untuk menyatakan keterangan beserta pada kata benda yang menyatakan orang.

  • Untuk menyatakan keterangan cara atau sifat perbuatan pada kata sifat atau kata keterangan.


Untuk lebih memahami jenis kata depan ini, beikut ditampilkan beberapa referensi kata depan dengan pada kalimat bahasa Indonesia yang ditampilkan di bawah ini!



  1. Ayah memotong rumput halaman depan dengan mengunakan gunting rumput.

  2. Tara berangkat ke kampus dengan mengendarai sepeda motor pribadinya.

  3. Dia mengerjakan kiprah itu dengan sangat sungguh-sungguh.

  4. Kemarin, saya melihat Laras berjalan dengan seorang laki-laki di taman.

  5. Pak Broto akan menjual rumah miliknya beserta dengan seluruh barang yang ada di dalamnya.

  6. Mulailah hari ini dengan mengucapkan doa dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Penyayang.

  7. Dia menciptakan desain permintaan itu dengan menggunakan aplikasi desain khusus yang ada di komputer miliknya.

  8. Prosesi kesepakatan nikah Randi dan Ranti berlangsung dengan khidmat dan lancar.

  9. Aku melihat Putra tengah berjalan ke toko buku dengan Rangga.

  10. Dia mengatakan piagam penghargaan itu kepadaku dengan penuh rasa sukacita.

  11. Rumah itu dibangun dengan konsep arsitektur yang minimalis dan sederhana.

  12. Aku melihat perempuan itu berjalan dengan diikuti oleh seorang laki-laki tua.

  13. Saat di jalan, saya melihat adikku tengah berjalan-jalan dengan teman-eman sekolahnya.

  14. Marilah kita mulai program ini dengan membaca Basmallah bersama-sama.

  15. Pertandingan sepakbola antara dua tim papan atas tersebut berlangsung dengan sangat sengit.

  16. Tanpa diduga, sakit kaki yang kualami selama beberapa hari ini telah sembuh dengan sendirinya.

  17. Pemimpin agresi demo itu meneriakkan aspirasi para pendemo dengan menggunakan alat pengeras suara.

  18. Tara berangkat ke sekolah dengan terburu-buru.

  19. Pekerjaan itu bisa diselesaikan dengan baik dan cepat bila kamu mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.

  20. Anni pulang ke rumah dengan wajahnya yang terlihat begitu letih.

  21. Ayah sedang berbicara dengan teman kerjanya melalui susukan telepon genggam.

  22. Masakan itu akan terasa lebih nikmat bila disajikan dengan sepiring nasi putih hangat.

  23. Aku sempat perempuan itu bertengkar dengan seorang laki-laki yang saya tak tahu siapa namanya.

  24. Para pemain tim tuan rumah sempat bersitegang dengan wasit terkait keputusan wasit yang terkesan terlalu menguntungkan tim tamu.

  25. Korban tubruk lari itu dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan kendaraan beroda empat ambulans yang sebelumnya telah dihubungi oleh salah satu warga yang melihat terjadinya gesekan tersebut.

  26. Pak Broto merayakan hari pernikahannya dengan istrinya di rumah saja.

  27. Malam ini, hujan turun dengan rintiknya yang semakin usang semakin deras saja.


Demikianlah beberapa referensi kata depan dengan pada kalimat bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa referensi dari jenis kata depan lainnya, maka pembaca bisa membuka artikel contoh kata depan dalam, dan contoh kata depan antara. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata depan khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, May 11, 2019

√ 3 Fungsi Kata Depan “Dalam” Pada Bahasa Indonesia

Salah satu diantara jenis-jenis kata depan yang ada yaitu kata depan dalam. Kata depan ini sudah kita ketahui beberapa misalnya dalah artikel contoh kata depan dalamKali ini, kita akan mengetahui apa saja fungsi dari salah satu kata depan atau preposisi ini. Adapun beberapa fungsi kata ini–yang dinukil dari laman id.wikibooks.org–adalah sebagai berikut!


1. Untuk Menyatakan Keterangan Tempat


Fungsi pertama yang tekandung pada kata depan dalam adalah sebagai kata yang mengungkapkan keterangan tempat. Fungsi ini bisa terjadi kalau kata depan diletakkan di depan jenis-jenis kata benda. Adapun kata benda yang digunakan pada fungsi ini yaitu contoh kata benda kasatmata dalam bahasa Indonesia yang merupakan kata benda yang sanggup terlihat oleh panca indera mata. Fungsi ini menciptakan kata dalam bisa divariasikan dalam penulisannya, di mana kata dalam pada fungsi ini bisa dibubuhi oleh kata di. 


Misalnya:



  • Pricil sedang membaca buku di dalam kamarnya.

  • Buku itu disimpannya dalam lemari.

  • Mohon jangan ribut selama di dalam kelas.


2. Untuk Menyatakan Berada dalam Suatu Situasi atau Peristiwa


Fungsi selanjutnya yang terkandung pada kata dalam adalah untuk menyatakan keterangan berada dalam suatu situasi atau insiden tertentu. Fungsi ini juga terbentuk kalau kata ini ditempatkan di depan kata benda. Sekilas, terbentuknya fungsi ini sama dengan fungsi yang pertama. Namun, perbedaannya terletak pada bentuk kata dalam itu sendiri, di mana pada fungsi kedua ini kata dalam tidak sanggup diubah menjadi di dalam. Selain itu, kata benda yang digunakan pada fungsi ini yaitu contoh kata benda abstrak dalam bahasa Indonesia yang merupakan suatu kata benda yang sulit dilihat oleh panca indera mata.


Adapun pola dari fungsi ini yaitu sebagai berikut!



  • Selama dalam perjalanan menuju pantai itu, saya melihat banyaknya pepohonan yang berjajar di sepanjang jalan menuju pantao yang saya tuju itu.

  • Saat ini, para pecandu yang ditangkap polisi itu tengah dalam masa rehabilitasi di sebuah rumah sakit khusus bagi para pecandu narkoba.

  • Sekitar 10 rumah telah terbakar dalam peristiwa kebakaran tersebut.


3. Untuk Menyatakan Keterangan Jangka Waktu


Fungsi terakhir yang terkandung pada kata depan dalam adalah untuk menyatakan keterangan jangka waktu. Fungsi ini bisa terbentuk dikala kata dalam ditaruh di depan jenis-jenis kata bilangan yang memiliki makna keterangan waktu. Adapun kata bilangan yang digunakan pada fungsi dalam ini yaitu kata bilangan tentu (takrif) dan kata bilangan tak tentu.


Misalnya:



  • Rencananya, pembangunan stadion itu akan dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama.

  • Dalam waktu 2 minggu, KPK berhasil menangkap sejumlah pejabat yang terbukti melaksanakan tindak pidana korupsi yang merugikan negara.

  • Setiap mahasiswa penerima sidang skripsi mesti mempresentasikan skripsinya dalam waktu 10 menit.


Dari klarifikasi di atas, bisa kita simpulkan bahwa kata depan dalam mempunyai 3 fungsi utama, yaitu sebagai pemberik keterangan tempat, sebagai pemberi keterangan berada dalam suatu insiden atau situasi, dan sebagai pemberi keterangan jangka waktu.


Demikianlah pembahasan mengenai fungsi kata depan dalam pada bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa pola dari jenis kata depan, pembaca bisa membuka artikel contoh kata depan antara dan contoh kata depan denganSemoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata depan khususnya, maupun mengenai bahasa Indonesia pada umumnya.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 3 Fungsi Kata Depan “Antara” Dalam Bahasa Indonesia

Kata depan antara merupakan salah satu diantara jenis-jenis kata depan atau preposisi yang ada. Kata depan ini sudah kita ketahui bersama beberapa misalnya dalam artikel contoh kata depan antaraSetelah kita ketahui contohnya, maka kali ini kita akan mengetahui beberapa fungsi dari kata depan antara ini. Adapun klarifikasi mengenai fungsi kata depan ini–yang dikutip dari laman id.wikibooks.org–adalah sebagai berikut ini!


1. Untuk Menyatakan keterangan Jarak


Fungsi pertama yang terkandung pada kata depan antara adalah untuk menyatakan keterangan jarak. Fungsi ini bisa terbentuk dikala kata ini ditempatkan di depan jenis-jenis kata benda. Adapun kata benda yang digunakan pada fungsi ini ialah dua rujukan kata benda aktual dalam bahasa Indonesia yang menyatakan nama tempat atau kawasan yang diantara keduanya diselipkan konjungsi dan.


Misalnya:



  • Perbedaan keduanya bagaikan perbedaan antara langit dan bumi.

  • Jarak antara rumahku dan tempat kuliahku ialah sekitar 500 meter.

  • Bencana banjir tengah menerpa suatu daerah antara Dago dan Tamansari.

  • Kemacetan oarah terjadi di jalan antara jalan Mampang dan jalan Buncit.

  • Jarak antara toko buku dan rumah makan itu terbilang sangat dekat.


2. Untuk Menyatakan Kehadiran atau Adanya Dua Pihak dalam Satu Waktu


Fungsi selanjutnya yang terkandung pada kata depan antara adalah untuk emnyatakan kehadiran atau adanya dua pihak dalam satu waktu. Fungsi ini bisa terjadi apabila kata depan antara ditempatkan di depan dua kata benda aktual yang menyatakan nama orang atau suatu hal yang diorangkan yang dihubungkan oleh jenis-jenis konjungsi atau macam-macam kata penghubung dan.


Supaya lebih jelas, perhatikanlah beberapa rujukan yang ada di bawah ini!



  • Perseteruan antara pihak penggugat dan pihak tergugat masih terus berlanjut sampai kini.

  • Kesepakatan antara PT. Angin Ribut dan PT. Singa Perbangsa telah menemukan titik temu.

  • Kesalahpahaman antara warga Desa Sukamulya dan Warga Kebun Dukuh balasannya telah terselesaikan juga.

  • Pertandingan antara kesebelasan tuan rumah dan kesebelasan tim tamu harus ditunda alasannya ialah hujan deras telah menggenangi lapangan tempat mereka bertanding.

  • Persahabatan antara Andini dan Marlina telah terjalin semenjak mereka masih mengenyam dingklik TK.


3. Untuk Menyatakan Keterangan Suatu Tempat, Saat, Keadaan atau Hal


Fungsi terakhir yang terkandung dalam kata depan antara adalah sebgai kata depan yang menyatakan keterangan suatu tempat, saat, keadaan atau hal. Fungsi ini terbentuk dikala kata depan ditaruh di depan dua kata benda yang menyatakan tempat atau jenis-jenis kata bilangan yang menyatakan keterangan waktu. Adapun dua kata benda atau kata bilangan tersebut ialah dua kata benda atau bilangan yang dihubungkan oleh kata penghubung dan.


Misalnya:



  • Kecelakaan kemudian lintas itu terjadi di jalan raya antara Karawang dan Bekasi.

  • Ekspedisi gunung itu dilakukan antara pukul 3 pagi dan 4 pagi.

  • Antara percaya dan tidak, saya mendengar bunyi absurd di dalam hutan itu.

  • Acara seminar itu kira-kira akan dimulai antara pukul 7 dan 8 pagi.

  • Antara sadar dan tidak, saya mendengar pintu kamarku diketuk beberapa kali entah oleh siapa.


Demikianlah klarifikasi mengenai fungsi kata depan antara dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa rujukan dari jenis kata depan, maka pembaca bisa membuka artikel contoh kata depan dalamdan contoh kata depan denganSemoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, May 10, 2019

√ 3 Fungsi Kata Depan “Dengan” Dalam Bahasa Indonesia

Penjelasan mengenai fungsi dari beberapa jenis-jenis kata depan sudah dibahas melalui beberapa artikel. Adapun artikel-artikel tersebut antara lain fungsi kata depan “dalam” dan fungsi kata depan antara. Artikel ini pun juga akan membahas fungsi dari salah satu kata depan lainnya, yaitu kata depan dengan. Kata depan ini sendiri sebelumnya sudah ditampilan beberapa misalnya dalam artikel contoh kata depan “dengan”. Adapun pembahasan khusus mengenai fungsi kata depan dengan–yang dilansir dari laman id.wikibooks.org–adalah sebagai berikut ini!


1. Untuk Menyatakan Keterangan Alat


Fungsi pertama yang terkandung pada kata depan antara adalah sebagai kata yang menyatakan adanya keterangan alat pada suatu kata lainnya. Fungsi ini sanggup terbentuk kalau kata depan dengan diletakkan di depan jenis-jenis kata benda faktual yang menyatakan nama suatu alat. Dalam fungsi ini, kata depan dengan bisa diletakkan eksklusif di depan kata benda tersebut atau bisa juga diselipkan beberapa jenis-jenis kata kerja, seperti menggunakan, mengendarai, dan kata-kata lain yang sejenis.


Adapun beberapa misalnya dalam kalimat ialah sebagai berikut!



  • Paman mencukur kumisnya dengan menggunakan pisau cukur.

  • Ayah memangkas rumput di halaman belakang dengan gunting rumput.

  • Daging sapi itu dicincang dengan pisau yang telah diasah sampai tajam sebelumnya.

  • Para nelayan itu menangkap ikan-ikan di laut dengan menggunakan jaring yang kondusif untuk bahari dan terumbu karang.

  • Tara berangkat ke daerah kuliahnya dengan mengendarai sepeda motor miliknya.


2. Untuk Menyatakan Keterangan Beserta


Fungsi kedua yang terkandung dalam kata depan dengan adalah sebagai pemberi keterangan beserta pada suatu kata tertentu. Adapun kata tersebut ialah kata benda yang isinya menjelaskan nama orang atau sesuatu yang diorangkan.


Misalnya:



  • Saat saya berjalan-jalan di taman, tiba-tiba saya melihat Laras sedang berjalan dengan seorang laki-laki yang tidak kukenali sosoknya.

  • Kemarin, saya berangkat sekolah dengan tetanggaku yang baru, yaitu Isabella.

  • Pada hari Sabtu kemarin, aku dengan teman-teman kuliahku pergi ke bioskop untuk menonton film terbaru yang berdasarkan kami menarik dan seru.

  • Pada hari Minggu kemarin, Arimbi resmi menikah dengan Bimo yang notabene ialah sahabat baiknya semasa kecil dulu.

  • Kemarin, Arini dengan keluarga besarnya berlibur ke Pulau Raja Ampat.


3. Untuk Menyatakan Cara atau Sifat Perbuatan


Makna terakhir yang dikandung oleh kata depan dengan adalah sebagai pemberi keterangan aau pernyataan cara/sifat perbuatan terhadap suatu kata yang diawali oleh kata depan ini. Adapun kata-kata yang diawali kata dengan pada fungsi ini ialah jenis-jenis kata sifat atau jenis-jenis kata keterangan.


Misalnya:



  • Dia mengerjakan pekerjaan itu dengan penuh kesungguhan.

  • Puisi itu dibacakannya dengan penuh penghayatan.

  • Saat kami menyambangi kampung itu, kami disambut oleh mereka dengan sambutan yang sederhana namun begitu berkesan di hati kami.

  • Di taman itu, saya melihat belum dewasa sedang bermain dengan penuh riang dan gembira.

  • Sore harinya, saya melihat Andini pulang ke rumah dengan kemurungan yang terlihat dari wajahnya.


Demikianlah pembahasan mengenai fungsi kata depan dengan dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa teladan dari jenis kata depan, maka pembaca bisa membuka artikel contoh kata depan dalam dan contoh kata depan antara. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata depan khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 10 Jenis-Jenis Kata Depan Menurut Bentuknya

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa teladan dan fungsi dari aneka macam jenis-jenis kata depan pada beberapa artikel yang lalu. Adapun beberapa artikel tersebut antara lain contoh kata depan “dengan”, fungsi kata depan “dengan”, contoh kata depan “antara”, fungsi kata depan “antara”, contoh kata depan “dalam”, dan fungsi kata depan “dalam.” Artikel kali ini juga masih ada kaitannya dengan kata depan, di mana pada artikel ini kita akan membahas beberapa jenis kata depan berdasarkan bentuknya yang dilansir dari laman id.wikibooks.org. Adapun pembahasan tersebut yakni sebagai berikut!


1. Kata Depan Tunggal


Jenis-jenis kata depan atau preposisi berdasarkan bentuknya yang pertama yakni kata depan tunggal. Kata depan ini merupakan suatu kata depan yang hanya terdiri atas satu kata saja. Kata depan ini sendiri terbagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu:


1.1. Kata Depan Tunggal Dasar


Kata depan tunggal ini merupakan suatu kata tunggal yang masih berbentuk kata dasar yang belum diberi imbuhan apa pun. Beberapa teladan dari kata depan tunggal ini antara lain akan, antara, dan bagi.


1.2. Kata Depan Tunggal Berimbuhan


Kata depan ini merupakan kata depan tunggal dasar yang telah diberi imbuhan. Adapun kata depan tunggal dasar yang digunakan pada kata depan tunggal ini yakni kata depan yang berbentuk jenis-jenis kata kerja, jenis-jenis kata sifat, dan jenis-jenis kata benda. Kata depan tunggal berimbuhan dibagi lagi ke dalam tiga jenis, yakni:



  • Kata Depan Tunggal Berimbuhan Awalan, misalnya: bersama, menurut, seantero.

  • Kata Depan Tunggal Berimbuhan Akhiran, misalnya: bagaikan.

  • Kata Depan Tunggal Berimbuhan Awalan-Akhiran, misalnya: melalui, mengenai.


2. Kata Depan Gabungan atau Majemuk


Jenis-jenis kata depan berdasarkan bentuknya yang kedua yakni kata depan campuran atau majemuk. Kata ini sendiri merupakan kata depan yang terbentuk oleh dua kata depan tunggal. Seperti halnya pada kata depan tunggal, kata depan ini sendiri terbagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu:



  • Kata Depan Gabungan Berdampingan: kata depan ini merupakan kata depan campuran yang merupakan hasil penggabungan dua kata depan tunggal yang berurutan. Misalnya: daripada, kepada, hingga ke, dan sejenisnya.

  • Kata Depan Berkorelasi: merupakan kata depan campuran atau beragam yang terpisah oleh jenis-jenis kata lain atau frasa dalam bahasa Indonesia. Adapun beberapa teladan kata depan ini adalah: antara… dengan, serta dari… ke..


3. Kata Depan Bernomina Lokatif


Jenis-jenis kata depan berdasarkan bentuknya yang terakhir yakni kata depan bernomina lokatif. Definisi dari kata depan ini yakni suatu kata depan yang bergabung dengan dua kata benda, di mana salah satu kata bendanya bersifat lokatif atau menujukkan suatu lokasi. Misalnya: di atas meja, ke dalam rumah, di sekitar taman, dan sejenisnya.


Dari pernyataan di atas, kita bisa simpulkan bahwa jenis-jenis kata depan berdasarkan bentuknya terdiri atas beberapa jenis, yaitu kata depan tunggal, kata depan gabungan, dan kata depan bernomina lokatif. Kata depan tunggal dan campuran terbagi lagi menjadi beberapa jenis, sedangkan kata depan bernomina lokatif tidak dibagi lagi ke dalam beberapa jenis.


Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis kata depan berdasarkan bentuknya pada artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata depan pada khususnya, maupun mengenai bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Thursday, May 9, 2019

√ 8 Jenis-Jenis Kata Depan Menurut Tugas Semantisnya

Kata depan merupakan sebuah kata yang diletakkan di depan kata lainnya yang menciptakan kata tersebut mempunyai fungsi dan makna yang baru. Kata depan sendiri mempunyai sejumlah jenis menurut kriteria tertentu di dalamnya, baik itu menurut bentuknya, fungsinya, ataupun tugas semantisnya. Khusus untuk artikel kali ini, kita akan mengetahui beberapa kata depan yang masuk ke dalam jenis-jenis kata depan menurut tugas semantisnya yang dilansir dari laman id.wikibooks.org. Adapun pembahasan tersebut ialah sebagai berikut ini!


1. Kata Depan Penanda Hubungan Tempat


Jenis-Jenis kata depan menurut tugas semantisnya yang pertama ialah kata depan penanda tempat. Kata depan ini merupakan kata yang tugas semantisnya ialah untuk memberi penanda atau keterangan korelasi daerah pada suatu kata. Beberapa macam kata depan ini adalah: di, ke, dan dari.


2. Kata Depan Penanda Hubungan Peruntukkan


Jenis-jenis kata depan menurut tugas semantisnya yang kedua ialah kata depan penanda peruntukkan. Kata depan atau preposisi ini merupakan kata depan yang tugas semantisnya ialah untuk memberi keterangan peruntukkan pada suatu kata. Adapun beberapa bentuk kata depan ini adalah: bagi, dan juga untuk.


3. Kata Depan Penanda Hubungan Sebab


Setelah kata depan penanda korelasi peruntukkan, kata depan penanda korelasi lantaran menjadi jenis-jenis kata benda menurut tugas semantis yang selanjutnya. Kata depan ini merupakan kata yang tugas semantisnya ialah sebagai pemberi penanda korelasi lantaran pada suatu kata yang diawali oleh kata depan ini. Beberapa bentuk dari kata depan ini adalah sebab dan karena.


4. Kata Depan Penanda Hubungan Kesetaraan atau Cara


Seperti pada ketiga kata depan di atas, kata depan ini juga mempunyai tugas semantis khusus di dalamnya. Adapun tugas semantis yang terkandung pada kata depan ini ialah untuk menunjukkan tanda adanya korelasi kesetaraan atau cara pada suatu kata yang diawali oleh kata depan ini. Kata-kata yang termasuk kata depan ini adalah dengan, sambil, bersama, dan beserta.


5. Kata Depan Penanda Hubungan Pelaku


Kata depan ini merupakan kata depan yang tugas semantisnya ialah sebagai penanda korelasi pelaku pada suatu kata yang diawali oleh kata depan ini. Adapun kata yang tergolong kata depan penanda korelasi waktu ialah kata oleh.


6. Kata Depan Penanda Hubungan Waktu


Merupakan suatu kata depan yang tugas semantisnya ialah sebagai penanda adanya korelasi waktu pada suatu kata yang diawali oleh kata ini. Kata-kata yang termasuk kata depan ini adalah pada, hingga, sampai, sejak, semenjak, dan menjelang.


7. Kata Depan Penanda Hubungan Ihwal Peristiwa


Adalah sebuah kata depan yang menunjukkan penanda adanya korelasi suatu perihal insiden yang ada dalam suatu kata yang diawali oleh kata depan ini. Tentang dan mengenai adalah dua kata yang termasuk ke dalam kata depan ini.


8. Kata Depan Penanda Hubungan Milik


Jenis-jenis kata depan menurut korelasi semantisnya yang terakhir ialah kata depan korelasi milik. Peran semantis yang terkandung pada kata ini ialah sebagai pemberi tanda adanya suatu korelasi milik pada kata yang diawali oleh kata depan ini. Kata dari merupakan kata yang termasuk ke dalam kata depan ini.


Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis kata depan menurut tugas semantisnya. Jika pembaca hendak mengetahui beberapa pola dan fungsi dari jenis-jenis kata depan, maka pembaca dapat membuka artikel contoh kata depan “dalam”, contoh kata depan “antara”, contoh kata depan “dengan”, fungsi kata depan “antara”, fungsi kata depan “dalam”, dan fungsi kata depan “dengan.” Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 9 Jenis-Jenis Kata Depan Menurut Fungsinya

Jenis-jenis kata depan menurut bentuknya, dan jenis-jenis kata depan menurut tugas semantisnya sudah kita ketahui bersama. Kali ini, kita juga akan mengetahui beberapa jenis kata depan menurut indikator tertentu di dalamnya. Adapun indikator tersebut ialah fungsi yang terkandung dalam suatu kata depan. Menurut laman id.wikibooks.org, jenis-jenis kata depan menurut fungsinya terdiri atas 9 jenis, di mana jenis-jenis kata depan tersebut ialah sebagai beikut!


1. Kata Depan Tempat


Jenis-jenis kata depan menurut fungsinya yang pertama ialah kata depan tempat. Kata depan ini sendiri merupakan sebuah kata depan yang berfungsi sebagai pemberi keterangan daerah pada suatu kata yang diawali oleh kata depan ini. Kata-kata yang tergolong kata depan ini adalah di, pada, dalam, atas, dan antara.


2. Kata Depan Arah Asal


Jenis-jenis kata depan menurut fungsinya yang kedua ialah kata depan arah asal. Kata depan ini memiliki fungsi untuk menawarkan keterangan arah asal dari suatu hal yag terkandung di dalam suatu kata. Adapun kata yang termasuk ke dalam kata depan ini ialah kata dari.


3. Kata Depan Arah Tujuan


Kata depan arah tujuan merupakan kata depan yang berfungsi sebagai pemberi keterangan arah tujuan pada suatu kata yang diawali oleh kata depan ini. Adapun kata-kata yang tergolong ke dalam kata depan ini adalah ke, kepada, akan, dan terhadap.


4. Kata Depan Pelaku


Merupakan suatu kata depan yang berfungsi untuk menawarkan keterangan pelaku pada kata-kata tertentu yang diawali oleh kata depan ini. Kata oleh merupakan kata yang termasuk ke dalam jenis kata depan ini.


5. Kata Depan Alat


Kata depan alat merupakan suatu kata depan yang berfungsi untuk menawarkan keterangan alat pada beberapa jenis kata tertetu. Kata dengan dan berkat adalah dua kata yang tergolong ke dalam jenis kata depan ini.


6. Kata Depan Perbandingan


Jenis-jenis kata depan menurut fungsi yang selanjutnya ialah kata depan perbandingan. Kata ini merupakan kata depan yang fungsinya ialah untuk memberik keterangan perbandingan pada kata-kata tertentu yang diawali oleh kata depan ini. Kata daripada adalah kata yang termasuk ke dalam jenis kata depan ini.


7. Kata depan Hal atau Masalah


Kata depan ini ialah sebuah kata yang berfungsi sebagai pemberi keterangan hal atau dilema pada beberapa jenis kata tertentu. Kata-kata seperti tentang dan mengenai adalah kata yang termasuk ke dalam jenis kata depan ini.


8. Kata Depan Akibat


Kata depan tujuan merupakan kata depan yang berfungsi untuk menawarkan keterangan jawaban pada beberapa jenis kata tertentu. Kata-kata seperti hingga dan sampai adalah kata yang tergolong kata depan ini.


9. Kata Depan Tujuan


Jenis-jenis kata depan menurut fungsinya yang terakhir ialah kata depan tujuan. Kata depan ini memiliki fungsi sebagai pemberi keterangan tujuan pada beberapa macam kata tertentu. Kata-kata seperti untuk, buat, guna, dan bagi adalah kata-kata yang termasuk ke dalam jenis kata depan ini.


Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis kata depan menurut fungsinya. Jika pembaca ingin mengetahui rujukan dan fungsi dari beberapa jenis kata depan, maka pembaca bisa membuka artikel contoh kata depan “dengan”, contoh kata depan “dalam”, fungsi kata depan “dalam”, dan fungsi kata depan “dengan.” agar bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, April 27, 2019

√ 27 Pola Kata Ganti Orang Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Menurut laman id.wikipedia.org, kata ganti atau pronomina yaitu sebuah kata yang berfungsi sebagai pengganti dari jenis-jenis kata benda atau frasa nomina. Kata ganti sendiri memiliki sejumlah jenis, di mana salah satu diantara jenis-jenis kata ganti tersebut yaitu kata ganti orang (pronomina persona). Kata ganti ini merupakan kata yang menggantikan kata benda yang membuktikan nama orang atau kelompok orang. Adapun kata-kata yang termasuk kata ganti ini adalah, engkau, kau, kamu, Anda, beliau, dia, mereka, kalian, kita, kami, saya dan aku. 


Agar kita lebih memahami bentuk kata ganti ini, berikut ditampilkan beberapa pola kata ganti orang yang ditampilkan dalam format kalimat di bawah ini!



  1. Engkau bagaikan teratai yang bertumbuh di keruhnya air kolam.

  2. Apakah kau mengenali laki-laki ini?

  3. Apakah kamu yang berjulukan Yudha Anggara Putra Restu?

  4. Selamat, Anda resmi diterima sebagai karyawan di perusahaan ini selama beberapa tahun ke depan.

  5. Beliau telah mengajar di kampus ini selaha lebih dari seperempat abad.

  6. dia mengatakan bahwa hari ini yaitu hari yang paling menggembirakan hatinya.

  7. Mereka adalah sekelompok siswa dan siswi SMPN 97 yang tengah melaksanakan karya wisata di kota ini.

  8. Pak guru menyampaikan bahwa kalian mseti menngerjakan soal-soal LKS, mulai dari halamn 27 sampai halaman 30.

  9. Sudah semestinya kita bersikap lebih damai dalam menghadapi riuhnya pemberitaan-pemberitaan politik di negeri ini.

  10. Kami sudah bekerja di perusahaan ini selama hampir 15 tahun.

  11. Sebetulnya saya kurang oke dengan pendapatnya, alasannya yaitu pendapatnya itu tidak relevan sama sekali untuk kemajuan perusahaan kita.

  12. Aku sudah berteman dengannya semenjak masih di dingklik Taman Kanak-Kanak (TK).

  13. Entah mengapa, engkau terlihat begitu muruh akhir-akhir ini.

  14. Sejak dulu, kau memang tak pernah berubah, ya!

  15. Sudah kuduga bahwa kamuadalah pelaku dibalik kasus pencurian itu!

  16. Selamat, Anda mendapatkan tiket jalan-jalan ke Singapura selama 2 hari 3 malam.

  17. Dalam pidato itu, beliau berujar bahwa para mahasiswa mesti lebih produktif dan bermanfaat sehabis lulus nanti, minimal bermanfaat untuk diri sendiri.

  18. Sudah beberapa hari ini dia tidak masuk ke sekolah?

  19. Mereka begitu antusias mengikuti perlombaan demi perlombaan yang diselenggarakan guna merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia itu.

  20. Apakah kalian mau menyantap bangkai saudara kalian sendiri?

  21. Kita sudah mengetahui siapa sosok laki-laki misterius itu sebenarnya.

  22. Sebetulnya kami enggan mengikuti jadwal diklat yang cukup menyiksa fisik itu.

  23. Saya yakin bahwa perusahaan ini bisa terus berkembang dan konsisten membuat produk-produk terbaik yang bermanfaat bagi segenap apisan masyarakat.

  24. Akan aku selesaikan pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya.

  25. Kami sudah menduga bahwa laki-laki itu yaitu dalang dibalik kasus pembunuhan keji itu.

  26. Beliau berujar bahwa setiap insan dihentikan meremehkan insan lainnya, sekalipun insan itu memiliki banyak kekurangan.

  27. Sore tadi, kami menjenguk TAmi yang sedang dirawat di rumah sakit selama beberapa hari terakhir.


Demikianlah beberapa pola kata ganti orang dalam kalimat bahasa Indonesia. Jika ingin mengetahui beberapa pola kata lainnya, beberapa artikel ini bisa dibuka dan dibaca, yakni: contoh kata benda faktual dalam bahasa Indonesia, pola kata sifat dasar, contoh kata depan “dengan”, contoh kata bilangan tentu, dan contoh kata sandang tunggal. Semoga bermanfaat dan bisa memberi wawasan bagi para kita semua, baik itu mengenai kata ganti khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan juga terima kasih banyak.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, April 26, 2019

√ 29 Rujukan Kata Ganti Kepemilikan Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Kata ganti kepemilikan merupakan salah satu diantara jenis-jenis kata ganti yang ada. Adapun definisi dari kata ganti ini ialah sebuah kata yang digunakan untuk mengganti nama pemilik suatu barang atau hal lainnya. -ku, -mu, -nya, adalah beberapa tumpuan dari jenis kata ganti ini. Khusus untuk kata -nya, kata ini tidak hanya sebagai kata ganti kepemilikan orang, namun juga bisa menjadi kata pengganti bagi kepemilikan binatang ataupun tumbuhan.


Untuk lebih gampang memahami jenis kata ganti ini, berikut ditampilkan beberapa tumpuan kata ganti kepemilikan dalam format kalimat yang ditampilkan di bawah ini!



  1. Buku tulis bersampul merah itu ialah kepunyaannya.

  2. Tas ransel berwarna cokelat bau tanah itu ialah tas kepunyaanku.

  3. Aku tidak tahu bahwa jaket berwarna biru langit itu ialah kepunyaanmu.

  4. Karena kemampuanku yang belum sesuai dengan cita-cita perusahaan, maka saya pun tidak diterima kerja oleh perusahaan tersebut.

  5. Entah mengapa raut mukamu menjadi begitu muram begitu.

  6. Kemarin saya bertemu dengan sepupumu yang tengah berjalan-jalan sendiri di taman.

  7. Karena hujan deras yang tak kunjung berhenti, saya pun tidak jadi berkunjung ke rumahmu.

  8. Burung merak itu tengah membuatkan ekornya yang indah itu.

  9. Pohon kaktus merupakan flora yang daunnya berbentuk menyerupai sebuah duri tajam.

  10. Aku sebetulnya ingin mengembalikan bukumu itu. Namun, saya tidak jaadi melakukannya alasannya ialah saya masih ada pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan dikala itu.

  11. Luka lebam yang ada di tubuhku pelahan-lahan mulai sembuh.

  12. Dia mengerjakan kiprah sekolahnya dengan sangat telaten dan sungguh-sungguh.

  13. Pada dikala Hari Raya Idul Fitri, ia selalu pulang ke kampung halamannya yang ada di Sulawesi Selatan.

  14. Disantapnya msakan itu dengan sangat lahap.

  15. Pria itu mengakui kesalahannya di depan umum pagi tadi.

  16. Aku sempat memergokinya tengah melaksanakan suatu perbuatan yang cukup mencurigakan.

  17. Sebagian gajinya dia sumbangkan ke sebuah panti asuhan yang tak jauh dari daerah kerjanya.

  18. Kucing itu sedang menjilati bulu-bulunya.

  19. Tadi pagi, saya menemukan bukumu tergeletak di bawah meja itu.

  20. Tadi sore, saya telah menjahit celanaku yang robek itu.

  21. Aku tidak bisa menebak pola pikirnya sama sekali.

  22. Aku gres mengetahui bahwa wanita itu ialah istrinya.

  23. Perkataannya begitu tajam, sehingga orang-orang sakit hati dikala mendengarnya.

  24. Sang surya pun sekarang telah menampakkan sinarnya.

  25. Ayam jantan pun sekarang telah mengeluarkan bunyi kokoknya.

  26. Kucing berbulu abu-abu itu ialah kucing peliharaannya.

  27. Paras wajahmu mengingatkan saya akan seseorang yang telah usang meninggal dunia.

  28. Tatapan matanya begitu sayu dan mempesona.

  29. Masakan buatannya begitu yummy sekali.


Demikianlah beberapa tumpuan kata ganti kepemilikan dalam kalimat bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa tumpuan kata lainnya, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh kata ganti orang dalam kalimat, contoh kata benda nyata dalam bahasa Indonesia, contoh kata kerja benefaktif, contoh kata sifat dasar, contoh kata depan “dengan”, dan artikel contoh kata bilangan tentu. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca seklaian, baik itu mengenai kata ganti khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan juga terima kasih banyak.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 24 Pola Kata Ganti Penanya Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Beberapa referensi dari beberapa jenis-jenis kata ganti sudah ditampilkan pada beberapa artikel yang lalu. Adapun artikel-artikel tersebut antara lain contoh kata ganti orang dalam kalimat, dan contoh kata ganti kepemilikan dalam kalimat. Artikel ini pun juga akan menampilkan beberapa referensi jenis kata ganti dalam kalimat, yang mana kata ganti tersebut yaitu kata ganti penanya.


Menurut laman id.wikipedia.org, kata ganti penanya didefinisikan sebagai kata ganti yang berfungsi untuk menanyakan benda, waktu, keadaan, tempat, jumlah, dan sebagainya. Beberapa kata yang termasuk jenis kata ini adalah apa, kapan, mengapa, siapa, (di, ke, dari) mana, berapa, dan bagaimana.


Selain bab dari kata ganti, kata-kata di atas juga termasuk ke dalam jenis-jenis kata tanya. Hanya saja, pada kata ganti, semua kata yang disebutkan itu difungsikan sebagai pengganti dari suatu objek yang ada dalam satu kalimat. Adapun kalimat yang mengandung kata ganti ini tidaklah mutlak kata tanya.


Untuk lebih jelasnya, di bawah ini ditampilkan beberapa referensi kata ganti penanya dalam kalimat bahasa Indonesia yang ditampilkan sebagaimana berikut ini!



  1. Mau kau bagaimanakan semua barang bekas tersebut?

  2. Akan seperti apa gedung yang tengah dibangun itu?

  3. Kamu mau jadi apa kalau malas-malasan terus begitu?

  4. Kata siapa pekerja lepas itu tidak bisa sukses?

  5. Katakan padaku siapa yang telah berani mengganggu adikku di taman bermain.

  6. Katakan padaku apa yang kau mau. Aku niscaya akan berusaha untuk mewujudkannya.

  7. Apa yang kau lakukan hari ini akan menjadi materi pertanggungjawaban di kemudian hari.

  8. Itulah beberapa alasan mengapa aku sangat tertarik melanjutkan kuliah di universitas itu.

  9. Bagaimana pun, ia telah berjasa banyak bagi kehidupan kita.

  10. Sebagaimana yang kita tahu, bahwa proses fotosintesis pada tumbuhan terjadi di bab dalam dedaunan.

  11. Entah mengapa, kau terlihat menyerupai orang yang ketakutan.

  12. Siapa dirimu bekerjsama akan terlihat dikala kau tengah dalam masa-masa kritis.

  13. Kau ini bagaimana, hah? Masa mengerjakan kiprah ini saja kau tak bisa?

  14. Aku sadar bahwa diriku bukanlah siapa-siapa di matamu.

  15. Entah bagaimana aku bisa mengenalnya hingga sejauh ini.

  16. Di mana pun kau berada, saya ‘kan selalu mendoakan keselamatanmu.

  17. Siapa saja yang berani merusak tumbuhan di taman ini, akan menerima denda yang cukup besar dari pihak pemerintah.

  18. Sampai kapan pun, saya akan selalu menantikanmu.

  19. Kapan hari, saya semoat bertemu dengannya di sebuah sentra perbelanjaan di bilangan Jakarta.

  20. Entah dari mana dia bisa menerima uang sebanyak itu.

  21. Aku tidak mengerti apa yang ada di dalam pikirannya dikala ini.

  22. Aku tahu siapa yang akan menggantikan Pak Joko untuk mengajar di kelas kita.

  23. Berapa kali saya bilang soal hal itu, namun bila malah mengabaikannya dan berlalu.

  24. Berapa pun harga yang kau tawarkan, saya tetap tidak akan menjual barang berhargaku ini.


Demikianlah beberapa referensi kata ganti penanya dalam kalimat bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa referensi kata lainnya, maka pembaca bisa membuka artikel contoh kata depan “dengan”, contoh kata benda faktual dalam bahasa Indonesia, contoh kata sandang jamak, dan contoh kata bilangan tak tentu. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata ganti khususnya maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, April 22, 2019

√ 3 Perbedaan Kata Tanya Dengan Kata Ganti Penanya Dalam Bahasa Indonesia

Kata tanya dan kata ganti penanya merupakan dua diantara jenis-jenis kata yang ada, selain jenis-jenis kata benda, jenis-jenis kata kerja, jenis-jenis kata sifat, jenis-jenis kata keterangan, jenis-jenis kata depan, dan jenis-jenis kata sandang. Seperti jenis-jenis kata lainnya, kedua kata tersebut juga memiliki sejumlah karakteristik yang menciptakan keduanya memiliki sejumlah perbedaan. Adapun perbedaan antara keduanya tersebut sanggup dilihat dari segi fungsi, letaknya dalam kalimat, serta penambahan unsur lain di dalamnya. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, sanggup kita sanggup mengetahui bahwa perbedaan kata tanya dengan kata ganti penanya dalam bahasa Indonesia ialah sebagai berikut ini!


1. Fungsi Kata


Faktor pertama untk menemukan perbedaan antara kata tanya dan kata ganti penanya ialah dari segi fungsinya. Dari segi ini, kata tanya diartikan sebagai kata yang berfungsi untuk memberi pertanyaan yang bertujuan untuk menggali informasi. Sementara itu, kata ganti penanya merupakan kata yang berfungsi mengganti kata benda nama atau lainnya dengan beberapa kata tanya.


2. Letaknya dalam Kalimat


Indikator selanjutnya yang menjadi pembeda antara keduanya ialah letak kedua kata itu dikala dalam kalimat. Pada kata tanya, kata ini selalu ditempatkan di awal kalimat. Sementara itu, kata tanya penanya sanggup ditempatkan di bab kalimat mana saja, terkantung kata benda apa yang harus diganti oleh salah satu diantara jenis-jenis kata ganti ini.


3. Penambahan Unsur-Unsur Tertenti di Dalamnya


Faktor atau indikator terakhir yang membedakan anatara kata tanya dengan kata sandang ialah penambahan unsur-unsur tertentu di dalamnya. Kata tanya merupakan kata yang sanggup ditambah dengan unsur-unsur lain, terutama partikel -kah atau -kan. Selain itu, dikala kata ini dimasukkan dalam suatu kalimat, maka kalimat tersebut akan memakai tanda tanya (?) di bab belakangnya. Di pihak lain, kata ganti penanya merupakan kata yang tidak mesti ditambahi unsur-unsur lain ibarat partikel ataupun tanda tanya.


Untuk lebih memahami perbedaan antara keduanya, marilah kita simak contoh-contoh kedua kata ini yang tertera sebagaimana berikut ini!


Contoh Kata Tanya



  • Apa yang sedang kamu lakukan di sini?

  • Siapa orang yang bersamamu itu?


Contoh Kata Ganti Penanya



  • Apa pun yang kamu minta, niscaya akan saya beri. (kata apa pada kalimat ini merupakan pengganti dari kata benda/barang/keinginan)

  • Siapa pun lawannya nanti, saya akan menhadapinya dengan gagah berani. (kata siapa pada kalimat ini merupakan pengganti dari kata orang)


Dari pemaparan di atas, sanggup kita simpulkan bahwa perbedaan antara kata tanya dan kata ganti penanya terdiri atas 3 hal, yaitu fungsi katanya, letak kata dalam kalimat, serta penambahan unsur di dalamnya. Dari segi fungsi kata, kata tanya merupakan kata yang berfungsi untuk memberi pertanyaan yang bertujuan untuk menggali informasi, sedangkan kata ganti penanya ialah kata yang menggantikan kata benda dengan kata penggani berbentuk kata tanya.


Dari segi letak, kata tanya selalu ditempatkan di depan kalimat, sedangkan kata ganti sanggup diletakkan di mana pun tergantung keberadaan kata benda yang hendak digantinya. Dari segi unsur, kata tanya sanggup diberi unsur partikel -lah dan -kan serta tanda tanya kalau kata ini ditempatkan di dalam suatu kalimat. Di lain pihak, kata ganti tanya tidak terlalu memerlukan semua unsur yang telah disebutkan tersebut.


Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan mengenai kata tanya dan kata ganti penanya. Semoga bermanfaat dan maafkanlah kurang-lebihnya.



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, April 15, 2019

√ 22 Rujukan Kata Serapan Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, terdapat banyak jenis-jenis kata. Bahasa Indonesia yang kaya akan kata pun masih mempunyai kata yang berasal dari serapan bahasa asing. Dan tentunya kata serapan ini diubahsuaikan dengan struktur bahasa Indonesia. Untuk lebih memahami penggunaan kata serapan dalam bahasa Indonesia, berikut ialah beberapa contohnya:



  1. Aplikasi mempercantik tampilan foto itu sangat digemari kalangan anak muda.

  2. Dira mengedit lembar kerjanya sebelum dikumpulkan besok.

  3. Ayah memakai komputer untuk mengetik tugasnya.

  4. Resiko gagal jantung sanggup diminimalisir dengan gaya hidup sehat.

  5. Ponsel Rita sudah usang rusak.

  6. Kamu punya dua opsi untuk menentukan jalan mana yang akan kau tempuh.

  7. Kakak merupakan salah satu anggota organisasi amal.

  8. Perusahaan kami bisa menghasilkan produk yang baik dan murah.

  9. Kualitas guru di sekolah ini sangat bagus.

  10. Ayah Dika bekerja di bisnis properti.

  11. Rumah yang ditawarkan oleh pemerintah bertipe minimalis.

  12. Merek tas Ibu yang dulu terkenal, kini sudah tidak pernah terdengar lagi.

  13. Kemajuan teknologi semakin memudahkan kita saling berhubungan.

  14. Bagian marketing menelepon untuk meminta perhiasan barang tadi pagi.

  15. Ibu berbelanja di supermarket bersama Ayah.

  16. Mereka merilis album pertama di Surabaya.

  17. Banyak kosmetik palsu yang beredar di pasaran.

  18. Kakak pergi ke stasiun dengan adik.

  19. Dirga ialah seorang teknisi yang handal.

  20. Bilqis sarapan dengan sereal sebelum pergi sekolah.

  21. Harga tiket konser itu sangat mahal sehingga hanya sedikit yang terjual.

  22. Aku sangat menyukai film aksi yang dibintangi Iko Uwais.


Itulah beberapa tumpuan kata serapan dalam kalimat bahasa Indonesia. Untuk lebih memahami wacana struktur penulisan bahasa Indonesia, Anda sanggup membaca artikel kalimat aktif dwitransitif, kalimat imperatif, kalimat inti, jenis-jenis kalimat, contoh kalimat beragam campuran, kalimat aktif dan kalimat tunggal.



Sumber https://dosenbahasa.com