Monday, January 29, 2018

Perbedaan Cuaca Dan Iklim Beserta Rujukan Dan Unsurnya

Cuaca dan iklim merupakan tanda-tanda atau insiden alam yang sangat erat dengan kehidupan insan dan masing-masing mempunyai kesamaan. Kendati cuaca dan iklim mempunyai kesamaan, kedua insiden alam tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar. Nah, sebagian orang masih menerka cuaca dan iklim mempunyai makna yang sama, lantaran belum mengetahui perbedaan fundamental antara cuaca dan iklim. Berikut ini akan dijelaskan mengenai perbedaan cuaca dan iklim beserta klarifikasi dan contohnya.


Pengertian Cuaca dan Iklim


Cuaca yaitu kondisi atau keadaan udara yang terjadi di suatu daerah atau wilayah dalam periode waktu tertentu. Cuaca sanggup berubah-ubah dalam waktu singkat yaitu hanya beberapa jam saja dan ditandai dengan perbedaan siang dan malam. Cuaca terjadi lantaran perbedaan suhu dan kelembaban udara yang terjadi antara suatu tempat dengan tempat lainnya.


Ilmu yang dipakai untuk mempelajari perihal cuaca yaitu meteorologi. Di Indonesia terdapat forum yang khusus mengamati cuaca yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang berpusat di Jakarta. BMKG bertugas untu mencatat dan mengamati aktifitas udara, mencakup suhu dan tekanan udara, curah hujan, angin serta aktifitas awan. Selain berpusat di Jakarta, BMKG juga mempunyai stasiun-stasiun pemantau cuaca yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.


Iklim yaitu kondisi atau keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah yang luas. Iklim sendiri ditentukan menurut perhitungan waktu yang biasanya mencapai 11 tahun sampai 30 tahun. Iklim pada suatu daerah dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi wilayah tersebut, yang artinya perbedaan iklim pada suatu daerah dipengaruhi oleh posisi relatif matahari terhadap daerah tersebut di planet bumi. Matahari yaitu sumber energi sekaligus pengendali iklim bagi bumi, sehingga posisi relatif matahari sanggup menimbulkan gerak udara dan arus laut. Ilmu yang mempelajari perihal iklim yaitu klimatologi.


Perbedaan Cuaca dan Iklim


Cuaca dan iklim mempunyai perbedaan yang mendasar, yaitu luas wilayah cakupan dan waktu pengamatan. Dari dua perbedaan fundamental tersebut sanggup disimpulkan perbedaan cuaca dan iklim, sebagai berikut:



  • Cakupan wilayah dan pengamatan perihal cuaca lebih sempit dan terbatas, sedangkan cakupan wilayah dan pengamatan iklim lebih luas.

  • Waktu pengamatan terhadap cuaca di suatu daerah sanggup dilakukan selama 24 jam, sedangkan waktu pengamatan iklim dilakukan selama kurun waktu 11-30 tahun.

  • Cuaca mempunyai sifat yang cepat berubah dan tidak stabil, sedangkan iklim mempunyai sifat yang stabil dan sulit berubah.

  • Prediksi mengenai cuaca gampang dilakukan, sedangkan prakiraan iklim sulit dilakukan.


Unsur Cuaca dan Iklim


Setelah mengetahui pengertian dan perbedaan antara cuaca dan iklim, alangkah lebih baiknya kita juga mengetahui unsur-unsur cuaca dan iklim. Cuaca dan iklim mempunyai unsur-unsur yang sama, yaitu sinar matahari, suhu, kelembaban udara, tekanan udara, angin, curah hujan dan awan. Pengetahuan mengenai unsur-unsur cuaca dan iklim sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, ibarat pertanian, komunikasi, penerbangan, pelayaran dan perdagangan. Berikut ini yaitu klarifikasi mengenai unsur-unsur cuaca dan iklim:


1. Sinar Matahari


Unsur cuaca dan iklim yang pertama yaitu sinar matahari. Matahari merupakan sentra dalam sistem tata surya, dimana seluruh planet-planet di tata surya mengelilingi matahari. Proses planet bumi berputar pada porosnya disebut rotasi, sedangkan proses bumi beredar mengelilingi matahari dikenal dengan istilah revolusi. Kedua hal ini, baik rotasi maupun revolusi bumi kuat bagi perubahan cuaca dan iklim. Matahari akan memancarkan sinarnya ke segala sudut bumi dengan dibantu proses rotasi dan revolusi, sehingga kuat bagi cuaca dan iklim.


2. Suhu


Unsur cuaca dan iklim yang kedua yaitu suhu. Suhu bekerjasama dengan sinar matahari, lantaran perbedaan suhu di bumi disebabkan oleh perbedaan tingkat radiasi sinar matahari yang masuk ke permukaan bumi. Radiasi sinar matahari yang masuki ke permukaan bumi akan diserap oleh bumi dan sebagian lagi akan dipantulkan. Pantulan radiasi inilah yang menghipnotis perbedaan suhu di bumi.  Selain itu, lamanya radiasi sinar matahari yang masuk ke permukaan bumi juga menghipnotis suhu pada suatu kawasan.


3. Angin


Unsur cuaca dan iklim selanjutnya yaitu angin. Angin yaitu udara yang bergerak yang disebabkan adanya perbedaan suhu pada suatu wilayah. Perbedaan suhu di bumi mengakibatkan perubahan tekanan udara dan mengakibatkan terjadinya angin. Tekanan udara di suatu daerah akan naik bila suhunya rendah, dan sebaliknya.


4. Awan


Unsur cuaca dan iklim selanjutnya yaitu awan. Awan yaitu titik- titik air atau kristal- kristal es halus di atmosfer yang berkumpul menjadi satu. Udara dari permukaan bumi yang naik akan menjadi dingin, sehingga menambah kelembapan udara. Udara akan mencapai titik jenuh dengan air da menjadi awan saat mencapai ketinggian tertentu. Jumlah awan sangat dipengaruhi oleh perbedaan musim, contohnya trend kemarau jumlah awan hanya sedikit,  dan sebaliknya trend penghujan jumlah awan akan meningkat.


5. Kelembapan udara


Kelembapan udara merupakan unsur cuaca dan iklim selanjutnya. Kelembapan udara yaitu jumlah uap air yang terdapat di udara. Kelembapan udara kuat bagi pengendapan air di dalam udara  yang sanggup berbentuk awan, kabut, embun serta hujan. Kelembapan udara terdiri dari dua macam, yaitu kelembapan relatif dan kelembapan absolut. Kelembapan udara pada suatu wilayah sanggup diukur dengan memakai suatu alat yang disebut hidrografi.


6. Curah hujan


Unsur cuaca dan iklim yang terakhir yaitu curah hujan. Curah hujan merupakan tingkat intensitas hujan pada suatu daerah. Proses terjadinya hujan diawali dengan penguapan air di sumber-sumber air, yaitu sungai, danau, bahari dan samudera. Uap air tersebut naik ke udara dan semakin meninggi terbawa angin dan  berubah menjadi awan. Lalu awan akan melepaskan kandungan airnya saat mencapai titik jenuh. Arah hujan di suatu tempat diukur dengan alat yang disebut obrometer.


Contoh Cuaca dan Iklim di Kehidupan Sehari-hari


Contoh cuaca dalam kehidupan sehari-hari:



  • Cuaca pagi hari di Yogyakarta hujan dan cuaca pada sore hari diperkirakan cerah

  • Cuaca siang hari di Jakarta mendung, tetapi tiba-tiba cuaca menjadi panas.


Contoh iklim dalam kehidupan sehari-hari:



Nah, itulah pembahasan mengenai perbedaan cuaca dan iklim beserta klarifikasi dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com