Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Saturday, February 10, 2018

√ Pengertian Sabar Dalam Islam Dan Dalilnya (Bahas Lengkap)

Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya (Bahas Lengkap) – Sabar merupakan kata yang sering kali diucapkan oleh lisan. Orang yang mempunyai sifat sabar akan memperoleh ketenangan, ketentraman dan kelapangan hati. Sabar memang bukanlah suatu perkara gampang yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, namun tidak pula tidak mungkin seseorang mempunyai sifat penyabar.


Islam memandang sifat sabar ini sebagai salah sifat terpuji yang harus dimiliki oleh orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. Orang yang tidak sabar tidak bisa dikatakan sebagai orang yang beriman. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dibahas wacana pengertian sabar dalam Islam dan dalil-dalil yang berkaitan dengan sabar.


Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya (Bahas Lengkap)


Mari kita bahas pengertian sabar terlebih dahulu dengan secama.


Pengertian Sabar Dalam Islam


Kata sabar berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata sobaro yasbiru, yang artinya menahan. Sedangkan secara istilah, sabar ialah menahan diri dari segala macam bentuk kesulitan, kesedihan atau menahan diri dalam menghadapi segala sesuatu yang tidak disukai dan dibenci. Adapun sabar secara lebih luas ialah menahanan diri semoga tidak gampang marah, berkeluh kesah, benci, dendam, tidak gampang putus asa, melatih diri dalam ketaatan dan membentengi diri semoga tidak melaksanakan perbuatan keji dan maksiat.


Dalam Islam, ada tiga bentuk sabar yakni sabar dalam ketaatan, sabar dalam menghadapi musibah, dan sabar dalam menjauhi perbuatan maksiat.


Sabar dalam ketaatan


Dalam menjalankan ketaatan dan perintah Allah SWT akan terasa berat sehingga membutuhkan kesabaran yang tinggi. Seperti pola sabar dalam menahan diri dari sifat malas semoga tetap istiqomah dalam menjalankan kewajiban sholat tepat pada waktunya, menjalankan sholat selalu berjamaah, sabar menjalankan puasa dengan menjaga lisan, hati dan pikiran, sabar dalam menuntut ilmu dan lain sebagainya.


Sabar dalam menghadapi cobaan dan musibah


Orang yang beriman hendaknya bersabar atas segala ujian, cobaan dan petaka yang tiba kepadanya. Percaya bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuannya. Ketika mendapat cobaan, maka bersabar dan nrimo dengan apa yang terjadi. Karena sebenarnya Allah itu bersama dengan orang-orang sabar.


Sabar dalam kemaksiatan


Segala sesuatu yang haram dan dihentikan Allah SWT hendaknya dijauhi. Segala bentuk maksiat itu menyenangkan, tetapi Allah melarangnya sehingga orang-orang beriman diharuskan untuk menjaga dan menahan diri dari segala bentuk maksiat dan hal-hal yang dihentikan oleh Allah SWT.


 


Dalil Tentang Sabar


Berikut ini ada beberapa ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sabar, diantaranya yaitu:


Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya  √ Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya (Bahas Lengkap)


Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sebenarnya Allah bersama orang-orang yang sabar“. (QS. Al-Baqarah: 153)


Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya  √ Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya (Bahas Lengkap)


Artinya: “Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa“. (QS. Al-Baqarah: 177)


Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya  √ Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya (Bahas Lengkap)


Artinya: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kau dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akhir (yang baik) itu ialah bagi orang yang bertakwa”. (QS. Thoha: 132)


Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya  √ Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya (Bahas Lengkap)


Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“. (QS. Az-Zumar: 10)


Adapun hadits wacana sabar diantaranya sebagai berikut:


Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya  √ Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya (Bahas Lengkap)


Artinya: “Barangsiapa yang sabar akan disabarkan Allah, dan tidak ada derma Allah yang paling luas dan lebih baik daripada kesabaran“. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud, Malik dan Ad-Darimi)


Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya  √ Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya (Bahas Lengkap)


Artinya: “Sangat menakjubkan semua urusan orang yang beriman, sesungguhnya segala urusannya itu sangat baik baginya, dan hal itu tidak dimiliki oleh seorangpun, kecuali orang yang beriman. Apabila ia mendapat kesenangan ia bersyukur, maka yang demikian itu sangat baik dan apabila ia tertimpa kesusahan ia  sabar, maka yang demikian itu sangat baik baginya“. (HR. Muslim)


Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya  √ Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya (Bahas Lengkap)


Artinya: “Sabar itu ada tiga yaitu sabar dalam musibah, sabar dalam taat, dan sabar dalam menjauhi maksiat. Barangsiapa bersabar dalam petaka sehingga dikembalikannya dalam keadaan baik atas apa yang menimpa dirinya (ia ridho atas bala’ yang diberikan-Nya), maka Allah akan menulis baginya 300 derajat yang tiap-tiap derajat jaraknya antara langit dengan bumi. Dan barangsiapa bersabar dalam melaksanakan taat, maka Allah akan menuliskannya 600 derajat, tiap dua derajat jaraknya antara langit dunia dengan Sidratul Muntaha. Dan barangsiapa yang bersabar dalam menjauhi maksiat, maka Allah tulis baginya 900 derajat yang jarak dua derajatnya menyerupai ‘Arasy dua kali“. (HR. Abu Dunya dan Abu Syaikh)


Itulah klarifikasi singkat wacana Pengertian Sabar Dalam Islam dan Dalilnya (Bahas Lengkap) (Qur’an dan Hadits), semoga bermanfaat dan memperlihatkan pengetahuan gres bagi yang belum mengetahuinya. Terimakasih.



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

Friday, February 9, 2018

√ Pengertian Agama Islam Secara Umum (Pembahasan Lengkap)

Pengertian Agama Islam Secara Umum (Pembahasan Lengkap) – Tak absurd lagi di pendengaran kita dengan kata “Agama” dan “Islam“. Dimana agama yang merupakan keyakinan atau kepercayaan bagi setiap insan yang memeluknya. Di negara Indonesia terdapat 6 agama yang dianut, diantaranya yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu. Mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam.



Pengertian Agama Islam Secara Umum (Pembahasan Lengkap)


Adapun pengertian agama Islam akan dibahas selengkapnya oleh seputarpengetahuan berikut ini.


Pengertian Agama Islam


Agama yaitu peraturan, pedoman, ajaran, atau sistem yang mengatur ihwal keyakinan, keimanan atau kepercayaan. Islam adalah agama samawi yang diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhamad SAW sebagai Rasul utusan Allah dan Allah mengakibatkan Islam sebagai agama yang Rahmatal lil ‘aalamiin (rahmat bagi seluruh alam). Sebagaimana Allah berfirman dalam Qur’an surat Al-Anbiya ayat 107:


 Tak absurd lagi di pendengaran kita dengan kata  √ Pengertian Agama Islam Secara Umum (Pembahasan Lengkap)


Kami tidak mengutus engkau wahai Muhammad, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam semesta“.


Secara bahasa kata “Islam” berasal dari kata “sallama” yang berarti selamat, dan bentuk mashdar dari kata “aslama” yang berarti taat, patuh, tunduk dan berserah diri. Sedangkan secara istilah, Islam ialah tunduk, taat dan patuh kepada perintah Allah SWT seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul utusan-Nya serta menyerahkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah ta’ala.


Pengertian Agama Islam Menurut Nabi dan Para Ulama


Berikut ini yaitu pengertian Agama Islam berdasarkan Nabi Muhammad dan Sahabat.


Nabi Muhammad SAW.


Nabi Muhamad menjawab pertanyaan Umar r.a, ihwal apa itu Islam, dan dia menjawab Islam itu adalah “bahwa engkau mengakui tidak ada Tuhan selain Allah dan bahawasanya Muhamad itu utusan Allah, dan engkau mendirikan sholat, dan mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau mengerjakan ibadah haji di Baitullah jikalau engkau sanggup melakukannya“.


Umar bin Khatab


Menjelaskan Islam sebagai agama yang diturunkan Allah SWT. kepada Nabi Muhamad SAW. Di dalam agama Islam terdapat tiga hal yakni: Akidah, Syariat dan Akhlak.


Muhamad bin Ibrahim bin Abdullah at-Tawaijiri


Mengatakan bahwa Islam yaitu sebuah penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dengan mengesakan-Nya dan melaksanakan syariat-syariat-Nya dengan penuh keikhlasan.


Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab


Beliau menyampaikan Islam ialah berserah diri kepada Allah SWT dengan cara mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan ketaatan dan berlepas diri dari perbuatan-perbuatan syirik dan para pelakunya.


 Tak absurd lagi di pendengaran kita dengan kata  √ Pengertian Agama Islam Secara Umum (Pembahasan Lengkap)


Pengertian Agama Islam Secara Umum


Secara umum yang dimaksud dengan agama Islam ialah agama yang diridhoi Allah, yang paling benar dan tepat serta agama yang membawa rahmat bagi semesta alam. Islam merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhamad SAW., sebagai Nabi terakhir pilihan-Nya. Didalamnya terdapat aturan dan hukum yang sanggup dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh umat biar selamat dan senang di dunia sampai akhirat. Allah SWT berfirman:


 Tak absurd lagi di pendengaran kita dengan kata  √ Pengertian Agama Islam Secara Umum (Pembahasan Lengkap)


Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam“. (QS. Ali-Imran: 19)


Jadi, agama Islam yaitu agama yang benar, yang mengajarkan segala sesuatunya dengan baik dan sempurna. Ajaran Islam bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits.


Demikianlah pembahasan kita kali ini tentang Pengertian Agama Islam Secara Umum (Pembahasan Lengkap), semoga sanggup bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih.



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

Monday, February 5, 2018

√ 3 Sumber Fatwa Islam Dan Penjelasannya (Pembahasan Lengkap)

3 Sumber Ajaran Islam Dan Penjelasannya Lengkap – Sumber pedoman Islam ialah segala sesuatu yang sanggup dijadikan acuan, pedoman, dasar dalam menjalankan syariat islam. Sumber pokok pedoman Islam itu ada tiga macam, diantaranya yaitu Al-Qur’an, Hadits dan Ijtihad. Dari kalangan para Ulama, sumber paling utama itu yakni Qur’an dan Hadits (Sunnah).



3 Sumber Ajaran Islam Dan Penjelasannya (Pembahasan Lengkap)


Mari kita bahas dengan secama apa saja sumber pedoman islam berikut penjelasannya.


1. Al-Qur’an


Al-Qur’an yakni kalamullah yang berisikan firman-firman Allah, diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu mukjizatnya melalui mediator malaikat Jibril. Al-Qur’an yang merupakan kitab suci umat Islam yang berisikan ihwal aqidah, ibadah, hukum, peringatan, kisah-kisah dan arahan pengembangan iptek yang dijadikan sebagai contoh dan pedoman hidup bagi umat Nabi Muhamad SAW.


 Sumber Ajaran Islam Dan Penjelasannya Lengkap √ 3 Sumber Ajaran Islam Dan Penjelasannya (Pembahasan Lengkap)


Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Alquran dengan berbahasa Arab, semoga kau memahaminya“. (QS. Yusuf: 2)


2. Hadits (Sunnah)


Merupakan sumber pedoman Islam yang kedua. Sunnah merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah baik dari segi perkataan, perbuatan maupun ketetapan atau persetujuan Rasulullah terhadap apa yang dilakukan oleh para sahabatnya.


Menurut ulama Salaf, As-Sunnah ialah petunjuk yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, baik ihwal ilmu, i’tiqad (keyakinan), perkataan maupun perbuatannya.


As-Sunnah berfungsi untuk memperjelas, menafsirkan isi atau kandungan dari ayat-ayat Al-Qur’an dan memperkuat pernyataan ayat-ayat Al-Qur’an serta menyebarkan segala sesuatu yang kurang jelas atau bahkan tidak ada ketentuannya di dalam Al-Qur’an.


Macam-macam Hadits atau Sunnah


Hadits atau sunnah dilihat dari segi bentuknya, diantaranya:



  • Qauliyah yakni semua perkataan Rasulullah

  • Fi’liyah yakni semua perbuatan Rasulullah

  • Taqririyah yakni penetapan, persetujuan dan pengukuhan Rasulullah

  • Hammiyah yakni sesuatu yang telah direncanakan oleh Rasulullah dan telah disampaikan kepada para sahabatnya untuk dikerjakan namun belum sempat dikerjakan dikarenakan telah tiba ajalnya.


Hadits atau sunnah dilihat dari segi jumlah orang yang menyampaikannya, diantaranya:



  • Mutawatir yaitu hadits yang diriwayatkan oleh orang banyak

  • Masyhur yaitu diriwayatkan oleh banyak orang, namun tidak hingga (jumlahnya) kepada derajat mutawatir

  • Ahad yaitu diriwayatkan hanya oleh satu orang saja.


Hadits atau sunnah dilihat dari segi kualitasnya, diantaranya:



  • Shahih yakni hadits yang benar dan sehat tanpa ada keraguan atau kecacatan.

  • Hasan yakni hadits yang baik, memenuhi syarat menyerupai hadits shahih, letak perbedaannya hanya dari segi kedhobitannya (kuat hafalan). Hadits shahih kedhobitannya lebih tepat daripada hadits hasan.

  • Dhaif yakni hadits yang lemah.

  • Maudhu yakni hadits yang palsu atau dibuat-buat.


 Sumber Ajaran Islam Dan Penjelasannya Lengkap √ 3 Sumber Ajaran Islam Dan Penjelasannya (Pembahasan Lengkap)


3. Ijtihad


Ijtihad yaitu mengerahkan segala kemampuan berpikir secara maksimal untuk mengeluarkan aturan syar’i dari dalil-dalil syara’ yaitu Qur’an dan hadits. Ijtihad sanggup dilakukan jika ada suatu problem yang hukumnya tidak terdapat di dalam Al-Qur’an maupun  hadits, maka sanggup dilakukan ijtihad dengan memakai nalar pikiran dengan tetap mengacu dan menurut pada Al-Qur’an dan  hadits.


Macam-macam Ijtihad



  • Ijma’

    Yaitu janji para ulama (mujathid) dalam memutuskan suatu hukum-hukum menurut Al-Qur’an dan Hadits dalam suatu masalah yang terjadi. Keputusan bersama yang dilakukan oleh para ulama dengan cara ijtihad untuk kemudian dirundingkan dan disepakati. Adapun hasil dari ijma’ yakni fatwa, yakni keputusan bersama para mujtahid yang berwenang untuk diikuti seluruh umat.

  • Qiyas

    Yaitu menggabungkan atau menyamakan. Artinya memutuskan suatu aturan atau suatu masalah yang gres muncul, yang belum ada pada masa sebelumnya namun mempunyai kesamaan dalam sebab, manfaat, ancaman dan banyak sekali aspek dengan masalah terdahulu sehingga dihukumi sama. Dalam Islam, Ijma dan Qiyas sifatnya darurat, bila memang terdapat hal-hal yang ternyata belum ditetapkan pada masa-masa sebelumnya.

  • Istihsan

    Yaitu tindakan meninggalkan satu aturan kepada aturan lainnya disebabkan lantaran adanya suatu dalil syara’ yang mengharuskan untuk meninggalkannya. Berbeda dengan Al-Quran, Hadits, Ijma’ dan Qiyas yang kedudukannya sudah disepakati oleh para jumhur ulama sebagai sumber aturan Islam. Istihsan ini yakni salah satu cara yang dipakai hanya oleh sebagian ulama saja.

  • Maslahah Mursalah

    Yakni kemaslahatan yang tidak disyari’atkan oleh syar’i dalam wujud hukum, dalam rangka membuat kemaslahatan, disamping tidak terdapat dalil yang membenarkan atau menyalahkan.

  • Sududz Dzariah

    Yakni tindakan dalam memutuskan sesuatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentingan dan kemaslahatan umat.

  • Istishab

    Yakni memutuskan ssuatu keadaan yang berlaku sebelumnya hingga adanya dalil yang memperlihatkan adanya perubahan keadaan itu. Atau memutuskan menurut aturan yang ditetapkan pada masa kemudian secara abadi menurut keadaan, hingga terdapat dalil yang memperlihatkan adanya perubahan.

  • Urf

    Yaitu segala sesuatu yang sudah dikenal oleh insan dikarenakan telah menjadi kebiasaan, etika atau tradisi baik bersifat perkataan, perbuatan atau dalam kaitannya dengan meninggalkan perbuatan tertentu.


Jadi jelaslah bahwa sumber pedoman Islam telah di rumuskan oleh Rasuluallah SAW, yakni terdiri dari tiga sumber pokok yang dijadikan acuan, yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah (Hadits), dan Ijtihad.


Semoga goresan pena mengenai 3 Sumber Ajaran Islam Dan Penjelasannya (Pembahasan Lengkap) ini sanggup memperlihatkan manfaat bagi para pembaca dan membantu untuk lebih mengetahui dan memahami ihwal sumber-sumber pokok pedoman Islam. Sekian terimakasih.



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

Saturday, February 3, 2018

√ Pengertian Doa Berdasarkan Agama Islam (Pembahasan Lengkap)

Pengertian Doa Menurut Agama Islam (Pembahasan Lengkap) – Setiap insan niscaya pernah melaksanakan perbuatan yang disebut dengan “doa“. Yupz, berdoa merupakan salah satu bentuk ikhtiar atau perjuangan untuk memohon dan meminta sesuatu kepada Tuhan. Doa ini berafiliasi eksklusif dengan Tuhan.


Dalam Islam, berdoa merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Karena hanya Tuhan lah yang Maha Luas, Maha segala-galanya yang berhak menawarkan segala sesuatu untuk hamba-hamba-Nya atau ciptaan-Nya. Sehingga dalam Islam, orang yang tidak mau berdoa berarti ia sombong. Dia merasa bisa melaksanakan sesuatu tanpa adanya pinjaman dari Sang Maha Kuasa. Padahal semua yang dilakukan manusia, bisa atau tidak, baik atau buruk, berhasil atau gagal, semuanya alasannya ialah Allah.



Pengertian Doa Menurut Agama Islam (Pembahasan Lengkap)


Nah untuk mengetahui lebih lanjut wacana makna doa itu sendiri, mari kita simak ulasan selengkapnya berikut ini.


Pengertian Doa Menurut Agama Islam


Secara bahasa, kata “doa” itu bermakna seruan, jadi berdoa itu artinya menyeru, menucap, memanggil. Sedangkan secara istilahdoa” ialah suatu permohonan atau undangan dan ucapan kepada Allah SWT sebagai penguasa alam semesta, menyerupai contoh: meminta ampunan, pinjaman dari hal-hal yang ditakutkan, keselamatan hidup, ucapan rasa bersyukur, minta diberikan rizki yang halal dan ketetapan iman dan Islam, dan lain sebagainya.


Pengertian Doa Menurut Ulama


Adapun pengertian atau makna dari kata “doa” berdasarkan para Ulama yaitu sebagai berikut:


Imam at-Thaibi


Yang dimaksud berdoa berdasarkan dia adalah memperlihatkan perilaku berserah diri dan membutuhkan Allah SWT, alasannya ialah tidak dianjurkan ibadah melainkan untuk berserah diri dan tunduk kepada Pencipta serta merasa butuh kepada Allah. Kaprikornus doa ialah sebuah permohonan kepada Allah dan bentuk rasa membutuhkan-Nya.


Quraish Shihab


Doa ialah suatu permohonan hamba kepada Tuhan-Nya supaya memperoleh anugerah pemeliharaan dan pertolongan, baik buat si pemohon maupun pihak lain yang harus lahir dari lubuk hati yang terdalam disertai dengan ketundukan dan pengagungan kepada-Nya.


Syaikh Taqiyuddin Subki


Istilah berdoa itu lebih khusus daripada beribadah. Artinya, barangsiapa sombong tidak mau beribadah, maka niscaya sombong tidak mau berdoa.


Abdul Halim Mahmud


Makna doa menurutnya ialah harapan terhadap Allah SWT atas apa yang ada pada-Nya dari semua kebaikan dan mengadu kepada-Nya dengan memohon sesuatu.


Muhammad Kamil Hasan al-Mahami


Menurutnya doa adalah memohon kepada Allah SWT untuk mendapat kebaikan dari-Nya.


 Setiap insan niscaya pernah melaksanakan perbuatan yang disebut dengan  √ Pengertian Doa Menurut Agama Islam (Pembahasan Lengkap)


Doa itu termasuk inti dari ibadah, alasannya ialah bacaan dalam setiap ibadah kita itu mengandung doa. Jadi, doa ialah sebuah ucapan permohonan dan ratifikasi bahwa kita ini sebagai hamba Allah yang lemah, tidak berdaya, tidak mempunyai kemampuan apapun tanpa Allah, kita hanya bisa berserah diri kepada-Nya, memohonkan segala ampunan, pertolongan, meminta sesuatu yang diinginkan, dan doa merupakan salah satu panyalur kita berkomunikasi dengan Allah.


Sekian uraian singkat tentang Pengertian Doa Menurut Agama Islam (Pembahasan Lengkap), semoga sanggup menawarkan manfaat bagi para pembaca sepengetahuan.coid. Terimakasih.



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

Thursday, January 18, 2018

√ 3 Amalan Yang Tidak Pernah Putus Dan Penjelasannya (Lengkap)

3 Amalan Yang Tidak Pernah Putus Dan Penjelasannya (Lengkap) – Dalam Islam, insan hidup hanyalah untuk mencari pahala dari amal ibadahnya dan keridhoan Allah SWT semata. Tidak untuk yang lain, sehingga orang-orang Mukmin akan terus berlomba-lomba dalam kebaikan semoga mendapat kehidupan yang layak kelak di akhirat.


Setiap ibadah niscaya ada hasilnya yang tak lain ialah sebuah pahala. Ketika insan telah menemui ajalnya, maka terputuslah semua amal ibadahnya. Tak lagi sanggup melaksanakan sholat wajib, sholat sunnah, puasa, berdzikir dan ibadah-ibadah lainnya.


Artinya, dikala masih hidup, mereka masih sanggup mengumpulkan amal ibadah melalui sholat, puasa, zakat, berbuat baik kepada orang, dan lain sebagainya. Tetapi, kalau maut sudah tiba menjemput, maka tidak ada lagi kesempatan untuk menambah pahala-pahalanya, ia tidak akan mendapat pahalanya sholat, alasannya ialah ia sudah tidak lagi sholat dan begitupun yang lainnya.



3 Amalan Yang Tidak Pernah Putus Dan Penjelasannya (Lengkap)


Setelah kita wafat dan segala amalan kita terputus, maka tidak lagi sanggup kita mendapat komplemen pahala, kecuali 3 perkara. Berikut klarifikasi selengkapnya.


3 Amalan Yang Tidak Pernah Putus


Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah bersabda:


 Amalan Yang Tidak Pernah Putus Dan Penjelasannya  √ 3 Amalan Yang Tidak Pernah Putus Dan Penjelasannya (Lengkap)


Artinya: “Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga masalah (yaitu): shodaqoh jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak yang sholeh yang mendoakannya“. (HR. Muslim)


3 amalan yang tidak akan pernah putus hingga kita meninggal menurut hadits diatas yaitu:


1. Shodaqoh atau amal jariyah


Amal jariyah yang dilakukan semasa hidup di dunia akan terus mengalir dan menambah pahala bagi yang beramal. Contoh amal jariyah diantaranya, membangun madrasah atau sekolah, mewakafkan tanah untuk kepentingan umat, membangun masjid atau sarana umum lainnya, memperlihatkan buku yang bermanfaat bagi orang dan lain sebagainya.


Selama semua yang diberikan itu masih terus berjalan dan bermanfaat bagi orang-orang, ibarat bangunan Masjid yang terus dipakai untuk ibadah, selama buku yang disedekahkan masih dipakai dan bermanfaat, dalam bentuk apapun kalau masih ada dan terus dipakai untuk kemaslahatan umat maka pahalanya akan terus mengalir pula kepada yang bersedekah meskipun sudah wafat.


2. Ilmu yang berguna


Ilmu agama yang kita ajarkan kepada orang lain, baik itu secara mulut atau dalam bentuk goresan pena (buku), selama ilmu itu masih bermanfaat dan terus dimanfaatkan oleh orang-orang yang kita ajari, maka pahalanya akan terus mengalir kepada kita.


 Amalan Yang Tidak Pernah Putus Dan Penjelasannya  √ 3 Amalan Yang Tidak Pernah Putus Dan Penjelasannya (Lengkap)


3. Anak sholeh yang mendoakannya.


Ini beliau kenapa pentingnya mendidik anak secara islami, menanamkan aqidah semenjak dini kepada anak, dan membimbing anak menjadi generasi yang Qur’ani. Karena dibalik pujian tersendiri mempunyai anak yang patuh, bertaqwa dan sholeh sholehah, ternyata segala amal ibadah dan kebaikan yang dilakukan oleh anak yang sholeh akan terus mengalir kepada kedua orangtuanya.


Doa anak sholeh yang ikhlas, tulus dan selalu dipanjatkan untuk kedua orang tuanya merupakan suatu pujian luar biasa bagi orangtua.


Silakan baca: Inilah Pentingnya Mencetak Generasi Sholeh Dan Sholehah


Nah itulah pembahasan mengenai 3 Amalan Yang Tidak Pernah Putus Dan Penjelasannya (Lengkap) secara ringkas, semoga sanggup memperlihatkan manfaat dan memotivasi sobat Muslim untuk senantiasa gemar bersedekah jariyah, memanfaatkan ilmu dengan cara mengajarkannya dan dianugrahkan bawah umur yang sholeh sholehah sehingga kita akan tetap memperoleh pahala meskipun kita telah tiada. Aamiin



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

√ Pengertian Ikhtiar Dalam Islam Bentuknya (Pembahasan Lengkap)

Pengertian Ikhtiar Dalam Islam & Bentuknya (Pembahasan Lengkap) – Istilah ikhtiar sudah tidak absurd lagi ditelinga kita. Yupz, hidup yaitu usaha dan disetiap usaha niscaya diiringi dengan usaha dan doa. Kali ini, seputarpengetahuan.co.id akan membahas wacana pengertian ikhtiar dan bentuk-bentuk ikhtiar. Berikut klarifikasi selengkapnya.



Pengertian Ikhtiar Dalam Islam & Bentuknya (Pembahasan Lengkap)


Mari kita bahas lengkap pengertian ikhtiar dalam islam dengan secama.


Pengertian Ikhtiar Dalam Islam


Kata ikhtiar berasal dari bahasa Arab yang artinya sama dengan berusaha. Ikhtiar secara istilah ialah segala bentuk sikap atau perbuatan insan untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya, atau usaha yang dilakukan insan untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya yang dilakukan dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan keterampilannya serta dilakukan sesuai dengan syariat Islam.


Bentuk Bentuk Ikhtiar


Ikhtiar merupakan salah satu akhlak terpuji yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Adapun bentuk-bentuk ikhtiar yang harus kita ketahui, diantaranya yaitu:


1. Bersungguh-sungguh


Sungguh-sungguh merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang harus diperhatikan. Dalam menggapai mimpi, keinginan, angan dan harapan diharapkan kesungguhan yang mendalam, jangan berusaha dengan setengah-setengah, lakukan dengan sungguh-sungguh.


Contohnya: Dalam hal  jodoh, bila menginginkan jodoh yang baik maka berusahalah dengan sungguh-sungguh dalam memperbaiki dan memantaskan diri.


2. Bekerja keras


Berusaha semaksimal mungkin untuk meraih apa yang diinginkan. Jangan bermalas-malasan dan berusaha semau-maunya. Tapi, berusaha dan berjuanglah sekuat tenaga untuk mendapat hasil yang memuaskan.


Contohnya: Jika menginginkan kesembuhan dari suatu penyakit, maka berusaha keraslah untuk menjauhi pantangannya, rajin minum obat, rajin berolahraga, rajin dalam menjaga kebersihan dan penunjang lainnya.


 hidup yaitu usaha dan disetiap usaha niscaya diiringi dengan usaha dan doa √ Pengertian Ikhtiar Dalam Islam  Bentuknya (Pembahasan Lengkap)


3. Pantang mengalah dan putus asa


Jika sudah melaksanakan suatu usaha, kemudian tidak mendapat apa yang diinginkan atau gagal, kurang memuaskan dan tidak sesuai dengan harapan, maka teruslah mencoba, mencoba dan mencoba. Jangan gampang menyerah, jangan berputus asa, alasannya yaitu kegagalan yaitu sebuah proses pembelajaran.


Contohnya: Ketika menginginkan suatu keberhasilan dibidang bisnis, jangan gampang mengalah dikala mengalami kegagalan. Setelah berusaha dengan cara yang satu gagal, maka cobalah bangun lagi dan mencoba cara lain dan begitu seterusnya.


Mengenai ikhtiar, Allah SWT telah berfirman dalam Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 11:


 hidup yaitu usaha dan disetiap usaha niscaya diiringi dengan usaha dan doa √ Pengertian Ikhtiar Dalam Islam  Bentuknya (Pembahasan Lengkap)


Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan (nasib) suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan (nasib) yang ada pada diri mereka sendiri“.


Islam menganjurkan setiap insan untuk selalu berikhtiar dan ikhtiar harus diiringi dengan doa, untuk kesudahannya serahkan pada yang Maha Kuasa. Karena hasil dari setiap usaha insan yaitu hak prerogatif Allah. Kita hanya wajib berusaha, bila gagal teruslah berusaha dan untuk kesudahannya pasrahkan kepada Allah.


Itulah klarifikasi dan pembahasan singkat mengenai Pengertian Ikhtiar Dalam Islam & Bentuknya (Pembahasan Lengkap), biar sanggup menunjukkan manfaat dan pengetahuan gres bagi yang belum mengetahuinya. Sekian terimakasih.



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

Monday, December 4, 2017

√ Mengenal Tiga Malaikat Yang Jarang Diketahui (Bahas Lengkap)

Mengenal Tiga Malaikat Yang Jarang Diketahui (Bahas Lengkap) – Makhluk lain ciptaan Allah selain insan ialah malaikat. Malaikat ialah makhluk yang taat pada Allah yang diciptakan dari Nur atau cahaya. Jumlah malaikat sangat banyak, bahkan diprediksi melampai jumlah manusia. Ketaatan malaikat kepada Allah membuatnya menjadi makhluk yang mengemban kiprah secara eksklusif dari Allah. Tentu saja sebagai insan kita tidak bisa melihatnya alasannya ialah malaikat ialah makhluk dari dimensi yang berbeda dengan manusia. Bahan dasar yang dipakai untuk mencipkatannya saja berbeda dari manusia.



Mengenal Tiga Malaikat Yang Jarang Diketahui (Bahas Lengkap)


Dari sekian banyak jumlah malaikat insan hanya berkewajiban untuk mengenal 10 malaikat berserta tugasnya. 10 malaikat yang wajib dikenal selalu diajarkan pada kita semenjak kita kecil. Namun, diluar 10 malaiikat yang wajib kita kenal perlu rasanya kita mengenal beberapa malaikat lain yang peranannya tidak kalah penting dengan 10 malaikat yang wajib kita kenal. Diharapkan dengan mengenal beberapa malaikat lainnya bisa menambah pengetahuan kita dan menambah ketaqwaan kita pada Allah.


Mengenal Tiga Malaikat Yang Jarang Diketahui  √ Mengenal Tiga Malaikat Yang Jarang Diketahui (Bahas Lengkap)


Sebelum mengenal tiga malaikat diluar 10 malaikat yang wajib dikenal ada baiknya kita mengingat kembali 10 malaikat yang wajib dikenal beserta tugas-tugasnya.



  1. Malaikat Jibril bertugas mengemukakan wahyu pada beberapa nabi serta rasul.

  2. Malaikat Mikail bertugas membagikan rezki pada semua mahluk hidup.

  3. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa semua mahluk hidup.

  4. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari selesai zaman kelak.

  5. Malaikat Munkar bertugas menanyai serta menghukum orang yang telah wafat di alam barzah.

  6. Malaikat Nakir bertugas menanyai serta menghukum orang yang telah wafat di alam barzah.

  7. Malaikat Rakib bertugas untuk encatat amal perbuatan baik Manusia.

  8. Malaikat Atid bertugas mencatat amal perbuatan buruk manusia.

  9. Malaikat Malik, malaikat ini bertugas melindungi pintu neraka.

  10. Malaikat Ridwan bertugas melindungi pintu surga.


Malaikat yang jarang diketahui


Diluar 10 malaikat yang di riwayatkan diatas, berikut tiga Malaikat mungkin saja belum banyak diketahui.


Malaikat Zabaniah


Zabaniah merupakan nama malaikat yang bertugas menyiksa orang-orang di neraka. Ia digambarkan dengan mempunyai sosok yang sangat berangasan dan sadis, tidak mengenal ampun terhadap orang yang telah masuk dalam perut neraka. Zabaniah berjumlah 19 malaikat sebagaimana jumlah karakter Basmallah dan mereka dipimpin oleh Malaikat Maalik.


Rasulullah Saw bersabda:

“Siapa yang ingin supaya Allah selamatkan ia dari penanganan Malaikat Zabaniah yang berjumlah 19 orang (Malaikat penjaga Neraka), maka hendaklah membaca Bismillahirrahmanirrahim, pasti Allah buatkan untuknya, dari setiap satu karakter itu sebuah Syurga.”


Malaikat Zabaniah mengambil andal neraka dengan menggunakan tangan dan kakinya. Maka salah satu dari Malaikat Zabaniah itu sanggup mengambil 10,000 orang kafir dengan menggunakan satu tangan, dan 10,000 lagi dengan menggunakan tangan yang lain, dan 10,000 dengan menggunakan salah satu kakinya serta 10,000 lagi menggunakan kakinya yang lain, kemudian melemparkannya ke neraka. Makara 40,000 orang kafir itu dengan sekali ambil kerana di dalam diri Malaikat Zabaniah mempunyai kekuatan dan kemampuan yang luar biasa.


Malaikat Harut dan Marut


Malaikat yang berjulukan Harut dan Marut ini ialah malaikat yang diutus Allah untuk mengajarkan sesuatu yang baik kepada warga Babil yang pada ketika itu tengah dalam kegelisahan dan kesyirikan akhir tersebarnya sihir. Awal mula tersebarnya sihir tersebut bermula ketika para tawanan Raja Nebucadnezar yaitu orang-orang Yahudi mulai memainkan sihir, bangsa Yahudi memang dikenal sebagai bangsa yang mahir dan mengetahui banyak perihal ilmu sihir.


Mereka mulai menakut-nakuti warga Babil dengan ilmu sihir sehingga warga Babil menjadi ketakutan dan gelisah alasannya ialah sihir tersebut bisa menebarkan penyakit dan hal-hal mudharat lainnya. Kemudian Allah mengutus dua orang malaikat yakni Harut dan Marut ke kota Babil untuk menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran warga Babil terhadap akhir dari sihir tersebut. Harut dan Matut diutus untuk mengajarkan sihir kepada warga Babil, namun bukan untuk melaksanakan kejahatan. Mereka hanya mengajarkan sihir kepada warga Babil semata-mata hanya untuk memperlihatkan pengetahuan perihal hakikat sihir tersebut.


Malaikat Jundallah


Jundallah ialah para malaikat perang yang membantu nabi Muhammad dan pasukannya di dalam peperangan. Secara makna Jundallah mempunyai arti “Prajurit Allah”.


Ketika Nabi Muhammad sedang melihat-lihat suasana alam Langit Pertama (ar-Rafii’ah), dikatakan bahwa ia telah melihat sosok malaikat yang sangat besar sekali ukurannya, malaikat itu sedang menunggangi kuda yang berasal dari cahaya dan berbusana cahaya. Malaikat yang besar itu dikelilingi oleh 70 ribu malaikat yang berbusanakan banyak sekali busana dan perhiasan, masing-masing mereka memegang tombak yang tebuat dari cahaya dan mereka itulah yang disebut sebagai Jundallah (Tentara Allah).


Demikianlah pembahasan kita mengenai Mengenal Tiga Malaikat Yang Jarang Diketahui (Bahas Lengkap), biar artikel diatas sanggup menambah wawasan dan dogma kita. Terimakasih.



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

√ Pengertian Wakaf Dan Aturan Wakaf Dalam Islam (Bahas Lengkap)

Pengertian Wakaf dan Hukum Wakaf Dalam Islam (Bahas Lengkap) – Dalam Islam sudah tidak ajaib lagi dengan kata “wakaf”. Benda yang sanggup diwakafkan merupakan benda yang tahan lama, tidak hanya sekali pakai dan benda tersebut bernilai berdasarkan fatwa Islam. Benda wakaf tidak sanggup dimiliki oleh perorangan, benda wakaf diwakafkan kepada sekelompok orang atau orang yang sanggup memanfaatkan benda wakaf tersebut untuk kepentingan umat.


Pengertian Wakaf dan Hukum Wakaf Dalam Islam (Bahas Lengkap)


Berikut ini akan dijelaskan wacana pengertian wakaf berdasarkan bahasa, berdasarkan istilah, para Imam Mazhab dan pemerintah serta hukumnya dalam Islam.


Pengertian Wakaf


Pengertian wakaf secara bahasa bererti ‘menahan’. Menurut istilah syara’ wakaf ialah menahan sesuatu benda yang awet zatnya, untuk diambil keuntungannya untuk kebaikan dan kemajuan Islam. Menahan suatu benda yang awet zatnya sanggup diartikan sebagai perilaku untuk tidak menjual dan tidak memperlihatkan serta tidak pula mewariskan, tetapi hanya menyedekahkan untuk diambil keuntungannya saja dalam pada skala umum (tidak untuk individu tertentu).


Mazhab Imam Syafi’i dan Hambali mendefinisikan wakaf yakni seseorang yang menahan hartanya demi dimanfaatkan dalam segala bidang kemaslahatan dengan tetap melanggengkan harta tersebut sebagai wujud ketundukan kepada Allah. Selanjutnya definisi wakaf dari mazhab Hanafi yaitu menahan harta benda dengan melepaskan hak kepemilikannya menjadi milik Allah. Seseorang yang mewakafkan sesuatu berarti ia melepaskan kepemilikan harta tersebut dan memberikannya kepada Allah untuk sanggup memperlihatkan keuntungannya kepada insan secara tetap dan terus-menerus, dihentikan dijual, dihibahkan, ataupun diwariskan.


Pengertian yang sedikit berbeda dari imam Abu Hanafi yaitu menahan harta benda atas kepemilikan orang yang berwakaf dari balasannya atau menyalurkan manfaat dari harta tersebut kepada orang-orang yang dicintainya. Merujuk pada definisi dari Abu Hanifah sanggup dipahami bahwa harta tersebut ada dalam pengawasan orang yang berwakaf (wakif) selama ia masih hidup. Hal tersebut sanggup diwariskan kepada jago warisnya kalau ia sudah meninggal baik untuk dijual atau dihibahkan.


Pengertian wakaf yang lain dari mazhab Maliki yaitu memperlihatkan sesuatu hasil manfaat dari harta, dimana harta pokoknya tetap atas kepemilikan pemberi manfaat tersebut walaupun hanya sesaat.


Bertolak pada pandangan semua Imam, pemerintah Indonesia juga mengeluarkan peraturan terkait wakaf. Peraturan pemerintah no. 28 tahun 1977 yaitu perbuatan aturan seseorang atau tubuh aturan yang memisahkan sebagian harta kekayaannya yang berupa tanah milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya. Bagi kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan fatwa agama Islam.


Dengan berbekal pemahaman terhadap beberapa pandangan terkait wakaf, kita sanggup mengambil kesimpulan bahwa wakaf itu termasuk salah satu diantara macam pemberian. Namun hanya boleh diambil keuntungannya dan bendanya harus tetap utuh. Oleh alasannya yaitu itu, harta yang layak untuk diwakafkan yaitu harta yang tidak habis digunakan dan umumnya tidak sanggup dipindahkan, mislanya tanah, bangunan, dan sejenisnya. Utamanya untuk kepentingan umum, contohnya untuk masjid, mushola, pondok pesantren, panti asuhan, jalan umum, dan sebagainya.


Hukum Wakaf Dalam Islam


Secara aturan wakaf sama dengan amal jariah. Melihat dari sifatnya wakaf tidak sekadar berdema dengan membuatkan harta menyerupai kebanyakan amal sedekah. Namun lebih besar pahala yang akan didapat oleh orang yang berwakaf. Tingkat kebermanfaatan wakaf juga menjangkau banyak orang alasannya yaitu sasarannya yaitu kemanfaatan secara umum, tidak tertuju pada individu. Pahala yang diterima mengalir terus menerus selama barang atau benda yang diwakafkan itu masih berkhasiat dan bermanfaat. Hukum wakaf adalah sunah. Ditegaskan dalam sebuah hadits:


Pengertian Wakaf dan Hukum Wakaf Dalam Islam  √ Pengertian Wakaf dan Hukum Wakaf Dalam Islam (Bahas Lengkap)


Artinya: “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga (macam), yaitu sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shaleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)


Pengertian Wakaf dan Hukum Wakaf Dalam Islam  √ Pengertian Wakaf dan Hukum Wakaf Dalam Islam (Bahas Lengkap)


Harta yang diwakafkan dihentikan dijual, dihibahkan atau diwariskan. Akan tetapi, harta wakaf tersebut harus secara terus menerus sanggup dimanfaatkan untuk kepentingan umum sebagaimana maksud orang yang mewakafkan. Hadits Nabi yang artinya: “Sesungguhnya Umar telah mendapat sebidang tanah di Khaibar. Umar bertanya kepada Rasulullah SAW; Wahai Rasulullah apakah perintahmu kepadaku sehubungan dengan tanah tersebut? Beliau menjawab: Jika engkau suka tahanlah tanah itu dan sedekahkan manfaatnya! Maka dengan petunjuk dia itu, Umar menyedekahkan tanahnya dengan perjanjian tidak akan dijual tanahnya, tidak dihibahkan dan tidak pula diwariskan.” (HR Bukhari dan Muslim)


Pengetahuan dasar wacana wakaf agar sanggup menciptakan kita lebih memahami fungsi sosial kita sebagai manusia. Hukum wakaf mengajarkan kita wacana nilai kemuliaan seorang insan yang harusnya diukur dari tingkat kebermanfaatannya sebagai insan untuk sesamanya dan agamanya. Mari menjadi mulia dengan terus menjadi lebih bermanfaat untuk sesama dan agama.


Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Wakaf dan Hukum Wakaf Dalam Islam (Bahas Lengkap), agar sanggup memperlihatkan manfaat bagi kita semua. Terimakasih 🙂



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

Saturday, December 2, 2017

√ Pengertian Kitab Allah Dan Penjelasannya (Pembahasan Lengkap)

Pengertian Kitab-kitab Allah Dan Penjelasannya Lengkap – Al-quran memang menjadi kitab suci umat Islam. Namun, kita juga mengenal kitab-kitab Allah yang lain ibarat Injil, Taurat, dan Zabur. Barang siapa yang membaca Al-Quran maka akan mengetahui perihal kitab-kitab Allah yang lainnya. Al Alquran mengakui bahwa kitab-kitab tersebut, sebagaimana Al Quran,merupakan kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah. Dan bahkan salah satu dari 5 Rukun Islam yaitu kewajiban untuk mempercayai kitab-kitab Allah tersebut.


Pengertian Kitab Allah dan Penjelasannya (Pembahasan Lengkap)


Di dalam Al-Quran diceritakan bahwa kitab Taurat dan Zabur yang sudah diturunkan kepada umat yahudi. Sedangkan kitab injil diturunkan kepada umat nasrani atau kriten. Umat Kristen sendiri mengakui seluruh kitab suci Yahudi (kitab-kitab Perjanjian Lama=Taurat, Zabur dan kitab-kitab lain) sebagai kitab suci mereka, selain Injil. Di lain pihak umat Yahudi tidak mengakui bahkan menentang keras kepercayaan yang dipercayai oleh umat Nasrani; dan ini masih berlangsung hingga kini setelah 2000 tahun yang lalu.


Namun, seiring perkembangan jaman muncullah beberapa keyakinan yang menyampaikan bahwa kitab-kitab Allah tersebut selain Al-Quran sudah hilang. Maksudnya, tidak diketahui lagi dimana kitab yang asli. Ada banyak hal yang menciptakan ke aslian kitab-kitab Allah selain Al-Quran dipertanyakan keasliannya yakni alasannya adanya pengubahan, pemalsuan, entah disengaja atau tidak, dsb. Dan banyak orang mendapatkan saja akan hal ini tanpa mengkajinya lebih dalam. Apakah ada ayat-ayat dan dalil-dalil yg mendukung. Apakah tafsiran tsb, dan dalil-dalilnya juga cukup logis dan masuk akal? Tidakkah terpikir bahwa Allah sanggup melindungi kitab-kitab-Nya?


Sebaliknya bagi kaum Yahudi dan Nasarani juga tidak mengakui Al Alquran sebagai kitab dari Allah juga. Satu-satunya jawaban, kalau ditanyakan kepada mereka, jikalau mau disimpulkan mengapa mereka tidak mengakuinya yaitu alasannya mereka tidak punya alasan atau dasar apapun untuk mengakuinya sebagai kitab suci. “Tolong beri saya alasan logis dan sah mengapa saya harus mengakuinya,” kata mereka.


Pengertian Kitab-kitab Allah


Kitab Allah yaitu sebuah catatan-catatan yang telah difirmankan oleh Allah kepada para Nabi dan Rasul. Bagi umat islam diwajibkan untuk meyakini mempercayai kitab-kitab Al-Quran sesuai dengan salah satu rukun iman. Ada pun jumlah kitab suci yang sudah diturunkan berjumalh 114 kitab suci.


Kemudian Tulisan-tulisan firman Allah (Kitab Allah) zaman dahulu dibentuk menjadi 2 jenis, yaitu sanggup berupa shuhuf dan mushaf. Kata shuhuf pula terdapat di surah al A’laa. Kedua istilah itu berasal dari kalimat yang sama yakni, shafifa yang berarti sepenggal kalimat yang ditulis daam material kertas, kulit, dan media lainnya. Sedangkan mushaf merupakan kumpulan-kumpulan shuhuf yang dijadika satu.


quran memang menjadi kitab suci umat Islam √ Pengertian Kitab Allah dan Penjelasannya (Pembahasan Lengkap)


Di dalam proses penulisan dari teks Qur’an, shuhuf terdiri dari beberapa lembaran yang pada balasannya Qur’an dikumpulkan pada masa Abu Bakar. Dalam shuhuf tersebut susunan tiap ayat di dalam surah telah tepat, tetapi lembaran-lembaran yang ada belumlah tersusun dengan rapi, tidak dibundel menjadi satu isi.


Kalimat mushaf pada dikala ini mempunyai arti lembaran-lembaran yang dikumpulkan di dalam Qur’an yang telah dikoleksikan pada masa Utsman bin Affan. Pada dikala itu, tiap ayat di dalam surah telah disusun dengan rapi. Saat ini umat Islam juga menyebut setiap duplikat Qur’an, yang mana mempunyai keteraturan tiap ayat dan surah disebut mushaf.


Shuhuf atau wahyu Allah disampaikan kepada para rasul namun, tidak wajib disampaikan atau diajarkan kepada manusia. Beberapa nabi yang mendapatkan shuhuf di antaranya adalah:



  1. Adam menerima 10 shuhuf

  2. Syits menerima 60 shuhuf

  3. Khanukh menerima 30 shuhuf

  4. Ibrahim menerima 30 shuhuf

  5. Musa menerima 10 shuhuf


Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai Pengertian Kitab Allah dan Penjelasannya (Pembahasan Lengkap), biar artikel diatas sanggup bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih.



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

Thursday, November 30, 2017

√ Pengertian Akhlakul Karimah Jenis Budpekerti (Pembahasan Lengkap)

Pengertian Akhlakul Karimah & Jenis Akhlak (Pembahasan Lengkap) – Definisi dari akhlakul karimah ialah adab yang baik atau terpuji. Semua insan harus mempunyai sifat akhlakul karimah saat hidup di dunia. Akhlakul karimah atau Akhlak mulia atau sikap terpuji yaitu suatu sikap yang baik sesuai dengan pedoman agama islam.


Bagi seseorang yang mempunyai akhlakul karimah maka akan selalu disenangi oleh sesama manusia, bahkan tidak hanya itu kalau seesorang berperilaku sesuai pedoman agama islam maka sudah niscaya baik dimata Allah. Dan kelak nanti akan masuk dalam nirwana bersama Nabi Muhammad saw, menyerupai yang terkandung dalam Hadist Nabi Muhammad sebagai berikut:


“Sesungguhnya orang yang paling saya cintai di antara kalian dan orang yang paling bersahabat tempatnya dariku pada hari selesai zaman ialah orang yang paling baik budi pekertinya di antara kalian”


Hal tersebut juga tercermin dalam kondisi kita sekarang. Dengan melihat kondisi suatu bangsa atau suatu Negara sanggup menjadi jaya bila warga negaranya terdiri dari orang-orang yang berakhlak mulia atau berbudi luhur. Sebaliknya, bila warganya berakhlak jelek maka rusak pulalah bangsa dan Negara itu. Karena suatu bangsa dikenal alasannya akhlaknya (budi pekertinya) kalau budi pekertinya telah runtuh maka runtuh pulalah bangsa itu.


Pengertian Akhlakul Karimah & Jenis Akhlak (Pembahasan Lengkap)


Mari kita bahas dengan terang apa itu akhalkul karimah dan jenis-jenis adab pada pembahasan dibawah ini:


Pengertian Akhlakul Karimah


Istilah adab berasal dari bahasa arab yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laris atau tabiat, serta kebiasaan. Sedangkan karimah ialah artinya mulia, terpuji, baik. Maka yang dimaksud dengan akhlaqul karimah ialah budi pekerti atau sebuah perangai yang mulia. Sebuah adab mempunyai tujuan biar setiap orang bertingkah laris atau bertabiat sesuai dengan budpekerti istiadatnya yang baik dan sesuai dengan pedoman agama Islam.


Terdapat dasar-dasar adab yang perlu kita ketahui sebagai umat yang beragama. Dimana di dalam agama Islam yang menjadi dasar atau alat pengukur yang menyatakan bahwa sifat seseorang itu baik atau buruknya ialah Al Alquran dan As Sunnah. Apa yang baik berdasarkan Al Alquran dan As Sunnah itulah yang baik untuk dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, apa yang jelek berdasarkan Al Alquran dan As Sunnah berarti itu tidak baik dan harus di jauhi.


Jenis-jenis Akhlak


Untuk sanggup mengetahui apa dan bagaimana mempunyai sifat dan sikap akhlakul karimah. Di bawah ini ada beberapa jenis-jenis adab yang perlu kita ketahui. Jenis-jenis adab di bagi menjadi dua yakni, (1) Akhlakul Karimah atau adab Mahmudah, dan (2) Akhlakul Madhmumah atau adab Tercela.


Adapun yang termasuk dalam jenis akhlakul karimah atau ahlak terpuji di antaranya adalah:



  • Berbakti kepada orang tua

  • Sopan terhadap guru

  • Bersikap baik kepada saudara

  • Berbuat baik kepada tetangganya

  • Melakukan perbuatan Suka menolong kepada orang lain

  • Cinta kepada Allah

  • Melakukan perbuatan baik dan menjauhi larangan alasannya Allah

  • Cinta dan taat kepada Rosul

  • Menyayangi orang yang lemah

  • Memelihara dan menyantuni binatang

  • Memelihara dan menyantuni tumbuh-tumbuhan

  • Melakukan perbuatan yang benar

  • Berani

  • Menjaga amanah

  • Menepati janji

  • Sabar

  • Pemaaf

  • Pemurah

  • Ikhlas

  • Hidup sederhana

  • Selalu bersyukur kepada Allah

  • Bertawakal

  • Memiliki rasa Malu


 Definisi dari akhlakul karimah ialah adab yang baik atau terpuji √ Pengertian Akhlakul Karimah  Jenis Akhlak (Pembahasan Lengkap)


Itulah pola dari sikap akhlakul karimah. Sedangkan berikut ini ada beberapa pola perihal ahlak yang tercela. Sebagai mana kebalikan dari akhlakul karimah, antara lain:



  • Dengki

  • Dendam

  • Mengadu domba

  • Mengumpat

  • Riya

  • Ujub dan takabur (sombong)

  • Bakhil

  • Penipu

  • Khianat

  • Pengecut

  • Nifaq


Demikianlah pembahasan kita mengenai Pengertian Akhlakul Karimah & Jenis Akhlak (Pembahasan Lengkap), semoga dengan pembahasan diatas kita sanggup menjadi orang yang lebih baik ber akhlakul karimah, amiin. Sekian dan Terimakasih 🙂



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

Wednesday, November 29, 2017

√ Pengertian Iman Kepada Kitab Allah Dan Hikmahnya (Lengkap)

Pengertian Iman Kepada Kitab Allah dan Hikmahnya (Lengkap) – Iman kepada kitab Allah ialah rukun keyakinan yang ketiga. Hal tersebut merupakan wajib hukumnya untuk kita percayai sebagai hambahnya. Selain mengetahui bagaimana hukumnya beriman kepada kitab Allah, anda juga sanggup mengetahui bagaimana hikamh dari beriman kepada kitab Allah.



Pengertian Iman Kepada Kitab Allah dan Hikmahnya (Lengkap)


Mari kita bahas dengan secama pengertian keyakinan kepada Allah SWT dan pesan tersirat dari beriman kepada kitab Allah SWT.


Pengertian Iman Kepada Kitab Allah


Kitab Allah berasal dari bahasa Arab yakni kataba yaktubu kitabatab kitaban. Dimana yang artinya ialah tulisan. Arti kitab Allah dilihat dari istilahnya ialah sebuah goresan pena berupa wahyu pada lembaran-lembaran yang terkumpul dalam satu bentuk buku. Di dalam searah dijelaskan bahwa firman Allah dituliskan dalam dua bentuk, yakni berupa suhuf dan mushaf. Keduanya berasal dari akar kalimat yang sama, yaitu sahafa atau menulis.


Ada pun shuuf atau shifa memiliki arti berupa sepenggal kalimat yang ditulis dalam material menyerupai kulit, kertas, papirus, dan media lain. Sedangkan mushaf atau masahif yang artinya kumpulan-kumpulan uhuf yang dijadikan satu, menyerupai dua sampul dalam satu isi. Istilah keyakinan kepada kitab Allah artinya mempercayai dan membenakan Allah SWT dengan menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya yang berisi larangan, perintah, janji, dan ancaman-Nya. Juga mengakibatkan kitab Allah sebagai fatwa hidup manusia, sehingga sanggup membedakan antara yang baik dan buruk, hak dan batil, halal dan haram.


Dalil Iman Kepada Kitab Allah


Iman kepada kitab Allah terdapat dalam QS. An-Nisa 4:136.


Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya”. (QS. An Nisa/4: 136)


Kemudian dalam surat tersebut terdapat perbedaan di antara kitab dan suhuf adalah:



  1. Isi kitab lebih lengkap daripada suhuf.

  2. Kitab dibukukan sedangkan suhuf hanya berupa lembaran (tidak dibukukan).


Ada pun jumlah Suhuf berjumlah terdapat 100, dengan rincian sebagai berikut:



  1. 50 Suhuf diturunkan kepada Nabi Syits a.s,

  2. 30 Suhuf diturunkan kepada Nabi Idris a.s,

  3. 10 Suhuf diturunkan kepada Nabi Ibrahim a.s,

  4. 10 Suhuf diturunkan kepada Nabi Musa a.s,


Kita wajib mengimani adanya kitab-kitab yang disebutkan dengan nama suhuf. Suhuf banyak berisi nasihat-nasihat. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya ini semua benar-benar terdapat di dalam suhuf yang pertama(yaitu) suhuf-suhuf Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Musa a.s.”(QS Al A’la 18-19).


Iman Kepada Kitab-kitab Allah


Seperti yang diungkapkan olehImam Nawawi al-Bantani dalam kitab Nuruzzalam menjelaskan bahwa setiap mukallaf (yang sudah terbebani hukum) atau sudah balig wajib meyakini 4 kitab samawi yang diturunkan kepada para nabi antara lain:


Kitab Taurat


Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa as, ditulis dalam bahasa Ibrani. Kitab Taurat berisi ihwal syariat (hukum) dan kepercayaan yang benar kepada Allah. Isi pokok dari kitab Taurat ialah 10 firman Allah bagi bangsa Israil.


Kitab Zabur


Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud as, berisi mazmur (puji-pujian kepada Allah dalam bahasa Qibti). Kitab ini tidak mengandung syariat baru, alasannya ialah Nabi Daud diperintahkan untuk mengikuti syariat yang telah dibawa oleh Nabi Musa. Kitab Zabur juga berisi ihwal zikir, doa, dan nasihat-nasihat. Dalil adanya kitab Zabur ialah firman Allah berikut.


Kitab Injil


Seperti yang kita ketahu bahwa kitab Bibel diturunkan kepada Nabi Isa as, ditulis dalam bahasa Suyani oleh murid-murid Nabi Isa. Ada pun dalil adanya kitab injil ialah firman Allah berikut.


dan Kami telah menawarkan kepadanya (Isa) kitab Bibel sedang didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)”…(QS Al Maidah/5: 46).


Pengertian Iman Kepada Kitab Allah dan Hikmahnya  √ Pengertian Iman Kepada Kitab Allah dan Hikmahnya (Lengkap)


Kitab Al-Quran


Ya, Al-Quran merupakan kitab suci umat islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, ditulis dalam bahasa Arab yang merupakan kumpulan firman yang diberikan Allah sebagai satu kesatuan kitab dan sebagai fatwa hidup bagi seluruh umat manusia.Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad dalam kurun waktu 23 tahun. Al-Qur’an ialah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. Selalu terjaga dari kesalahan, dan merupakan tuntunan dalam membentuk ketakwaan manusia.

hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT:


Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa”. (Qs Al-Baqarah/2 :2)


Hikmah Iman Kepada Kitab Allah


Dengan mengimani kitab-kitab Allah kita akan mendapat pesan tersirat dan manfaat sebagai berikut:



  1. Memperkuat tingkat keimanan kepada Allah SWT.

  2. Di dalam Al-Quran ialah semua balasan yang tidak sanggup dijawab oleh ilmu pengetahuan dan nalar supaya kehidupan kita tidak sesat.

  3. Menambah ilmu pengetahuan, alasannya ialah Al-Qur’an selain berisi perintah dan larangan juga berisi pokok-pokok seluruh ilmu pengetahuan.

  4. Menjaga ketakwaan kita kepada Allah untuk menjauhi laranganNya. Dan hidup jadi akan tertata.

  5. Menumbuhkan perilaku optimis untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan dunia akhirat, supaya mendapat syafaat di alam abadi nanti.


Itulah tadi pembahasan kita mengenai Pengertian Iman Kepada Kitab Allah dan Hikmahnya (Lengkap), semoga didalamnya ada pesan tersirat yang luar biasa untuk kita semua. Amiin… 🙂



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

Wednesday, November 1, 2017

√ Pengertian Forum Agama, Fungsi, Tujuan Macamnya (Lengkap)

Pengertian Lembaga Agama, Fungsi, Tujuan & Macamnya (Lengkap) – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan perihal Lembaga Agama. Apa itu forum agama? apa fungsinya, tujuannya, dan macam-macam forum agama yang akan dibahas dengan lengkap dan gampang dipahami. Untuk lebih jelasnya simaklah ulasan dibawah ini.



Pengertian Lembaga Agama, Fungsi, Tujuan & Macamnya (Lengkap)


Sebelum membahas perihal forum agama, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu pengertian agama, unsur-unsur agama, dan fungsi dari agama.


Pengertian Agama


Menurut Wikipedia, Agama yaitu sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan,sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan insan dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Agama yaitu sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berafiliasi dengan pergaulan insan dan insan serta lingkungannya.


Unsur Unsur Agama


Menurut Leight, Keller dan Calhoun dalam agama terdapat unsur-unsur pokok yaitu:



  • Kepercayaan agama, yaitu suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi

  • Simbol agama, yaitu jatidiri agama yang dianut umatnya

  • Praktik keagamaan, yaitu hubungan vertikal antara insan dan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antar umat beragama sesuai dengan pedoman agama

  • Pengalaman keagamaan, yaitu banyak sekali bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi

  • Umat beragama, yaitu penganut masing-masing agama


Fungsi Agama


Agama berfungsi sebagai:



  • Sumber pedoman hidup bagi individu atau kelompok

  • Mengatur tata cara hubungan insan dengan Tuhan dan insan dengan manusia

  • Merupakan tuntunan perihal prinsip benar atau salah

  • Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan

  • Pedoman perasaan keyakinan

  • Pedoman keberadaan

  • Pengungkapan estetika (keindahan)

  • Pedoman rekreasi dan hiburan

  • Memberikan identitas kepada insan sebagai umat dari suatu agama.


Pengertian Lembaga Agama


Lembaga agama yaitu forum yang mengatur hidup/kehidupan atau tingkah laris insan yang berkaitan dalam hidup beragama.


Selain itu pengertian forum agama yaitu organisasi yang dibuat oleh umat beragama dengan maksud memajukan kepentingan hidup beragama yang ada dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Pengertian lain forum agama yaitu praktek keagamaan dan sistem keyakinan dalam masyarakat yang telah dibakukan dan dirumuskan


Pengertian Lembaga Agama Menurut Para Ahli


Emile Durkheim


Pengertian forum agama berdasarkan Emile Durkheim yaitu suatu sistem yang didalamnya terdapat praktek yang berafiliasi dengan agama, kepercayaan dan hal-hal suci yang berkhasiat untuk mempersatukan umat.


Bruce J


Pengertian forum agama berdasarkan Bruce J yaitu forum yang bertujuan untuk mengatur kehidupan insan dalam beragama. Fungsinya untuk pencarian identitas moral, memperlihatkan tafsiran dan klarifikasi serta meningkatkan solidaritas kelompok.


Secara umum, forum agama adalah  organisasi yang dibuat oleh umat beragama dengan maksud untuk memajukan suatu kepentingan hidup beragama yang ada didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Fungsi Lembaga Agama



  • Sebagai sebuah pedoman hidup umat beragama

  • Sebuah sumber kebenaran

  • Sebagai yang mengatur tata cara hubungan antara insan sama insan dan insan dengan Tuhan

  • Sebagai tuntunan prinsip benar dan salah

  • Pedoman pengungkapan perasaan persaudaraan didalam suatu agama yang mewajibkan berbuat baik terhadap sesama manusia

  • Menjadi pedoman keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup didunia yaitu ciptaan tuhan

  • Sebagai pedoman buat rekreasi dan hiburan. Dalam mencari kepuasan batin melalui rekreasi dan hiburan, tidak melanggar kaidah-kaidah agama.

  • Sebagai pedoman keyakinan insan melaksanakan perbuatan baik harus selalu disertai dengan suatu keyakinan bahwa perbuatannya yaitu kewajiban dari Tuhan dan yakin perbuatannya akan mendapat pahala, walaupun perbuatannya sekecil apapun.

  • Sebagai pengungkapan perasaan nilai keindahan insan yang cenderung menyukai keindahan

  • Sebagai pedoman kebenaran yang pada hakikatnya makhluk hidup di dunia merupakan ciptaan tuhan.


 Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan perihal Lembaga Agama √ Pengertian Lembaga Agama, Fungsi, Tujuan  Macamnya (Lengkap)


Tujuan Lembaga Agama


Tujuan forum agama yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup beragama setiap umat.


Macam-Macam Lembaga Agama


Lembaga agama terdiri dari beberapa macam, yaitu:



  • Islam = Majelis Ulama Indonesia (MUI)

  • Kristen = Persekutuan Gereja-Gereje Indonesia (PGI)

  • Katolik = Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)

  • Hindu = Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)

  • Buddha = Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI)

  • Khonghucu = Majelis Tinggi Khonghucu Indonesia (MATAKIN)


Demikianlah telah dijelaskan perihal Pengertian Lembaga Agama, Fungsi, Tujuan & Macamnya (Lengkap) semoga sanggup menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung



Sumber http://www.seputarpengetahuan.co.id

Friday, July 28, 2017

√ Dongeng Nabi Hud A.S Dan Kaum Aad Yang Durhaka

Nabi hud ialah nabi yang diutus ke tengah – tengah kaumnya yang sangat durhaka. Mereka ialah suku AAD yang secara umum dikuasai mempunyai tubuh yang berpengaruh dan besar. Kaum Aad dikaruniani tanah yang subur lengkap dengan sarana irigasi yang baik. Air seolah – olah memancar dari segenap penjuru untuk menyirami dan menyuburkan tanah pertanian dan perkebunan mereka. Berkat karunia alla tersebut, mereka hidup makmur. Mereka bisa mengelola bukit – bukit dan gunung – gunung menjadi bangunan – bangunan yang indah dan megah. Ini menjadi bukti bahwa betapa tinggi peradaban dan ilmu pengetahuan pada masa lalu. 

Nabi hud ialah nabi yang diutus ke tengah  √ Kisah Nabi Hud A.S dan Kaum AAD yang Durhaka

Dalam waktu singkat mereka berkembang sangat pesat dan menjadi suku terbesar diantara suku – suku lainnya. Adalah kecenderungan insan selau lalai. Bila kemakmuran dan kemewahan sudah tercapai mereka lupa diri dan hanya memperturutkan hawa nafsunya yang tak kenal puas. 

Bukan allah yang mereka sembah melainkan berhala yang berjulukan “shamud”, “shada”, dan “Al Haba”. Bangsa aad populer paling durhaka pada zaman itu. Kejahatan dan kemaksiatan yang mereka lakukan benar – benar sangat keterlaluan.

AJAKAN NABI HUD KEPADA KAUMNYA

Nabi hid ialah seorang nabi yang berlapang dada, berbudi tinggi, pengasih, penyantun, sabar namun cerdas dan tegas. Beliau ialah keturuan sam bin nuh (cucu nabi nuh). Beliau diutus ditengah kaumnya untuk menegakkan kembali fatwa yang benar. Mengembalikan umat yang tersesat dan bergelimang dosa menuju jalan yang terperinci benderang di bawah ampunan allah swt.
Wahai kaumku, kalian telah menempu jalan yang keliru dan sesat. Batu – kerikil berhala yang kalian sembah tidak bisa berbuat apa –apa. Tidak bisa menawarkan kebaikan dan kemelaratan. Hanya allah yang pantas kita sembah. Dialah yang menawarkan rizky yang berlimpah ruah sehingga kalian sanggup hidup makmur di muka bumi ini. Allah yang menghidupkan kita dan mematikan kita. Ingatlah, allah akan menghidupkan kita kembali diakhirat guna mempertanggung jawabkan perbuatan kita dimuka bumi. Siapa yang bederma baik akan menerima paha nirwana yang penuh dengan kenikmatan. Sebaliknya siapa yang berbuat jahat dan kemaksiatan akan mendapatkan siksa dan penghinaan. 
Ajakan nabi hud ini malah di lecehkan oleh kaumnya. Mereka berkata kepada nabi hud :
Mana bisa orang yang mati akan bisa di hidupkan kembali ?. itu hanya omong kosong dan bualanmu saja. Orang hidup hanya sekali. Susah bahagia y hanya di muka bumi ini. Kalau sudah mati ya sudah, tidak ada urusan lagi.
Mereka bahkan berani menerca nabi hud. Dan perbuatannya makin keterlaluan. Kemaksiatan makin merajalela. Mereka tidak mau mendapatkan nabi hud sebagai utusan allah bahkan mereka malah mengejeknya, sebagai orang yang bodoh, dan orang yang tidak berakal. 

Allah menurunkan adzab atas kedurhakaan kaum AAD tersebut kepada nabi hud. Bangsa aad kemudian ditimpa ekspresi dominan kemarau panjang selama tiga tahun. Tak ada setetes hujan sama sekali dalam kurun itu. Rusaklah lahan pertanian dan perkebunan yang mereka banggakan selama ini. Bahaya kelaparan mengancam dimana – mana. Dalam keadaan yang demikian nabi hud masih berkenan menawarkan peringatan kepada kaumnya :
Hai kaumku, mohon ampunlah engkau kepada allah, dan bertaubatlah engkau kepadanya. Niscaya ia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan ia menambahkan keukatan kepada kekuatanmu dan jangan lah kau berpaling dengan berbuat dosa.
Namun peringatan yang diberikan oleh nabi hud tersebut ditentang keras oleh mereka (kaum aad). Mereka menjawab peringatan nabi hud :
Hai Hud ! kau tidak mendatangkan suatu bukti yang kasatmata dan kami sekali – kali tidak akan meninggalkan sembahan – semabahan kami sebab perkataanmu. Kami sama sekali tidak akan pernah mempercayaimu !
Memang hanya sedikit dari kaum aad yang mau beriman dan menjadi pengikut nabi hud. Selebihnya mereka tetap dalam kekufuran dan kedurhakaan. Allah menyelamatkan nabi hud dan pengikutnya. Sebaliknya kaum aad yang durhaka ditimpa adzab berupa angin yang sangat hambar lagi kencang selama tujuh malam delapan hari. 

Akibatnya sungguh mengerikan. Angin kencang itu bisa merobohakan bangunan – bangunan gurung yang menjulang tinggi dan membinasakan binatang ternak serta kaum aad yang ingkar. Semua berantakan, tak seorang pun dari kaum aad yang durhaka itu tertinggal. Semua rata dengan tanah. Itulah adzab bagi mereka yang mendustakan utusan allah. 

Demikianlah ulasan artikel kami terkait dengan Kisah Nabi Hud A.S dan Kaum AAD yang Durhaka yang kami lansir dari buku yang berjudul kisah kasatmata 25 nabi dan rosul yang ditulis oleh MB. Rahimsyah,AR . Semoga bermanfat bagi anda dan terima kasih telah berkunjung.

Sumber http://www.galinesia.com