Showing posts with label Tanda baca. Show all posts
Showing posts with label Tanda baca. Show all posts

Monday, March 4, 2019

√ 44 Pola Penggunaan Tanda Tanya Dan Tanda Seru Dalam Kalimat

Tanda tanya (?) dan tanda seru (!) merupakan dua tanda baca yang lazim dipakai dalam kepenulisan bahasa Indonesia, termasuk dalam kepenulisan kalimat. Di artkel kali ini, kita akan mengetahui beberapa contoh penggunaan tanda tanya dan tanda seru dalam format sebuah kalimat. Adapun beberapa teladan yang dimaksud tersebut yaitu sebagai berikut ini!


A. Contoh Penggunaan Tanda Tanya (?) dalam Kalimat



  1. Bagaimana kabarmu hari ini?

  2. Apakah kamu sudah makan hari ini?

  3. Bagaimana kabar keponakanmu?

  4. Sudahkah kamu menghubunginya tadi malam?

  5. Mengapa kamu bisa berkata menyerupai itu kepadaku?

  6. Bagaimana kamu bisa menciptakan kuliner itu?

  7. Berapa usang kamu akan merantau ke negeri seberang?

  8. Mengapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya soal itu?

  9. Jakarta merupakan ibukota dari negara Australia (?).

  10. Andi yaitu anak keempat dari dua bersaudara (?).

  11. Pria kelahiran tahun 1977 akan menginjak usia 17 tahun pada tahun 2018 ini (?).

  12. Rumah besar itu merupakan rumah milik Pak Johan (?).

  13. Andi berangkat ke sekolah dengan memakai sepeda motor (?).

  14. Pagi ini, siswa-siswi SMPN 77 tengah berlibur ke Bali (?).

  15. Sabtu kemarin, saya melihatBudi sedang menyantap sate di taman (?).

  16. Indonesia merupakan salah satu negara yang ada di benua Eropa (?).

  17. Rumah Pak Handoko berada di ujung jurang itu (?).

  18. Kemarin, saya melihatnya sedang bermain bola di tengah jalan (?).

  19. Pak Joko merupakan HRD dari perusahaan tekstil tersebut (?).

  20. Sudah dua ahad ini Maya tidak masuk sekolah (?).

  21. Andi bukanlah anak Pak Broto dan Bu Aminah (?)

  22. Andi masuk SD kala usinya masih 12 tahun (?).


B. Contoh Penggunaan Tanda Seru (!) dalam Kalimat



  1. Hei, kau, kemarilah sebentar!

  2. Ingat ya, kamu jangan berutahu siapa-siapa soal hal tersebut!

  3. Tak usah kamu tanya-tanya lagi keadaanku sekarang!

  4. Wah, yummy sekali soto ayam buatanmu ini!

  5. Ah, kamu ini jangan bercanda ya!

  6. Syukurlah kamu tidak tertipu oleh bujuk rayunya!

  7. Alhamdulillah, kesudahannya saya bisa berangkat umroh tahun ini!

  8. Asyik, saya menerima kado ulang tahun dari Jani!

  9. Oh, jadi ini yang kamu bilang kerja keras itu!

  10. Ah, bila begini terus, lebih baik saya pergi saja dari sini!

  11. Aih, manis sekali kamu hari ini!

  12. Duh, kakiku ini terasa sakit sekali!

  13. Aduhai, indah sekali pemandangan di puncak bukit ini!

  14. Cih, saya tak sudi berdekat-dekatan dengan dirinya!

  15. Oh, untuk soal itu, lebih baik kautanyakan saja eksklusif padanya!

  16. Kurang aja! Berani-beraninya ia mengganggu adikku yang masih kecil!

  17. Nah, alasannya yaitu itulah saya ingin bergabung bersama kalian!

  18. Mari, kita tingkatkan keyakinan dan takwa kita kepada Allah SWT!

  19. Tolong kamu belikan semua barang-barang yang telah tercantum dalam daftar ini!

  20. Lebih baik kamu pergi kini juga, atau nanti saya akan mengusirmu secara paksa!

  21. Ayo, kita jaga diri kita dari segala tindak kejahatan yang mengancam diri kita!

  22. Yuk, kita jaga bawah umur kita dari tindak kekerasan verbal dan juga nonverbal!


Demikianlah beberapa teladan penggunaan tanda tanya dan tanda seru dalam kalimat. Untuk mengetahui beberapa teladan penggunaan tanda baca lainnya, pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh penggunaan tanda penyingkat dalam kalimat, contoh penggunaan titik koma, contoh penggunaan tanda elipsis dalam kalimat, dan artikel contoh penggunaan tanda petik dua dalam kalimat. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai tanda baca pada khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan juga terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, March 2, 2019

√ 12 Pola Penggunaan Tanda Hubung Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Menurut laman id.wikipedia.org, tanda hubung (-) ialah tanda baca yang digunakan untuk menghubungkan dua kata atau memisahkan dua suku kata. Seperti tanda baca lainnya, kata hubung juga memiliki sejumlah penggunaan, ibarat untuk menghubungkan kata ulang, menghubungkan kata bentuk terikat dengan bilangan atau kata yang memiliki abjad kapital di dalamnya, serta penggunaan tanda hubung lainnya.


Untuk lebih memahami ibarat apa penggunaan tanda baca ini–terutama dalam konteks kalimat, berikut ditampilkan beberapa teladan tanda hubung (-) dalam kalimat yang ditampilkan sebagaimana di bawah ini!



  1. Sampai ketika ini, Dimas masih luntang-lantung di Surabaya.

    • Pada kalimat ini, tanda hubung (-) digunakan untuk kata ulang luntang-lantung. Adapun kata ulang tersebut merupakan kata ulang dwilingga salin bunyi atau kata ulang berubah bunyi.



  2. Dari kejauhan, saya melihatnya tengah berjalan dengan mimik muka yang mu-

    rung.



    • Pada kalimat ini, tanda hubung (-) digunakan untuk kata yang terpenggal akhir pergantian baris.



  3. Maya berhasil memenangkan lomba pidato se-Jawa Barat yang dilaksanakan pada bulan Juni yang lalu.

    • Pada kalimat ini, tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan bentuk kata terikat se dengan kata Jawa Barat yang diawali dengan abjad kapital.



  4. Larasati Ayudia Kusuma merupakan anak ke-2 dari empat bersaudara.

    • Pada kalimat ini, tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan bentuk kata terikat ke dengan angka atau bilangan 2 (dua).



  5. Nirvana merupakan salah satu band ikonik di era 90-an.

    • Pada kalimat ini, tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan angka 90 dengan akhiran an.



  6. Pemain depan tim tuan rumah tersebut telah di-tackle oleh salah seorang pemain belakang tim lawan.

    • Pada kalimat ini, tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan kata depan di dengan kata asing tackle.



  7. Sore itu, aku berjalan-jalan sendirian di taman kota.

    • Pada kalimat ini, tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan kata ulang ibarat halnya pada teladan kalimat nomor 1. Bedanya, kata ulang pada teladan kali ini ialah kata ulang berimbuhan.



  8. Rumah makan itu menyediakan aneka macam masakan khas Jepang, ibarat sushi, takoyaki, yaki-

    niku, dan aneka macam masakan khas Jepang lainnya.



    • Pada kalimat di atas, tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan suatu kata (yakiniku) yang terpenggal akhir pergantian baris kalimat.



  9. Bagiku, ia ialah gadis paling cantik se-Palangkaraya.

    • Pada kalimat di atas, tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan kata se kata berhuruf kapital Palangkaraya.



  10. Adi berhasil meraih juara ke-2 pada lomba ceramah tersebut.

    • Pada kalimat ini, tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan ke dengan angka 2 (dua).



  11. Kakekku merupakan salah satu laki-laki kelahiran 1940-an yang masih hidup sampai ketika ini.

    • Pada kalimat ini, tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan angka 1940 dengan akhiran an.



  12. Situs tersebut telah di-crack oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab.

    • Pada kalimat di atas, tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan di dengan kata gila crack.




Demikianlah beberapa teladan penggunaan tanda hubung dalam kalimat bahasa Indonesia. Untuk mengetahui contoh-contoh tanda baca lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh penggunaan tanda tanya dan tanda seru, contoh tanda petik dua dalam kalimat, contoh penggunaan tanda elipsis dalam kalimat, contoh penggunaan tanda penyingkat dalam kalimat, contoh penggunaan tanda tany, dan contoh penggunaan tanda seru. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian. Sekian dan juga terima kasih banyak.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, March 1, 2019

√ 7 Pola Penggunaan Tanda Pisah Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui menyerupai apa contoh penggunaan tanda hubung dalam kalimat. Kali ini, kita akan mengetahui pola kalimat dari kebalikan tanda hubung, yaitu tanda pisah (–). Menurut laman puebi.readthedocs.io, tanda pisah memiliki sejumlah penggunaan, di mana penggunaan tanda pisah tersebut yaitu untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang merupakan klarifikasi lain pada suatu kalimat, sebagai penegas adanya keterangan lain dalam suatu kalimat yang memiliki keterangan utama, serta digunakan untuk menyatakan keterangan ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’ pada dua bilangan, tanggal, atau daerah yang dipisah oleh kata ini.


Untuk mengetahui menyerupai apa penggunaan tanda baca ini terutama dalam kalimat, berikut ditampilkan beberapa pola penggunaan tanda baca dalam kalimat yang ditampilkan sebagaimana berikut ini!



  1. Anak itu–aku sangat yakin beliau berbakat–mempunyai talenta yang luar biasa.

    • Pada kalimat di atas, tanda pisah (–) digunakan untuk membatasi kalimat yang merupakan keterangan pelengkap pada kalimat tersebut. Adapun kalimat yang dimiringkan pada kalimat di atas merupakan klarifikasi lain kalimat tersebut.



  2. Laras Ayudia Kusumaatmadja–anak dari Prana Kusumaatmadja–resmi berkuliah di ITB dengan jurusan desain grafis sebagai jurusan yang beliau ambil.

    • Pada kalimat di atas, tanda pisah (–) digunakan untuk menegaskan adanya keterangan lain atau keterangan pelengkap pada kalimat di atas yang notabene sudah memiliki keterangan utama di dalamnya. Adapun keterangan lain dalam kalimat di atas yaitu pada kalimat anak dari Prana Kusumaatmadja yang ditandai oleh dua tanda pisah yang ada di depan dan belakangnya.



  3. Acara itu diselenggarakan dari tanggal 27 April–15 Mei 2018.

    • Pada kalimat di atas, tanda pisah (–) digunakan sebagai penengah antara tanggal 27 April dan 15 Mei 2018 sekaligus memberi makna ‘sampai dengan’ diantara dua tanggal tersebut.



  4. Gadis itu–aku sangat menyukainya–tengah berjalan-jalan sendiri di taman.

    • Pada kalimat di atas, tanda pisah (–) digunakan untuk membatasi kalimat yang merupakan keterangan pelengkap kalimat tersebut. Adapun keterangan pelengkap yang dimaksud yaitu kalimat aku sangat menyukainya yang ditulis miring pada kalimat tersebut.



  5. Anindya Putri Lestari–adik dari Laras Ayudia Kusumaatmadja–resmi bersekolah di SMAN 2 Bandung.

    • Pada kalimat di atas, tanda pisah (–) digunakan untuk membatasi kalimat yang merupakan keterangan lain pada kalimat di atas. Adapun keterangan pelengkap yang dimaksud yaitu kalimat adik dari Laras Ayudia Kusumaatmadja.



  6. Setiap hari, Pak Gatot yang merupakan dosen UHB itu pulang pergi rumah–kampus dengan memakai sepedda motor renta miliknya.

    • Pada kalimat di atas, tanda pisah (–) digunakan untuk menjembatani kata rumah dan kampus sekaligus memberi makna ‘sampai ke’ pada kedua kata tersebut.



  7. Hani bersekolah di SMPN 37 dari tahun 2010–2013.

    • Pada kalimat di atas, tanda pisah (–) digunakan untuk menjembatani bilangan 2010 dan 2013 sekaligus memberi makna ‘sampai dengan’ pada kedua bilangan tersebut.




Demikianlah beberapa pola penggunaan tanda pisah dalam kalimat bahasa Indonesia. Untuk mengetahui pola penggunaan tanda baca lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh penggunaan tanda tanya, contoh penggunaan tanda seru, contoh penggunaan tanda tanya dan tanda seru, contoh penggunaan tanda elipsis dalam kalimat, serta contoh penggunaan tanda penyingkat dalam kalimat. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai pola tanda pisah khususnya, maupun mata pelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan juga terima kasih untuk para pembaca sekalian.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 7 Pola Penggunaan Tanda Petik Tunggal Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Salah satu diantara tanda baca yang ada ialah tanda petik tunggal (‘…’). Menurut laman puebi.readthedocs.io, tanda petik tunggal memiliki sejumlah penggunaan, di mana penggunaan tanda petik tunggal tersebut ialah untuk mengapit kutipan yang ada di dalam suatu kutipan, serta untuk mengapit makna, terjemahan, atau klarifikasi dari suatu kata dan ungkapan.


Untuk memahami ibarat apa penggunaan tanda baca ini–terutama dalam suatu kalimat, berikut ditampilkan beberapa tumpuan penggunaan tanda petik tunggal dalam kalimat yang ditampilkan sebagaimana yang ditampilkan di bawah ini!



  1. Pada dikala itu, beliau tiba-tiba berujar kepadaku, “hei, kau tadi dengar bunyi ‘kikikikikik’ tidak?”

    • Pada tumpuan kalimat di atas, tanda petik tunggal (‘…’) digunakan untuk mengapit kutipan yang ada di dalam suatu kutipan. Adapun kutipan yang dikutip dari dalam kutipan tersebut adalah kikikikikik.



  2. Masalah itu akan diselesaikan di meja hijau ‘pengadilan.’

    • Pada tumpuan kalimat di atas, tanda petik tunggal (‘…’) digunakan untuk mengapit makna pada suatu ungkapan yang ada pada kalimat di atas. Adapun makna suatu kata yang diapit oleh tanda baca ini adalah pengadilan yang merupakan makna dari ungkapan atau frasa meja hijau.



  3. “Hei, kau ingat tidak bahwa pak ustaz berkata,  ‘setiap ujian yang kita hadapi niscaya ada hikmah di dalamnya?”‘

    • Pada tumpuan kalimat di atas, tanda petik tunggal (‘…’) digunakan untuk mengapit suatu kutipan yang ada dalam kutipan kalimat di atas. Adapun kutipan yang diapit tersebut adalah setiap ujian yang kita hadapi niscaya ada hikmah di dalamnya?



  4. Pejabat itu ditangkap polisi alasannya ialah kedapatan mendapatkan amplop ‘uang sogokan’ dari pejabat lainnya.

    • Pada tumpuan kalimat di atas, tanda petik tunggal (‘…’) digunakan untuk mengapit makna pada suatu kata yang ada pada kalimat di atas. Adapun makna yang diapit pada kalimat tersebut adalah uang sogokan yang merupakan makna dari amplop.



  5. “Kemarin beliau berkata kepadaku, ‘hei, Nad, jikalau nanti kau bertemu dengan Dani, tolong kau tagih utangnya kepadaku, ya!’”

    • Seperti halnya pada tumpuan kalimat 1 dan 3, tumpuan kalimat ini juga menampilkan penggunaan tanda petik tunggal pada suatu kutipan yang terkandung di dalam kutipan lainnya. Adapun kutipan yang diapit oleh tanda baca ini adalah hei, Nad, jikalau nanti kau bertemu Dani, tolong kau tagih utangnya kepadaku, ya!



  6. Pejabat itu ditangkap alasannya ialah terbukti melakukan money politic ‘politik uang’.

    • Pada tumpuan kalimat ini, tanda petik tunggal (‘…’) digunakan untuk mengapit makna yang terkandung dalam suatu istilah asing. Adapun makna istilah abnormal yang diapit tersebut adalah politik uang yang merupakan makna dari istilah asing money politic.



  7. Kemarin, tulang ‘paman’ Sitor bertandang ke rumah kami sambil membawa buah tangan dari luar kota.

    • Pada tumpuan kalimat di atas, tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit makna dari suatu istilah yang berasal dari bahasa daerah. Adapun makna yang diapit tersebut adlaah paman yang merupakan makna dari kata tulang yang berasal dari bahasa Batak.




Demikianlah beberapa tumpuan penggunaan tanda petik tunggal dalam kalimat bahasa Indonesia. Untuk mengetahui beberapa tumpuan tanda baca lainnya, pembaca sanggup membuka artikel contoh penggunaan tanda hubung dalam kalimat, contoh penggunaan tanda pisah dalam kalimat, contoh penggunaan tanda elipsis dalam kalimat, contoh penggunaan tanda tanya, contoh penggunaan tanda seru, serta contoh penggunaan tanda tanya dan tanda seru. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.



Sumber https://dosenbahasa.com

Sunday, November 11, 2018

√ 15 Jenis-Jenis Tanda Baca Dalam Bahasa Indonesia

Menurut laman id.wikipedia.org, tanda baca didefinisikan sebagai simbol yang berfungsi untuk memberi pemfokusan tertentu padasuatu tulisan, utamanya kalimat. Tanda baca sendiri begitu banyak jenisnya. Pada artikel kali ini, kesemua jenis tada baca tersebut akan dipaparkan secara khusus. Adapun jenis-jenis tanda baca dalam bahasa Indonesia tersebut yaitu sebagai berikut ini!


1. Tanda Titik (.)


Jenis-jenis tanda baca yang pertama yaitu tanda titik atau yang sering disimbolkan dengan simbol (.). Secara umum, kita mengetahui bahwa fungsi tanda baca ini yaitu sebagai epilog dari sebuah kalimat, terutama untuk kalimat deklaratif (kalimat pernyataan) dan kalimat berita. Selain itu, tanda baca ini juga digunakan pada penulisan gelar, singkatan, sejumlah angka tertentu.


2. Tanda Koma (,)


Tanda baca ini berfungsi untuk memisahkan beberapa bab dari suatu kalimat. Sama menyerupai tanda titik, koma juga biasa difungsikan untuk penulisan gelar, singkatan, dan juga angka-angka tertentu.


3. Tanda Kurung ( ( ) )


Tanda kurung merupakan tanda baca yang berfungsi untuk menandai keterangan embel-embel dalam suatu kalimat.


4. Tanda Petik Tunggal (‘ ‘)


Jenis-jenis tanda baca selanjutnya yaitu petik tunggal (‘). Tanda petik ini berfungsi sebagai yang berfungsi untuk menandai beberapa istilah tertentu yang terkandung dalam suatu kalimat.


5. Tanda Petik Dua (” “)


Berbeda dengan tanda petik tunggal, tanda petik dua merupakan tanda petik yang berfungsi untuk menandai pernyataan pribadi dalam suatu kalimat pribadi atau juga pada bab percakapan dalam suatu naskah drama.


6. Tanda Seru (!)


Tanda baca seru (!) merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai epilog sekaligus penegas bagi kalimat imperatif (kalimat perintah) dan juga kalimat seruan.


7. Tanda Tanya (?)


Kebalikan dari tanda seru, tanda tanya merupakan tanda baca yang memperkuat kalimat interogatif atau yang lazim disebut dengan kalimat tanya.


8. Tanda Hubung (-)


Seperti namanya, tanda hubung (-) merupakan tanda baca yang fungsinya yaitu untuk menghubungkan beberapa unsur tertentu dalam kata dan kalimat, menyerupai menghubungkan kata ulang dan sebagai penghubung kalimat dengan bab kalimat yang terpaksa dipindahkan ke baris selanjutnya.


9. Tanda Pisah (–)


Tanda pisah (–) merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penanda adanya sisipan kata atau kalimat dalam suatu kalimat utama.


10. Tanda Titik Dua (:)


Tanda baca ini merupakan tanda baca yang fungsinya yaitu sebagai epilog suatu kalimat, yang selanjutnya akan diikuti oleh sejumlah perincian dari kalimat tersebut.


11. Tanda Titik Koma (;)


Tanda baca ini berfungsi sebagai pemisah dari dua perincian dalam suatu kalimat. Tanda baca ini juga dapat digunakan sebagai pengganti kata dan.


12. Tanda Elipsis (…)


Tanda baca ini memiliki fungsi sebagai penanda adanya bab kalimat yang dipotong atau dihilangkan. Tanda baca ini juga dapat digunakan untuk menandai bab yang tidak selesai dalam suatu naskah dialog.


13. Tanda Kurung Siku atau Kurawal ([ ])


Berbeda dengan tanda kurung biasa, tanda kurung ini fungsinya yaitu penanda adanya bab yang dikoreksi dari suatu kalimat.


14. Garis Miring (/)


Selain sebagai pengganti kata atau, tanda baca ini juga biasa digunakan dalam penulisan nomor surat, alamat, dan penanda periode tahun tertentu.


15. Tanda Baca Penyingkat (Apsotrof) (‘)


Jenis-jenis tanda baca yang terakhir yaitu tanda baca apostrof. Tanda baca ini merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penanda adanya bab yang hilang dalam suatu kata atau bilangan tahun.


Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis tanda baca dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa refernsi soal tanda baca, maka pembaca dapat membuka artikel contoh penggunaan tanda baca, penggunaan tanda titik koma, penggunaan tanda garis miring, dan artikel contoh penggunaan tanda baca penyingkat (apostrof). Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 30 Referensi Jenis-Jenis Tanda Baca Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita udah mengetahui jenis-jenis tanda baca. Dari pembahasan sebelumnya, kita mengetahui bahwa ada sekitar lima belas buah tanda baca yang ada dan lazim digunakan dalam kaidah penulisan bahasa Indonesia.  Kali ini, kita akan mengetahui contoh-contoh dari kelimat belas buah tanda baca tersebut. Adapun contoh-contoh tersebut dapat disimak sebagai berikut ini!


1. Contoh Tanda Baca Titik (.)



  • Para siswa sekarang sedang berguru di kelas.

  • Mereka akan berangkat pada pukul 13.20 nanti.


2. Contoh Tanda Baca Koma (,)



  • Kelompok kami terdiri dar Popon, Budi, Ari, dan juga Bintang.

  • Pada hari Minggu, kami sempat bertemu dan berbincang sejenak dengannnya.


3. Contoh Tanda Baca Kurung ( ( ) )



  • Ade (anak Pak Awan) akan melanjutkan studi ke Belanda tahun depan.

  • Media daring (online) kini kian menjamur saja.


4. Contoh Tanda Baca Petik Tunggal (‘ ‘)



  • Nathan yaitu salah satu ‘anak emas’ perusahaan ini.

  • Akhirnya, Neymar resmi ‘angkat koper’ dari FC Barcelona.


5. Contoh Tanda Baca Petik Dua (” “)



  • Tanda tendeng aling-aling, ia pun berkata kepadaku, “dasar anak tak tahu diri!”.

  • “Saat sukses nanti, kamu jangan hingga lupa dari mana kamu berasal,” ujarnya kepadaku.


6. Contoh Tanda Seru (!)



  • Tolong jangan kamu beritahu soal itu kepadanya!

  • Wah, pemandangan pantai ini sungguh menakjubkan!


7. Contoh Tanda Tanya (?)



  • Siapa yang semalam mengatarmu pulang ke rumahu?

  • Apa kamu mau hidupmu menderita terus-menerus?


8. Contoh Tanda Hubung (-)



  • Ongol-ongol merupakan salah satu camilan manis tradisional yang ada di Indonesia.

  • Bagiku, ia yaitu gadis paling cantik se-Pontianak.


9. Contoh Tanda PIsah (–)



  • Wanita itu–yang senyumnya begitu manis–tengah terduduk sendiri di sebuah dingklik taman.

  • Steven Gerrard–mantan pemain Liverpool dan LA Galaxy–resmi melatih tim Glasgow Rangers.


10. Contoh Tanda Titik Dua (:)



  • Sebanyak tiga orang siswa resmi menjadi calon ketua OSIS SMAN 77, di mana ketiga siswa itu antara lain: Deva Anugrah, Ardhira Saputra, dan Ganesha Prabaswara.

  • Restoran itu menyajikan aneka macam kuliner Sunda, di mana masakan-masakan tersebut antara lain: karedok, lotek, sayur asem, nasi timbel, dan nasi tutug oncom.


11. Contoh Tanda Titik Koma (;)



12. Contoh Tanda Baca Elipsis (…)



  • Penyebab terjadinya… itu akan segera diselidiki.

  • “Jadi, dapat disimpulkan bahwa kalau dua ditambah dua, maka jadinya adalah…”


13. Contoh Tanda Kurung Siku atau Kurawal ([ ])



  • Penelitian ini akan membahas soal kerenjangan [so]sial yang terjadi di lingkungan masyarakat kita.

  • Jadi, bahasa jurnalistik yang baik (menurut Abdul Chaer [yang dapat dilihat di penggalan awal bukunya]) yaitu bahasa jurnalistik yang irit kata, sempurna makna, dan juga menarik.


14. Contoh Tanda Baca Garis Miring (/)



  • Kopi dapat disajikan dengan air panas/dingin.

  • Pak Usman menjual ayam gorengnya dengan harga Rp. 9.000/potong.


15. Contoh Tanda Baca Penyingkat atau Apostrof (‘)



  • Besok, saya pasti ‘kan datang ke rumahmu.

  • Sheila on 7 merupakan salah satu grup band era ’90-an yang masih eksis hingga ketika ini.


Demikianlah teladan jenis-jenis tanda baca dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca hendak menambah tumpuan seputar tanda baca, maka pembaca dapat membuka artikel penggunaan tanda baca. Adapun pembahasan artikel kali ini dicukupkan saja hingga di sini. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, August 24, 2018

√ 13 Pola Penulisan Abjad Kapital Sesuai Eyd

Dalam penulisan bahasa Indonesia, terdapat banyak sekali penggunaan tanda baca dan tata cara penggunaan aksara kapital yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan atau EYD. Huruf kapital atau aksara besar yaitu aksara yang berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar daripada aksara biasa). Biasanya terletak pada awal kalimat, tapi juga terkadang dipakai pada kondisi tertentu. Berikut yaitu beberapa referensi penulisan aksara kapital sesuai EYD yang sanggup Anda pelajari:



  1. Rumah kami terletak di ujung gang ini. (awal kalimat)

  2. Ia berkata, “Kami mustahil melaksanakan hal yang sangat memalukan ibarat itu,” (awal kalimat petikan langsung)

  3. Sebagai hamba yang lemah, kita diwajibkan untuk meminta pertolongan hanya kepada Yang Maha Kuasa. (nama Tuhan)

  4. Dengan kegagahan dan rasa cinta tanah airnya, Pangeran Diponegoro membela Indonesia sampai tamat hayatnya. (gelar, keturunan, kehormatan)

  5. Beberapa anak kecil berjejer rapi, menyambut kedatangan Gubernur di sekolah mereka. (jabatan, pangkat)

  6. Mereka memanggil nama SBY dengan keras dan penuh semangat. (singkatan nama orang)

  7. Jika saja Aminah tahu bahwa bukan kucing kesayangannya lah yang mati ditabrak mobil. (awal nama orang)

  8. Saya yaitu seorang keturunan Jawa yang beragama Islam. (suku, ras, agama)

  9. Besok kita akan merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga besar kita. (hari, bulan, tahun, hari raya)

  10. Liburan tahun ini, kami akan pergi ke Disneyland Tokyo untuk bersenang-senang. (lokasi, daerah, tempat)

  11. Budi membacakan UUD 1945 dikala upacara dengan bunyi lantang. (ketatanegaraan, nama negara, dokumen resmi)

  12. Bilqis menjadi salah satu model di majalah Gadis. (nama majalah)

  13. Kami tidak sanggup melaksanakan apapun tanpa santunan Ibu. (kekerabatan)


Itulah beberapa referensi penulisan aksara kapital sesuai EYD dalam bahasa Indonesia. Artikel lainnya yang berafiliasi dengan tanda baca adalah penggunaan tanda garis miring, penggunaan tanda petik tunggal, penggunaan tanda titik dua, penggunaan tanda tanya dan tanda seru, jenis-jenis tanda baca, contoh penggunaan tanda pisah dalam kalimat, fungsi tanda baca garis miring dan titik dua, contoh penggunaan tanda hubung dalam kalimat, contoh penggunaan tanda petik dua dalam kalimat, contoh penggunaan tanda elipsis dalam kalimat, contoh penggunaan tanda kurung dalam kalimat, contoh penggunaan tanda seru, dan penggunaan tanda pisah. Semoga bermanfaat. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Thursday, August 23, 2018

√ 13 Tumpuan Penulisan Abjad Miring Dalam Kalimat

Dalam menciptakan kalimat yang baik dan benar, haruslah diikuti dengan penggunaan abjad kapital, penggunaan tanda baca, dan penggunaan abjad miring yang benar. Penggunaan abjad miring dalam kalimat diadaptasi dengan kondisi kalimat tersebut. Untuk lebih memahaminya, berikut ialah teladan penulisan abjad miring dalam kalimat:



  1. Buku dongeng yang dibelikan Ayah tadi siang berjudul Si Kancil dan Buaya. (judul buku, karangan,  majalah)

  2. Kami diwajibkan memakai seragam batik setiap hari Rabu dan seragam putih setiap hari Jumat. (penegasan)

  3. Martani, Dwi. 2012. Akuntansi Keuangan Menengah. Salemba Empat: Jakarta. (daftar pustaka)

  4. Oryza sativa merupakan salah satu jenis flora yang mengandung karbohidrat dan menjadi masakan pokok di Indonesia. (nama latin)

  5. Mika memainkan kiprah sebagai perempuan buta dalam pertunjukkan teater Dalam Hati Ibu di bazar sekolah. (judul pertunjukkan)

  6. Setiap murid diwajibkan mengumpulkan kiprah pada hari Senin. (penegasan)

  7. Syafri, Sofyan. 2008. Teori Akuntansi. Rajawali Press: Bandung. (daftar pustaka)

  8. Kamu sanggup menjadi seorang penulis lepas di situs www.projects.co.id. (nama situs)

  9. Laporan keuangan merupakan hasil selesai atau output dari proses akuntansi, Sofyan Syafri. (kutipan)

  10. Adik sangat suka sarapan dengan oatmeal yang dicampur dengan susu dan buah segar. (istilah asing)

  11. Mama sangat suka menonton film Kuch Kuch Hota Hai semenjak dulu. (judul film)

  12. Majalah Bobo ialah majalah bawah umur yang sering kubaca di masa kecilku. (nama majalah)

  13. Ibu mengolah daging menjadi nugget sehingga kami tidak bosan makan ayam atau ikan. (istilah asing)


Itulah beberapa teladan penulisan abjad miring dalam kalimat bahasa Indonesia. Untuk lebih memudahkan Anda memahami perihal penulisan kalimat bahasa Indonesia yang benar, Anda sanggup memmbaca artikel penggunaan tanda koma, contoh penggunaan tanda petik dua dalam kalimat, contoh penggunaan tanda seru, contoh penggunaan tanda tanya, pengertian tanda elipsis dan contohnya, penggunaan tanda pisah, contoh jenis-jenis tanda baca, contoh penggunaan tanda petik tunggal dalam kalimat, contoh penggunaan tanda hubung dalam kalimat, contoh penggunaan tanda elipsis dalam kalimat, contoh penggunaan tanda penyingkat dalam kalimat, contoh penggunaan tanda kurung dalam kalimat, dan penggunaan titik dua. Semoga bermanfaat. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, August 1, 2018

√ 8 Pola Penggunaan Tanda Titik Koma Sebagai Pengganti Kata Penghubung

Salah satu di antara jenis-jenis tanda baca yang ada ialah tanda titik koma (;). Tanda baca ini memiliki sejumlah fungsi atau kegunaan tertentu di dalamnya. Salah satu kegunaan tersebut ialah sebagai pengganti dari konjungsi atau macam-macam kata penghubung. Biasanya, konjungsi atau kata penghubung yang diganti oleh tanda baca ini ialah kata dan, serta, dan beberapa konjungsi koordinatif lainnya.Adapun fungsi ini digunakan hanya untuk kalimat yang frasa atau klausanya setara atau sederajat. Maka tak heran, kalau tanda baca tersebut sering digunakan sebagai pengganti beberapa jenis konjungsi koordinatif.


Pada artikel kali ini, salah satu kegunaan tanda titik dua tersebut akan ditampilkan beberapa teladan di antaranya. Adapun contoh-contoh tersebut bisa disimak sebagaimana berikut ini!



  1. Ibu pergi ke pasar; ayah pergi ke kantor.

    • Konjungsi yang diganti oleh tanda titik dua (;) tersebut: dan.

    • Maksud kalimatnya: ibu pergi ke pasar dan ayah pergi ke kantor.



  2. Ibu membeli sayur-sayuran, bumbu dapur dan daging; alat-alat rumah tangga ibarat sapu dan kawasan sampah.

    • Konjungsi yang diganti oleh tanda titik dua (;): serta.

    • Maksud kalimatnya: ibu membeli sayur-sayuran, bumbu dapur, dan daging, serta alat-alat rumah tangga ibarat sapu dan kawasan sampah.



  3. Dimas sedang rapat bersama anggota OSIS di sekretariat OSiS; ayah sedang rapat bersama koleganya di ruang rapat kantornya.

    • Konjungsi yang diganti oleh tanda titik dua (;): dan.

    • Maksud kalimatnya: Dimas sedang rapat bersama anggota OSIS di sekretariat OSIS dan ayah sedang rapat bersama koleganya di ruang rapat kantornya.



  4. Adik sedang memakan pisang; cangkangnya beliau buang ke kawasan sampah.

    • Konjungsi yang diganti oleh tanda titik dua (;): dan.

    • Maksud kalimatnya: adik sedang memakan pisang dan cangkangnya beliau buang ke kawasan sampah.



  5. Hari sudah malam; belum dewasa masih belum terlelap.

    • Konjungsi yang diganti oleh tanda titik dua (;): tetapi.

    • Maksud kalimatnya: hari sudah malam, tetapi anak-anak masih belum terlelap.



  6. Ibu sedang memasak di dapur; ayah membaca koran di beranda; adik bermain mobil-mobilan di ruang keluarga.

    • Konjungsi yang diganti oleh tanda titik dua (;): sedangkan, serta dan.

    • Maksud kalimatnya: ibu sedang memasak di dapur, sedangkan ayah membaca koran di beranda, dan adik bermain mobil-mobilan di ruang keluarga.



  7. Ibu masih berbelanja di pasar; ayah masih di kantor; di rumah tidak ada siapa-siapa.

    • Konjungsi yang diganti oleh tanda titik dua (;): sedangkan, serta dan.

    • Maksud kalimatnya: ibu masih berbelanja di pasar, sedangkan ayah masih di kantor, dan di rumah tidak ada siapa-siapa.



  8. Adik membeli novel dan buku impor; alat tulis dan majalah dari toko buku yang gres dibuka  itu.

    • Konjungsi yang diganti oleh tanda titik dua (;): serta.

    • Maksud kalimatnya: adik membeli novel dan buku impr, serta alat tulis dan majalah dari toko buku yang gres dibuka itu.




Demikianlah beberapa teladan penggunaan tanda titik koma sebagai pengganti kata penghubung atau konjungsi. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan gres bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai tanda titiik dua maupun bahasa Indonesia.


Jika pembaca ingin menambah tumpuan soal tanda baca, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh jenis-jenis tanda baca, teladan penggunaan tanda tanya, contoh penggunaan tanda seru, contoh penggunaan tanda petik tunggal dalam kalimat, serta artikel contoh penggunaan tanda petik dua dalam kalimat. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, July 31, 2018

√ 8 Rujukan Penggunaan Tanda Titik Koma Untuk Mengakhiri Suatu Pernyataan

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa contoh penggunaan tanda titik koma sebagai pengganti kata penghubung. Kali ini, kita juga akan mengetahui ibarat apa pola dari penggunaan tanda titik koma lainnya. Adapun penggunaan titik koma yang lain tersebut ialah untuk mengakhiri suatu pernyataan. Pernyataan yang dimaksud di sini tak lain ialah rincian dari suatu pernyataan utama. Rincian-rincian yang mesti dititikbawahi ialah rincian-rincian awal sampai menjelang rincian yang terakhir. Untuk rincian yang terakhir, tak perlu diakhiri titik dua. Tetapi, akhirilah dengan memakai tanda titik (.).


Untuk mengetahui ibarat apa salah satu penggunaan lainnya dari titik koma tersebut, maka di artikel kali ini akan ditampilkan beberapa pola di antaranya. Contoh-contoh tersebut ialah sebagai berikut ini!



  1. Syarat-syarat untuk melamar di perusahaan ini antara lain:

    • Pendidikan minimal D3/S1 semua jurusan;

    • Berpengalaman minimal 1 tahun bekerja;

    • Bisa bekerja sama dengan tim dan individu;

    • Mempunyai kendaraan pribadi.



  2. Adapun langkah-langkah menyeduh kopi instan antara lain:

    • Tuangkan isi kopi instan dari bungkusnya ke dalam cangkir yang tersedia;

    • Tuangkan air panas secukupnya;

    • Beri gula sesuai selera;

    • Aduk sampai merata.



  3. Untuk calon siswa/i yang hendak mendaftar ke sekolah kami, diwajbikan untuk membawa sejumlah persyaratan berikut ini, yaitu:

    • Membawa ijazah SMP;

    • Pas foto berukuran 3×4 sebanyak 2 buah;

    • Surat kelakuan baik dari pihak sekolah;

    • Membayar uang registrasi sebesar Rp. 500.000,00;

    • Mengisi formulir pendaftaran;

    • Semua persyaratan dikumpulkan paling lambat tanggal 31 Juli 2018.



  4. Sebelum mengikuti Ujian Akhir Semester Ganjil, para mahasiswa harus memenuhi sejumlah persyaratan berikut ini:

    • Membayar lunas uang semester ganjil;

    • Mempunyai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM);

    • Membuat surat pernyataan belum lunas uang semester bagi yang belum mampu melunasi uang semester;

    • Mempunyai kartu tanda ujian.



  5. Sebelum hendak memasuki stadion, para penonton harus menaati sejumlah hukum berikut, yaitu:

    • Tidak membawa senjata tajam apalagi senjata api;

    • Tidak membawa botol kaca;

    • Tidak membawa petasan atau materi peledak lainnya;

    • Senantiasa menjaga kebersihan stadion, baik sebelum ataupun sehabis pertandingan;

    • Tidak menyanyikan lagu-lagu yang bernada provokatif;

    • Tidak memasang spanduk yang bernada provokatif dan rasial;



  6. Berikut ini sepuluh siswa yang berhak menerima beasiswa khusus dari pihak sekolah:

    • Ayudiya Larasati;

    • Ahmad Fauzal Ghandy;

    • Abigail Dito Saputro;

    • Marcell Akhryan Putra;

    • Arifin Noer Anugerah;

    • Seto Aman Raharjo;

    • Dito Abdi Negara;

    • Fatur Rahman Adi;

    • Gina Satriastanti Noor; dan

    • Dendy Setiawan Munawar.



  7. Berikut ini lomba-lomba yang akan diadakan oleh PT. Media Gembira:

    • Lomba esai ringan bertema kemerdekaan;

    • Lomba puisi bertema patriotisme;

    • Lomba cerpen bertema nasionalisme;

    • Lomba menciptakan karikatur para pendekar nasional; serta

    • Lomba menciptakan video ihwal acara peringatan hari kemerdekaan di daerah tingal penerima lomba.



  8. Di bawah ini manakah yang termasuk binatang mamalia?

    • Ikan piranha;

    • Burung elang;

    • Gajah.




Demikianlah beberapa pola penggunaan tanda titik koma untuk mengakhiri suatu pernyataan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan gres bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai tanda titik koma khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan bila terdapat kekeliruan yang terkandung di dalam artikel kali ini.


Jika pembaca ingin menambah acuan soal tanda baca, pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh penggunaan tanda tanya dalam kalimat, contoh penggunaan tanda seru, contoh penggunaan tanda petik tunggal dalam kalimat, contoh penggunaan tanda petik dua dalam kalimat, penggunaan tanda titik, dan contoh jenis-jenis tanda baca.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, July 10, 2018

√ 10 Teladan Penggunaan Tanda Koma Sebagai Penghubung Antarkalimat

Pada kesempatan yang lalu, kita telah memahami apa pengertian dan jenis-jenis tanda baca. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas secara singkat wacana salah satu dari jenis-jenis tanda baca yang digunakan dalam bahasa Indonesia yaitu tanda koma. Tanda koma (,) umumnya digunakan untuk memisahkan beberapa bab dalam kalimat. Salah satu penggunaan tanda koma dalam bahasa Indonesia berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia ialah sebagai penghubung antarkalimat yang penulisannya ditempatkan di belakang kata atau di awal  kalimat sebagai ungkapan penghubung antarkalimat. Adapun jenis-jenis kata penghubung antarkalimat diantaranya ialah oleh lantaran itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu.


Berikut ialah beberapa contoh penggunaan tanda koma dalam kalimat yang menawarkan pola penggunaan tanda koma sebagai penghubung antarkalimat :



  1. Rani menguasai bahasa Rusia semenjak kecil. Jadi, masuk akal bila beliau dikirim ke Rusia untuk meliput Piala Dunia 2018.

  2. Dilan tampil baik pada kompetisi kali ini. Karena itu, tidak mengherankan apabila beliau meraih juara pertama.

  3. Rossi menyadari bahwa motornya kurang kompetitif di animo ini. Meskipun demikian, ia tidak akan mengalah untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2018.

  4. Wati kehilangan pendengarannya jawaban sakit yang dideritanya. Walaupun demikian, ia sanggup membuat dan menyanyikan lagu dengan baik.

  5. Pemilu 2019 ialah pemilu ke-5 sehabis kurun reformasi bergulir. Sehubungan dengan itu, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia sebagai penyelenggara pemilu terus mempersiapkan aneka macam macam hal biar Pemilu 2019 berjalan dengan kondusif dan lancar.

  6. Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Untuk itu, aneka macam persiapan pun terus dilakukan oleh pemerintah semenjak empat tahun lalu.

  7. Tidak sedikit orang bau tanah yang kecewa dengan adanya sistem zonasi dalam sistem penerimaan siswa gres tahun ini. Oleh lantaran itu, mereka menuntut biar sistem zonasi dalam sistem penerimaan siswa gres dihapuskan lantaran dipandang tidak memenuhi rasa keadilan.

  8. Guntur menerima surat peringatan ketiga kemarin. Oleh lantaran itu, beliau tidak lagi menjadi karyawan di perusahaan ini.

  9. Dia menyeberang jalan sambil mendengarkan musik melalui earphone. Akibatnya, dia mengalami kecelakaan lantaran tidak sanggup mendengar bunyi klakson mobil.

  10. Banyak sekali kejadian asing di rumah ini. Misalnya, bunyi anak kecil yang menangis.


Demikian ulasan singkat wacana pola penggunaan tanda koma sebagai penghubung antarkalimat. Artikel lain yang berkaitan dekat dengan tanda baca dan pola penggunaan tanda baca diantaranya ialah contoh jenis-jenis tanda baca, contoh penggunaan tanda tanya dalam kalimat, contoh penggunaan tanda pisah dalam kalimat, contoh penggunaan tanda seru, contoh penggunan tanda hubung dalam kalimat, contoh penggunaan tanda petik tunggal dalam kalimat, contoh penggunaan tanda tanya dan tanda seru, contoh penggunaan tanda petik dua dalam kalimat, penggunaan tanda titik, dan contoh penggunaan tanda titik koma untuk mengakhiri suatu pernyataan. Sekian, dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Thursday, July 5, 2018

√ 7 Tumpuan Penggunaan Tanda Koma Sebagai Abreviasi Gelar

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, tanda koma tidak hanya dipakai sebagai penghubung antarkalimat melainkan juga dipakai untuk menyingkat gelar akademis yang mengikuti nama orang. Sebagai singkatan gelar, tanda koma diletakkan di antara nama orang dan gelar akademis untuk membedakan singkatan gelar dengan singkatan nama diri, keluarga, atau marga. Tata cara penggunaan tanda koma sebagai singkatan gelar mengacu pada tata cara penulisan gelar yang benar sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.


Jika pada kesempatan yang kemudian kita telah mengetahui dan memahami beberapa contoh penggunaan tanda koma sebagai penghubung antarkalimat, maka berikut yaitu beberapa teladan penggunaan tanda koma sebagai singkatan gelar yang sekaligus mengatakan contoh singkatan nama gelar dan contoh tata cara penulisan gelar berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia :


1. Berikut yaitu nama-nama yang lolos seleksi manajemen :



  • Unyil, S.T

  • Toni Setiawan, S.Si

  • Hana Mantovani, S.S

  • Rudi Hartono, S.Kom

  • Amelia Setiawati, S.I.Kom

  • Anggita Pertiwi, S.Pd.I

  • Alan Kwok, S.H

  • Bambang Setiawan, S.Pd

  • Roni Waluya, S.H.Int

  • Rani Surani, S.Farm


2. Setelah lulus pendidikan S3, nama lengkapnya yaitu Dr. Santi Damayanti, S.Sos.


3. Yang menjadi narasumber pada seminar kali ini yaitu Kirana Larasati, S.I.Kom., M.Si.


4. Sebelum melanjutkan studinya ke jenjang S2, Susi Susanti telah menempuh pendidikan keperawatan selama 4 tahun dan menyandang gelar Sarjana Sains Terapan atau S.ST atau Diploma IV. Dengan demikian, nama lengkap yang tercantum dalam berkas registrasi yaitu Susi Susanti, S.ST.


5. Keterbatasan ekonomi tak menghalangi kegigihan dan ketekunan seorang Poniman untuk meraih gelar Sarjana Ilmu Politik. Nama lengkapnya pun sekarang menjadi Poniman, S.IP.


6. M.A pada Yuni Shara, M.A bukanlah nama panjang melainkan nama gelar yang disandangnya yakni Master of Arts.


7. Ia yaitu seorang Sarjana Administrasi Rumah Sakit. Karena itu, nama lengkapnya yaitu Santi Damayanti, S.A.R.S.


Demikianlah ulasan singkat perihal teladan penggunaan tanda koma sebagai singkatan gelar. Artikel lain yang sanggup dibaca dan berkaitan bersahabat dengan jenis-jenis tanda baca dan teladan penggunaannya diantaranya adalah  contoh penggunaan tanda baca, penggunaan tanda titik koma, penggunaan tanda garis miring, contoh singkatan beserta artinya, contoh penulisan singkatan dalam kalimat, contoh singkatan dan abreviasi dalam bentuk kalimat, perbedaan abreviasi dan singkatan beserta contohnya, contoh singkatan, dan contoh penggunaan tanda baca penyingkat dalam kalimat. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com