Showing posts with label Atmosfer. Show all posts
Showing posts with label Atmosfer. Show all posts

Wednesday, April 18, 2018

√ Komposisi Unsur-Unsur Gas Penyusun Atmosfer Bumi

Pengertian Atmosfer

Bumi yakni salah satu dari planet yang ada dalam sistem tata surya kita. Bumi mempunyai selubung yang berlapis-lapis berupa lapisan udara yang sering disebut dengan atmosfer. Lapisan atmosfer terdiri dari aneka macam macam unsur gas, yang di dalamnya sanggup menghasilkan pembentukan ataupun perubahan cuaca maupun iklim di bumi. Manfaat atmosfer yang paling utama yakni melindungi insan dari sinar matahari yang berlebihan dan meteor-meteor atau benda langit berbahaya yang akan masuk ke bumi. Selain itu fungsi lain dari atmosfer bumi yakni memperkecil perbedaan temperatur antara siang dan malam.

Baca juga : Pembentukan dan Penguraian Ozon di Lapisan Stratosfer

Komposisi Gas Penyusun Atmosfer Bumi

Atmosfer bumi mengandung adonan gas-gas yang lebih dikenal dengan sebutan udara yang menyelubungi seluruh permukaan bumi. Secara umum udara mengandung pengertian sebagai kumpulan gas-gas pembentuk atmosfer bumi. Campuran gas-gas ini merupakan representasi dari komposisi atmosfer bumi. Komposisi atmosfer ini dijabarkan dalam kondisi normal ketika ini, tanpa keterlibatan adanya zat-zat pencemar udara. Dalam sejarahnya, komposisi atmosfer diketahui berfluktuasi, hingga terbentuk kesetimbangan ibarat sekarang.

Sebagai contoh, kadar oksigen dari hasil penyelidikan dan simulasi diketahui berfluktuasi mulai < 3% hingga mencapai 35% pada 300 juta tahun yang lalu, sebelum alhasil berada dalam kesetimbangan 21% semenjak 3 juta tahun yang kemudian (lihat gambar di bawah). Berbagai proses reaksi kimia, kondisi fisika, dan interverensi biokimia, telah berangsur-angsur membentuk komposisi atmosfer yang setimbang.

Menurut Manahan, 2000, komposisi atmosfer kering (tanpa kandungan air) ketika ini yakni Nitrogen (78,1%), Oksigen (21%),  Argon (0,9 %),  dan Karbondioksida (0,03 %). Selain itu terdapat aneka macam jenis gas-gas pada level yang sangat kecil (kurang dari 0,002%) ibarat Neon (Ne), Helium (He), Metana (CH4), Kripton (Kr), Hidrogen (H2), Nitous oksida (NOx), Xenon (Xe), Sulfur oksida (SOx), Ozon (O3) Ammonia (NH3), Karbon monoksida  (CO), dan sebagainya.


Normalnya, air yang terkandung dalam atmosfer berada pada bentuk uap air hingga 4 % dari volume total (Manahan, 2000). Gas-gas penyusun atmosfer sanggup dikategorikan menjadi dua golongan, yaitu golongan Gas-gas Permanen dan golongan Gas-gas Bervariasi (lihat tabel dibawah).

 Bumi yakni salah satu dari planet yang ada dalam sistem tata surya kita √ Komposisi Unsur-unsur Gas Penyusun Atmosfer Bumi
Gas penyusun atmosfer (atas) dan perubahan O2 pada atmosfer (bawah).

Gas-gas penyusun dengan konsentrasi relatif tetap (permanent gases) pada kondisi normal terdiri atas Nitrogen (N2), Oksigen (O2), Argon (Ar), Neon (Ne), Helium (He), Hydrogen (H2), Xenon (Xe). Sedangkan gas-gas penyusun dengan konsentrasi bervariasi (variable gases) pada kondisi normal, tergantung latitude dan kondisi atmosfer setiap saat. Gas-gas tersebut diantaranya yakni uap air (H2O) sekitar 0-4%, karbondioksida (CO2) sekitar 0,038%, methana (CH4) sekitar 0,00017%, dinitrogen oksida (N2O), ozone (O3), dan kloroflorokarbon (CFCs) dalam kadar sangat kecil.

Gas nitrogen merupakan gas yang paling banyak terdapat dalam lapisan udara atau atmosfer bumi. Salah satu sumbernya yaitu berasal dari pembakaran sisa-sisa pertanian dan jawaban letusan gunung api. Gas lain yang cukup banyak dalam lapisan udara atau atmosfer yakni oksigen. Oksigen antara lain berasal dari hasil proses fotosintesis pada flora yang berdaun hijau. Dalam proses fotosintesis, flora menyerap gas karbondioksida dari udara dan mengeluarkan oksigen. Gas karbondioksida secara alami berasal dari pernapasan mahkluk hidup, yaitu binatang dan manusia. Secara buatan, gas karbondioksida sanggup berasal dari asap pembakaran industri, asap kendaraan bermotor, kebakaran hutan, dan lain-lain.


Pada lapisan atmosfer yang lebih ke atas, oksigen berperan dalam reaksi siklus pembentukan dan pemecahan ozon. Sedangkan pada lapisan bawah (troposfer), oksigen sangat dipentingkan  dalam reaksi oksidasi baik secara kimia maupun biokimia (oleh makhluk hidup). Proses-proses ini merupakan bab dari pembentukan komposisi atmosfer ideal untuk kehidupan di muka bumi. Walaupun konsentrasi Ozon jumlahnya sangat sedikit, namun Ozon sangat  berguna  bagi  kehidupan  di bumi alasannya yakni Ozon yang dapat  menyerap  Sinar Ultra Violet (UV) yang dipancarkan matahari. Penyerapan Sinar UV oleh Ozon akan mengurangi jumlah UV yang hingga ke permukaan bumi.

Apabila radiasi ultra violet ini tidak terserap oleh Ozon, maka akan menjadikan malapetaka bagi mahkluk hidup yang ada dibumi. Radiasi ini di antaranya sanggup memperabukan kulit mahkluk hidup, memecahkan kulit pembuluh darah, dan menjadikan penyakit kanker kulit. Selain itu, Ozon juga sangat berperan dalam menjaga suhu di permukaan bumi.

Referensi:
Manahan, Stanley E, 2000. The Atmosphere and Atmospheric Chemistry-Environmental Chemistry. Boca Raton: CRC Press LLC).

Sumber http://www.geologinesia.com

Monday, January 22, 2018

√ Tanggapan Penipisan Lapisan Ozon

Penipisan Lapisan Ozon - Planet Bumi yaitu planet dengan struktur yang kompleks, dan diketahui merupakan satu-satunya planet yang sanggup dihuni insan dengan normal. Untuk itu, terdapat tanah, air, dan udara yang mendukung keberlangsungan hidup manusia. Sayangnya, kehidupan insan justru merusak beberapa tatanan sistem di Bumi, salah satunya yaitu penipisan lapisan ozon.

Baca juga: Macam-macam Pencemaran Lingkungan Serta Dampaknya

Ozon sendiri merupakan lapisan di atmosfer yang melindungi permukaan tanah dari sinar matahari yang merusak. Sinar matahari memang diperlukan untuk keberlangsungan makhluk hidup di Bumi, akan tetapi ada sinar ultraviolet yang berbahaya bagi makhluk hidup. Jika makhluk hidup tersebut terpapar sinar UV terlalu sering, maka akan ada ancaman yang tidak terhindarkan dan membahayakan kehidupan tersebut. Apa saja ancaman penipisan lapisan ozon? Berikut penjelasannya.

1. Penyakit Mematikan
Sinar Ultraviolet yaitu sinar yang paling banyak terkandung dalam sinar matahari. Dalam jumlah dan gelombang yang cukup, sinar ini baik untuk kesehatan. Akan tetapi, dengan intensitas radiasi yang tinggi, sinar ini akan mengakibatkan penyakit yang mematikan, yaitu kanker. Kanker yang sanggup terjadi yaitu kanker kulit.

Namun, ada juga penyakit lain menyerupai gangguan pernapasan dan gangguan kesehatan lain. Karena penipisan lapisan ozon ini mengakibatkan intensitas sinar ultraviolet meningkat. Selain itu, tidak ada filter yang mengurangi intensitas cahaya tersebut. Maka, untuk Anda yang tinggal di kawasan yang terasa panas, jangan sering-sering keluar dari rumah, kalaupun harus, lebih baik gunakan masker dan pakaian yang tertutup.

2. Terganggunya Ekosistem
Sinar matahari berfungsi juga untuk membunuh mikroorganisme perairan yang populasinya berlebih. Hal ini menimbulkan keseimbangan ekosistem terjaga. Dengan meningkatnya intensitas ultraviolet tanggapan lapisan ozon yang menipis, mikroorganisme perairan akan mengalami janjkematian besar-besar dan mengurangi produksi oksigen alami.

 Planet Bumi yaitu planet dengan struktur yang kompleks √ Akibat Penipisan Lapisan Ozon
Posisi lapisan ozon pada struktur atmosfer.

Selain itu beberapa mikroorganisme yaitu masakan bagi ikan kecil dan makhluk lain. Jika jumlah ini menjadi tidak seimbang, maka rantai masakan akan rusak dan dimulailah kepunahan aneka macam jenis spesies tanggapan tidak adanya makanan.

3. Persediaan Es Mencair
Bumi ini mempunyai aneka macam iklim dan suhu permukaan. Suhu permukaan rata-rata semenjak adanya insan hidup di Bumi yaitu suhu yang paling sempurna untuk hidup. Akan tetapi, banyaknya sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi, maka suhu akan semakin meningkat. Ini mengakibatkan gunung es di kutub mencair alasannya yaitu suhu yang menghangat.

Jika gunung es mencair, daratan akan karam sedikit demi sedikit. Dan sayangnya, meski sanggup berevolusi, kecepatan evolusi makhluk hidup di Bumi tidaklah secepat perubahan lingkungan yang terjadi tanggapan penipisan lapisan ozon ini.

Baca juga: Lapisan Atmosfer dan Fungsinya

Jadi, sudah terang bahwa tanggapan dari penipisan lapisan ozon hampir semuanya merupakan tanggapan yang buruk. Anda yang hingga kini masih hidup di Bumi pun tidak akan luput dari tanggapan ini. Maka, sudah semestinya insan sadar dan mengubah gaya hidup menjadi ramah lingkungan.


Sumber http://www.geologinesia.com

Friday, January 19, 2018

√ Lapisan Atmosfer Bumi : Pengertian, Fungsi Dan Fenomena Di Dalamnya

Apa itu lapisan atmosfer? - Atmosfer sebuah planet yakni sebutan untuk lapisan gas yang melingkupi atau melapisi seluruh permukaan planet tersebut hingga ke luar angkasa. Salah satu planet yang dilingkupi oleh atmosfer yaitu Planet Bumi, dimana atmosfer bumi mempunyai ketinggian mulai dari 1 km di atas permukaan tanah hingga 560 km. Tiap lapisan dalam atmosfer bumi mempunyai nama dan fenomena tersendiri. Apa sajakah nama, fungsi, dan fenomena yang terjadi di dalam lapisan-lapisan tersebut?

Sebelum membicarakan mengenai apa saja lapisan yang dimaksud, beberapa sahabat Geologinesia mungkin ada yang bertanya-tanya mengenai mengapa studi atmosfer perlu dilakukan. Pada awalnya, studi atmosfer dilakukan untuk memecahkan duduk kasus yang berkaitan dengan fenomena alam menyerupai cuaca, pembiasan sinar matahari, dan pembiasan sinar bintang.

Lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi terdiri atas beberapa jenis gas menyerupai oksigen, karbondioksida, nitrogen, dan sebagainya. Gas-gas tersebut berkhasiat untuk menyerap radiasi sinar UV serta meminimalisir suhu ekstrim yang terjadi antara siang dan malam. Dengan begitu, kehidupan di bumi bisa terlindungi.

 Atmosfer sebuah planet yakni sebutan untuk lapisan gas yang melingkupi atau melapisi sel √ Lapisan Atmosfer Bumi : Pengertian, Fungsi dan Fenomena Di Dalamnya
Gambar urutan lapisan-lapisan atmosfer bumi.

1. Ionosfer

Ionosfer merupakan salah satu lapisan atmosfer terluar dari planet bumi. Ionosfer terbentuk akhir adanya aneka macam jenis reaksi kimia yang salah satunya memungkinkan terjadinya muatan listrik atau pemantulan gelombang radio. Ionosfer bekerjsama juga merupakan lapisan pelindung bagi bumi dari aneka macam obyek luar angkasa menyerupai meteor yang tertarik gravitasi bumi.

Ketika memasuki ionosfer, meteor bisa terbakar dan habis terurai. Jika belum, lapisan terdalam berikutnya akan menciptakan pergesekan kerikil meteor semakin besar dengan suhu dan udara. Apabila tidak habis di lapisan ionosfer maupun lapisan terdalam sehabis ionosfer, meteor bisa jatuh ke permukaan bumi. Meteor yang hingga di permukaan bumi itulah yang disebut dengan meteorit. Selain fenomena pergesekan meteor untuk menjadi semakin kecil dan terurai, terjadi pula fenomena lain pada ionosfer yaitu aurora atau yang juga dikenal dengan cahaya utara atau cahaya selatan.

Sebenarnya, di luar lapisan ionosfer masih ada satu lapisan atmosfer lagi yang disebut dengan eksosfer. Lapisan terluar ini menjadi daerah terjadinya pemantulan refleksi cahaya matahari oleh partikel bubuk meteoritik. Sinar matahari yang dipantulkan tersebut disebut juga dengan cahaya zodiakal.

2. Termosfer

Pada ketinggian 81 km dari permukaan tanah, terjadi transisi dari lapisan mesosfer ke lapisan termosfer. Nama lapisan atmosfer ini sendiri (termo) berkaitan dengan proses kenaikan suhu yang sangat tinggi di dalamnya. Perubahan tersebut diakibatkan oleh serapan radiasi sinar UV. Karena radiasi itu pula, terjadi reaksi kimia yang menjadikan terbentuknya lapisan bermuatan listrik. Lapisan bermuatan listrik inilah yang disebut Ionosfer menyerupai yang telah dibahas di atas.

Di termosfer juga terjadi ionisasi gas-gas. Karena hal inilah, tidak heran jikalau lapisan termosfer terkadang juga disebut dengan ionosfer. Pemecahan molekul oksigen serta gas-gas lainnya di lapisan ini menjadikan panas yang sanggup meningkatkan suhu lapisan. Karena itu pula, udara di lapisan ini juga mempunyai temperatur yang cukup tinggi. Walau begitu, massa jenis udara di lapisan ini masih terbilang rendah dibandingkan lapisan Ionosfer. Karena hal tersebut, benda-benda di lapisan ini menyerupai astronot tidak bisa menerima hantaran panas yang cukup di lapisan ini.

3. Mesosfer

Lapisan atmosfer terluar ketiga yang melingkupi bumi yakni mesosfer. Udara hirau taacuh di lapisan ini menjadikan pergesekan udara bersuhu tinggi saat objek dari luar angkasa datang. Hal ini menjelaskan fenomena meteor yang telah habis terbakar terlebih dahulu di lapisan ini sebelum mencapai bumi.

Transisi dari lapisan mesosfer dan lapisan yang lebih dalam, yaitu stratosfer terjadi pada ketinggian 40 km dari permukaan bumi. Transisi tersebut menjadikan suhu mesosfer berkurang dari 290°K hingga 200°K. Suhu terendah di ketinggian 81 km mesosfer menjadikan fenomena awan noctilucent. Awan ini terbentuk oleh kumpulan kristal-kristal es.

Seperti lapisan lainnya yang ada pada planet bumi, lapisan atmosfer ini juga mempunyai lapisan pembatas berjulukan Mesopause. Lapisan ini membatasi mesosfer dengan lapisan terluar sehabis mesosfer, yaitu termosfer.

4. Stratosfer

Sebelum menyinggung lebih jauh wacana stratosfer, perlu diketahui bahwa ada satu lapisan pembatas antara stratosfer dengan lapisan sebelumnya, yaitu mesosfer. Lapisan ini disebut dengan stratopause. Stratosfer merupakan lapisan kedua terendah dari lapisan-lapisan yang melingkupi bumi. Perubahan ke lapisan stratosfer dimulai dari ketinggian 11 km dengan suhu terendah sekitar -57°C. Selain suhu yang sangat dingin, di stratosfer juga terjadi pedoman badai yang mempunyai contoh tertentu. Lapisan terendah dari stratosfer merupakan medan terbangnya pesawat serta awan jenis cirrus dengan contoh yang tidak signifikan.

Berbeda dengan pecahan terbawah stratosfer, pecahan tengah lapisan ini terjadi perubahan contoh suhu. Perubahan yang terjadi seiring dengan naiknya ketinggian ini disebabkan oleh bertambahnya konsentrasi ozon. Ozon inilah yang melaksanakan perembesan sinar UV dari matahari. Di lapisan ini hampir tidak ada pesawat yang terbang. Hanya saja, ada satu pesawat yang dinamakan B-52 Stratofortress lantaran kemampuan terbang pesawat tersebut hingga ketinggian tertentu.

 Atmosfer sebuah planet yakni sebutan untuk lapisan gas yang melingkupi atau melapisi sel √ Lapisan Atmosfer Bumi : Pengertian, Fungsi dan Fenomena Di Dalamnya
Letak lapisan ozon dalam struktur lapisan atmosfer.


5. Troposfer

Sebelum menyinggung mengenai troposfer, ada satu lapisan yang dilarang dilupakan kaitannya dengan lapisan sebelumnya. Lapisan tersebut yakni Tropopause. Lapisan ini membatasi troposfer dengan stratosfer. Kembali membahas troposfer, lapisan atmosfer ini merupakan lapisan yang terdapat pada level ketinggian terendah. Campuran gas yang terdapat pada lapisan ini merupakan adonan yang paling ideal untuk mendukung aneka macam bentuk kehidupan di bumi. Selain itu, adanya lapisan ini juga menciptakan segala bentuk kehidupan di permukaan bumi lebih terlindungi dari pancaran radiasi benda-benda langit menyerupai matahari dan sebagainya.

Lapisan troposfer merupakan lapisan yang mempunyai ketebalan paling tipis dibandingkan dengan lapisan lainnya yang menyusun sebuah atmosfer bumi. Ketebalan lapisan ini sekitar 15 km dari permukaan tanah. Berbagai hal yang bisa dirasakan atau dilihat eksklusif sehari-hari menyerupai perubahan angin, suhu, kelembapan, tekanan, dan sebagainya terjadi pada lapisan ini.

Berdasarkan teori Braak, kenaikan suhu udara tiap 100m akan mengalami pengurangan sekitar 0,61°C. Hal ini juga terjadi pada suhu udara di permukaan air laut. Dari suhu 30°C, suhu akan semakin turun dengan semakin naik keatasnya lapisan. Karena hal tersebut, terjadilah insiden cuaca menyerupai kemarau, musim, hujan, dan sebagainya di lapisan atmosfer ini.

Karena pada troposfer terjadi perembesan radiasi sinar matahari dan penyaluran panas ke udara, lapisan terendah dari troposfer ini mempunyai suhu yang paling hangat. Pengurangan suhu udara dari lapisan troposfer yang sekitar 17°C hingga -52°C terkadang menjadikan anomali gradient suhu di pecahan permukaan tertentu menyerupai pegunungan dan dataran tinggi.

Demikian ulasan mengenai beberapa lapisan atmosfer yang penting untuk Anda ketahui. Jadi, bisa disimpulkan bahwa apabila disebutkan mulai dari lapisan terluar ke lapisan terdalam, secara berurutan atmosfer tersusun atas lapisan eksosfer, ionosfer, termosfer, mesosfer, stratosfer, dan troposfer.
Sumber http://www.geologinesia.com

Tuesday, January 9, 2018

√ Lapisan Stratosfer : Karakteristik Dan Fungsinya

Bumi mempunyai atmosfer yaitu selimut yang mengelilingi lapisan permukaan Bumi. Lapisan lain bawah yang pribadi bersentuhan dengan permukaan ialah troposfer dan Lapisan Stratosfer berada diatasnya. Posisi lapisan ini ialah 12 km dari permukaan sampai 50 km lalu dilanjutkan oleh lapisan mesofer, termosfer, dan exosphere. Setiap lapisan mempunyai karakteristik berbeda dan tetapi menunjang fungsi utama dari atmosfer yaitu melindungi bumi dari benda langit yang jatuh ke permukaan serta radiasi sinar matahari.

Atmosfer Sebagai Pelindung Bumi

Atmosfer merupakan kata umum yang dipakai untuk menyebutkan selubung planet, termasuk Bumi. Cara kerja lapisan atmosfer ibarat mirip selimut. Sinar matahari yang mendekati bumi telah mengalami banyak perubahan akhir dari lapisan ini. Bumi tanpa atmosfer akan mengalami perubahan suhu yang signifikan. Panas dari matahari akan terserap dengan cepat dan meningkat suhu permukaan secara drastis. Sebaliknya, suhu akan turun dengan cepat dikala sinar matahari tidak lagi menyentuh permukaan. Inilah fungsi dasar dari atmosfer yang sangat penting. Selain itu, atmosfer juga sebagai pelindung dikala banyak meteorit kecil yang masuk ke Bumi. Meteor tersebut akan terbakar akhir goresan panas dan meleleh di luar atmosfer. Jika meteor berhasil mencapai stratosfer, bumi akan mengalami kondisi bahaya.

Karakteristik dan Fungsi Stratosfer

Lapisan Stratosfer mempunyai karakteristik berbeda dengan bawahnya. Pada umumnya, suhu akan menurun seiring dengan peningkatan ketinggian. Inilah yang terjadi dikala suhu bumi yang semakin menurun dikala sebuah pesawat terbang ke arah ketinggian tertentu. Kondisi ini sangat berbeda dengan stratosfer. Bagian terbawah lapisan ini mempunyai suhu hirau taacuh sekitar -50 derajat celcius dan meningkat secara perlahan. Hasil foto spectrum mengatakan bahwa kondisi ini terjadi akhir beberapa hal. Lapisan dengan temperatur hirau taacuh akan tampak berwarna biru.

Stratosfer sangat penting bagi bumi lantaran merupakan lapisan yang menjaga ozon. Sinar matahari akan menghipnotis ozon dan lapisan terbanyak ada pada Lapisan Stratosfer. Ketinggian lapisan ini mulai dari 12-16 kilometer dan berbeda di setiap permukaan bumi. Sebagai contoh, permukaan kutub akan mempunyai lapisan lebih tinggi dibanding dengan ekuator. Hal ini mengatakan bahwa radiasi ultraviolet sangat kecil terjadi di area kutub sehingga iklim sangat dingin. Sebaliknya, radiasi matahari akan sangat besar lantaran intensitasnya yang tinggi di sekitar khatulistiwa serta lapisan stratosfer yang lebih bersahabat dengan permukaan.

Berapakah suhu pada lapisan final dari stratosfer? Pola peningkatan suhu yang unik tidak menjamin suhu akan tinggi pada lapisan ini. Kondisi final dari stratosfer ialah sekitar 20 derajat celcius. Suhu ini cukup stabil untuk beberapa makhluk hidup. Penelitian mengatakan bahwa, basil sanggup tumbuh di area atmosfer mulai dari stratosfer sampai satu lapisan diatasnya.

Bagaimana insan memanfaatkan Lapisan Stratosfer? Cuaca dan awan terbentuk pada lapisan toposfer atau terbawah dari atmosfer. Kondisi ini sangat berbeda dengan stratosfer lantaran mempunyai pola cuaca yang jarang. Namun, lapisan ini masih mempunyai beberapa awan dan pergerakan angin. Cuaca yang sedikit dan jarang sangat menguntungkan dunia penerbangan. Ketinggian pesawat sanggup mencapai lebih dari 12 km dari permukaan bumi. Pada ketinggian ini, cuaca sudah jarang terjadi sehingga memudahkan perjalanan udara. Selain itu, kondisi yang tanpa kendala juga besar lengan berkuasa pada konsumsi materi bakar, meskipun tingkat efisiensi masih relatif.

Lapisan ozon pada area ini sangat menarik untuk dibahas. Jumlahnya sangat signifikan dan sensitif pada perubahan lapisan dibawahnya. Sinar matahari mengandung ultra violet yang sangat tinggi. Pertemuan ultraviolet dengan permukaan bumi secara pribadi akan sangat berbahaya. Jika kulit bersentuhan pribadi dengan sinar ini, kondisinya akan tampak ibarat terbakar. Radiasi ini lalu dikurangi dengan ozon pada stratosfer.

Bumi mempunyai atmosfer yaitu selimut yang mengelilingi lapisan permukaan Bumi √ Lapisan Stratosfer : Karakteristik dan Fungsinya

Lapisan Stratosfer juga sanggup berubah lantaran kondisi gas dan zat kimia yang terserap dari luar dan dalam bumi. Gas-gas yang ringan akan bergerak ke atas dengan cepat sampai melewati troposfer. Gas tersebut merupakan hasil pembakaran karbon lalu bereaksi dengan ozon. Hasil reaksinya ialah pemisahan atom ozon sehingga terurai. Pembentukan ozon membutuhkan waktu dan kondisi ideal. Sebaliknya, pemisahannya sangat gampang lantaran ikatan oksigen gampang untuk berpencar. Pada tingkat kestabilan, ozon akan mulai berkurang dan terurai. Kondisi ini tidak baik untuk kelangsungan bumi.

Bagaimana cara menanggulangi perusakan lapisan ini? Emisi karbon sudah menjadi warta yang tidak sanggup disepelekan. Selain sebagai pelindung bumi, stratosfer juga sangat bermanfaat untuk menjaga perubahan suhu. Ketika emisi berlebih mencapai puncak, lapisan ini akan kesulitan untuk menjaga kestabilan. Oleh karena, pengurangan emisi sangat penting biar tidak terjadi perubahan struktur Lapisan Stratosfer.

Pemahaman terkait Lapisan Stratosfer sangat penting lantaran menyangkut banyak bidang. Manusia masih berusaha melaksanakan eksplorasi untuk mengetahui lebih jauh terkait. Lapisan ini mungkin berada sangat jauh dari permukaan, tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Oleh lantaran itu, kelestariannya harus tetap terjaga.
Sumber http://www.geologinesia.com

Wednesday, January 3, 2018

√ Lapisan Mesosfer : Letak, Fungsi Dan Karakteristiknya

Planet Bumi menjadi daerah yang kondusif untuk ditinggali lantaran planet ini dilindungi oleh selubung atmosfer. Selubung atmosfer terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda. Lapisan tersebut mempunyai peranannya masing-masing. Lapisan atmosfer dari bawah secara berturut-turut yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer pada kepingan terluar. Pada kesempatan kali ini, kita akan memfokuskan pemahaman terhadap lapisan atmosfer ketiga, yaitu lapisan mesosfer. Lapisan atmosfer ketiga ini berbatasan dengan lapisan stratosfer di kepingan bawah dan lapisan termosfer di kepingan atas. Di antara mesosfer dan termosfer, terdapat batasan yang disebut dengan mesopause. Seperti halnya lapisan lain pada atmosfer Bumi, mesosfer mempunyai peranan yang sangat penting untuk melindungi Bumi. Mari kita lihat bagaimana cara mesosfer untuk melindungi Bumi dari benda luar angkasa.

1. Letak Mesosfer
Di manakah tepatnya lokasi lapisan mesosphere ini? Secara terminologis, mesosfer atau mesosphere berasal dari bahasa Yunani mesos dan sphaira. Mesos berarti tengah, sedangkan sphaira berarti bidang bulat. Oleh lantaran itu, mesosphere merupakan bidang bundar yang berada pada lapisan tengah. Dari bawah, lapisan mesosphere berada di urutan ketiga. Lapisan ini mempunyai ketinggian antara 60 hingga 80 km dari permukaan Bumi. Dengan demikian, ketebalan mesosfer hanya sekitar 20 km saja. Ketebalan lapisan ini jauh lebih tipis dibandingkan dengan lapisan termosfer yang berada di atasnya. Terlepas dari dimensinya yang tipis, lapisan ini mempunyai peranan penting bagi kehidupan Bumi.

2. Fungsi Mesosfer untuk Kehidupan Bumi
Benda langit menyerupai meteor yang melintas bersahabat dengan orbit Bumi sering kali tertarik oleh gaya gravitasi Bumi. Tarikan ini mengakibatkan meteor tersebut terjatuh ke permukaan Bumi. Untungnya, Bumi dilindungi oleh lapisan mesosfer. Untuk sanggup hingga ke permukaan Bumi, meteor harus melewati lapisan atmosfer melalui mesosfer. Ketika bergerak menembus mesosfer, meteor tersebut bergesekan dengan udara pada lapisan atmosfer ini. Pergesekan ini mengakibatkan kenaikan suhu pada meteor. Oleh lantaran itu, meteor menjadi panas dan terbakar.

Beberapa meteor yang tidak mempunyai ukuran besar sering kali terbakar hingga habis, bahkan sebelum menyentuh permukaan Bumi. Meskipun demikian, tidak sanggup dipungkiri lagi bahwa terdapat meteor yang berukuran sangat besar. Ukuran meteor yang sangat besar tersebut saat jatuh tidak terbakar habis pada lapisan mesosfer. Meteor semacam ini menghantam permukaan Bumi dengan keadaan hangus. Tanpa keberadaan mesosfer, meteor yang jatuh ke Bumi akan membawa kerusakan yang besar. Peristiwa semacam ini pernah terjadi saat zaman prasejarah. Para ilmuwan setuju bahwa jatuhnya meteor pada zaman tersebut merupakan salah satu penyebab kepunahan dinosaurus. 

3. Karakteristik
Lapisan mesosfer disebut sebagai lapisan tengah juga lantaran posisinya yang menarik. Ketinggian mesosfer tidak cocok untuk jenis transportasi udara apapun. Satu-satunya perangkat udara yang bisa bergerak pada lapisan ini hanyalah balon udara modern. Sebagian besar transportasi udara hanya beraktivitas pada lapisan stratosfer dan troposfer saja. Sementara itu, pesawat luar angkasa serta wahana orbit luar angkasa menyerupai satelit juga tidak sanggup melintas pada lapisan ini. Secara singkat sanggup dikatakan bahwa pesawat dan perangkat udara melintas tidak di lapisan ini, melainkan di bawah atau di atasnya. Dengan demikian, lapisan tengah ini jarang dilalui oleh banyak sekali jenis perangkat udara. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kerapatan udara yang tidak memungkinkan apapun untuk bergerak dengan mudah. Peluncuran pesawat ke luar angkasa melalui lapisan ini bahkan harus memakai roket bertenaga tinggi sebelum alhasil bisa mencapai eksosfer.

Planet Bumi menjadi daerah yang kondusif untuk ditinggali lantaran planet ini dilindungi oleh se √ Lapisan Mesosfer : Letak, Fungsi dan Karakteristiknya

4. Peristiwa Alam di Mesosfer
Seperti halnya lapisan lain pada atmosfer Bumi, terjadi beberapa kejadian alam pada lapisan mesosfer. Salah satu kejadian alam pada lapisan ketiga ini yaitu ombak gravitasi. Ombak gravitasi ini terjadi pada lapisan stratopause hingga ke mesosfer. Ombak gravitasi disebabkan oleh perputaran Bumi pada porosnya. Ketika Bumi berputar, maka lapisan atmosfer terbawah juga ikut berputar. Akan tetapi, kecepatan perputaran ini berbeda pada lapisan atmosfer yang satu dengan yang lainnya. Ketika troposfer bergerak mengikuti perputaran Bumi, maka stratosfer di atasnya bergerak dengan lebih pelan. Ketika hal tersebut terjadi, termosfer di atas mesosfer hampir tidak bergerak sama sekali. Karena perbedaan kecepatan gerak ini, maka mesosfer mengalami ombak gravitasi.

Pada kesempatan kali ini, kita telah membahas wacana karakteristik dari lapisan mesosfer. Lapisan ini mendapat julukan lapisan tengah lantaran posisinya. Letak mesosfer berada di antara stratosfer dan termosfer. Kerapatan udara yang tinggi pada lapisan ini menghalangi masuknya benda langit dengan gampang ke Bumi. Banyak benda langit terbakar hingga habis sebelum bisa menyentuh permukaan Bumi. Terlepas dari kemampuan tersebut, mesosfer mempunyai suhu yang relatif rendah. Sayangnya, karakteristik tersebut mengakibatkan mesosfer tidak cocok untuk transportasi udara maupun perangkat udara menyerupai satelit.
Sumber http://www.geologinesia.com

Tuesday, January 2, 2018

√ Lapisan Termosfer : Letak, Fungsi Dan Karakteristiknya

Untuk melindungi kehidupan yang ada, Bumi dilindungi oleh selubung atmosfer. Atmosfer terbagi menjadi beberapa lapisan yang berbeda. Lapisan termosfer merupakan lapisan keempat pada atmosfer. Di bawah termosfer terdapat mesosfer, stratosfer, dan troposfer pada cuilan paling bawah. Seperti halnya lapisan atmsofer yang lain, termosfer mempunyai peranan penting untuk melindungi kehidupan di Bumi. Termosfer sering juga disebut dengan lapisan ionosfer. Meskipun demikian, ada pula yang menyebutkan bahwa termosfer dan ionosfer merupakan dua lapisan atmosfer yang terpisah. Lapisan ionosfer mempunyai julukan demikian dikarenakan keberadaan atom yang mengalami proses ionisasi pada lapisan ini. Pada kesempatan kali ini, kita akan memahami lebih lanjut mengenai letak termosfer beserta acara apa saja yang terjadi pada lapisan keempat pada selubung Bumi ini.

Pada klarifikasi sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa lapisan termosfer berada pada lapisan keempat dari bawah. Hal ini menjadikan termosfer berada di antara mesosfer dengan eksosfer. Memahami apa yang berada di atas dan di bawah lapisan ini saja tidak cukup untuk memilih letaknya secara tepat. Untuk lebih tepatnya lagi, termosfer berada pada ketinggian antara 85 hingga 650 km dari permukaan Bumi. Dengan demikian, lapisan ini mempunyai ketebalan lebih dari 550 km. Dengan ketebalan hingga angka tersebut, tentunya banyak insiden yang bisa saja terjadi pada termosfer.

Sebagian dari Anda mungkin ingin tau mengapa lapisan ini disebut lapisan termosfer. Termos berarti panas. Lapisan termosfer menerima nama demikian alasannya lapisan ini mempunyai suhu yang cukup tinggi. Suhu pada termosfer sanggup mencapai angka 1.232 derajat Celsius. Suhu tinggi pada lapisan ini dikarenakan posisinya yang berada pada cuilan terluar atmosfer bumi. Karena tidak terlindungi oleh lapisan lainnya, maka termosfer terpapar eksklusif oleh radiasi matahari. Hal inilah yang menimbulkan lapisan ini mempunyai suhu yang sangat tinggi. Pada cuilan yang tidak terkena paparan radiasi matahari, suhu termosfer bisa turun drastis hingga 40 derajat Celsius saja. Secara umum, termosfer mempunyai dua fungsi penting. Berikut ini yaitu fungsi dari termosfer.

1. Memantulkan gelombang radio
Sebelumnya, kita telah memahami bahwa termosfer Bumi sering disebut lapisan ionosfer alasannya pada lapisan atmosfer ini terjadi insiden ionisasi. Ketika proses ionisasi terjadi, maka elektron akan berpindah dari satu atom menuju atom lainnya. Perpindahan ini menghalangi gelombang radio keluar dari Bumi. Gelombang radio yang sanggup keluar dari lapisan ini hanyalah gelombang dengan panjang tertentu. Peristiwa ini sudah usang dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi. Gelombang radio yang dipancarkan dari suatu daerah ke termosfer akan sanggup dipantulkan menuju daerah lain. Pengaturan panjang gelombang radio ini sanggup diubahsuaikan untuk mengetahui jangkauan dari gelombang tersebut. Gelombang radio yang panjang sanggup dipancarkan hingga jarak yang jauh. Sebaliknya, gelombang radio yang pendek hanya bisa menjangkau jarak yang lebih bersahabat saja.

2. Melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet
Cahaya dan panas yang dikeluarkan oleh Matahari berasal dari fusi atom. Ketika proses fusi ini terjadi, matahari memancarkan radiasi ultraviolet. Terkadang, terjadi ledakan besar di permukaan matahari yang disebut sebagai ombak Matahari. Pancaran radiasi ultraviolet alasannya ombak matahari sangat mematikan. Radiasi ultraviolet ini sangat mematikan bagi kehidupan. Untungnya, proses inoisasi pada lapisan termosfer membantu untuk menangkal radiasi ultraviolet ini. Radiasi ultraviolet yang hingga ke Bumi tidak begitu berbahaya bagi kehidupan.

 Atmosfer terbagi menjadi beberapa lapisan yang berbeda √ Lapisan Termosfer : Letak, Fungsi dan Karakteristiknya

Peristiwa alam yang terjadi pada lapisan termosfer dipengaruhi oleh ketinggian dari lapisan ini. Karena ketinggian yang telah disebutkan sebelumnya, maka gaya gravitasi pada termosfer tidak begitu mengikat. Oleh alasannya itu, atom serta molekul sanggup bergerak dengan lebih leluasa. Pada cuilan kutub utara dan selatan Bumi, atom tersebut berinteraksi dengan garis magnetis Bumi. Hasil dari interaksi ini menimbulkan terjadinya perubahan pada jumlah elektron pada termosfer. Perubahan ini menjadikan munculnya serangkaian warna indah. Fenomena alam ini disebut dengan aurora. Aurora hanya terjadi pada termosfer di kutub utara dan kutub selatan Bumi. Hal ini dikarenakan pada cuilan tersebut arus magnetis Bumi sangat kuat. Aurora pada kutub utara disebut dengan Aurora Borealis sedangkan pada cuilan kutub selatan disebut dengan Aurora Australis.

Selain terjadinya aurora, tidak terjadi banyak hal pada lapisan termosfer. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, aurora terjadi alasannya interaksi antara atom dengan lapisan magnetis Bumi. Atom mengalami proses ionisasi pada lapisan ini. Ketika atom terionisasi, maka elektron pada atom tersebut menjadi tidak stabil. Hal ini menjadikan elektron pada atom yang satu berpindah pada atom yang lain. Tidak mengherankan apabila insiden tersebut menimbulkan perubahan jumlah elektron pada atom tertentu. Perpindahan elektron inilah yang menjadikan munculnya cahaya aurora. Dengan demikian, proses ionisasi juga merupakan acara alam yang terjadi pada termosfer. Beberapa hebat yang memisahkan antara termosfer dengan ionosfer sering menyebutkan bahwa insiden ionisasi hanya terjadi pada lapisan ionosfer saja.
Sumber http://www.geologinesia.com

√ Lapisan Troposfer : Letak, Fungsi Dan Karakteristiknya

Planet Bumi yang kita tinggali ini menjadi terasa nyaman lantaran terlindungi oleh lapisan atmosfer. Atmosfer sendiri merupakan selubung udara yang melindungi Bumi dari aneka macam hal berbahaya di luar angkasa mulai dari radiasi Matahari sampai meteor. Lapisan atmosfer terdiri dari aneka macam lapisan yang berbeda. Batasan antara lapisan satu dengan yang lain bukanlah berupa batas yang jelas, melainkan berupa transisi yang tidak terlihat. Meskipun demikian, lapisan tersebut berubah komposisinya menurut ketinggiannya. Lapisan atmosphere yang berada paling bersahabat dengan permukaan Bumi ialah lapisan troposfer. Karena berada pada lapisan paling bawah, troposfer mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi. Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai karakteristik dari lapisan yang satu ini.

1. Letak Troposfer
Sebelum membahas mengenai peranan lapisan troposfer Bumi, kita perlu mengetahui terlebih dahulu di manakah letak lapisan ini. Sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa lapisan ini berada pada paling bersahabat dengan permukaan Bumi. Jarak antara pecahan paling bawah dengan pecahan paling atas lapisan ini ialah 0 km sampai 12 km. Di atas jarak tersebut, lapisan atmosfer sudah mempunyai komposisi dan peranan yang berbeda pula. Sebagai lapisan yang berada paling bersahabat dengan permukaan Bumi, tekstur udara pada lapisan ini lebih padat. Hal ini dikarenakan oleh imbas gaya gravitasi Bumi. Meskipun demikian, kerapatan komposisi udara tersebut sangat ideal untuk aneka macam jenis kehidupan.

2. Peristiwa Alam di Troposfer
Pada lapisan troposfer, terjadi aneka macam insiden alam yang menarik. Peristiwa alam tersebut tentunya tidak dapat terlepas dari apa yang terjadi pada permukaan Bumi. Salah satu insiden alam yang terjadi pada lapisan terbawah ini ialah angin kencang. Angin kencang merupakan pergerakan angin yang diakibatkan oleh perbedaan suhu pada permukaan Bumi. Pencemaran udara juga sering kali terjadi pada lapisan ini. Kendaraan yang dipakai oleh insan terkadang mengeluarkan polusi di udara. Polusi ini lalu mengotori troposfer. Selain polusi dari kendaraan, insiden kabut asap jawaban kebakaran hutan juga terjadi pada lapisan ini pula. Salah satu cara untuk menjaga lapisan ini ialah dengan tidak mengotori udara.

Planet Bumi yang kita tinggali ini menjadi terasa nyaman lantaran terlindungi oleh lapisan a √ Lapisan Troposfer : Letak, Fungsi dan Karakteristiknya

3. Peran Troposfer
Apabila kita membandingkan lapisan troposfer dengan lapisan atmosfer lainnya, maka lapisan ini mempunyai ciri khas yang menarik. Karena letaknya yang berada pada pecahan paling bawah lapisan atmosfer, maka pecahan bawah dari troposfer berbatasan eksklusif dengan permukaan Bumi. Hal inilah yang mengakibatkan lapisan ini mempunyai keunikan berupa suhu yang berbeda. Pada pecahan troposfer yang berada di kutub, lapisan ini mempunyai suhu yang rendah. Sementara itu, pecahan troposfer yang bersahabat dengan garis ekuator mempunyai suhu yang lebih tinggi. Selain lokasi geografis, perbedaan suhu troposfer juga dipengaruhi oleh ketinggian permukaan Bumi. Suhu troposfer pada pantai tentunya lebih panas dibandingkan dengan suhu troposfer pada puncak pegunungan yang menjulang tinggi.

Selain perbedaan suhu udara di aneka macam tempat, rupanya lapisan troposfer juga mempunyai komposisi yang cukup beragam. Berdasarkan volumenya, udara pada troposfer sebagian besar merupakan nitrogen. Kandungan nitrogen yang mencapai 78 persen mengakibatkan gas ini mendominasi komposisi troposfer. Komposisi yang kedua disusul oleh oksigen, yaitu sebanyak 21 persen. Hal ini menarik untuk dicermati lantaran meskipun sangat dibutuhkan untuk kehidupan, komposisi oksigen pada troposfer berada pada urutan kedua. Komposisi gas lain pada troposfer meliputi argon, karbondioksida, dan lain sebagainya. Komposisi gas tersebut berada di bawah satu persen saja.

Pada kesempatan kali ini, kita telah mencar ilmu mengenai lapisan atmosfer yang paling bawah, yaitu lapisan troposfer. Sebagai lapisan terbawah, troposfer berbatasan eksklusif dengan permukaan Bumi. Sementara itu, pecahan teratas troposfer berada setinggi 12 km. Troposfer dan lapisan atmosfer di atasnya, dipisahkan oleh batas berupa tropopause. Beberapa insiden alam menarik terjadi pada lapisan ini. Sebagian besar insiden tersebut disebabkan oleh acara di permukaan Bumi. Suhu pada troposfer tidak merata. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis dan ketinggian permukaan Bumi. Komposisi troposfer sebagian besar merupakan nitrogen dan oksigen. Sebagai lapisan yang mendukung terjadinya kehidupan, sangat penting bagi kita untuk menjaga troposfer dari polusi udara.
Sumber http://www.geologinesia.com